Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
50.968 views

Di Kalimantan Barat, Syiah Sudah Mencoba Ambil Alih Karaton Kesultanan Dengan Memakai Preman

PONTIANAK (Voa Islam) - Alhamdulillah, sebagaimana yang sekarang sedang bergulir dan berlangsung di berbagai daerah di seluruh Indonesia, penguatan Ukhuwah Islamiyyah di Kalimantan Barat telah terwujud dengan optimal.

Disampaikan kepada redaksi Voa-Islam.com oleh DR. H. Abdul Chair Ramadhan, SH, MH, MM. yang menjadi pengurus Komisi Hukum dan Perundang-undangan MUI Pusat, bahwa hal ini dibuktikan dengan menyatunya berbagai Ormas-Ormas Islam demi persatuan umat dan meninggalkan perbedaan-perbedaan yang bersifat furuiyyah. Patut menjadi contoh bagi daerah-daerah lainnya, tidak lain dimaksudkan untuk meninggikan agama Allah.

Sebagaimana kita maklumi bersama, persoalan pokok umat saat ini adalah banyaknya peyimpangan ajaran pokok agama yang tidak mungkin dapat ditoleransi, melainkan harus diamputasi. Dikatakan demikian, oleh karena masalah ini bukan dalam ranah madzhab atau furuiyyah, melainkan masuk dalam bidang aqidah (ushuludin).

Untuk kepentingan membendung penguatan penyimpangan agama, berbagai Ormas Islam di Kalimantan Barat menyelenggarakan kegiatan Bedah Buku dan Tabligh Akbar di Masjid Raya Mujahidin Pontianak. Acara tersebut diselenggakan dari tangal 11 sampai tanggal 12 April 2015 kemarin.

Buku yang dibedah adalah buku Panduan MUI Pusat tentang “Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Ajaran Syiah di Indonesia” dan “Syiah Menurut Sumber Syiah : Ancaman Nyata NKRI” karya DR. H. Abdul Chair Ramadhan, SH, MH, MM. Narasumber yang hadir adalah Prof. DR. H. Mohammad Baharun, SH, MA (MUI Pusat), DR. H. Amirsyah Tambunan (MUI Pusat), DR. H. Abdul Chair Ramadhan, SH, MH, MM (MUI Pusat) dan DR. Jeje Zaenudin (DDII).

Ada sesuatu yang perlu dicermati dan sekaligus menjadi pelajaran bagi umat tentang penguatan ajaran sesat Syiah di Pontianak, dapat dijelaskan sebagai berikut:

Pertama, gerakan mobilisasi massa dalam ritual Karbala. Dari berbagai informasi yang dihimpun diketahui bahwa kaum Syiah telah berani menampakkan diri secara terbuka dengan merayakan ritual Karbala di halaman Keraton Kesultanan Al-Kadariah. Ritual Karbala dilakukan sebanyak dua kali dengan melibatkan masyarakat awam. Kita ketahui, Ritual Karbala adalah sebagai basis ekspansi ideologi Imamah Syiah Iran. Melalui ritual ini, elite Syiah menanamkan keyakinan bahwa Revolusi Imam Husein adalah wujud perjuangan militansi Syiah untuk menegakkan pemerintahan ala Imamah.

Kedua, upaya pengambilalihan Keraton Kesultanan Al-Kadariyah. Pada bulan Februari tahun ini, kaum Syiah berupaya merebut kesultanan dengan menggerakkan para preman yang berujung tindakan kriminal. Penyerangan dilakukan dengan terencana serta menggunakan senjata tajam, parang, pedang, dan lain-lain. Tujuan mereka dalam pengambilalihan tersebut tidak dapat dianggap persoalan remeh.

Apabila kesultanan jatuh ke tangan Syiah, maka akan menjadi basis penguatan penyebaran Syiah ke seantero Kalimantan. Selain itu, akan menjadi preseden buruk dengan hadirnya kesultanan Syiah dalam masa yang akan datang. Bukan tidak mungkin, infiltrasi Syiahisasi dilakukan pada kesultanan-kesultanan yang lain.

Terhadap gerakan Syiah yang mengancam keutuhan dan kedaulatan NKRI, Panglima Kodam XII Tanjungpura Mayjend TNI Toto Rinanto S serta Kapolda Kalimantan Barat, dalam kata sambutannya menyatakan dukungan penuh atas terselenggaranya sosialisasi mewaspadai ancaman Syiah Iran baik terhadap agama maupun NKRI.

Pada saat penutupan telah dicapai kata sepakat dari berbagai elemen ormas Islam dalam bentuk Deklarasi Anti Syiah, diantaranya dari Majelis Ulama Kalbar, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Kalbar, Muhammadiyyah Kalbar, Nahdlatul Ulama Kalbar, DMI Kalbar, Kraton Kadariyah Pontianak, FUI Kalbar, FPI Kalbar, serta beberapa ormas lainnya dengan mengeluarkan 7 (tujuh) pernyataan sikap terkait Syiah.

Adapun inti dari pernyataan tersebut di antaranya adalah bahwa paham Syiah adalah ajaran sesat. Sehingga, ormas Islam di Kalbar mengajak bagi yang telah mengikuti paham ini agar segera bertaubat dan kembali ke ajaran Islam. Terakhir, perlu ditegaskan bahwa Syiah Iran bukanlah persoalan saat ini, namun persoalan yang terus kita hadapi di masa mendatang.

Maka akhirnya, antisipasi sangat diperlukan dengan sinergitas umara dan ulama. Dengan demikian, Deklarasi Anti Syiah tersebut perlu mendapat perhatian dan dukungan pemerintah. Demikian isi press release yang disampaikan DR. Abdul Chair Ramadhan via email. (AF/Voa-Islam.com)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Militer AS Gunakan Rudal 'Ninja' Rahasia Untuk Bunuh Target Penting di Suriah

Militer AS Gunakan Rudal 'Ninja' Rahasia Untuk Bunuh Target Penting di Suriah

Ahad, 27 Sep 2020 17:34

Demo Sejuta Umat Menolak Rencana Paroki Bunda Theresia Bekasi

Demo Sejuta Umat Menolak Rencana Paroki Bunda Theresia Bekasi

Ahad, 27 Sep 2020 09:39

Kalau Bukan PKI Nyatakan PKI Jahat dan Penghianat

Kalau Bukan PKI Nyatakan PKI Jahat dan Penghianat

Sabtu, 26 Sep 2020 23:36

Kanada Tangkap 'Mantan' Anggota IS Karena Diduga Berbohong Tentang Membunuh Orang di Podcast NYT

Kanada Tangkap 'Mantan' Anggota IS Karena Diduga Berbohong Tentang Membunuh Orang di Podcast NYT

Sabtu, 26 Sep 2020 21:45

7 Orang Ditahan di Prancis Setelah Penikaman Terkait Surat Kabar Satir Charlie Hebdo

7 Orang Ditahan di Prancis Setelah Penikaman Terkait Surat Kabar Satir Charlie Hebdo

Sabtu, 26 Sep 2020 21:05

AS Lipat Gandakan Hadiah Untuk Penangkapan Pemimpin Tertinggi Islamic State

AS Lipat Gandakan Hadiah Untuk Penangkapan Pemimpin Tertinggi Islamic State

Sabtu, 26 Sep 2020 20:35

Dokter: Saat Ini yang Terbaik Tetap Belajar dari Rumah

Dokter: Saat Ini yang Terbaik Tetap Belajar dari Rumah

Sabtu, 26 Sep 2020 20:35

Tragedi 21-22 Mei Jangan Dilupakan

Tragedi 21-22 Mei Jangan Dilupakan

Sabtu, 26 Sep 2020 20:20

Laporan: Oman dan Sudan Akan Umumkan Kesepakatan Normalisasi dengan Israel Pekan Depan

Laporan: Oman dan Sudan Akan Umumkan Kesepakatan Normalisasi dengan Israel Pekan Depan

Sabtu, 26 Sep 2020 19:30

Menkeu Gelontorkan Rp20 Triliun untuk Jiwasraya, Anis: Pencederaan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Menkeu Gelontorkan Rp20 Triliun untuk Jiwasraya, Anis: Pencederaan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Sabtu, 26 Sep 2020 11:43

Korean Wave Inspirasi Halu

Korean Wave Inspirasi Halu

Sabtu, 26 Sep 2020 09:37

Pengabaian Keselamatan Jiwa Rakyat dalam Pilkada 2020

Pengabaian Keselamatan Jiwa Rakyat dalam Pilkada 2020

Sabtu, 26 Sep 2020 08:49

Covid-19: Antara Bunuh Diri dan Membunuh

Covid-19: Antara Bunuh Diri dan Membunuh

Sabtu, 26 Sep 2020 05:37

Rezim Nekad dan Tuli

Rezim Nekad dan Tuli

Jum'at, 25 Sep 2020 23:34

WhatsApp Akan Bisa Digunakan di 4 Perangkat

WhatsApp Akan Bisa Digunakan di 4 Perangkat

Jum'at, 25 Sep 2020 22:33

Inggris Dan Prancis Catat Jumlah Kasus Harian COVID-19 Tertinggi

Inggris Dan Prancis Catat Jumlah Kasus Harian COVID-19 Tertinggi

Jum'at, 25 Sep 2020 22:00

Jejak Perempuan dalam Membangun Peradaban

Jejak Perempuan dalam Membangun Peradaban

Jum'at, 25 Sep 2020 21:54

GERAK Jabar Sampaikan Ikrar Siap Berjuang Membela Agama, Bangsa dan Negara

GERAK Jabar Sampaikan Ikrar Siap Berjuang Membela Agama, Bangsa dan Negara

Jum'at, 25 Sep 2020 21:43

Korean Wave, Layakkah Jadi Panutan?

Korean Wave, Layakkah Jadi Panutan?

Jum'at, 25 Sep 2020 21:18

Palestina Akan Adakan Pemilu Pertama Dalam 15 Tahun Menyusul Kesepakatan Antara Hamas dan Fatah

Palestina Akan Adakan Pemilu Pertama Dalam 15 Tahun Menyusul Kesepakatan Antara Hamas dan Fatah

Jum'at, 25 Sep 2020 21:15


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X