Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.232 views

45 Ormas Islam Banten Aksi Tolak Perpu Ormas

SERANG (voa-islam.com), Sebanyak 45 ormas Islam se Banten melakukan aksi damai di depan gedung DPRD Banten, Jumat (11/8) siang. Aksi itu mengatasnamakan Aliansi Ormas Islam Banten yang dipimpin KH Jawari, bertujuan menolak Perpu Nomor 2 tahun 2017 tentang Ormas yang baru-baru ini diterbitkan pemerintah.

Para delegasi diterima satu anggota dewan dari Fraksi PKS Sanuji Pentamarta di ruang serbaguna DPRD Banten. Dikawal puluhan aparat keamanan dari TNI dan Polri.

Dalam kesempatan itu, Pimpinan Al Irsyad Banten KH Bukhari Arsyad menyampaikan bahwa pihaknya menolak Perpu Ormas dan meminta semua pihak termasuk anggota dewan menolak dan membatalkan perpu tsersebut

Senda dnegannya, KH Fatoni dari Forum Aswaja Banten mengingatkan agar pemerintah jangan bertindak sewenang-wenang, karena akan berhadapan dengan umat Islam. Hadirnya Perpu Ormas telah membuktikan bahwa pemerintah anti terhadap Islam. "Ulama ditangkap, Ormas Islam dibubarkan. Ini zalim, khianat, takbir!" tegasnya.

Sementara itu, Juheni M Rois dari Ikadi Banten mengkritik pimpinan dewan yang tidak hadir dalam kesempatan tersebut. Juheni juga menyebut Perppu Ormas zalim karena akan berdampak pada aktivitas ormas Islam di berbagai tempat. "Menolak Perpu bukan karena HTI, tapi Perppu itu zalim. Akan berdampak pada ormas lain,ujarnya.

Adapun menurut Sekjen FSPP Banten Ali Mustofa,  Perppu Ormas cacat secara lahir. Perppu tidak lahir dalam situasi kegentingan memaksa, tetapi bentuk kesewenang-wenangan pemerintah. "FSPP menilai Perpu tersebut lahir melanggar HAM serta membuka peluang otoriter. Karena itu, Perpu tersebut harus segera dibatalkan,"katanya.

Lebih dari itu, mantan anggota DPRD Banten dari PBB Bueti Nasir mengaku telah mengendus upaya sekelompok pihak di sekeliling pemerintah yang ingin menjauhkan Islam dengan Pancasila dan Pancasila dengan Islam. Bahkan, komunis yang sering disebut-sebut malah seolah dilindungi. "Anehnya pemerintah malah memberangus Islam. Buktinya HTI dibubarkan tanpa pengadilan," tegas Bueti Nasir.

"Karena itu kami menolak Perpu Ormas ini," lanjutnya.
 
Dalam kesempatan itu, KH. Hafidin ketua ANNAS Banten menyampaikan bahwa kedatangan para ulama dan Kiyai serta pimpinan-pimpinan Ormas sebagai wujud kecintaannya kepada NKRI. Ia sangat mengkhawatirkan munculnya kegaduhan-kegaduhan yang timbul karena militansi ormas2 dan masyarakat Islam Banten terhadap perppu no 02 th 2017.

KH. Sudrajad Ardani pimpinan pondok pesantren Ardaniyah dlam penyampaiannya mengkritisi sekwan yang menerima ulama dan pimpinan ormas hanya memakai kaos. Ia juga melihat Perppu Ormas muncul dari sikap totalitarian.

"Perppu dilahirkan lebih karena kediktatoran penguasa,"cetusnya.

Utusan Matlaul Anwar juga menyampaikan bahwa negara Indonesia lahir oleh darah para syuhada' oleh pekikan Takbir para ulama. Maka tidak selayaknya pemerintah menzalimi ulama dan umat Islam dengan menerbitkan Perppu no 02 tahun 2017. 

Terkait pernyataan sikap Aliansi Ormas Islam Banten, saat itu dibacakan oleh KH. Enting Ali Abdul Karim. Pernyataan sebanyak 9 poin tersebut ditandatangi 45 pimpinan ormas Islam se Banten.

"Pernyataan sikap menolak perpu ormas ini kami sampaikan kepada pimpinan DPRD Banten agar bisa diteruskan ke pimpinan DPR RI," ujarnya.

Pernyataan itu juga menuntut politisi Nasdem Victor Laiscodat untuk meminta maaf kepada umat islam secara terbuka terkait pidato politiknya di kupang NTT yang berdurasi 21 menit 12 detik. Ulama Banten menilai pidato Victor penuh kebencian kepada umat Islam, karena mengancam akan membantai umat Islam serta menuduh partai Demokrat,  Gerindra, PKS dan PAN sebagai sarang radikalisme. Pernyataan victor di nilai akan menimbulkan kegaduhan nasional.

Sementara di luar gedung dewan, ribuan massa  menunggu delegasi sambil melakukan orasi bergantian. Bahkan anggota Brimob Polda Banten didaulat membawakan asmaul husna. Massa aksi yg berasal dari berbagai tempat se Banten ini terus mengibarlan bendera tauhid, merah putih, serta poster yg isinya menolak Perpu Ormas. (bilal/voa-islam)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

Aktivis masjid ini menderita tumor ganas dan tidak bisa berobat karena terbentur biaya. Daging tumornya terus membesar seukuran bola futsal. Ayo bantu bisa bekarja dan berjamaah di masjid lagi....

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Sudah 4 bulan Ulandari menahan pedihnya patah tulang kaki karena tak punya biaya. Lukanya menganga dan membusuk, jika tidak segera dioperasi, calon dai ini terancam akan kehilangan kaki kirinya....

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Untuk pembelian tanah program wakaf produktif muallaf Bolaang Mongondow Sulawesi Utara masih dibutuhkan dana 214 juta rupiah. Ayo berwakaf Rp 15.000 per meter, agar harta kekal dan pahala terus...

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Dalam satu desa terdapat 53 muallaf hidup prihatin pra-sejahtera. Hanya dengan 15.000 rupiah kita bisa berwakaf tanah satu meter untuk rumah dan pekerjaan mereka. Total kebutuhan 70 rupiah....

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Anak yatim berprestasi ini selalu jadi juara sejak SD. Sang ayah hilang 9 tahun silam saat berdakwah ke luar kota. Terbelit kesulitan ekonomi, Ayu terbebani tagihan sekolah 8 juta rupiah....

Latest News
Turki: Keputusan AS untuk Buka Kedutaan Besar di Yerusalem Merusak Perdamaian

Turki: Keputusan AS untuk Buka Kedutaan Besar di Yerusalem Merusak Perdamaian

Sabtu, 24 Feb 2018 22:30

500 Warga Sipil 121 Diantaranya Anak-anak Telah Tewas dalam 7 Hari Serangan Rezim Assad di Ghouta

500 Warga Sipil 121 Diantaranya Anak-anak Telah Tewas dalam 7 Hari Serangan Rezim Assad di Ghouta

Sabtu, 24 Feb 2018 22:15

Pemerintah Syi'ah Irak Tolak Permintaan Riyadh untuk Serahkan Tahanan Warga Saudi

Pemerintah Syi'ah Irak Tolak Permintaan Riyadh untuk Serahkan Tahanan Warga Saudi

Sabtu, 24 Feb 2018 21:45

Laporan: AS Akan Buka Kedutaan Besar Mereka di Yerusalem pada Bulan Mei

Laporan: AS Akan Buka Kedutaan Besar Mereka di Yerusalem pada Bulan Mei

Sabtu, 24 Feb 2018 21:25

Kelirunya Ucapan Selamat oleh Pemimpin Saat Indonesia jadi Pasar Narkotik Terbesar di Dunia

Kelirunya Ucapan Selamat oleh Pemimpin Saat Indonesia jadi Pasar Narkotik Terbesar di Dunia

Sabtu, 24 Feb 2018 18:31

Politisi: Kepala BIN Hadir di Rakernas PDIP, Pilpres 2019 Saya Pastikan Tidak Demokratis

Politisi: Kepala BIN Hadir di Rakernas PDIP, Pilpres 2019 Saya Pastikan Tidak Demokratis

Sabtu, 24 Feb 2018 17:31

Pencalonan Jokowi oleh PDIP Dilihat Janggal oleh Pengamat

Pencalonan Jokowi oleh PDIP Dilihat Janggal oleh Pengamat

Sabtu, 24 Feb 2018 16:31

Kronologis PBB yang Dianggap Tak Layak Lolos oleh KPU

Kronologis PBB yang Dianggap Tak Layak Lolos oleh KPU

Sabtu, 24 Feb 2018 15:21

Ada Kesan Perbedaan dari Sikap Polri ke Masyarakat yang Kritis dengan Pemerintah

Ada Kesan Perbedaan dari Sikap Polri ke Masyarakat yang Kritis dengan Pemerintah

Sabtu, 24 Feb 2018 14:21

Peringatan untuk Polri atasnya Banyaknya Masyarakat yang Ditangkap karena Dianggap Sebar Hoax

Peringatan untuk Polri atasnya Banyaknya Masyarakat yang Ditangkap karena Dianggap Sebar Hoax

Sabtu, 24 Feb 2018 13:21

Internasionalisasi Haji dan Ekspansi Ideologi Syiah

Internasionalisasi Haji dan Ekspansi Ideologi Syiah

Sabtu, 24 Feb 2018 13:14

Milad ke 21 FLP Gelar Seminar Literasi di Solo

Milad ke 21 FLP Gelar Seminar Literasi di Solo

Sabtu, 24 Feb 2018 13:09

Ahok Ajukan PK, Pedri Kasman: Hakim Pasti Tak Asal Kabulkan

Ahok Ajukan PK, Pedri Kasman: Hakim Pasti Tak Asal Kabulkan

Sabtu, 24 Feb 2018 13:06

Hanya di Zaman Ini Orang Gila Menjadi Pembunuh Ulama

Hanya di Zaman Ini Orang Gila Menjadi Pembunuh Ulama

Sabtu, 24 Feb 2018 12:21

Kerjasama dengan Syarikat ITB, Pesan TGB: Agama dan Sain Bangun Peradaban Bangsa

Kerjasama dengan Syarikat ITB, Pesan TGB: Agama dan Sain Bangun Peradaban Bangsa

Sabtu, 24 Feb 2018 11:21

Menjadi Entrepreneur, Langkah Perangi Pengangguran

Menjadi Entrepreneur, Langkah Perangi Pengangguran

Sabtu, 24 Feb 2018 10:39

Empat Tahun sebagai Presiden tapi Jokowi Belum dapat Bedakan antara Draft dan UU

Empat Tahun sebagai Presiden tapi Jokowi Belum dapat Bedakan antara Draft dan UU

Sabtu, 24 Feb 2018 10:21

Sah! PDIP Calonkan Jokowi sebagai Capres 2019, Ini Kata Politisi Gerindra

Sah! PDIP Calonkan Jokowi sebagai Capres 2019, Ini Kata Politisi Gerindra

Sabtu, 24 Feb 2018 09:45

Ini Pesan dari Politisi ke Bakal Capres Pengganti Jokowi

Ini Pesan dari Politisi ke Bakal Capres Pengganti Jokowi

Sabtu, 24 Feb 2018 09:21

Tidak Lolos di Pemilu 2019 karena Ketum PBB Kerap Membela Ulama dan Aktivis

Tidak Lolos di Pemilu 2019 karena Ketum PBB Kerap Membela Ulama dan Aktivis

Sabtu, 24 Feb 2018 08:21


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X