Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
7.300 views

TPM: Majelis Hakim Belum Merdeka dalam Mengadili Kasus Terorisme

JAKARTA (voa-islam.com) - Persidangan terhadap Cahya Fitriyanta alias Cahyo alias Fadliansyah kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat mengagendakan putusan sela.

Dalam persidangan tersebut TPM selaku kuasa hukum terdakwa menilai majelis hakim masih belum merdeka dan mandiri dalam mengadili kasus terorisme.

"TPM menilai majelis hakim yang terlibat mengadili kasus terorisme masih belum merdeka dan mandiri dalam mengadili," kata Muannas Al Aidid, SH kepada voa-islam.com, Selasa (6/11/2012).

Majelis hakim yang dipimpin oleh Elyta Ras Ginting, SH. LLM menyampaikan sejumlah poin yang menjadi alasan bahwa PN Jakarta Barat berwenang untuk menyelenggarakan persidangan terhadap Cahya.

Diantaranya, PN Jakbar merasa berwenang mengadili karena menilai sudah cukup persyaratan pemindahan tempat persidangan dengan menggunakan UU Mahkamah Agung bukan UU Kekuasaan Kehakiman terkait penetapan tempat persidangan

Majelis juga menyatakan bahwa kasus terorisme merupakan tindak pidana yang bersifat transnasional dan transinternasional sehingga mengesampingkan ketentuan UU yang bersifat Umum termasuk KUHAP yang menjadi dasar keberatan kami selaku kuasa hukum, atas penyelenggaraan tempat persidangan

Selain itu, persyaratan keadaan memaksa dalam ketentuan Pasal 85 KUHAP, majelis merasa bukan kewenangannya karena tidak bisa menilai hal itu.

Sementara itu, pihak TPM diwakili Muannas Al Aidid, SH selaku penasehat hukum Cahya Fitriyanta dengan tegas menolak putusan sela tersebut.

...penyelengaaran tempat persidangan dengan menggunakan UU Mahkamah Agung sebagai alasan hukumnya dan mengesampingkan KUHAP sebagaimana diatur Pasal 84 dan 85 KUHAP adalah keliru dan menyesatkan

Menurutnya, putusan majelis hakim mengesampingkan KUHAP sebagaimana diatur Pasal 84 dan 85 adalah keliru dan menyesatkan.

“Prinsip terhadap putusan tersebut kami sangat menghargai dan penilaian majelis hakim yang menolak keberatan kami terkait penyelengaaran tempat persidangan dengan menggunakan UU Mahkamah Agung sebagai alasan hukumnya dan mengesampingkan KUHAP sebagaimana diatur Pasal 84 dan 85 KUHAP adalah keliru dan menyesatkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, TPM menyampaikan harusnya majelis hakim tetap berpijak pada hukum acara yang berlaku.

“Karena dalam hukum itu ada asas yang dikenal lex spesialis de rograt lex generalis artinya ketentuan yg bersifat khusus menggantikan aturan yang bersifat umum, hal ini berarti seharusnya majelis tetap berpijak pada hukum acara yang berlaku selama tidak ada ketentuan lain yang mengatur tentang peralihan tempat persidangan tersebut baik menurut UU Mahkamah Agung maupun menurut UU terorisme,” sambungnya.

...Kami selaku penasehat hukum terdakwa serta publik pencari keadilan meminta agar tidak menegakkan hukum dengan cara-cara melanggar hukum

Bahkan yang lebih menggelitik adalah sikap majelis hakim yang enggan menilai terkait keadaan memaksa yang tertuang dalam pasal 85 KUHP yang jelas-jelas harusya menjadi kewenangannya.

“Kemudian yang lebih menggelitik bagi kami, pertimbangan majelis terkait dengan 'keadaan memaksa dan atau tidak mengizinkan penyelengaaraan tempat persidangan' sebagaimana dimaksud Pasal 85 KUHAP makin tidak konsisten, dimana ditunjukkan yang seharusnya menjadi kewenangan majelis untuk menilai akan tetapi majelis justru merasa tidak berwenang untuk menilai. Padahal inilah yg menjadi pokok keberatan kami atas dasar apa JPU menyelenggarakan sidang terdakwa di PN Jakarta Barat,” jelasnya.

Sebelumnya, TPM sudah menduga jika eksepsi tersebut akan ditolak, eksepsi tersebut bertujuan untuk mengingatkan pihak terkait.

“Yang terpenting bagi kami adalah bukan ditolak atau tidaknya keberatan kami atas eksepsi yg diajukan, karena sedari awal kami memang sudah menduga, penyampaian keberatan ini semata-mata ditujukan kepada semua aparat penegak hukum untuk saling mengingatkan, baik hakim, jaksa, Polri utamanya Densus 88,” ujarnya.

TPM pun meminta agar pihak-pihak terkait tersebut untuk tidak melakukan upaya penegakkan hukum dengan cara-cara yang melanggar hukum.

“Kami selaku penasehat hukum terdakwa serta publik pencari keadilan meminta agar tidak menegakkan hukum dengan cara-cara melanggar hukum, mengedepankan asas praduga tak bersalah dan institusi yang ada, tetap merdeka dan mandiri dalam menjalankan tugasnya atas nama hukum dan keadilan,” tegasnya. [Ahmed Widad]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Jadwal Hari Raya Idul Adha 1443 H Berbeda, Ketua MUI Imbau Umat Tetap Jaga Persatuan

Jadwal Hari Raya Idul Adha 1443 H Berbeda, Ketua MUI Imbau Umat Tetap Jaga Persatuan

Kamis, 30 Jun 2022 14:30

Kisah Ustaz Amin Djamaluddin, Skakmat Majelis Hakim Kasus Ahmadiyah

Kisah Ustaz Amin Djamaluddin, Skakmat Majelis Hakim Kasus Ahmadiyah

Kamis, 30 Jun 2022 11:25

Apa Masalahnya Perempuan Bekerja?

Apa Masalahnya Perempuan Bekerja?

Kamis, 30 Jun 2022 10:29

Perbanyaklah Syukur Kepada Allah Ta'ala Khususnya Calon Jama'ah Haji Tahun Ini

Perbanyaklah Syukur Kepada Allah Ta'ala Khususnya Calon Jama'ah Haji Tahun Ini

Kamis, 30 Jun 2022 09:47

Timnas Israel ke Indonesia, PW KB PII Sumut Bandingkan dengan Boikot Sepak Bola Rusia oleh Barat

Timnas Israel ke Indonesia, PW KB PII Sumut Bandingkan dengan Boikot Sepak Bola Rusia oleh Barat

Kamis, 30 Jun 2022 09:22

Kemenag Tetapkan Iduladha 1443 H Jatuh pada 10 Juli 2022

Kemenag Tetapkan Iduladha 1443 H Jatuh pada 10 Juli 2022

Rabu, 29 Jun 2022 21:11

Kasus Holywings, HNW Apresiasi Gubernur Anies dan Kepolisian

Kasus Holywings, HNW Apresiasi Gubernur Anies dan Kepolisian

Rabu, 29 Jun 2022 19:39

KISDI Tolak Timnas Israel pada Piala Dunia U-20 di Indonesia

KISDI Tolak Timnas Israel pada Piala Dunia U-20 di Indonesia

Rabu, 29 Jun 2022 19:29

Presiden Ukraina Sebut Vladimir Putin Telah Menjadi 'Teroris' Yang Memimpin 'Negara Teroris'

Presiden Ukraina Sebut Vladimir Putin Telah Menjadi 'Teroris' Yang Memimpin 'Negara Teroris'

Rabu, 29 Jun 2022 19:15

Terlihat Hilal Dzulhijjah, Apa Doanya?

Terlihat Hilal Dzulhijjah, Apa Doanya?

Rabu, 29 Jun 2022 16:32

Dukung Anies Tutup Holywings

Dukung Anies Tutup Holywings

Rabu, 29 Jun 2022 16:22

Waduh, Pancasila yang Mana Mas Ganjar?

Waduh, Pancasila yang Mana Mas Ganjar?

Rabu, 29 Jun 2022 13:28

Tokoh Pesantren Minta Pemkot Bekasi Evaluasi Holywings dan Kafe Sejenis

Tokoh Pesantren Minta Pemkot Bekasi Evaluasi Holywings dan Kafe Sejenis

Rabu, 29 Jun 2022 11:55

Dua Puluh Persen Adalah Kejahatan Politik

Dua Puluh Persen Adalah Kejahatan Politik

Rabu, 29 Jun 2022 11:47

Percepatan Sertifikasi Halal Butuh Sinergi Daerah

Percepatan Sertifikasi Halal Butuh Sinergi Daerah

Selasa, 28 Jun 2022 22:27

Masih Mungkinkah Prabowo Subianto Menjadi Presiden?

Masih Mungkinkah Prabowo Subianto Menjadi Presiden?

Selasa, 28 Jun 2022 21:51

Kewajiban Sertifikasi Halal Tingkatkan Daya Saing Usaha

Kewajiban Sertifikasi Halal Tingkatkan Daya Saing Usaha

Selasa, 28 Jun 2022 21:12

Perusahaan Pertahanan Turki Sumbang 3 Drone TB2 Ke Ukraina

Perusahaan Pertahanan Turki Sumbang 3 Drone TB2 Ke Ukraina

Selasa, 28 Jun 2022 20:45

PBB: Hampir 307.000 Warga Sipil Gewas Akibat Perang Suriah Dari 2011 Hingga 2021

PBB: Hampir 307.000 Warga Sipil Gewas Akibat Perang Suriah Dari 2011 Hingga 2021

Selasa, 28 Jun 2022 18:15

Militer AS Klaim Serangan Drone Tewaskan Pemimpin Al-Qaidah Asal Yaman Di Idlib Suriah

Militer AS Klaim Serangan Drone Tewaskan Pemimpin Al-Qaidah Asal Yaman Di Idlib Suriah

Selasa, 28 Jun 2022 17:30


MUI

Must Read!
X