Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
7.740 views

Jangan Mau Ditakut-takuti Densus 88 yang Ingin Kriminalisasikan ZIS

JAKARTA (voa-islam.com) – Ada upaya dari Densus 88 untuk mengkriminalisasikan dana Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS) dengan menakut-nakuti lembaga ZIS dan para donaturnya agar tidak memberi bantuan kepada keluarga mujahidin yang selama ini dizalimi Densus 88.Tapi umat Islam tidak akan melemah untuk ditakut-takuti.

Demikian dikatakan praktisi hukum Munarman yang juga Ketua An-Nasr Institure kepada voa-islam di kantornya di bilangan Tanah Abang, Jakarta, Senin (4/3).

“Saya melihat ini adalah cara-cara yang dikembangkan ole AS sejak lama, untuk memutus suplay logistik. Mengingat, AS akan kualahan jika menghadapi front tempur utama atau perang fisik yang sesungguhnya. Maka, yang bisa dilakuka adalah mensabotase sektor ekonomi yang dianggap mendanai kegiatan-kegiatanaktivitas Islam. Yang jelas, ini pola lama. Hanya dilegal formalkan dengan undang-undang,” jelas Munarman.

Lebih jauh Munarman mengatakan, jerat hukum yang ditimpakan kepada Ustadz Abu bakar Ba’asyir adalah sektor pendanaan, termasuk beberapa ikhwan lainnya juga dijerat dengan sector pendanaan. Ini sebenarnya strategi lama dengan regulasi baru.

“Ini tak lebih untuk menakut-nakuti, agar lembaga-lembaga sosial yang mengumpulkan dana zakat infaq sedekah tidak memberi bantuan kepada pihak keluarga yang selama ini dizalimi Densus 88,” ungkap Munarman.

Munarman menegaskan, lembaga-lembaga social yang selama ini banyak membantu, tak perlu ditakut-takuti oleh “setan densus” yang ingin mengkriminalisasi zakat, infaq dan sedekah.“Dicuekin saja, karena ZIS adalah bagian dari syariat.”

Bukti adanya upaya mengkriminalisasi ZIS, kata Munarman, adalah ketika BNPT dihadapan Komisi III DPR RI, menyebutkan, bahwa sumber dana teroris berasal dari ZIS. “Mereka menuduh bahwa kegiatan zakat itu kegiatan kriminal. Tuduhan itu jelas sebuah tuduhan yang serius dan merupakan dosa besar. Seolah mereka ingin mengatakan, bahwa zakat, infaq dan sedekah yang merupakan syariat Islam itu adalah perbuatan yang tercela dan salah.”

Rencana makar yang dilakukan Densus dan BNPT, ungkap Munarman, tidak akan berhasil. Cara-cara seperti itu tidak akan efektif, dan tidak akan membuat umat Islam menjadi melemah, apalagi menjadi takut.

“Kita tahu, dulu yayasan Haramain milik Hidayat Nur Wahidu juga pernah dikaitkan dengan jaringan teroris. Sejak isu teroris merebak, beberapa lembaga dakwah sempat tidak dapat aliran dana dari Timur tengah. Upaya untuk menakut-nakuti lembaga pengumpul ZIS tidak memberi pengaruh apapun, karena kegiatan ZIS  itu adalah kegiatan yang baik, bahkan diwajibkan untuk membantu saudara muslim yang menderita dan kekurangan dari segi ekonomi maupun pendidikan,” kata Munarman yang mendukung kegiatan IDC-Voa-Islam.

Munarman mengajak tokoh-tokoh Islam agar mendesak pemerintah Indonesia untuk tidak membuat regulasi yang bertentangan dengan syariat. Bahkan harus didesak untuk mencabut perundang-undangan yang bertentangan dengan syariat tadi.

“Jadi, membantu janda mujahidin itu bukan kriminal. Dalam Islam, terdapat 8 asna yang berhak menerima zakat, infaq dan sedekah. Anak yatim, para janda, faqir miskin adalah tergolong keluarga yang tidak mampu. Menolong mereka tidak bisa dijerat secara hukum. Jika Setan Densus mau coba mengkriminalisasi ZIS, harus adu argumentasi dulu, terutama dari segi pembuktiannya.”

Munarman melihat gelombang penolakan dan pembubaran Densus 88 belakangan ini oleh sejumlah ormas Islam, LSM dan Organisasi kemanusiaan, seperti Muhammadiyah, MUI, HTI, HMI, Kontras, Komnas HAMdan sebagainya, adalah bukti masyarakat sudah muak dengan sepak terjang Densus 88 yang sejak dibentuk pada 2002, telah melakukan pelanggaran HAM  berat, yang dilakukan secara sistematis dan meluas.

“Kini public telah terbuka matanya. Dulu orang mudah ditipu ketika disodori informasi dan tontonan di Televisi, dimana semua media berupaya mencuci otak rakyat Indonesia, seolah Densus 88 hendak menegakkan hukum, tapi yang terjadi justru melanggar hukum, bahkan melanggar HAM,” jelas Munarman.   

Adapun yang  bisa membubarkan Densus 88 adalah pemerintah, termasuk Presiden. “Tapi sebenarnya  mudah, membubarkan Densus cukup SK Kapolri saja, Densus dilikuidasi dan diserahkan kembali fungsinya ke  reserse criminal umum saja,” tandas Munarman. desastian

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Indonesiana lainnya:

+Pasang iklan

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Toko Tas Online TBMR - Diskon Setiap Hari

Jual tas branded murah, tas import, tas wanita dengan harga yang super murah. Tas LV, Prada, Gucci, Hermes, Chanel, Burberry, Chloe, Webe, dll. Grosir dan Eceran.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Infaq Dakwah Center

Bantuan Ummu Zakiyah Sudah Diserahkan Berupa Mesin Jahit, Santunan Rutin dan Beasiswa

Bantuan Ummu Zakiyah Sudah Diserahkan Berupa Mesin Jahit, Santunan Rutin dan Beasiswa

Alhamdulillah, bantuan untuk Ummu Zakiyah, istri mujahid tertawan telah diserahkan dalam bentuk mesin jahit, santunan rutin bulanan dan beasiswa anaknya di pesantren. Semoga bermanfaat untuk...

Aktivis Islam Yogyakarta Ditangkap, Sepeda Motornya Raib di Tangan Densus 88. Ayo Bantu!!

Aktivis Islam Yogyakarta Ditangkap, Sepeda Motornya Raib di Tangan Densus 88. Ayo Bantu!!

Abu Akhtar ditangkap Densus, sepeda motornya pun hilang. Untuk menafkahi balita kembarnya hanya mengandalkan penghasilan ayahnya, kuli batu bata dengan penghasilan yang pas-pasan....

Bantuan Rp 40 Juta Disalurkan, Muallaf Nurul Hutabarat Bebas Hutang dan Punya Modal Usaha

Bantuan Rp 40 Juta Disalurkan, Muallaf Nurul Hutabarat Bebas Hutang dan Punya Modal Usaha

Alhamdulillah donasi Rp 40.143.000,- sudah disalurkan kepada muallaf Nurul Hutabarat, dimanfaatkan untuk melunasi hutang biaya kuliah dan modal usaha....

Dua Tahun Nuraini Menahan Sakit Tumor Mata. Cita-citanya Ingin Jadi Ustadzah. Ayo Bantu!!

Dua Tahun Nuraini Menahan Sakit Tumor Mata. Cita-citanya Ingin Jadi Ustadzah. Ayo Bantu!!

Orang dewasa saja belum tentu sanggup menahan nyeri yang hebat selama dua tahun pada mata dan kepala. Tapi balita Nuraini ini bisa bersabar menghadapi ujian Allah, tumor mata ganas....

Yatim Syuhada Zahra Ramadhani Tutup Usia, Biaya Pengobatan Rp 10,8 Juta Telah Disalurkan

Yatim Syuhada Zahra Ramadhani Tutup Usia, Biaya Pengobatan Rp 10,8 Juta Telah Disalurkan

Gadis yatim syuhada ini wafat di RS Adam Malik Medan setelah menderita penyakit Lupus. Ayahnya gugur tahun 2010 saat menegakkan syariat i'dad bersama kafilah Mujahidin Aceh....

Latest News


Must Read!
X