Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
7.949 views

Biadab! Ketua BNPT: Melanggar HAM Itu Sah-sah Saja, Karena Ada UU-nya

MAKASSAR (voa-islam.com) – "Meskipun ada anggapan pekerjaan polisi 100 persen melanggar HAM saat menangkap dan memburu teroris, tetapi itu sah-sah saja menurut UU yang berlaku. Sebab kita ini berhadapan dengan teroris." Demikian dikatakan Ketua Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Pusat Ansyad Mbai. Dengan bangga Ansyad menyatakan, dalam penanganan teroris, Indonesia mendapat pujian dari berbagai negara karena mampu menangkap teroris.

Berdasarkan data dari 2002 jumlah kasus terorisme mencapai 840 kasus. Indonesia pun menjadi model penanganan teroris di dunia."Indonesia menjadi model di dunia dalam penangaan teroris. Indonesia konsisten dalam supermasihukum, tidak perlu pakai rudal seperti dilakukan di negara lainnya menangkap teroris," katanya saat diskusi BNPT bersama Jurnalis di Makassar, Rabu (6/3).

Sesumbar, Ansyad Mbai mengatakan, Indonesia dinilai berhasil dalam penanganan teroris tanpa melibatkan sejumlah pasukan besar seperti di negara-negara lainnya. Dalam hal penanganan teroris di Indonesia, “Densus 88 Anti teror mampu bekerja dengan baik,” ujarnya.  

Belum puas melakukan pelanggaran HAM berat, Ketua BNPT itu menilai bahwa UU Nomor 15 Tahun 2003 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme masih lemah dan belum mengikat sepenuhnya."Ini adalah salah satu kelemahan. Terus terang sampai hari ini, saya tidak mengatakan UU Terorisme kita itu paling `lembek`," kata Ketua BNPT Pusat Ansyad Mbai.

Menurut pria kelahiran Buton ini, kini Indonesia masuk dalam kelompok 20 masih diakui dunia internasional dalam hal ekonomi dan meskipun ada teror.. Tapi, yang pasti, beberapa NGO, seperti Komnas HAM, Kontras, Indonesia Policy Watch, dan sejumlah ormas Islam, telah membenarkan adanya pelanggaran HAM berat yang dilakukan Densus 88 terkait beredarnya video kekerasan yang terjadi di Poso. MUI, Muhammadiyah dan beberapa ormas islam lainnya mendesak agar Densus 88 dibubarkan.

Papua Merdeka Motif Ekonomi

Usai diskusi bersama Jurnalis Ansyad Mbai mengatakan, mengapa selalu ada gerakan teroris dan sepertinya sistematis, padahal sudah beberapa pelaku yang ditangkap dan dihukum mati, itu karena produk hukumnya. "Kenapa teroris itu selalu terus-terus melakukannya, padahal sudah ditangkap tapi masih melakukan lagi. Karena apa, kegiatan-kegiatan awal yang mengarah kepada terorisme belum terjangkau oleh hukum kita," ungkapnya.

Ansyad menuduh Ustadz Abubakar Ba`syir lari dari Malaysia karena takut ditangkap dengan melihat produk hukumnya, makanya di daerah ini dia bebas."Kalau di sulsel ada teroris dan jelas masih kita harus waspadai, masih ada sisa-sisa gerakan itu," ketusnya.

Semua kelompok teroris, sebut Ansyad, diduga masih punya kaitan dengan jaringan Negara Islam Indonesia (NII). "Bisa jadi NII itu induk dari gerakan gerakan radikal yang mengatasnamakan agama ini," sebutnya.

Saat ditanyai mengenai kasus teror di Papua, kata dia, di Papua itu bermacam macam karena luas geografis tidak bisa disamakan dan berbeda. Ada model separatis, ada yang motif ekonomi seperti di Timika."Banyak motif salah satunya ekomomi dan dibeberapa tempat ada motif politik," ucapnya

Lanjutnya, "Sebetulnya itu sudah di kategorikan teroris, sampai saat ini pemerintah masih belum memberlakukan UU terorisme untuk kasus itu. Tapi kalau kita lihat di dunia internasional, Uni Eropa itu sudah masuk kategori teroris," sebutnya.

Terkait belum diberlakukan UU Teroris di papua, pria kelahiran Buton ini menjelaskan, ini konsekwensi, daripada prinsip demokrasi yang harus di jalankan sebegaimana mestinya.

"Pemerintah tidak bisa secara otoriter langsung memperlakukan hal itu karena agenda utama kita sebetulnya bukan soal teroris, tapi bagaimana mempertahankan proses demokrasi di negeri ini," tandasnya. Hal itu kata Ansyad, tergantung situasi yang berkembang di Papua apakah akan diberlakukan di Papua yang bisa saja mengarah kepada aksi terorisme. [Desastian/dbs]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA Distributor & Supplier Herbal

Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60% Pembelian bisa campur produk >1.600 jenis produk dari ratusan Produsen yang kami distribusikan
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Anak-anak Mujahid Butuh Biaya 56 Juta Rupiah untuk Masuk Sekolah dan Pesantren. Ayo Bantu!!

Anak-anak Mujahid Butuh Biaya 56 Juta Rupiah untuk Masuk Sekolah dan Pesantren. Ayo Bantu!!

Menjelang tahun ajaran baru 2016-2017, IDC menerima order 56 juta rupiah untuk masuk sekolah dan pesantren, jadi tanggungjawab kaum muslimin....

Infaq Cerdas (Beasiswa Yatim & Dhuafa): Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Infaq Cerdas (Beasiswa Yatim & Dhuafa): Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Dalam harta kita ada hak orang lain. Salurkan zakat, infaq dan sedekah dalam program Infaq Cerdas untuk beasiswa Yatim & Dhuafa. Senyum mereka adalah masa depan kita di akhirat....

Anindya Mujahidah, Balita Penderita Gangguan Empedu Harus Operasi Cangkok Hati. Ayo Bantu!!!

Anindya Mujahidah, Balita Penderita Gangguan Empedu Harus Operasi Cangkok Hati. Ayo Bantu!!!

Terlahir dengan penyakit gangguan fungsi empedu, kondisi balita Anindya Mujahidah sangat memprihatinkan: perut membesar, mata dan tubuhnya menguning. Ia harus menjalani transplantasi hati...

Ustadz Ba'asyir: Kita Berdosa Jika Ada Yatim Syuhada Terlantar Akibat Ketidakpedulian Kita

Ustadz Ba'asyir: Kita Berdosa Jika Ada Yatim Syuhada Terlantar Akibat Ketidakpedulian Kita

Kaum muslimin wajib menyantuni anak-anak yatim para syuhada dan mujahidin. Jangan sampai kita semua berdosa karena ada anak Yatim Syuhada yang terlantar akibat ketidakpedulian kita...

SEDEKAH BARANG: Barang Tak Terpakai, Diinfakkan Jadi Berkah dan Bernilai

SEDEKAH BARANG: Barang Tak Terpakai, Diinfakkan Jadi Berkah dan Bernilai

Barang apapun yang tidak berguna lagi bagi Anda, bisa jadi sangat dibutuhkan dan bermanfaat bagi orang lain. Mari infakkan barang tak terpakai, agar menjadi sangat bernilai dunia akhirat....

Latest News
Asing dan Konglomerat (Cina) Dapat Hak Sama, Pribumi pun Semakin Terpinggirkan

Asing dan Konglomerat (Cina) Dapat Hak Sama, Pribumi pun Semakin Terpinggirkan

Selasa, 03 May 2016 10:01

Tendang Al-Qur`an dan Bilang Al-Qur`an Benda Najis, Warga Surakarta Ini Dilaporkan ke Polisi

Tendang Al-Qur`an dan Bilang Al-Qur`an Benda Najis, Warga Surakarta Ini Dilaporkan ke Polisi

Selasa, 03 May 2016 08:12

May Day, Islamic Medical Service Beri Pelayanan Kesehatan Gratis di Tiga Tempat

May Day, Islamic Medical Service Beri Pelayanan Kesehatan Gratis di Tiga Tempat

Selasa, 03 May 2016 07:03

Miskinnya Pribumi karena Pemerintah Berikan Hak Istimewa kepada Importir

Miskinnya Pribumi karena Pemerintah Berikan Hak Istimewa kepada Importir

Selasa, 03 May 2016 07:01

Direktur CIA Sebut Islamic State (IS) Masih Merupakan Tantangan untuk Bertahun-tahun Mendatang

Direktur CIA Sebut Islamic State (IS) Masih Merupakan Tantangan untuk Bertahun-tahun Mendatang

Senin, 02 May 2016 21:05

Kelola Dana Ribuan Triliun, Pemerintah Masih Saja Minim Sediakan Lapangan Pekerjaan

Kelola Dana Ribuan Triliun, Pemerintah Masih Saja Minim Sediakan Lapangan Pekerjaan

Senin, 02 May 2016 20:57

Perwira Senior Pengawal Ayatola Kamenei Tewas Ditembak Pejuang Suriah di Aleppo

Perwira Senior Pengawal Ayatola Kamenei Tewas Ditembak Pejuang Suriah di Aleppo

Senin, 02 May 2016 18:45

Maaf, Buruh dan Pengusaha Lokal Harus Tetap Miskin, Terpinggirkan di Negeri Sendiri

Maaf, Buruh dan Pengusaha Lokal Harus Tetap Miskin, Terpinggirkan di Negeri Sendiri

Senin, 02 May 2016 16:51

Hukum Ilmu Pengasihan

Hukum Ilmu Pengasihan

Senin, 02 May 2016 16:35

Kebijakan Neolib Pemerintah Sebabkan Buruh dan Masyarakat Tertindas secara Ekonomi

Kebijakan Neolib Pemerintah Sebabkan Buruh dan Masyarakat Tertindas secara Ekonomi

Senin, 02 May 2016 14:57

Aksi Buruh Kemarin Sia-sia jika Hal Ini Tidak Diterapkan

Aksi Buruh Kemarin Sia-sia jika Hal Ini Tidak Diterapkan

Senin, 02 May 2016 11:57

Pemberontak Syi'ah Houtsi Rebut Pangkalan MIliter Umaliqa di Ibukota Sana'a

Pemberontak Syi'ah Houtsi Rebut Pangkalan MIliter Umaliqa di Ibukota Sana'a

Senin, 02 May 2016 10:30

Sempat Ingin Dibubarkan GP Ansor dan Banser, Muktamar Tokoh Umat HTI  di Jember Berjalan Lancar

Sempat Ingin Dibubarkan GP Ansor dan Banser, Muktamar Tokoh Umat HTI di Jember Berjalan Lancar

Senin, 02 May 2016 08:43

Islamic State (IS) Eksekusi 4 Pemuda di Raqqa yang Didakwa Sebagai Mata-mata Koalisi Salib

Islamic State (IS) Eksekusi 4 Pemuda di Raqqa yang Didakwa Sebagai Mata-mata Koalisi Salib

Senin, 02 May 2016 08:42

Anak-anak Mujahid Butuh Biaya 56 Juta Rupiah untuk Masuk Sekolah dan Pesantren. Ayo Bantu!!

Anak-anak Mujahid Butuh Biaya 56 Juta Rupiah untuk Masuk Sekolah dan Pesantren. Ayo Bantu!!

Senin, 02 May 2016 08:04

Ruhut Sitompul Bilang Hak Asasi Monyet, Anggota MKD: Dia Melanggar Etika

Ruhut Sitompul Bilang Hak Asasi Monyet, Anggota MKD: Dia Melanggar Etika

Senin, 02 May 2016 07:20

Infaq Cerdas (Beasiswa Yatim & Dhuafa): Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Infaq Cerdas (Beasiswa Yatim & Dhuafa): Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Senin, 02 May 2016 06:38

 Kadensus Beri Uang  Rp 100 Juta kepada Keluarga Siyono, Komisi III: Ada Upaya Gratifikasi

Kadensus Beri Uang Rp 100 Juta kepada Keluarga Siyono, Komisi III: Ada Upaya Gratifikasi

Ahad, 01 May 2016 21:05

Ingin Bubarkan Acara HTI, GP Ansor-Banser Jember Bentrok dan Dibubarkan Paksa Polisi

Ingin Bubarkan Acara HTI, GP Ansor-Banser Jember Bentrok dan Dibubarkan Paksa Polisi

Ahad, 01 May 2016 19:46

Bilang Hak Asasi Monyet, Ternyata Ruhut Sitompul Bolos di RDP Komisi III

Bilang Hak Asasi Monyet, Ternyata Ruhut Sitompul Bolos di RDP Komisi III

Ahad, 01 May 2016 19:23


Must Read!
X