Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.924 views

Soal Terorisme, PUSHAMI: Yang Dibutuhkan Evaluasi Bukan Sekuritisasi

JAKARTA (voa-islam.com), Pusat Hak Asasi Muslim Indonesia (PUSHAMI) mengatakan bahwa kejadian rusuh napipidana terorisme di Mako Brimob dan Aksi Teror di Surabaya, menyisakan dampak politis.

Menurut PUSHAMI, peristiwa ini dimanfaatkan oleh pihak keamanan dan pemerintah untuk mempengaruhi kerangka kerja keamanan melalui keputusan politik instan yang tidak akuntabel.

"Dalam konteks ini, pemerintah sedang melakukan sekuritisasi, upaya mencegah aksi-aksi terorisme dijadikan bargaining politik untuk kepentingan kekuasaan,"kata Ketua Divisi Kebijakan Publik PUSHAMI, Jaka Setiawan kepada voa-islam, Jakarta, Jumat (18/5/2018).

Sementara, kata Jaka, sekuritisasi akan merusak tatanan dan menabrak prosedur-prosedur akuntabilitas sistem kebijakan publik yang sudah diperjuangkan sejak reformasi dalam demokrasi dan good governance.

"Apakah RUU terorisme dirasa memang perlu atau tidak? UU Terorisme yang sekarang sudah cukup brutal diimplementasikan, hal tersebut bisa dilihat dalam laporan Komnas HAM tahun 2010," ucapnya.

Dalam laporan itu, kata Jaka, modus yang dilakukan Densus 88 diantaranya menculik, penganiayaan & penyiksaan, Bantuan Hukum yang direkayasa, melakukan kegiatan intelijen dengan teror fisik dan non fisik, melakukan kekerasan di depan anak-anak, diskriminasi terhadap keluarga saat menjenguk dan  terkait informasi keberadaan keluarga yang ditahan.

"Belum pernah ada evaluasi terkait penanggulangan terorisme dari dulu hingga sekarang. Jadi jangan dulu kita bicara perlu atau tidak, evaluasi dulu. Sekarang momentumnya, bisa dengan Pansus Terorisme," ujarnya.

Jaka mengatakan bahwa pemerintah jangan terbawa arus pemikiran untuk libatkan pihak sana dan sini. Ia melihat soal pelibatan sebenarnya adalah potret ketidakmampuan penegak hukum dan intelijen.

"Kalau tidak mampu pimpinan lembaga tersebut mundur saja, kewenangan yang luas sudah ada di dalam UU Teror yang ada, mulai dari masa penahanan yang lebih panjang, laporan intelijen sebagai bukti permulaan yang cukup,"jelasnya.

Bagi Indonesia, sambung Jaka, setelah 32 tahun bergumul dengan kekuasaan yang otoritarian, perumusan maupun penyelenggaraan kebijakan keamanan nasional atau kini populer dengan Rencana Komando Operasi Pasukan Khusus Gabungan (Koopsusgab), menjadi kekhawatiran tersendiri bagi upaya reformasi dan demokratisasi di Indonesia.

"Kekhawatiran tersebut terjadi akibat pengalaman pahit masa lalu yang menggunakan keamanan atau Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib) sebagai justifikasi untuk melakukan kekerasan, penculikan, dan penghilangan hak-hak dasar bahkan nyawa seseorang,"katanya.

Jaka menegaskan bahwa menjadi amat wajar jika usulan tersebut menerima penolakan yang cukup kuat dari beberapa kalangan masyarakat.  Tidak hanya pada masa lalu, pasca reformasi wacana serta regulasi yang menyangkut keamanan negara yang kerap mengorbankan kepentingan publik dan hak-hak masyarakat masih terus terjadi.

Misalnya saja, lanjut Jaka, operasi Densus 88 dalam menangkap terduga teroris. angka kekerasan, pembunuhan dan penggunaan senjata api tanpa standard operational prosedur (SOP) terhadap terduga teroris yang semakin meningkat.

Bahkan, imbuhnya, sampai hari ini tidak ada evaluasi terhadap SOP yang memberikan kewenangan kepada Densus 88 tersebut untuk melakukan penculikan, penyiksaan, dan pembunuhan terhadap terduga teroris.
Salah satu kasus yang cukup kontroversial adalah tewasnya Siyono dan Muhammad Jefri.

"Jangan sampai kewenangan ini disalahgunakan dan pada akhirnya merusak ruang kebebasan sipil dan politik masyarakat,"tandasnya. (bilal/voa-islam)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Latest News
Menlu Turki: Haftar Tidak Menginginkan Solusi Politik Tetapi Solusi Militer

Menlu Turki: Haftar Tidak Menginginkan Solusi Politik Tetapi Solusi Militer

Ahad, 16 Feb 2020 20:35

Laporan: Militer AS Tolak Tarik Seluruh Pasukan dari Irak, Tawarkan Penarikan Sebagian

Laporan: Militer AS Tolak Tarik Seluruh Pasukan dari Irak, Tawarkan Penarikan Sebagian

Ahad, 16 Feb 2020 20:11

Muslimah Wahdah Jakarta-Depok Selenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan

Muslimah Wahdah Jakarta-Depok Selenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan

Ahad, 16 Feb 2020 17:19

Kelompok Yahudi AS Kunjungi Arab Saudi untuk Pertama Kali

Kelompok Yahudi AS Kunjungi Arab Saudi untuk Pertama Kali

Ahad, 16 Feb 2020 17:15

Tanggapi Kepala BPIP, MUI: Jangan Ada yang Sok Pancasilais, Justru Melanggar Pancasila

Tanggapi Kepala BPIP, MUI: Jangan Ada yang Sok Pancasilais, Justru Melanggar Pancasila

Ahad, 16 Feb 2020 16:17

The 2nd HIEX 2020, Ratusan Produk Halal dan Syariah Hadir di Pameran Halal Terbesar di Indonesia

The 2nd HIEX 2020, Ratusan Produk Halal dan Syariah Hadir di Pameran Halal Terbesar di Indonesia

Ahad, 16 Feb 2020 16:14

Urun Modal Syirkah Bebas Riba di RM Padang Express 02

Urun Modal Syirkah Bebas Riba di RM Padang Express 02

Ahad, 16 Feb 2020 16:08

Ratusan Muda-Mudi Ramaikan Gerakan Menutup Aurat 2020 di Binjai

Ratusan Muda-Mudi Ramaikan Gerakan Menutup Aurat 2020 di Binjai

Ahad, 16 Feb 2020 15:27

IKUTI TRAINING QURANIC QUANTUM SECRET, MAGNET RIZKI QUANTUM

IKUTI TRAINING QURANIC QUANTUM SECRET, MAGNET RIZKI QUANTUM

Ahad, 16 Feb 2020 14:16

Siswa MAN 1 Pekanbaru Juara World Robotic For Peace 2020

Siswa MAN 1 Pekanbaru Juara World Robotic For Peace 2020

Sabtu, 15 Feb 2020 23:14

Pengusaha Terkemuka UEA Serukan Investor Israel Berinvestasi di Negaranya

Pengusaha Terkemuka UEA Serukan Investor Israel Berinvestasi di Negaranya

Sabtu, 15 Feb 2020 22:15

Perlukah Sabun Bersertifikat Halal?

Perlukah Sabun Bersertifikat Halal?

Sabtu, 15 Feb 2020 22:06

Pemimpin Sudan Al-Burhan: Israel Akan Bantu Hapus Sudan dari Daftar Hitam AS

Pemimpin Sudan Al-Burhan: Israel Akan Bantu Hapus Sudan dari Daftar Hitam AS

Sabtu, 15 Feb 2020 22:00

KBRI di Negara Terinfeksi Corona Diminta Cek Kesehatan WNI

KBRI di Negara Terinfeksi Corona Diminta Cek Kesehatan WNI

Sabtu, 15 Feb 2020 21:57

Mohamed Dahlan dan UEA Berada di Balik Pembunuhan di Luar Hukum di Yaman Sejak 2015

Mohamed Dahlan dan UEA Berada di Balik Pembunuhan di Luar Hukum di Yaman Sejak 2015

Sabtu, 15 Feb 2020 21:50

Amazon Paksa Warga Palestina untuk Daftarkan Diri Sebagai Orang Israel untuk Pengiriman Gratis

Amazon Paksa Warga Palestina untuk Daftarkan Diri Sebagai Orang Israel untuk Pengiriman Gratis

Sabtu, 15 Feb 2020 21:35

Kapal Perang AS Sita Ratusan Senjata Anti-Tank Seludupan dari Iran di Laut Arab

Kapal Perang AS Sita Ratusan Senjata Anti-Tank Seludupan dari Iran di Laut Arab

Sabtu, 15 Feb 2020 21:20

Lupa Hafalan Al-Qur’an, Bolehkah Membaca Istirja’?

Lupa Hafalan Al-Qur’an, Bolehkah Membaca Istirja’?

Sabtu, 15 Feb 2020 20:58

Allahu Akbar! 300 Orang Ta’a Bersyahadat

Allahu Akbar! 300 Orang Ta’a Bersyahadat

Sabtu, 15 Feb 2020 20:24

Bullying Hasil  Produk Generasi Sekuler

Bullying Hasil Produk Generasi Sekuler

Sabtu, 15 Feb 2020 19:53


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X

Jum'at, 14/02/2020 10:11

Bebaskan Syaikhul Aqsha Raed Salah!