Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
21.464 views

Trik Warga Poso Agar Jenazah Mujahid Tak Dibawa Densus 88 ke Jakarta

POSO (voa-islam.com) – Tidak seperti biasanya..!! Mungkin itu sebuah kata yang pantas untuk disematkan terhadap jenazah Ahmad Nudin yang dibunuh Densus 88 di jalan Pulau Irian, dekat dengan pertigaan SMA 3, kota Poso, Sulawesi Tengah pada Senin (10/6/2013) sore.

Nudin yang saat itu baru selesai menunaikan sholat ashar di masjid Muhajirin langsung dikejar oleh Densus 88 yang menaiki mobil. Nudin yang saat itu berboncengan dengan kawannya langsung ditabrak dari belakang hingga dia dan kawannya terjatuh. Kawannya berhasil lari, namun Nudin langsung diberondong peluru oleh Densus 88.

Setelah terjatuh, Nudin kemudian ditembak sejumlah anggota Densus 88 yang keluar dari mobil hingga dirinya menghembuskan nafas terakhirnya. Kebrutalan Densus 88 tak cukup sampai disitu. Meski sudah meninggal dunia, menurut keterangan salah satu warga, jenazah Nudin masih disiksa dan diinjak-injak dibagian wajahnya.

Melihat kejadian tersebut, ada salah satu warga yang memberitahukan hal tersebut kepada pihak keluarga yang rumahnya tak jauh dari TKP dibunuhnya Nudin. Seketika itu pula, terjadi kerumunan massa yang cukup banyak. Lama kelamaan, masyarakat Poso yang berkumpul semakin banyak dan mencapai ribuan orang.

…Poso bukan seperti daerah lain, kalau ada penembakan warga aktivis Islam yang dituduh teroris, masyarakat cuma jadi penonton. Tapi kalau di Poso tidak seperti itu, masyarakat malah membela dan melawan Densus…

Mereka kemudian bergerak ke Polres Pasar Poso dan RSUD Poso, menuntut agar jenazah Nudin yang merupakan tetangga, kerabat dan saudara sesama muslim mereka dikembalikan. Namun sangat disayangkan, demo yang mereka lakukan dengan damai disambut aparat gabungan TNI dan Polri yang bersenjata lengkap dengan menembakkan gas air mata.

Tak hanya gas air mata, polisi yang rata-rata merupakan anggota Brimob tersebut juga memuntahkan peluru tajam ke arah warga masyarakat yang berdemo. Karena terdesak, massa kemudian membela diri dengan balas melempari aparat gabungan tersebut dengan kayu dan batu seadanya yang ada dipinggir jalan.

Demo tersebut berlangsung hingga Senin (10/6/2013) malam harinya, namun tidak sampai tengah malam bentrokan tersebut berhenti. Kemudian pada Selasa (11/6/2013) pagi harinya sekitar pukul 07.30 WITA, aparat gabungan TNI dan Polri melakukan penyisiran di Jalur Kayamanya menuju kelurahan Moengko.

Melihat warga yang berkerumun, di sekitar Hotel Kartika, aparat Brimob langsung menembakkan gas air mata dan peluru tajam ke arah warga tanpa melakukan mediasi terlebih dahulu. Mendapat serangan mendadak tersebut, para warga kemudian mencari tempat berlindung.

…Saya harap didaerah lain yang mayoritas muslim bisa membela orang-orang yang dianggap dan dituduh sebagai teroris…

Akan tetapi karena tidak ada tempat berlindung yang aman, ditambah lagi dengan serangan aparat yang semakin brutal, warga kemudian membalasnya dengan melemparkan batu yang ada dipinggir jalan ke arah aparat. Disini, bentrokan kembali terjadi hingga Selasa siang hari.

Tidak berselang lama, tersiar kabar bahwa jenazah Nudin akan dikembalikan pihak kepolisian kepada pihak keluarga pada Selasa malam harinya. Akhirnya masyarakat menghentikan sementara waktu aksi demonya. Dan benar saja, waktu adzan magrib berkumandang, jenazah Nudin tiba dirumahnya di Jalan Pulau Jawa 2, Gebang rejo, kecamatan Poso Kota, kabupaten Poso.

Setelah selesai dikafani dan disholatkan oleh warga sekitar dan warga Poso yang dari luar Poso, jenazah Ahmad Nudin langsung dimakamkan sehabis sholat isya’. Nampak hadir diantara pelayat adalah Ustadz Adnan Arsal, salah satu tokoh umat Islam Poso yang juga memberikan tashiyah sebelum jenazah dikebumikan.

Sementara itu, warga Poso berinisial HN mengungkapkan proses dan perlakuan aparat kepolisian yang tak biasa terhadap jenazah Nudin. Menurutnya, proses yang bertele-tele dalam mengurus jenazah mujahid yang dibunuh Densus tak perlu terjadi, karena modus pembunuhannya dan pembunuhnya sudah jelas, yakni Densus 88.

…Harapan saya kepada kalian (masyarakat dan umat Islam yang ada diluar Poso -red), tetaplah berdoa dan berusaha agar kita bisa berjuang bersama-sama membela Islam hingga ajal menjemput kita, sebagaimana yang sudah dicontohkan oleh warga masyarakat Poso…

Disamping itu, jika biasanya jenazah para mujahid yang ditembak mati Densus 88 harus menunggu proses yang lama, seperti harus dibawa ke Jakarta dulu, diambil sampel test DNA keluarga yang ribet, dan lain-lainnya, menurutnya hal itu hanya akal-akalan polisi.

Tak lebih dari dua hari setelah didemo besar-besaran sebagai bentuk solidaritas, maka jenazah akan dikembalikan. Dan hal itu terbukti saat jenazah Nudin dibunuh Densus 88. Masyarakat Poso bergerak bersama-sama untuk membantu keluarga yang dituduh teroris dan melawan Densus 88.

“Poso bukan seperti daerah lain, kalau ada penembakan warga aktivis Islam yang dituduh teroris, masyarakat cuma jadi penonton. Tapi kalau di Poso tidak seperti itu, masyarakat malah membela dan melawan Densus,” kata HN kepada voa-islam.com pada Rabu (12/6/2013) sore.

Dirinya pun mengharap akan apa yang dilakukan warga Poso bisa ditiru warga dan kaum muslimin lainnya diluar Poso. Hal itu, menurutnya merupakan bentuk ukhuwah Islamiyyah sesama muslim. Dia mengingatkan bahwa ukhuwah itu bukan hanya sekedar slogan dan ucapan, namun butuh aplikasi nyata.

…Akankah sikap dan pembelaan warga serta kaum muslimin di Poso ini dicontoh dan dilakukan oleh kaum muslimin di tempat lain yang merupakan mayoritas dengan jumlah penduduk umat Islam terbesar di Indonesia?...

“Saya harap didaerah lain yang mayoritas muslim bisa membela orang-orang yang dianggap dan dituduh sebagai teroris,” himbaunya.

Terakhir, dirinya berpesan kepada kaum muslimin untuk selalu dan saling mendoakan kepada sesama muslim. Perjuangan umat Islam panjang dan butuh pengorbanan, sedangkan musuh khususnya Densus 88 sudah semakin nyata menyerang. Untuk dirinya menegaskan bahwa usaha untuk membela warga, aktivis Islam dan mujahid yang dituduh teroris harus dilakukan semua orang.

“Harapan saya kepada kalian (masyarakat dan umat Islam yang ada diluar Poso -red), tetaplah berdoa dan berusaha agar kita bisa berjuang bersama-sama membela Islam hingga ajal menjemput kita, sebagaimana yang sudah dicontohkan oleh warga masyarakat Poso,” tandasnya.

Akankah sikap dan pembelaan warga serta kaum muslimin di Poso ini dicontoh dan dilakukan oleh kaum muslimin di tempat lain yang merupakan mayoritas dengan jumlah penduduk umat Islam terbesar di Indonesia? Wallahu a’lam.. [UD]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
PKS Serahkan Penentuan Cawapres Kepada Anies Baswedan

PKS Serahkan Penentuan Cawapres Kepada Anies Baswedan

Selasa, 31 Jan 2023 10:05

Diusung PKS, Demokrat dan Nasdem, Anies Resmi Genggam Tiket Pilpres 2024

Diusung PKS, Demokrat dan Nasdem, Anies Resmi Genggam Tiket Pilpres 2024

Selasa, 31 Jan 2023 09:13

Qariah Disawer, Bukti Sistem Sekuler Bikin Keblinger

Qariah Disawer, Bukti Sistem Sekuler Bikin Keblinger

Senin, 30 Jan 2023 19:43

Mantan PM Inggris Boris Johnson Klaim Putin Ancam Bunuh Dirinya Dengan Serangan Rudal

Mantan PM Inggris Boris Johnson Klaim Putin Ancam Bunuh Dirinya Dengan Serangan Rudal

Senin, 30 Jan 2023 17:07

Mari Ulurkan Tangan Bantu Pak Agung, Berjuang Melawan Tumor Ganas

Mari Ulurkan Tangan Bantu Pak Agung, Berjuang Melawan Tumor Ganas

Senin, 30 Jan 2023 16:04

Ilhan Omar Sebut Partai Republik Tidak Ingin Ada Seorang Muslim Di Kongres AS

Ilhan Omar Sebut Partai Republik Tidak Ingin Ada Seorang Muslim Di Kongres AS

Senin, 30 Jan 2023 14:41

Surat Kabar Israel Peringatkan Tentang Pecahnya Intifada Pelastina Ketiga

Surat Kabar Israel Peringatkan Tentang Pecahnya Intifada Pelastina Ketiga

Senin, 30 Jan 2023 09:48

Mewaspadai Bencana Alam

Mewaspadai Bencana Alam

Senin, 30 Jan 2023 06:28

Urgensi Mengamalkan As-Sunnah

Urgensi Mengamalkan As-Sunnah

Senin, 30 Jan 2023 05:30

Pelajaran dan Hikmah Dari Bencana

Pelajaran dan Hikmah Dari Bencana

Ahad, 29 Jan 2023 22:09

Nama-Nama Bulan Rajab

Nama-Nama Bulan Rajab

Ahad, 29 Jan 2023 21:07

Piers Morgan Sebut Christiano Ronaldo 'Benar-benar Mencintai Kehidupan Di Arab Saudi'

Piers Morgan Sebut Christiano Ronaldo 'Benar-benar Mencintai Kehidupan Di Arab Saudi'

Ahad, 29 Jan 2023 20:34

Akmal Sjafril: Jangan Sembarang Gunakan Kata Humanisme

Akmal Sjafril: Jangan Sembarang Gunakan Kata Humanisme

Ahad, 29 Jan 2023 20:30

Keutamaan Amalan Di Bulan Rajab

Keutamaan Amalan Di Bulan Rajab

Ahad, 29 Jan 2023 20:10

Standar Ganda Swedia, Bolehkan Pembakaran Al-Qur'an Tapi Tolak Izin Pembakaran Kitab Taurat

Standar Ganda Swedia, Bolehkan Pembakaran Al-Qur'an Tapi Tolak Izin Pembakaran Kitab Taurat

Ahad, 29 Jan 2023 13:34

Netanyahu Umumkan Rencana Untuk Persenjatai Warga Israel

Netanyahu Umumkan Rencana Untuk Persenjatai Warga Israel

Ahad, 29 Jan 2023 11:09

2 Orang Israel Terluka Dalam Serangan Senjata Setelah Penembakan Di Sinagoga Neve Yakoov

2 Orang Israel Terluka Dalam Serangan Senjata Setelah Penembakan Di Sinagoga Neve Yakoov

Sabtu, 28 Jan 2023 20:45

Pengemis Online, Mengapa Terjadi?

Pengemis Online, Mengapa Terjadi?

Sabtu, 28 Jan 2023 19:52

Harga Pangan Naik Setiap Tahun, Islam Hadirkan Solusi Nyata

Harga Pangan Naik Setiap Tahun, Islam Hadirkan Solusi Nyata

Sabtu, 28 Jan 2023 19:41

OPCW Salahkan Rezim Teroris Assad Dalam Serangan Gas Beracun Tahun 2018 Di Douma Suriah

OPCW Salahkan Rezim Teroris Assad Dalam Serangan Gas Beracun Tahun 2018 Di Douma Suriah

Sabtu, 28 Jan 2023 15:06


MUI

Must Read!
X

Ahad, 29/01/2023 21:07

Nama-Nama Bulan Rajab