Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
25.935 views

Indikasi Kuat Syiah di Balik 'Serangan' ke Acara Khalifah Trans7 & Ustadz Arifin Nugroho

JAKARTA (voa-islam.com) – Sejumlah situs Syiah (baik syiah yang terang-terangan atau yang berbaju lain) serentak menyerang program acara Khalifah di Trasn7 yang mengangkat tema “Imam Al-Ghazali Pembela Akidah Islam”, yang tayang pada 4 April 2015 lalu.

Adalah sumber Ustadz Arifin Nugroho Lc. sebagai pemandu program tersebut menjadi sasaran utamanya. Ustadz Arifin dituduh merendahkan Imam Al-Ghazali. Bahkan satu situs meragukan latar-belakangan pendidikannya sambil menghadirkan kutipan penjelasan beliau di acara tersebut.

“….Hanya memang kalau kita lihat, beberapa pendapat ahli sejarah mengatakan, ada sedikit yang kurang dari beliau adalah, beliau kurang mendalami Al-Qur’an dan Hadits, maka subhanallah kalau lihat perjalanan beliau setelah dari Damaskus, setelah dari Damaskus pulang ke kampung halaman beliau di Thus, beliau justru disini memperdalam dua kitab, shahihain, Bukhari dan Muslim”, papar Ustadz Arifin Nugroho.

Jika diperhatikan dengan seksama, tidak ada yang salah dari penjelasan di atas. Ustadz Arifin menyandarkan penjelasanya kepada ulama ahli sejarah. Dan memang tidak sedikit ulama sunnah memberikan kritik terhadap beliau dan karya-karyanya.

Melihat gencarnya serangan tersebut, Ustadz Abu Husein At-Thuwailibi, pemerhati gerakan syi’ah Indonesia, mencurigai makar Syi’ah yang ingin membentuk opini negatif di masyarakat tentang Stasiun TV Trans 7 yang selama ini tayangannya membongkar ajaran-ajaran sesat dan kufur semisal menyembah kubur, dan lain-lain yang notabennya ajaran tersebut bersumber dari Syiah.

Menurut dai muda yang cukup aktif di sosial media ini, Syi’ah sedang melakukan siasat adu domba dengan menggunakan tangan NU. “Seperti biasa, de vide it impirea, politik adu domba,” tuturunya dalam tulisan “Astaghfirullah, TV Trans 7 Difitnah Syiah!” yang dipublish di situs syiahindonesia.com.

Ustadz Arifin Nugroho yang membahas mengenai sosok Imam Al-Ghazali lantas di rendahkan dan di cekal oleh fihak-fihak yang punya kepentingan.

Abu Husain menilai, sikap menghina dan mencekal Ustadz Arifin Nugroho yang membahas mengenai sosok Imam Al-Ghazali oleh pihak-pihak tertentu yang punya kepentingan adalah contoh sikap beragama yang tidak baik.

“Emosional, marah-marah, dan kurang menjaga akhlak. Kelihatan sekali gaya-gaya Syi'ah Rafidhah,” tuturnya mengutip dari Ustadz Abu Muhammad Waskito.

Sebenarnya Khalifah di trans 7 memuji-muji Imam Al Ghazalisepanjang acara. “Porsinya 90 persen lebih,” tutur UUstadz Arifin kepada voa-islam, Sabtu (16/05/2015) kemarin.

Namun, tiba-tiba kaum Syi'ah yang berpura-pura menjadi pendukung beliau marah-marah. Ngomong apa saja. Termasuk menyerang "Salafi/Wahabi" yang tak ada kaitannya dengan acara itu.

Berikut ini kami kutipkan pembelaan dari Ustadz Abu Husain:

Inti kritiknya begini: Al-Ghazali disebut kurang mendalam ilmu Al Qur'an dan Hadits-nya. Di akhir hayat, wafat sambil memeluk kitab Shahih Bukhari. Ini sebenarnya hanya tentang REDAKSI KRITIK saja. Semua ulama juga begitu posisinya, punya segudang kebaikan, ada kekurangan pada hal-hal tertentu. Wajar kan. Toh, seorang imam bukan Nabi yang bebas dari kesalahan/kekurangan. Malah dalam "ilmu jurnalistik" tidak boleh isinya MEMUJI DOANG, itu tidak seimbang. Harus cover both side. Dua sisi plus minus ditampilkan. Kalau bagus semua, bukan jurnalistik namanya, tapi PROPAGANDA.!

Sebenarnya ini hal sepele, hal kecil, tapi dibesar-besarkan. Tujuannya membentuk opini buruk tentang tayangan acara Khalifa di Trans7 agar masyarakat menilainya jelek. Ini sudah biasa. Kalau memang mereka NU tulen dan pecinta Imam Al-Ghazali, seharusnya mereka TERIMA KASIH ke Trans7 karena sudah menayangkan acara "full pujian" untuk Iman Al-Ghazali. Masyarakat jadi tahu, siapa itu Imam Al-Ghazali. Kalau mereka tulis 1000 artikel memuji Iman Al-Ghazali, belum tentu akan dibaca orang awam tentunya.

Dibandingkan kritik Imam Ibnu Qudamah & Imam Ibnul Jauzy kepada Al-Ghazali dalam kitab Minhajul Qasidin; kritik acara Khalifah itu sangat sopan. Hanya SALAH REDAKSI DOANG. Sedangkan kedua ulama itu (yakni Imam Ibnu Qudamah dan Imam Ibnul Jauzy) sudah memvonis kitab Imam Al-Ghazali Ihya' 'ulumuddin tidak boleh jadi rujukan. Sebagai gantinya, mereka datangkan kitab Minhajul Qasidin.

Atau kalau mau, mereka itu masuklah ke TV-TV itu. Lalu bikinlah acara yang memuji ulama-ulama idola. Tapi tetap harus obyektif, karena jurnalistik beda dengan PROPAGANDA. Bahkan dalam ilmu hadits juga ada: jarh wa ta'dil (kritik & pujian). Lha ini gimana, mendahulukan emosi & amarah. Super sensi dan sok latah. Ada sedikit saja kesalahan orang, langsung "radar anti wahabi" menyala. Apa saja bisa dihubung-hubungkan ke "Wahabi". [PurWD/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Lahir Keracunan Ketuban, Bayi Anak Aktivis Islam Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Lahir Keracunan Ketuban, Bayi Anak Aktivis Islam Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Usai persalinan, bayi Ummu Azmi kritis di NICU karena keracunan ketuban saat persalinan. Biaya perawatan cukup mahal, hari pertama saja mencapai 8 juta rupiah. Butuh uluran tangan kaum muslimin....

Ustadz dan Puluhan Muallaf Bombanon Hidup Menumpang di Rumah Kristen. Ayo Bantu..!!

Ustadz dan Puluhan Muallaf Bombanon Hidup Menumpang di Rumah Kristen. Ayo Bantu..!!

Puluhan muallaf Desa Bombanon hidup menumpang di rumah-rumah Kristen yang kental dengan suasana Salib. Makanan tidak terjamin dari babi dan makanan haram lainnya. ...

Daffa Rahmatillah Tutup Usia, Infaq Rp 16,7 Juta Disalurkan untuk Melunasi Tagihan Rumah Sakit

Daffa Rahmatillah Tutup Usia, Infaq Rp 16,7 Juta Disalurkan untuk Melunasi Tagihan Rumah Sakit

Daffa meninggal setelah dirawat intensif 13 hari. Semoga Allah membalas para donatur dengan keberkahan, rezeki melimpah, mensucikan jiwa, menolak bencana, dan melapangkan jalan ke surga....

ZAKAT CERDAS: Cara Cerdas Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

ZAKAT CERDAS: Cara Cerdas Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Dalam harta kita ada hak orang lain. Salurkan zakat, infaq dan sedekah dalam program Infaq Cerdas untuk beasiswa Yatim & Dhuafa. Senyum mereka adalah masa depan kita di akhirat....

SEDEKAH BARANG: Barang Tak Terpakai, Infakkan Saja Jadi Berkah dan Bernilai

SEDEKAH BARANG: Barang Tak Terpakai, Infakkan Saja Jadi Berkah dan Bernilai

Barang apapun yang tidak berguna lagi bagi Anda, bisa jadi sangat dibutuhkan dan bermanfaat bagi orang lain. Mari infakkan barang tak terpakai, agar menjadi sangat bernilai dunia akhirat....

Latest News
Pemerintah Syi'ah Irak Eksekusi Mati 42 Pejuang Sunni di Nasiriyah

Pemerintah Syi'ah Irak Eksekusi Mati 42 Pejuang Sunni di Nasiriyah

Selasa, 26 Sep 2017 21:45

Pasukan Israel Tembak Mati Warga Palestina Pembunuh Tiga Anggota Pasukan Keamanan Zionis

Pasukan Israel Tembak Mati Warga Palestina Pembunuh Tiga Anggota Pasukan Keamanan Zionis

Selasa, 26 Sep 2017 21:05

Lantik DPW DKI Jakarta, BAKOMUBIN Harap Jadi Barometer Pergerakan

Lantik DPW DKI Jakarta, BAKOMUBIN Harap Jadi Barometer Pergerakan

Selasa, 26 Sep 2017 20:36

Alfian Tanjung Kembali Akan Disidang di PN Surabaya

Alfian Tanjung Kembali Akan Disidang di PN Surabaya

Selasa, 26 Sep 2017 20:29

Jangan Merasa Lebih Baik dari Orang Lain!

Jangan Merasa Lebih Baik dari Orang Lain!

Selasa, 26 Sep 2017 19:05

Terkait PKI, Fahri: Yang Disampaikan oleh Panglima adalah Bagian dari Konsen Pemerintah

Terkait PKI, Fahri: Yang Disampaikan oleh Panglima adalah Bagian dari Konsen Pemerintah

Selasa, 26 Sep 2017 18:05

Rusia Salahkan AS Atas Tewasnya Jenderal Mereka di Tangan Islamic State di Suriah

Rusia Salahkan AS Atas Tewasnya Jenderal Mereka di Tangan Islamic State di Suriah

Selasa, 26 Sep 2017 17:00

Isu 5000 Senjata, Teringat PKI Ingin Bangun Angkatan Kelima di Masa Orla

Isu 5000 Senjata, Teringat PKI Ingin Bangun Angkatan Kelima di Masa Orla

Selasa, 26 Sep 2017 16:05

COVER STORY September 2017: Episode Songong DN Aidit kepada Soekarno

COVER STORY September 2017: Episode Songong DN Aidit kepada Soekarno

Selasa, 26 Sep 2017 15:28

Serangan Mortir Pejuang Islamic State (IS) Tewaskan Seorang Jenderal Rusia di Deir Al-Zor

Serangan Mortir Pejuang Islamic State (IS) Tewaskan Seorang Jenderal Rusia di Deir Al-Zor

Selasa, 26 Sep 2017 14:52

Terkait PKI, Pengamat: Secara Relatif, Kehadiran TNI dalam Kancah Politik bukanlah Hal Buruk

Terkait PKI, Pengamat: Secara Relatif, Kehadiran TNI dalam Kancah Politik bukanlah Hal Buruk

Selasa, 26 Sep 2017 14:05

Meskipun Kontoversial, Panglima TNI Mendapatkan Apresiasi Besar karena Peduli Kedaulatan

Meskipun Kontoversial, Panglima TNI Mendapatkan Apresiasi Besar karena Peduli Kedaulatan

Selasa, 26 Sep 2017 12:05

Santri TPQ Solo Sumbang Rp7,3 Juta untuk Muslim Rohingya

Santri TPQ Solo Sumbang Rp7,3 Juta untuk Muslim Rohingya

Selasa, 26 Sep 2017 11:52

Dosa Murtad Masih Bisa Diampuni?

Dosa Murtad Masih Bisa Diampuni?

Selasa, 26 Sep 2017 10:20

Ketum PBB: Agama dan Politik Tidak dapat Dipisahkan dalam Bernegara

Ketum PBB: Agama dan Politik Tidak dapat Dipisahkan dalam Bernegara

Selasa, 26 Sep 2017 10:05

Jadi Corong Myanmar, Komisi I DPR RI: Copot Ito Sumardi!

Jadi Corong Myanmar, Komisi I DPR RI: Copot Ito Sumardi!

Selasa, 26 Sep 2017 09:07

PKS: Tentara Myanmar dan Buddha Radikal Lakukan Kekerasan kepada Muslim Rohingya

PKS: Tentara Myanmar dan Buddha Radikal Lakukan Kekerasan kepada Muslim Rohingya

Selasa, 26 Sep 2017 08:14

Instruksi Nobar G30S/PKI, Taktik Panglima TNI Pancing Simpatisan PKI Keluar dari Persembunyian

Instruksi Nobar G30S/PKI, Taktik Panglima TNI Pancing Simpatisan PKI Keluar dari Persembunyian

Selasa, 26 Sep 2017 07:23

Soal Rohingya, Forjim: Kalau Hanya Mengecam Anak-anak Pun Bisa

Soal Rohingya, Forjim: Kalau Hanya Mengecam Anak-anak Pun Bisa

Selasa, 26 Sep 2017 06:29

Negara; Antara Ada dan Tiada

Negara; Antara Ada dan Tiada

Selasa, 26 Sep 2017 06:17


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X