Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
7.994 views

Biadab! Ketua BNPT: Melanggar HAM Itu Sah-sah Saja, Karena Ada UU-nya

MAKASSAR (voa-islam.com) – "Meskipun ada anggapan pekerjaan polisi 100 persen melanggar HAM saat menangkap dan memburu teroris, tetapi itu sah-sah saja menurut UU yang berlaku. Sebab kita ini berhadapan dengan teroris." Demikian dikatakan Ketua Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Pusat Ansyad Mbai. Dengan bangga Ansyad menyatakan, dalam penanganan teroris, Indonesia mendapat pujian dari berbagai negara karena mampu menangkap teroris.

Berdasarkan data dari 2002 jumlah kasus terorisme mencapai 840 kasus. Indonesia pun menjadi model penanganan teroris di dunia."Indonesia menjadi model di dunia dalam penangaan teroris. Indonesia konsisten dalam supermasihukum, tidak perlu pakai rudal seperti dilakukan di negara lainnya menangkap teroris," katanya saat diskusi BNPT bersama Jurnalis di Makassar, Rabu (6/3).

Sesumbar, Ansyad Mbai mengatakan, Indonesia dinilai berhasil dalam penanganan teroris tanpa melibatkan sejumlah pasukan besar seperti di negara-negara lainnya. Dalam hal penanganan teroris di Indonesia, “Densus 88 Anti teror mampu bekerja dengan baik,” ujarnya.  

Belum puas melakukan pelanggaran HAM berat, Ketua BNPT itu menilai bahwa UU Nomor 15 Tahun 2003 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme masih lemah dan belum mengikat sepenuhnya."Ini adalah salah satu kelemahan. Terus terang sampai hari ini, saya tidak mengatakan UU Terorisme kita itu paling `lembek`," kata Ketua BNPT Pusat Ansyad Mbai.

Menurut pria kelahiran Buton ini, kini Indonesia masuk dalam kelompok 20 masih diakui dunia internasional dalam hal ekonomi dan meskipun ada teror.. Tapi, yang pasti, beberapa NGO, seperti Komnas HAM, Kontras, Indonesia Policy Watch, dan sejumlah ormas Islam, telah membenarkan adanya pelanggaran HAM berat yang dilakukan Densus 88 terkait beredarnya video kekerasan yang terjadi di Poso. MUI, Muhammadiyah dan beberapa ormas islam lainnya mendesak agar Densus 88 dibubarkan.

Papua Merdeka Motif Ekonomi

Usai diskusi bersama Jurnalis Ansyad Mbai mengatakan, mengapa selalu ada gerakan teroris dan sepertinya sistematis, padahal sudah beberapa pelaku yang ditangkap dan dihukum mati, itu karena produk hukumnya. "Kenapa teroris itu selalu terus-terus melakukannya, padahal sudah ditangkap tapi masih melakukan lagi. Karena apa, kegiatan-kegiatan awal yang mengarah kepada terorisme belum terjangkau oleh hukum kita," ungkapnya.

Ansyad menuduh Ustadz Abubakar Ba`syir lari dari Malaysia karena takut ditangkap dengan melihat produk hukumnya, makanya di daerah ini dia bebas."Kalau di sulsel ada teroris dan jelas masih kita harus waspadai, masih ada sisa-sisa gerakan itu," ketusnya.

Semua kelompok teroris, sebut Ansyad, diduga masih punya kaitan dengan jaringan Negara Islam Indonesia (NII). "Bisa jadi NII itu induk dari gerakan gerakan radikal yang mengatasnamakan agama ini," sebutnya.

Saat ditanyai mengenai kasus teror di Papua, kata dia, di Papua itu bermacam macam karena luas geografis tidak bisa disamakan dan berbeda. Ada model separatis, ada yang motif ekonomi seperti di Timika."Banyak motif salah satunya ekomomi dan dibeberapa tempat ada motif politik," ucapnya

Lanjutnya, "Sebetulnya itu sudah di kategorikan teroris, sampai saat ini pemerintah masih belum memberlakukan UU terorisme untuk kasus itu. Tapi kalau kita lihat di dunia internasional, Uni Eropa itu sudah masuk kategori teroris," sebutnya.

Terkait belum diberlakukan UU Teroris di papua, pria kelahiran Buton ini menjelaskan, ini konsekwensi, daripada prinsip demokrasi yang harus di jalankan sebegaimana mestinya.

"Pemerintah tidak bisa secara otoriter langsung memperlakukan hal itu karena agenda utama kita sebetulnya bukan soal teroris, tapi bagaimana mempertahankan proses demokrasi di negeri ini," tandasnya. Hal itu kata Ansyad, tergantung situasi yang berkembang di Papua apakah akan diberlakukan di Papua yang bisa saja mengarah kepada aksi terorisme. [Desastian/dbs]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA Distributor & Supplier Herbal

Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60% Pembelian bisa campur produk >1.600 jenis produk dari ratusan Produsen yang kami distribusikan
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Ditangani Relawan IDC, Preman Pelabuhan Bertaubat Sebelum Ajalnya. Ayo Bantu Anak Yatimnya!!

Ditangani Relawan IDC, Preman Pelabuhan Bertaubat Sebelum Ajalnya. Ayo Bantu Anak Yatimnya!!

Preman Leo menghabiskan hidupnya dalam kerasnya kehidupan dan gelapnya kehidupan malam. Dengan dakwah Relawan IDC, ia bertaubat dan banyak beristigfar menjelang ajal, meninggalkan dua anak yatim....

IDC Bantu Persalinan Anak Mujahid Asir, Ayo Bantu Program Solidaritas Keluarga Mujahidin

IDC Bantu Persalinan Anak Mujahid Asir, Ayo Bantu Program Solidaritas Keluarga Mujahidin

IDC salurkan bantuan Rp 3.500.000 untuk biaya persalinan bayi Mujahid Asir (terpenjara). Mari bantu pendidikan, kesejahteraan dan kebutuhan darurat keluarga mujahidin....

Anak-anak Mujahid Butuh Biaya 56 Juta Rupiah untuk Masuk Sekolah dan Pesantren. Ayo Bantu!!

Anak-anak Mujahid Butuh Biaya 56 Juta Rupiah untuk Masuk Sekolah dan Pesantren. Ayo Bantu!!

Menjelang tahun ajaran baru 2016-2017, IDC menerima order 56 juta rupiah untuk masuk sekolah dan pesantren, jadi tanggungjawab kaum muslimin....

Infaq Cerdas (Beasiswa Yatim & Dhuafa): Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Infaq Cerdas (Beasiswa Yatim & Dhuafa): Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Dalam harta kita ada hak orang lain. Salurkan zakat, infaq dan sedekah dalam program Infaq Cerdas untuk beasiswa Yatim & Dhuafa. Senyum mereka adalah masa depan kita di akhirat....

Anindya Mujahidah, Balita Penderita Gangguan Empedu Harus Operasi Cangkok Hati. Ayo Bantu!!!

Anindya Mujahidah, Balita Penderita Gangguan Empedu Harus Operasi Cangkok Hati. Ayo Bantu!!!

Terlahir dengan penyakit gangguan fungsi empedu, kondisi balita Anindya Mujahidah sangat memprihatinkan: perut membesar, mata dan tubuhnya menguning. Ia harus menjalani transplantasi hati...

Latest News
Targetkan Tembak Pendemo, Koordinator Aksi ke KPK Sebut Polisi Langgar Prosedur

Targetkan Tembak Pendemo, Koordinator Aksi ke KPK Sebut Polisi Langgar Prosedur

Rabu, 25 May 2016 11:33

Ada yang Ancam agar Demo Tersangkakan Ahok Dihentikan, dari Istana?

Ada yang Ancam agar Demo Tersangkakan Ahok Dihentikan, dari Istana?

Rabu, 25 May 2016 09:33

Belanda Akan Lucuti Kewarganegaraan Ganda Warganya yang Bergabung dengan Kelompok Jihad

Belanda Akan Lucuti Kewarganegaraan Ganda Warganya yang Bergabung dengan Kelompok Jihad

Rabu, 25 May 2016 08:00

PKI Bangkit, DDII Jabar: Sejak Reformasi Mereka Jadi Anggota Dewan & Lakukan Konsolidasi

PKI Bangkit, DDII Jabar: Sejak Reformasi Mereka Jadi Anggota Dewan & Lakukan Konsolidasi

Rabu, 25 May 2016 05:18

Ketua MUI Solo: PKI Bangkit, Umat Islam Jangan Tidur

Ketua MUI Solo: PKI Bangkit, Umat Islam Jangan Tidur

Rabu, 25 May 2016 04:35

Hukuman Kebiri Bagi Pemerkosa Tidak Ada dalam Syariat Islam

Hukuman Kebiri Bagi Pemerkosa Tidak Ada dalam Syariat Islam

Rabu, 25 May 2016 03:46

GARDAH: Gerakan Islam dan TNI Harus Satukan Kekuatan dalam Menumpas Komunis Gaya Baru

GARDAH: Gerakan Islam dan TNI Harus Satukan Kekuatan dalam Menumpas Komunis Gaya Baru

Rabu, 25 May 2016 01:02

Arogansi PLN, Semena-mena Putus Listrik Pelanggan

Arogansi PLN, Semena-mena Putus Listrik Pelanggan

Selasa, 24 May 2016 23:36

Kesalahan Alkitab dalam Ilmu Cahaya

Kesalahan Alkitab dalam Ilmu Cahaya

Selasa, 24 May 2016 23:11

Peduli Muslim Aleppo, Mahasiswa & Ormas Islam Yogyakarta Gelar Aksi Penggalangan Dana

Peduli Muslim Aleppo, Mahasiswa & Ormas Islam Yogyakarta Gelar Aksi Penggalangan Dana

Selasa, 24 May 2016 22:27

Kivlan Zein:  Kalau Pemerintah Sampai Laksanakan Rekomendasi Simposium 65, Kita akan Perang

Kivlan Zein: Kalau Pemerintah Sampai Laksanakan Rekomendasi Simposium 65, Kita akan Perang

Selasa, 24 May 2016 22:19

Az Zikra Depok akan Kembangkan Metode Menghafal Al-Quran ala Mesir

Az Zikra Depok akan Kembangkan Metode Menghafal Al-Quran ala Mesir

Selasa, 24 May 2016 20:44

LAZIS Dewan Dakwah Bantu Korban Erupsi Sinabung

LAZIS Dewan Dakwah Bantu Korban Erupsi Sinabung

Selasa, 24 May 2016 20:35

Minat? Atase Agama Arab Saudi Beri Tunjangan Dai yang Ingin Berdakwah di Pelosok Selama Ramadhan

Minat? Atase Agama Arab Saudi Beri Tunjangan Dai yang Ingin Berdakwah di Pelosok Selama Ramadhan

Selasa, 24 May 2016 19:35

Siasat Bodoh: Gunakan Utang Bangun Negara, Kini Nilai Rupiah Anjlok

Siasat Bodoh: Gunakan Utang Bangun Negara, Kini Nilai Rupiah Anjlok

Selasa, 24 May 2016 19:21

Az Zikra Depok Wisuda 38 Penghafal Al-Quran

Az Zikra Depok Wisuda 38 Penghafal Al-Quran

Selasa, 24 May 2016 19:07

Faksi Oposisi Kembali Gagalkan Serangan Rezim Assad di Desa Kilz dan Ain Issa Latakia

Faksi Oposisi Kembali Gagalkan Serangan Rezim Assad di Desa Kilz dan Ain Issa Latakia

Selasa, 24 May 2016 19:00

Ini Kesaksian Korban tentang Kekejaman PKI Tahun 1965 di Kanigoro Kediri

Ini Kesaksian Korban tentang Kekejaman PKI Tahun 1965 di Kanigoro Kediri

Selasa, 24 May 2016 18:38

Jumlah Korban Tewas Serangan Bom di Kota-kota Benteng Assad Meningkat jadi 154 Orang

Jumlah Korban Tewas Serangan Bom di Kota-kota Benteng Assad Meningkat jadi 154 Orang

Selasa, 24 May 2016 18:00

Benarkah Nama Ahok Sebetulnya Sudah Ada di Meja Pimpinan KPK sebagai Tersangka?

Benarkah Nama Ahok Sebetulnya Sudah Ada di Meja Pimpinan KPK sebagai Tersangka?

Selasa, 24 May 2016 17:21


Must Read!
X

Senin, 23/05/2016 17:32

4 Cara Menyadarkan Tetangga yang Jahat