Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
8.126 views

Biadab! Ketua BNPT: Melanggar HAM Itu Sah-sah Saja, Karena Ada UU-nya

MAKASSAR (voa-islam.com) – "Meskipun ada anggapan pekerjaan polisi 100 persen melanggar HAM saat menangkap dan memburu teroris, tetapi itu sah-sah saja menurut UU yang berlaku. Sebab kita ini berhadapan dengan teroris." Demikian dikatakan Ketua Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Pusat Ansyad Mbai. Dengan bangga Ansyad menyatakan, dalam penanganan teroris, Indonesia mendapat pujian dari berbagai negara karena mampu menangkap teroris.

Berdasarkan data dari 2002 jumlah kasus terorisme mencapai 840 kasus. Indonesia pun menjadi model penanganan teroris di dunia."Indonesia menjadi model di dunia dalam penangaan teroris. Indonesia konsisten dalam supermasihukum, tidak perlu pakai rudal seperti dilakukan di negara lainnya menangkap teroris," katanya saat diskusi BNPT bersama Jurnalis di Makassar, Rabu (6/3).

Sesumbar, Ansyad Mbai mengatakan, Indonesia dinilai berhasil dalam penanganan teroris tanpa melibatkan sejumlah pasukan besar seperti di negara-negara lainnya. Dalam hal penanganan teroris di Indonesia, “Densus 88 Anti teror mampu bekerja dengan baik,” ujarnya.  

Belum puas melakukan pelanggaran HAM berat, Ketua BNPT itu menilai bahwa UU Nomor 15 Tahun 2003 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme masih lemah dan belum mengikat sepenuhnya."Ini adalah salah satu kelemahan. Terus terang sampai hari ini, saya tidak mengatakan UU Terorisme kita itu paling `lembek`," kata Ketua BNPT Pusat Ansyad Mbai.

Menurut pria kelahiran Buton ini, kini Indonesia masuk dalam kelompok 20 masih diakui dunia internasional dalam hal ekonomi dan meskipun ada teror.. Tapi, yang pasti, beberapa NGO, seperti Komnas HAM, Kontras, Indonesia Policy Watch, dan sejumlah ormas Islam, telah membenarkan adanya pelanggaran HAM berat yang dilakukan Densus 88 terkait beredarnya video kekerasan yang terjadi di Poso. MUI, Muhammadiyah dan beberapa ormas islam lainnya mendesak agar Densus 88 dibubarkan.

Papua Merdeka Motif Ekonomi

Usai diskusi bersama Jurnalis Ansyad Mbai mengatakan, mengapa selalu ada gerakan teroris dan sepertinya sistematis, padahal sudah beberapa pelaku yang ditangkap dan dihukum mati, itu karena produk hukumnya. "Kenapa teroris itu selalu terus-terus melakukannya, padahal sudah ditangkap tapi masih melakukan lagi. Karena apa, kegiatan-kegiatan awal yang mengarah kepada terorisme belum terjangkau oleh hukum kita," ungkapnya.

Ansyad menuduh Ustadz Abubakar Ba`syir lari dari Malaysia karena takut ditangkap dengan melihat produk hukumnya, makanya di daerah ini dia bebas."Kalau di sulsel ada teroris dan jelas masih kita harus waspadai, masih ada sisa-sisa gerakan itu," ketusnya.

Semua kelompok teroris, sebut Ansyad, diduga masih punya kaitan dengan jaringan Negara Islam Indonesia (NII). "Bisa jadi NII itu induk dari gerakan gerakan radikal yang mengatasnamakan agama ini," sebutnya.

Saat ditanyai mengenai kasus teror di Papua, kata dia, di Papua itu bermacam macam karena luas geografis tidak bisa disamakan dan berbeda. Ada model separatis, ada yang motif ekonomi seperti di Timika."Banyak motif salah satunya ekomomi dan dibeberapa tempat ada motif politik," ucapnya

Lanjutnya, "Sebetulnya itu sudah di kategorikan teroris, sampai saat ini pemerintah masih belum memberlakukan UU terorisme untuk kasus itu. Tapi kalau kita lihat di dunia internasional, Uni Eropa itu sudah masuk kategori teroris," sebutnya.

Terkait belum diberlakukan UU Teroris di papua, pria kelahiran Buton ini menjelaskan, ini konsekwensi, daripada prinsip demokrasi yang harus di jalankan sebegaimana mestinya.

"Pemerintah tidak bisa secara otoriter langsung memperlakukan hal itu karena agenda utama kita sebetulnya bukan soal teroris, tapi bagaimana mempertahankan proses demokrasi di negeri ini," tandasnya. Hal itu kata Ansyad, tergantung situasi yang berkembang di Papua apakah akan diberlakukan di Papua yang bisa saja mengarah kepada aksi terorisme. [Desastian/dbs]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA Distributor & Supplier Herbal

Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60% Pembelian bisa campur produk >1.600 jenis produk dari ratusan Produsen yang kami distribusikan
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Idul Fitri Berbagi Bahagia: Mari Tebar Hadiah Lebaran untuk Penghafal Al-Qur'an di Penjara

Idul Fitri Berbagi Bahagia: Mari Tebar Hadiah Lebaran untuk Penghafal Al-Qur'an di Penjara

Idul Fitri Berbagi Bahagia: menyambut hari raya Idul Fitri berupa pemberian paket hadiah Idul Fitri kepada para aktivis Islam dan peserta program Tahfizhul Al-Qur'an di berbagai penjara....

Mari Salurkan Zakat kepada Keluarga Mujahidin dan Yatim Syuhada di Berbagai Daerah

Mari Salurkan Zakat kepada Keluarga Mujahidin dan Yatim Syuhada di Berbagai Daerah

Sempurnakan amaliah Ramadhan dengan menunaikan kewajiban Zakat. IDC siap menerima zakat fitrah untuk disalurkan dalam bentuk beras kepada keluarga mujahidin di berbagai daerah....

Hijrah Meninggalkan Kristen, Muallaf Aisyah Magdalena Diterpa Ujian Bertubi-tubi. Ayo Bantu!!!

Hijrah Meninggalkan Kristen, Muallaf Aisyah Magdalena Diterpa Ujian Bertubi-tubi. Ayo Bantu!!!

Muallaf mantan Katolik ini diterpa ujian hidup yang bertubi-tubi. Berawal dari suaminya kecelakaan dan di-phk, hutang menggunung berjuta-juta. Butuh bantuan 9,5 juta rupiah untuk hijrah dari...

Ramadhan Berbagi Bersama 100 Keluarga Yatim Syuhada dan Mujahidin Asir. Ayo Bantu!!

Ramadhan Berbagi Bersama 100 Keluarga Yatim Syuhada dan Mujahidin Asir. Ayo Bantu!!

Ramadhan bulan berkah. Ayo dukung program Ramadhan Berbagi: buka puasa bersama, santunan keluarga syuhada dan mujahidin asir dengan anggaran 18 juta rupiah. Ayo Bantu!!...

ZAKAT CERDAS (Beasiswa Yatim & Dhuafa): Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

ZAKAT CERDAS (Beasiswa Yatim & Dhuafa): Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Dalam harta kita ada hak orang lain. Salurkan zakat, infaq dan sedekah dalam program Infaq Cerdas untuk beasiswa Yatim & Dhuafa. Senyum mereka adalah masa depan kita di akhirat....

Latest News
IS Rebut Kembali Desa di Barat Manbij dari Pasukan SDF

IS Rebut Kembali Desa di Barat Manbij dari Pasukan SDF

Rabu, 27 Jul 2016 18:30

Turki Perintahkan Penahanan 47 Wartawan Lain yang Terkait Jaringan Fetullah Gulen

Turki Perintahkan Penahanan 47 Wartawan Lain yang Terkait Jaringan Fetullah Gulen

Rabu, 27 Jul 2016 17:35

Pejuang Oposisi Bersiap Lancarkan Serangan Balik untuk Hancurkan Pengepungan Aleppo

Pejuang Oposisi Bersiap Lancarkan Serangan Balik untuk Hancurkan Pengepungan Aleppo

Rabu, 27 Jul 2016 16:00

Sekutumu Harimaumu

Sekutumu Harimaumu

Rabu, 27 Jul 2016 15:14

Pemimpin MHP: Turki dalam Masalah Sangat Besar Jika AS Berada Dibalik Kudeta Gagal

Pemimpin MHP: Turki dalam Masalah Sangat Besar Jika AS Berada Dibalik Kudeta Gagal

Rabu, 27 Jul 2016 14:00

Iran Bantah Tuduhan AS Anggota Senior Al-Qaidah Berbasis di Negara Itu

Iran Bantah Tuduhan AS Anggota Senior Al-Qaidah Berbasis di Negara Itu

Rabu, 27 Jul 2016 11:00

Bukan Biru atau Pink, Hitam dan Putih adalah Warna Ideal bagi Bayi

Bukan Biru atau Pink, Hitam dan Putih adalah Warna Ideal bagi Bayi

Rabu, 27 Jul 2016 10:34

Hamas Kembali Adakan Kemah Musim Panas, Latih 30.000 Pemuda Palestina Dasar-dasar Militer

Hamas Kembali Adakan Kemah Musim Panas, Latih 30.000 Pemuda Palestina Dasar-dasar Militer

Rabu, 27 Jul 2016 08:29

Vaksin Palsu dalam Pandangan Islam

Vaksin Palsu dalam Pandangan Islam

Rabu, 27 Jul 2016 05:10

Marzuki Alie: Program Ahok Tidak Layak Disebut Prestasi

Marzuki Alie: Program Ahok Tidak Layak Disebut Prestasi

Selasa, 26 Jul 2016 22:33

Seorang Ibu Wakaf Tiga Sumur di Kampung Muallaf Kupang

Seorang Ibu Wakaf Tiga Sumur di Kampung Muallaf Kupang

Selasa, 26 Jul 2016 22:33

Pengamat Terorisme: Polisi Juga Kerap Melanggar HAM

Pengamat Terorisme: Polisi Juga Kerap Melanggar HAM

Selasa, 26 Jul 2016 21:34

Fetullag Gulen Mohon Washington Tidak Ekstradisi Dirinya ke Turki

Fetullag Gulen Mohon Washington Tidak Ekstradisi Dirinya ke Turki

Selasa, 26 Jul 2016 21:05

Felix Siauw: Komunitas Muslim Tidak Boleh Dipimpin oleh Pemimpin Nonmuslim

Felix Siauw: Komunitas Muslim Tidak Boleh Dipimpin oleh Pemimpin Nonmuslim

Selasa, 26 Jul 2016 20:51

A'maaq: IS Bertanggung Jawab atas Penyanderaan di Gereja di Prancis Utara

A'maaq: IS Bertanggung Jawab atas Penyanderaan di Gereja di Prancis Utara

Selasa, 26 Jul 2016 20:30

Kegagalan Sistemik Memelihara Urusan Rakyat

Kegagalan Sistemik Memelihara Urusan Rakyat

Selasa, 26 Jul 2016 20:18

Hotel Syariah Diharapkan tak Hanya Bisnis Saja, tetapi Juga Kedepankan Peran Dakwah

Hotel Syariah Diharapkan tak Hanya Bisnis Saja, tetapi Juga Kedepankan Peran Dakwah

Selasa, 26 Jul 2016 20:01

Video Pelaku Bom Jibaku di Ansbach Jerman Serukan Lebih Banyak Serangan

Video Pelaku Bom Jibaku di Ansbach Jerman Serukan Lebih Banyak Serangan

Selasa, 26 Jul 2016 19:46

Apapun yang Berbau Syariat Islam, Media Mainstream Siap Menggorengnya untuk Ditentang

Apapun yang Berbau Syariat Islam, Media Mainstream Siap Menggorengnya untuk Ditentang

Selasa, 26 Jul 2016 18:39

Uang Haram dari Tax Amnesty, Pengamat Ini Sebut Indonesia Negaranya Para Setan

Uang Haram dari Tax Amnesty, Pengamat Ini Sebut Indonesia Negaranya Para Setan

Selasa, 26 Jul 2016 16:59


Must Read!
X