Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
51.666 views

Jokowi dan Para Pendukungnya Hakekatnya Benci, Memusuhi Umat Islam

JAKARTA (voa-islam.com) - Jokowi dan Iriana yang menjadi anggota Rotary Club, berusaha mendapatkan dukungan mayoritas Muslim Indonesia.  Dengan berbagai cara. Ini semua tujuannya hanya satu : ‘Suara umat Islam’. Tidak ada yang lain. Karena demokrasi itu, hakekatnya hanyalah kuantitas, bukan kualitas. Maka, Jokowi terus mencoba menyamakan identitas dirinya dengan mayoritas bangsa Indonesia, yaitu bangsa Muslim.

Jadi, tak aneh kalau Jokowi bersandiwara dengan melakukan permainan sandiwara atau bersandiwara, sebagai ‘Muslim’. Walaupun dengan sangat terang benderang, bagaimana sikap para pendukungnya, terutama kalangan nasioanlis sekuler, liberal, dan phalangis (Kristen), tak hendak dan ingin menjadikan Islam dan Muslim sebagai agendanya, ketika nanti berkuasa. 

Dalam bab masalah moral, terkait dengan penutupan komplek pelacuran terbesar di Asia Tenggara, Dolly, justru yang gigih menentangnya adalah PDIP, yang dipelopori oleh Wakil Walikota Surabaya, Wisnu Buana. Tidak berubah. Saat menjelang penutupan masih berlangsung aksi penolakan. Dibelakangnya mereka kader-kader PDIP. Mengapa harus begitu luar biasanya, mempertahankan Dolly?

Memang, bab moral dikalangan PDIP itu, sudah tidak lagi menjadi ukuran atau standar, tak aneh kalau PDIP merupakan partai yang paling korup, berdasarkan data yang dikeluarkan oleh KPK Watch. Sejak 2002-2013, tak kurang lebih dari 115 kader dan elite PDIP yang sudah menjadi tersangka atau sudah masuk bui.

Jadi Jokowi yang ingin melakukan revolusi ‘mental’ itu, bagiamana caranya atau bentuknya. Karena, lingkungan di PDIP, dan partai-partai pendukungnya elitenya dan kadernya secara moral sudah bobrok? Jokowi berobsesi melakukan revolusi mental bangsa Indonesia, agar menjadi bangsa yang maju. Tetapi, di dalam internal PDIP, moralitasnya kader dan elitnya tidak mendukungnya. Mungkin Jokowi juga tidak pernah mengerti tentang 'revolusi mental’.

Klaim Jokowi kerap menjadi korban kampanye hitam khususnya dalam isu agama, dalam kenyataannya tidak berbanding lurus dengan sikap Jokowi dan tim pendukungnya. Lihat MetroTV, bagaimana konten siarannya dan cara-cara melakukan pembodohan terhadap rakyat Indonesia, tanpa ada sedikitpun rasa malu? Belakangan si ‘kribo’, yang menjadi dedengkot kaum liberal dan sekuler, dan sosialis ‘gadungan’ itu, membuat gambaran bluruk terhadpa Prabowo, melalui gambar-gambar yang diunggah di akunnya. Sungguh bobrok moralnya. Menghalalkan segala cara, benar-benar Machiavellisi.

Sebaliknya, Jokowi dan tim pendukung justru menggunakan instrumen dan simbol agama dalam mendapatkan dukungna politik dari umat Islam.

Seperti Jokowi, tak henti-henti mencari dukungan politik dari kalangan ulama. Dia bersedia bermalam di Pesantren Cipasung, Tasikmalaya. Sampai, Jokowi mengeksploitasi salat, bertindak sebagai imam salat, dan beberapa kesempatan diekspose secara massif. Testimoni dari berbagai kalangan atas salat Jokowi pun muncul. Seperi soal bacaan salat Jokowi yang bagus.

Tentu, yang sangat spektakuler, yaitu istri Jokowi, Iriana saat menghadiri debat capres tahap kedua, tampil dengan menggunakan jilbab, hal yang tak akan pernah terjadi sebelumnya. Mudah memahami maksud dari eksploitasi ibadah Jokowi tersebut yakni agar diketahui publik bahwa Jokowi adalah muslim taat.

Tidak hanya dengan salat, Jokowi juga diupayakan untuk dipersepsikan sebagai muslim Indonesia pada lazimnya. Dalam dua kali forum terbuka di Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jokowi tak segan mengucap "mukaddimah", kata pembuka versi arab yang berisi pujian pada Allah Swt dan shalawat pada Nabi Muhammad SAW. Bagi tim pendukung, mukaddimah Jokowi menjadi bukti tentang keislaman Jokowi. Meski tak sedikit yang mengritik pelafalan bahasa Arab Jokowi yang belepotan alias kurang tepat.

Jokowi yang ingin dipersepsikan sebagai "Muslim Sejati", kenyataannya tidak berbanding lurus dengan rencana pendukung atau tim kampanyenya. Semuanya, hanyalah berpura-pura menjadi ‘Muslim’, dan hanyalah menabur kepalsuan di depan rakyat. Tujuannya ingin membodohi kalangan Muslim.  

Seperti Tim Kampanye Jokowi-JK Eva Kusuma Sundari yang menyatakan PDI Perjuangan meminta kadernya mengawasi isi materi khutbah di masjid-masjid. Langkah ini sebagai upaya menangkal kampanye hitam yang dalam pandangan Eva kerap terjadi di masjid. "Karena memang serangan kepada Jokowi-JK di masjid-masjid intensif," kata Eva akhir Mei lalu.

Tidak hanya itu, pernyataan Tim Advokasi Jokowi-JK Trimedya Pandjaitan yang menegaskan jika kelak Jokowi-JK memimpin Indonesia akan melarang penerbitan Peraturan Daerah (Perda) syariat Islam. "Ke depan kami berharap Perda syariat Islam tidak ada. Ini bisa mengganggu kemajemukan karena menciptakan pengotak-ngotakan masyarakat," kata Trimedya di kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Rabu (4/6/2014).

Lalu, gagasan dari anggota Tim Kampanye Nasional Jokowi-JK Musah Mulia yang mengatakan tidak perlu kolom agama di Kartu Tanda Penduduk (KTP). Alasannya, agama menjadi persoalan pribadi. "Enggak peru ditanyakan, kamu agamanya apa untuk pelayanan publik. Jadi identitas agama itu hanya ada di buku induk," kata Musdah dalam sebuah diskusi di Jakarta, Rabu (18/6/2014).

Sungguh kaum Muslimin hanyalah akan menjadi korban kepalsuan dan kebohongan dari Jokowi dan tim kampanye. Mereka menghabiskan dana ratusan miliar, dan mungkin menjadi triliun, membangun citra Jokowi, tanpa henti. Sehingga, Jokowi  seakan-akan seperti tokoh Muslim, yang jujur, sederhana, dan merakyat. Tetapi, semua hanyalah sebuah ‘rekayasa’ sosial, melalui media massa, media sosial, dan para jurkam kampanyenya  yang penuh dengan kepalsuan.

Aslinya, Jokowi benci dan musuh umat Islam. Itu sudah sangat tergambar jelas, seperti yang diucapkan oleh Hendropriyono,Triemedya Panjaitan, Musdah Mulia, Wimar Witoelar, dan mereka itu,adalah kumpulan orang-orang yang diubun-ubunya, penuh dengan kebencian dan permusuhan terhadap Islam dan Muslim. (JJ/dbs/voa-islam.com)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Insya Allah besok Jum’at IDC berbagi Sedekah Jum’at dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an kepada para Santri TPQ Masjid Al-Iman Garut. Mari berburu keberkahan sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur'an....

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah  Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Nurul Hikmah di Tangerang Banten ini terhenti karena terkendala biaya. Diperlukan biaya 30 juta rupiah untuk merampungkan agar ibadah dan syiar Islam makin semarak....

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Ustadz Karita dan Ustadzah Nurjanah totalitas berdakwah memajukan pendidikan agama di Leuwigede Indramayu. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di gubuk dari karung bekas. Ayo Bantu..!!!...

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Latest News
Ilmuan Temukan Area Pertempuran Mohacs Di Hungaria

Ilmuan Temukan Area Pertempuran Mohacs Di Hungaria

Jum'at, 03 Dec 2021 20:45

Menko Polhukam Dijadwalkan Menjadi Narasumber di Muktamar IV Wahdah Islamiyah

Menko Polhukam Dijadwalkan Menjadi Narasumber di Muktamar IV Wahdah Islamiyah

Jum'at, 03 Dec 2021 16:24

Rusia Peringatkan 'Skenario Mimpi Buruk' Dari Konfrontasi Militer Di Eropa

Rusia Peringatkan 'Skenario Mimpi Buruk' Dari Konfrontasi Militer Di Eropa

Jum'at, 03 Dec 2021 16:15

Pengadilan Akhirnya Izinkan Saif Al-Islam Khadafi Ikut Pencalonan Dalam Pilpres Libya

Pengadilan Akhirnya Izinkan Saif Al-Islam Khadafi Ikut Pencalonan Dalam Pilpres Libya

Jum'at, 03 Dec 2021 15:15

Miras di Indonesia dan Cara Islam Memberantasnya

Miras di Indonesia dan Cara Islam Memberantasnya

Jum'at, 03 Dec 2021 14:53

Iman, Tak Kasat Mata Tapi Terasa Ada

Iman, Tak Kasat Mata Tapi Terasa Ada

Jum'at, 03 Dec 2021 14:42

Politisi PKS: Tak Impor Beras tahun 2021, Presiden Jokowi Kembali Lakukan Kebohongan Publik

Politisi PKS: Tak Impor Beras tahun 2021, Presiden Jokowi Kembali Lakukan Kebohongan Publik

Jum'at, 03 Dec 2021 09:16

Warga Jakarta Berlimpah Subsidi

Warga Jakarta Berlimpah Subsidi

Jum'at, 03 Dec 2021 08:54

Membangun Visi Pendidikan yang Benar

Membangun Visi Pendidikan yang Benar

Jum'at, 03 Dec 2021 08:39

Tak Sekadar Lolos ke Senayan, Partai Gelora Targetkan Menang Pemilu 2024

Tak Sekadar Lolos ke Senayan, Partai Gelora Targetkan Menang Pemilu 2024

Jum'at, 03 Dec 2021 08:22

Menilik Makna Ahlul Sunah Wal Jamaah Anti Radikalisme

Menilik Makna Ahlul Sunah Wal Jamaah Anti Radikalisme

Kamis, 02 Dec 2021 15:21

Pornografi Menghantui Generasi, Sampai Kapan?

Pornografi Menghantui Generasi, Sampai Kapan?

Kamis, 02 Dec 2021 15:03

Jurnalis Sebut Media Lakukan Bias dalam Pemberitaan Penjajahan Israel di Palestina

Jurnalis Sebut Media Lakukan Bias dalam Pemberitaan Penjajahan Israel di Palestina

Kamis, 02 Dec 2021 12:24

Pasukan Iran Terlibat Pertempuran Sengit Dengan Taliban Di Perbatasan

Pasukan Iran Terlibat Pertempuran Sengit Dengan Taliban Di Perbatasan

Kamis, 02 Dec 2021 12:15

Taliban Dan Junta Militer Myanmar Tidak Diizinkan Di PBB Untuk Saat Ini

Taliban Dan Junta Militer Myanmar Tidak Diizinkan Di PBB Untuk Saat Ini

Kamis, 02 Dec 2021 10:27

MUI Teken MoU Pembangunan RSIH dengan Wali Kota Hebron

MUI Teken MoU Pembangunan RSIH dengan Wali Kota Hebron

Kamis, 02 Dec 2021 02:14

Sederet Manfaat Olahraga Bagi Lansia

Sederet Manfaat Olahraga Bagi Lansia

Rabu, 01 Dec 2021 23:07

Harga Minyak Goreng Kian Melambung, Politisi PKS: Rakyat Berkabung

Harga Minyak Goreng Kian Melambung, Politisi PKS: Rakyat Berkabung

Rabu, 01 Dec 2021 22:27

Dukung Anies, Elektabilitas Nasdem Naik

Dukung Anies, Elektabilitas Nasdem Naik

Rabu, 01 Dec 2021 19:26

Kemenlu: Isu Palestina Jadi Jantung Kebijakan Luar Negeri Indonesia

Kemenlu: Isu Palestina Jadi Jantung Kebijakan Luar Negeri Indonesia

Rabu, 01 Dec 2021 19:12


MUI

Must Read!
X