Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
48.802 views

Kasihanilah Jokowi Jangan Dipaksa Menjadi Presiden

JAKARTA (voa-islam.com) - Melihat debat antara capres Prabowo dan Jokowi di Hotel Grand Melia, tadi malam,  pasti siapapun dapat mengambil kesimpulan, bahwa Jokowi tidak layak memimpin negeri ini, apalagi menjadi presiden.

Debat tadi malam menunjukkan secara telanjang kualitas pribadi Jokowi. Debat tadi malam, pasti tidak akan pernah dapat dilupakan oleh Jokowi seumur hidupnya, termasuk oleh anak cucunya nanti.

Jokowi tampil dengan wajah yang sangat pias, pucat, bingung, dan kepalanya menunduk, tidak tegak. Jokowi menampakkan keraguannya berhadapan dengan Prabowo. Saat menyampaikan visi-misinya, nada suaranya bergetar, dan ragu, itupun dengan membaca catatan. Jokowi tidak menguasai esensi yang mau disampaikannya.

Meskipun, Jokowi sudah dilatih oleh berbagai ahli dibidang ekonomi, dan termasuk psycholog selama dua hari di Solo. Tetapi, tidak dapat menutupi aslinya dan kualitas Jokowi yang sebenarnya. Jokowi sejatinya hanya layak memimpin kelas dibawah gubernur. Bukan menjadi presiden yang akan memimpin 250 juta rakyat Indonesia.

Meskipun, Jokowi sudah dilatih oleh berbagai ahli dibidang ekonomi, dan termasuk psycholog selama dua hari di Solo. Tetapi, tidak dapat menutupi aslinya dan kualitas Jokowi yang sebenarnya

Jokowi hanya bisa mengacung-acungkan kartu sehat dan pendidikan yang menjadi andalannya. Di Jakarta kartu sehat Jokowi ditolak oleh 16 rumah sakit, karena Pemda DKI sulit di tagih. Rakyat DKI yang sudah memegang kartu sehat, tak dengan serta merta mendapatkan pelayanan yang baik dari rumah sakit. Sekolah tetap tidak mudah, dan masih membayar dan dikenakan berbagai pungutan. Jokowi hanya berbicara tataran mikro. Bukan sebagai pemimpin bangsa dan presiden.

Jadi, Jokowi itu memang diciptakan oleh media-media phalangis (kristen) dan sekuler seperti Kompas, Tempo, dan jaringannya yang terus memoles Jokowi sebagai manusia super. Padahal, semuanya nampak dengan jelas, sangat faktual, meskipun sudah menghafal dua hari dua malam, tetap saja Jokowi tidak menguasai masalahnya, karena memang kapasitas Jokowi yang rendah. Jokowi terlalu digelembungkan media massa yang menjadi jaringan kepentingan konglomerat Cina,Yahudi dan Barat,yang ingin tetap menjajah dan menguasai Indonesia.

Hanya kepada Jokowi, para konglomerat Cina, Yahudi, Singapura, dan Barat menggantungkan harapannya untuk menjaga kepentingan mereka di Indonesia. Di mana-mana spanduk dan baliho selalu diidentikkan Jokowi sebagai sosok yang 'jujur, sederhana, dan merakyat'.Semua itu, hanyalah rekayasa yang digunakan untuk menipu rakyat Indonesia. Semua cerita tentang Jokowi, yang jujur, sederhana, dan merakyat itu palsu, Hanya menipu rakyat belaka. Persis seperti Mega dahulu, yang dicitrakan sebagai pemimpin 'wong cilik', antitesa rezim Soeharto. Semua itu palsu dan bohong.

Kasihan Jokowi terlalu dipaksakan. Kasihan Jokowi yang sangat pas-pasan kualitas kemampuannya itu dipaksa memimpin dan menjadi presiden negeri ini. Kasihan rakyat ditipu dan dibodohi oleh media-media yang sudah menjadi alat 'Asing dan A Seng.

Secara ekplisit tadi malam, ketika Jokowi berbicara soal kepentingan asing, tidak berani dengan lantang menegaskan sikapnya, dan seperti berbisik. Ini menandakan memang Jokowi tidak memiliki kemampuan politik yang tegas, terutama terhadap kepentingan asing di Indonesia.

Dibagian lain, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo menyebut, pemaparan visi misi yang disampaikan capres Prabowo Subianto sangat jelas dan konsisten. Dia menilai debat kali ini dimenangkan oleh Prabowo.

"Saya kira menang telak. Visi misi yang disampaikan Prabowo sangat jelas dan konsisten dengan bahasa sehari-hari," kata Hashim ditemui di Hotel Grand Melia Jakarta, Minggu (15/6/2014) malam.

Menurutnya, dari awal sampai penutup, Prabowo memaparkan visi misi dengan baik. Bahkan Hashim menyebut dengan pemaparan perbaikan pendidikan di Indonesia bakal membuat orangtua tidur nyenyak karena anak-anak mereka bakal dididik oleh guru yang punya penghasilan layak.

"Tujuannya jelas pada kata penutup ibu-ibu bisa senyum, karena anak bisa dididik oleh guru dengan upah layak," ujar Hashim.

Begitu juga orang yang berprofesi sebagai guru bisa tidur dengan senang dan nyenyak lataran penghasilan yang didapatkan mencukupi. Mereka tak lagi bingung mendapatkan biaya pendidikan untuk anaknya.

"Suaminya bisa tidur senag karena yakin esok ada uang untuk membiayai anaknya," tutup Hashim. Kemenangan itu, lanjut Hashim juga bisa dilihat dari jawaban-jawaban yang disampaikan Prabowo. Sebab, pada debat minggu lalu belum bisa dilihat siapa yang unggul lataran masih didukung oleh cawapres.

Kasihanilah Jokowi jangan dipaksa menjadi presiden. Rakyat Indonesia yang sebagian mlarat, akan bertambah mlarat, bukan bertambah sejahtera. Apalagi, Jokowi seorang pengusaha dan JK juga pengusaha. Berpikirnya  hanya mencari 'untung' bagi kepentingan dirinya. Menurut Sabam Sirait, JK mengelontorkan uang Rp 10 Triliun kepada Jokowi. Apakah akan memprioritaskan rakyat? Tidak. (jj/dbs/voa-islam.com)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Kondisi Mushalla Khoirussalam Sambong ini semrawut karena pembangunan berhenti terkendala dana. Dibutuhkan dana 15 juta rupiah untuk menuntaskan mushalla hingga layak dan nyaman. ...

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia  Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Yatim berprestasi ini putus sekolah. Impian pendidikan pesantren untuk mewujudkan cita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an dan guru agama Islam terkubur oleh kendala biaya....

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Latest News
Anggota DPR Ingatkan Penanggungjawab Penanganan Covid-19 Ada Dipundak Presiden Jokowi

Anggota DPR Ingatkan Penanggungjawab Penanganan Covid-19 Ada Dipundak Presiden Jokowi

Jum'at, 22 Jan 2021 12:38

Banjir Kalsel Akibat Kerusakan Lingkungan, Netty: Pemerintah Jangan Lepas Tangan!

Banjir Kalsel Akibat Kerusakan Lingkungan, Netty: Pemerintah Jangan Lepas Tangan!

Jum'at, 22 Jan 2021 08:43

Perintah Halal dan Tayyib Tidak Hanya Untuk Makanan Saja

Perintah Halal dan Tayyib Tidak Hanya Untuk Makanan Saja

Kamis, 21 Jan 2021 23:55

Studi: Penggunaan Masker Bantu Cegah Penularan Covid-19

Studi: Penggunaan Masker Bantu Cegah Penularan Covid-19

Kamis, 21 Jan 2021 22:05

Benyamin Netanyahu Desak Presiden Amerika Joe Biden Perkuat Aliansi AS-Israel

Benyamin Netanyahu Desak Presiden Amerika Joe Biden Perkuat Aliansi AS-Israel

Kamis, 21 Jan 2021 21:51

Serangan Bom Jibaku Kembar Di Baghdad Irak Tewaskan 28 Orang

Serangan Bom Jibaku Kembar Di Baghdad Irak Tewaskan 28 Orang

Kamis, 21 Jan 2021 20:54

Pandemi Covid-19 Belum Mereda, MP Persis Usulkan Muktamar Diundur Lagi

Pandemi Covid-19 Belum Mereda, MP Persis Usulkan Muktamar Diundur Lagi

Kamis, 21 Jan 2021 19:00

Menggantungkan Harapan dan Nasib

Menggantungkan Harapan dan Nasib

Kamis, 21 Jan 2021 16:26

Perpres Berbahaya, Mau Dibawa ke mana Negara?

Perpres Berbahaya, Mau Dibawa ke mana Negara?

Kamis, 21 Jan 2021 16:20

Seorang Tentara AS Ditangkap Karena Diduga Membantu Rencana Serangan Islamic State

Seorang Tentara AS Ditangkap Karena Diduga Membantu Rencana Serangan Islamic State

Kamis, 21 Jan 2021 15:15

Apakah Shalat Jum’at Wajib Bagi Wanita?

Apakah Shalat Jum’at Wajib Bagi Wanita?

Kamis, 21 Jan 2021 14:03

Legislator Berharap Komjen Listyo Sigit Bawa Perubahan di Tubuh Polri

Legislator Berharap Komjen Listyo Sigit Bawa Perubahan di Tubuh Polri

Kamis, 21 Jan 2021 12:52

Jadi Presiden AS Ke-46, Joe Biden Janjikan 'Hari Baru' Untuk Amerika Serikat

Jadi Presiden AS Ke-46, Joe Biden Janjikan 'Hari Baru' Untuk Amerika Serikat

Kamis, 21 Jan 2021 12:42

Inilah Harapan Partai Gelora kepada Listyo Sigit sebagai Kapolri Baru

Inilah Harapan Partai Gelora kepada Listyo Sigit sebagai Kapolri Baru

Kamis, 21 Jan 2021 12:32

DKI Punya Sekda Baru, Fahira Idris: Bantu Gubernur Kuatkan Koordinasi dan Kolaborasi Hadapi Pandemi

DKI Punya Sekda Baru, Fahira Idris: Bantu Gubernur Kuatkan Koordinasi dan Kolaborasi Hadapi Pandemi

Kamis, 21 Jan 2021 12:14

Ketua MUI Bidang Fatwa Maudhuiyah Terima Doktor Honoris Causa dari UIN Semarang

Ketua MUI Bidang Fatwa Maudhuiyah Terima Doktor Honoris Causa dari UIN Semarang

Kamis, 21 Jan 2021 11:59

Wakil Ketua FPKS Pertanyakan Motif Presiden Terbitkan Perpres No. 7 Tahun 2021

Wakil Ketua FPKS Pertanyakan Motif Presiden Terbitkan Perpres No. 7 Tahun 2021

Kamis, 21 Jan 2021 11:46

Upaya Cordova Indonesia Bertahan di Tengah Pandemi

Upaya Cordova Indonesia Bertahan di Tengah Pandemi

Kamis, 21 Jan 2021 11:34

Nasdem Bantu Korban Bencana Sulbar

Nasdem Bantu Korban Bencana Sulbar

Kamis, 21 Jan 2021 11:29

Anies Dikerjain Lagi!

Anies Dikerjain Lagi!

Kamis, 21 Jan 2021 11:01


MUI

Must Read!
X