Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
24.476 views

Lebay Jemaat HKBP Filadelfia & GKI Yasmin Natal di Depan Istana Negara

BEKASI (voa-islam.com) - Tindakan Jemaat GKI Yasmin Bogor dan HKBP Filadelfia Bekasi melakukan misa natal didepan Istana negara adalah sebuah sikap arogan dan perlawanan terhadap kaum muslimin.

Jemaat HKBP Filadelfia ini memang sangat keterlaluan, ketika tempat ibadah mereka ditutup oleh pemerintah setempat, mereka protes, melawan kaum muslimin Bekasi dan bahkan koar-koar dimedia sebagai kelompok yang terdzolimi.

Dua puluh tahun gereja HKBP Filadelfia berdiri tanpa gangguan dan ancaman apapun dari kaum muslimin setempat. Berdiri diatas rumah warga Kristen perumahan Mustika Jaya Bekasi.

Setelah lama umat Kristen beribadah di gereja liar itu, para jemaat semakin berani, ketika ada acara, selalu mengganggu dan menutup jalan warga yang mayoritas adalah muslim. Akhirnya mulai timbul konflik dengan muslim setempat. Sempat terjadi bentrok beberapa kali.

Karena memang menyalahi aturan, gereja itu akhirnya ditutup oleh pemerintah setempat. Kini para jemaat menuntut, menggugat, melaporkan ke Komnas HAM agar gereja yang dulu mereka pakai segera dibuka kembali. Hal ini sempat menjadi berita hangat di media-media Internasional.

Ternyata benar saja, yang salah umat Kristen tapi yang disalahkan umat Islam..

Membangun gereja (yang sebenarnya adalah rumah warga) ditengah-tengah masyarakat muslim adalah mengganggu ketentraman warga dan melanggar undang-undang..

Pemerintah sudah menawarkan agar gereja dipindah ketempat lain, tetapi para jemaat menolak. Padahal pemerintah sudah berusaha menjadi penengah, tetapi memang para jemaat Kristen ini benar-benar kurang ajar, sengaja membuat masalah agar umat Islam sukses disebut sebagai INTOLERAN.

Foto-foto Lebay Jemaat GKI Yasmin Bogor dan HKBP Filadelfia Bekasi :

Umat Islam di Indonesia terbukti paling toleran di dunia

tulah judul tulisan yang dibuat oleh ulama kharismatik KH.
Abdul Rasyid Abdullah Syafi'i (Pimpinan Perguruan Islam Assyafi'iyah Jakarta).

Tulisan yang dibuat beberapa tahun lalu itu pernah dimuat Suara Islam, namun
redaksi menilai tulisan tersebut sangat penting dihadirkan kembali agar umat
Islam memiliki jawaban dari berbagai tuduhan musuh-musuh Islam.

Berikut tulisannya:

Selama ini media massa yang mengidap Islamophobia memaksakan opini issue
toleransi dan kebebasan beragama. Opini itu menuduh seolah-olah umat Islam anti toleransi dan anti kebebasan beragama. Tuduhan ini jelas salah alamat dan jauh dari fakta yang sebenarnya.

Bahwa umat Islam Indonesia merupakan jumlah mayoritas mutlak di Indonesia tak bisa dipungkiri. Di antara jumlah total rakyat saat ini: 238.000.000, hampir 90% beragama Islam dan merupakan negara dengan pemeluk Islam terbesar di dunia.

Sebagai kelompok mayoritas mutlak seperti itu, umat Islam terbukti tidak pernah memaksakan kehendaknya dan aspirasinya kepada kelompok lain. Bahkan penghargaan kepada kelompok-kelompok minoritas yang dibuat berdasarkan keputusan pemerintah, tidak pernah ditentangnya. Contoh paling mencolok adalah pemberian hak libur kepada penganut agama minoritas.

Mula-mula pemerintah menetapkan hari libur hanya kepada Islam dan Nasrani. Hak lbur Nasrani pun diberikan hampir setara penganut Islam. Jika umat Islam mengenal hari libur : Idul fitri, IdulAdha, Maulid Nabi, Isra’ Mi’raj dan 1
Muhar ram (5 hari libur), maka orang Nasrani pun diberi hari libur yang hampir sama, yakni : Natal, Wafatnya Isa Al Masih dan Paskah (3 hari libur).

Padahal jumlah orang Nasrani hanyalah 8% saja. Sungguh berlebihan toleransi umat Islam Indonesia ini. Bandingkan nasib umat Islam di negara-negara barat yang minoritas, seperti Australia, Amerika Serikat dan Eropa.

Tidak satu pun di negara-negara barat ini, umat Islam diberi hak libur pada hari rayanya. Padahal jumlah umat Islam di berbagai negara itu semakin hari semakin besar jumlahnya seperti di Rusia, Amerika Serikat, bahkan di China jumlahnya lebih 100 juta jiwa, juga di India. Bagi orang tua yang mempunyai anak dan bersekolah di Amerika, di Australia dan Eropa, jangan kaget jika di hari raya Idul Fitri anak-anak mereka harus masuk sekolah bahkan ujian. Anugerah toleransi umat Islam kepada kelompok minoritas, bahkan ditingkatkan di era presiden Gus Dur.

Kepada penganut Hindu Bali yang tak lebih jumlahnya hanya 1% diberikan libur nasional: Nyepi. Begitu halnya kepada penganut Budha, diberi hari libur Waisak. Bahkan kepada golongan China yang biasanya sudah merayakan waisak, bahkan diberi hari libur Imlek.

Fakta yang dibeberkan di aas jelas-jelas secara telak telah membantah adanya isu yang telah digelindingkan secara tendensius, seolah-olah umat Islam Indonesia anti toleransi. Jika kita mau membuka sejarah awal kemerdekaan pun, tercatat umat Islam rela menghapus tujuh kata dalam pembukaan UUD yang mereka anggap bernafaskan Islam. Mereka yang minoritas menentang habis-habisan dan tokoh Islam pun surut memberikan toleransi yang kongkrit dengan mencabut tujuh kata yang bersejarah itu.

Mau bukti yang lain, yakni masalah pendirian gereja. Dikesankan umat Islam menentang pendirian pembangunan gereja dengan kekerasan bahkan
anarkisme. Sebenarnya umat Islam hanyalah meminta ditegakkannya peraturan yang termaktub dalam SKB tiga menteri yang kini istilahnya menjadi PMB. Fakta dalam kaitan pembangunan gereja, umat Islam di sekitar Ibukota saja begitu berlebihan memberikan toleransi pembangunan gereja.

Contohnya, di Cijantung, Jakarta Timur di jalan masuk dekat GOR Jakarta Timur,
hanya terdapat satu buah masjid saja, sementara gereja berdiri sedikitnya 6 buah. Begitu juga di daerah Depok, disatu jalan yang terjulur dua arah terdapat satu masjid yang dikepung oleh tujuh gereja. Cerita serupa juga terjadi di daerah Tangerang ke arah Balaraja.

Perhatikan sepanjang jalan dari Pekanbaru ke Dumai, ratusan gereja berdiri tapi bangunannya kosong melompong. Begitu juga di berbagai propinsi lain. Untuk apa semua itu?

Fakta-fakta yang mengemuka di atas kiranya benar adanya. Sebaliknya opini seolah-olah umat Islam anti toleransi, justru terbukti jauh dari kebenaran, bahkan mengarah menjadi fitnah yang amat keji. Kiranya kita hentikan kampanye dan opini menyesatkan belakangan ini, yang justru mengarah pada perpecahan bangsa Indonesia. Kita berdoa ke hadirat Illahi Rabbi, agar umat Islam dijauhkan dari fitnah keji seperti ini.
[sindo/tempo/taufikhasbi/abdullah/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Latest News
Panggilan Jihad

Panggilan Jihad

Ahad, 18 Apr 2021 15:14

Fraksi PKS: Listrik Indonesia Sudah Mahal, Jangan Dinaikan Lagi!

Fraksi PKS: Listrik Indonesia Sudah Mahal, Jangan Dinaikan Lagi!

Ahad, 18 Apr 2021 13:53

Legislator: Penamaan Jalan Layang Sheikh Mohammed bin Zayed Kurang Tepat

Legislator: Penamaan Jalan Layang Sheikh Mohammed bin Zayed Kurang Tepat

Ahad, 18 Apr 2021 12:55

Apa Sebab Jurubicara Prabowo Melecehkan Habib Rizieq

Apa Sebab Jurubicara Prabowo Melecehkan Habib Rizieq

Ahad, 18 Apr 2021 11:54

Shalat Tarawih

Shalat Tarawih

Ahad, 18 Apr 2021 11:40

Dubai Izinkan Wanita Menyusui Untuk Menggunakan Vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech

Dubai Izinkan Wanita Menyusui Untuk Menggunakan Vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech

Sabtu, 17 Apr 2021 21:34

Iran Klaim Tersangka Penyerang Fasilitas Nuklir Natanz Tela Melarikan Diri

Iran Klaim Tersangka Penyerang Fasilitas Nuklir Natanz Tela Melarikan Diri

Sabtu, 17 Apr 2021 21:15

Jumlah Kematian Akibat Virus Corona Global Mencapai Tiga Juta Orang

Jumlah Kematian Akibat Virus Corona Global Mencapai Tiga Juta Orang

Sabtu, 17 Apr 2021 20:46

Benteng Ummat Islam

Benteng Ummat Islam

Sabtu, 17 Apr 2021 13:14

Berharap kepada Allah

Berharap kepada Allah

Sabtu, 17 Apr 2021 12:59

Hari-hari yang Diharamkan Berpuasa dan Rukun Puasa

Hari-hari yang Diharamkan Berpuasa dan Rukun Puasa

Sabtu, 17 Apr 2021 12:44

Hal-hal yang Tidak Merusak Puasa

Hal-hal yang Tidak Merusak Puasa

Sabtu, 17 Apr 2021 12:27

MUI dan PKS Disebut Miliki Kesamaaan Ruh Perjuangan dalam Melayani Umat

MUI dan PKS Disebut Miliki Kesamaaan Ruh Perjuangan dalam Melayani Umat

Sabtu, 17 Apr 2021 12:02

Ramadhan, Momentum Pas Berhenti Merokok

Ramadhan, Momentum Pas Berhenti Merokok

Sabtu, 17 Apr 2021 11:40

Silaturahim Kebangsaan PKS dan PPP Hasilkan 7 Poin Kesepahaman Bersama

Silaturahim Kebangsaan PKS dan PPP Hasilkan 7 Poin Kesepahaman Bersama

Sabtu, 17 Apr 2021 11:35

Percepat Layanan Halal, BPJPH-LPPOM MUI Siapkan Integrasi SIHALAL-CEROL

Percepat Layanan Halal, BPJPH-LPPOM MUI Siapkan Integrasi SIHALAL-CEROL

Sabtu, 17 Apr 2021 11:25

Muktamar XIII Pemuda Persis, Semangat Baru Peradaban

Muktamar XIII Pemuda Persis, Semangat Baru Peradaban

Sabtu, 17 Apr 2021 06:28

Dewan Dakwah Jabar Lepas 12 Dai Kafilah

Dewan Dakwah Jabar Lepas 12 Dai Kafilah

Jum'at, 16 Apr 2021 23:56

Reshuffle Kabinet Tak Berguna

Reshuffle Kabinet Tak Berguna

Jum'at, 16 Apr 2021 23:10

Turki Kritik Pelarangan Kursus Al-Qur'an Di Siprus Utara

Turki Kritik Pelarangan Kursus Al-Qur'an Di Siprus Utara

Jum'at, 16 Apr 2021 22:05


MUI

Must Read!
X