Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.139 views

Soal Terorisme, PUSHAMI: Yang Dibutuhkan Evaluasi Bukan Sekuritisasi

JAKARTA (voa-islam.com), Pusat Hak Asasi Muslim Indonesia (PUSHAMI) mengatakan bahwa kejadian rusuh napipidana terorisme di Mako Brimob dan Aksi Teror di Surabaya, menyisakan dampak politis.

Menurut PUSHAMI, peristiwa ini dimanfaatkan oleh pihak keamanan dan pemerintah untuk mempengaruhi kerangka kerja keamanan melalui keputusan politik instan yang tidak akuntabel.

"Dalam konteks ini, pemerintah sedang melakukan sekuritisasi, upaya mencegah aksi-aksi terorisme dijadikan bargaining politik untuk kepentingan kekuasaan,"kata Ketua Divisi Kebijakan Publik PUSHAMI, Jaka Setiawan kepada voa-islam, Jakarta, Jumat (18/5/2018).

Sementara, kata Jaka, sekuritisasi akan merusak tatanan dan menabrak prosedur-prosedur akuntabilitas sistem kebijakan publik yang sudah diperjuangkan sejak reformasi dalam demokrasi dan good governance.

"Apakah RUU terorisme dirasa memang perlu atau tidak? UU Terorisme yang sekarang sudah cukup brutal diimplementasikan, hal tersebut bisa dilihat dalam laporan Komnas HAM tahun 2010," ucapnya.

Dalam laporan itu, kata Jaka, modus yang dilakukan Densus 88 diantaranya menculik, penganiayaan & penyiksaan, Bantuan Hukum yang direkayasa, melakukan kegiatan intelijen dengan teror fisik dan non fisik, melakukan kekerasan di depan anak-anak, diskriminasi terhadap keluarga saat menjenguk dan  terkait informasi keberadaan keluarga yang ditahan.

"Belum pernah ada evaluasi terkait penanggulangan terorisme dari dulu hingga sekarang. Jadi jangan dulu kita bicara perlu atau tidak, evaluasi dulu. Sekarang momentumnya, bisa dengan Pansus Terorisme," ujarnya.

Jaka mengatakan bahwa pemerintah jangan terbawa arus pemikiran untuk libatkan pihak sana dan sini. Ia melihat soal pelibatan sebenarnya adalah potret ketidakmampuan penegak hukum dan intelijen.

"Kalau tidak mampu pimpinan lembaga tersebut mundur saja, kewenangan yang luas sudah ada di dalam UU Teror yang ada, mulai dari masa penahanan yang lebih panjang, laporan intelijen sebagai bukti permulaan yang cukup,"jelasnya.

Bagi Indonesia, sambung Jaka, setelah 32 tahun bergumul dengan kekuasaan yang otoritarian, perumusan maupun penyelenggaraan kebijakan keamanan nasional atau kini populer dengan Rencana Komando Operasi Pasukan Khusus Gabungan (Koopsusgab), menjadi kekhawatiran tersendiri bagi upaya reformasi dan demokratisasi di Indonesia.

"Kekhawatiran tersebut terjadi akibat pengalaman pahit masa lalu yang menggunakan keamanan atau Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib) sebagai justifikasi untuk melakukan kekerasan, penculikan, dan penghilangan hak-hak dasar bahkan nyawa seseorang,"katanya.

Jaka menegaskan bahwa menjadi amat wajar jika usulan tersebut menerima penolakan yang cukup kuat dari beberapa kalangan masyarakat.  Tidak hanya pada masa lalu, pasca reformasi wacana serta regulasi yang menyangkut keamanan negara yang kerap mengorbankan kepentingan publik dan hak-hak masyarakat masih terus terjadi.

Misalnya saja, lanjut Jaka, operasi Densus 88 dalam menangkap terduga teroris. angka kekerasan, pembunuhan dan penggunaan senjata api tanpa standard operational prosedur (SOP) terhadap terduga teroris yang semakin meningkat.

Bahkan, imbuhnya, sampai hari ini tidak ada evaluasi terhadap SOP yang memberikan kewenangan kepada Densus 88 tersebut untuk melakukan penculikan, penyiksaan, dan pembunuhan terhadap terduga teroris.
Salah satu kasus yang cukup kontroversial adalah tewasnya Siyono dan Muhammad Jefri.

"Jangan sampai kewenangan ini disalahgunakan dan pada akhirnya merusak ruang kebebasan sipil dan politik masyarakat,"tandasnya. (bilal/voa-islam)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Kemenkes: 88 dari 100 ribu Orang Meninggal Akibat Rokok

Kemenkes: 88 dari 100 ribu Orang Meninggal Akibat Rokok

Kamis, 01 Oct 2020 22:18

Bangkitnya Komunis Satukan Umat

Bangkitnya Komunis Satukan Umat

Kamis, 01 Oct 2020 22:07

Iran Seludupkan Senjata Ke Pemberontak Syi'ah Houtsi di Yaman Melalui Pangkalan di Somalia

Iran Seludupkan Senjata Ke Pemberontak Syi'ah Houtsi di Yaman Melalui Pangkalan di Somalia

Kamis, 01 Oct 2020 21:45

Islamic State Perintahkan Anggotanya Lancarkan Serangan di Turki Setiap Bulan

Islamic State Perintahkan Anggotanya Lancarkan Serangan di Turki Setiap Bulan

Kamis, 01 Oct 2020 20:45

Mesir Hukum 2 Influencer TikTok Wanita Enam Tahun Penjara Karena 'Mendorong Prostitusi'

Mesir Hukum 2 Influencer TikTok Wanita Enam Tahun Penjara Karena 'Mendorong Prostitusi'

Kamis, 01 Oct 2020 20:30

Jajak Pendapat: Hampir Setengah Anggota Partai Konservatif Inggris Percaya Islam Adalah Ancaman

Jajak Pendapat: Hampir Setengah Anggota Partai Konservatif Inggris Percaya Islam Adalah Ancaman

Kamis, 01 Oct 2020 20:05

Turki Akan Kirim Dukungan Militer ke Azerbaijan Jika Diminta

Turki Akan Kirim Dukungan Militer ke Azerbaijan Jika Diminta

Kamis, 01 Oct 2020 19:47

Menjaga Pelita Kehidupan

Menjaga Pelita Kehidupan

Kamis, 01 Oct 2020 16:37

Hati-hati, Hallyu Cuma Bikin Halu

Hati-hati, Hallyu Cuma Bikin Halu

Kamis, 01 Oct 2020 16:14

Film G30S/PKI, Jejak Sejarah ideologi

Film G30S/PKI, Jejak Sejarah ideologi

Kamis, 01 Oct 2020 16:10

Indonesia Darurat Keamanan Ulama?

Indonesia Darurat Keamanan Ulama?

Kamis, 01 Oct 2020 16:06

IDEAS: Penciptaan Lapangan Kerja Jangan Korbankan Kesejahteraan Pekerja

IDEAS: Penciptaan Lapangan Kerja Jangan Korbankan Kesejahteraan Pekerja

Kamis, 01 Oct 2020 16:03

PKI Subur Bersama Rezim Otoriter

PKI Subur Bersama Rezim Otoriter

Kamis, 01 Oct 2020 15:59

BWA Ubah Lahan Tidur di Cireunghas Jadi Wakaf Produktif

BWA Ubah Lahan Tidur di Cireunghas Jadi Wakaf Produktif

Kamis, 01 Oct 2020 15:56

Satu Pekan Diberlakukan PSBB, Kasus COVID-19 Klaster Perkantoran di DKI Menurun

Satu Pekan Diberlakukan PSBB, Kasus COVID-19 Klaster Perkantoran di DKI Menurun

Kamis, 01 Oct 2020 11:47

Tak Terbayangkan Kalau Dulu PKI Menang dan Berkuasa

Tak Terbayangkan Kalau Dulu PKI Menang dan Berkuasa

Kamis, 01 Oct 2020 11:21

 Orang dengan Obesitas Lebih Mudah Terpapar Virus

Orang dengan Obesitas Lebih Mudah Terpapar Virus

Kamis, 01 Oct 2020 11:16

Mushola Jadi Sasaran Vandalisme, Kearifan Warga Sekitar Patut Diapresiasi

Mushola Jadi Sasaran Vandalisme, Kearifan Warga Sekitar Patut Diapresiasi

Kamis, 01 Oct 2020 11:08

Muslim India Kecewa Pengadilan Vonis Bebas Terdakwa Konspirator Penghancuran Masjid Babri

Muslim India Kecewa Pengadilan Vonis Bebas Terdakwa Konspirator Penghancuran Masjid Babri

Rabu, 30 Sep 2020 22:40

Pemberontak Syi'ah Houtsi Lakukan 65.971 Pelanggaran Terhadap Anak-anak Yaman

Pemberontak Syi'ah Houtsi Lakukan 65.971 Pelanggaran Terhadap Anak-anak Yaman

Rabu, 30 Sep 2020 20:55


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X

Kamis, 01/10/2020 16:10

Film G30S/PKI, Jejak Sejarah ideologi