Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.038 views

Yusril : PBB Manut Sama Ulama

JAKARTA (voa-islam.com), Partai Bulan Bintang (PBB) yang sementara ini menempatkan diri di tengah, belum memutuskan mendukung Prabowo-Sandi, apalagi mendukung Jokowi-Kiyai Ma’ruf, menurut PBB ternyata adalah sikap yang sejalan dengan ulama yang menyelenggarakan Ijtima di Hotel Peninsula, Jakarta, jelang pencapresan tiga minggu lalu.

Sikap Yusril yang masih berada di tengah begitu banyak dikecam seolah PBB tidak manut (patuh) pada ulama. “Lha, kami ini Partai Islam. Kalau tidak manut sama ulama, manut sama siapa lagi? Masa kami manut sama orang yang teriak-teriak di medsos yang tdk jelas juntrungannya” kata Yusril kepada media Sabtu (10/8/2018).

Ijtima ulama, tambahnya, memutuskan mendukung Prabowo sebagai Capres dan salah satu dari dua ulama, Ustad Abdul Samad dan Habib Salim Segaf Aljufri sebagai Cawapres. Habib Salim, oleh sejumlah ulama yang hadir berijtimak di Hotel Peninsula, dianggap bukan sembarang ulama, karena beliau diyakini sebagai “zuriyat” atau keturunan Rasulullah Muhammad SAW.

Tetapi apa yang diputuskan oleh partai-partai “koalisi keumatan” yang tidak pernah ngajak PBB untuk musyawarah itu, justru bukan ulama, melainkan Sandiaga Uno, seorang saudagar kaya raya yang sedang menjabat Wagub DKI. “Karena yang dipilih bukan ulama, ya PBB nunggu dulu, nunggu bagaimana petunjuk ulama yang berijtimak di Hotel Peninsula itu. Kan mereka yang memutuskan” imbuh Yusril.

Ketika sedang menunggu, Yusril  tidak henti-henti digempur dari kiri-kanan, mengapa “netral” dan tidak segera umumkan mendukung Prabowo-Sandi. “Malah ada yang menuduh saya mengkhianati komando para ulama. Lha, yang berkhianat tidak memilih pendamping Prabowo adalah seorang ulama, itu siapa? Memang saya?” tanya Yusril. Dirinya merasa tidak ikut-ikutan dan samasekali tidak pernah diajak bicara oleh partai-partai “koalisi keumatan” itu. Diapun juga merasa tidak pernah diajak bicara oleh Prabowo Subijanto  “yang menganggap saya selalu berada di luar negeri ketika diajak bertemu” kata Yusril sambil tersenyum.

Hari Sabtu sore, banyak pihak terperangah, setelah Imam Besar Habibina Muhammad Rizieq Syihab dengan tegas meminta segera diadakan Ijtima Ulama Jilid II untuk memutuskan, apakah para ulama dapat menerima keputusan partai-partai koalisi keumatan dan juga keputusan Prabowo Subijanto yang memilih seorang pengusaha, Sandiaga Uno, menjadi wakilnya, bukan ulama sebagaimana diputuskan oleh Ijtima Ulama Jilid I.

Sementara pada kubu sebelah, Jokowi, yang tidak dikomando ulama manapun, malah memilih seorang ulama, KH Ma’ruf Amin, Ketua Majelis Ulama Indonesia dan Rais Am PB NU.

"Jokowi kini mungkin merasa dirinya makin sakti mandraguna sebab bisa menjadi “satrio pinandito kasanding ngulama” (satria bijak yang bersanding dengan ulama), terlepas dari kontroversi tentang sosok Kiyai Ma’ruf Amin,"ungkapnya.

Terhadap keulamaan Kiyai Ma’ruf, Yusril balik bertanya “siapa di antara umat Islam Indonesia yang berani mengatakan bahwa Kiyai Ma’ruf Amin bukan ulama?. Kalau kita sepakat bahwa Kiyai Ma’ruf Amin adalah ulama dan beliau kini menjadi calon Presidennya kubu Jokowi, maka bagaimana umat harus bersikap?"

Ijtima Ulama Jilid I memutuskan mendukung Prabowo sebagai Presiden dan salah satu dari dua ulama sebagai wakilnya. Tetapi keputusan itu tidak ditaati. Sementara Jokowi yang tidak disuruh oleh ulama manapun, malah memilih ulama menjadi cawapresnya. "Saya berharap Ijtima Ulama Jilid II dapat menjernihkan dan menjawab pertanyaan ini," ujarnya.

Yusril menambahkan bahwa Ijtima Ulama Jilid II memang dilematis. Kalau ada ijtihad baru yang membatalkan keputusan semula, yakni memberikan legitimasi kepada Prabowo yang telah memutuskan memilih bukan ulama menjadi Cawapresnya, para ulama harus nenunjukkan dengan jelas rujukan nash syar’i yang menjadi dasar keputusannya. Salah2 mengambil keputusan bisa menyebabkan merosotnya wibawa ulama di mata umat.

Sementara belum ada keputusan Ijtima Ulama Jilid II, PBB kini berada di tengah. Ini sesuai dengan tausiyah Imam Besar Habibina Muhammad Rizieq Syihab. PBB juga memohon kejelasan keberadaan Ulama Kiyai Ma’ruf Amin yang kini sudah resmi menjadi cawapresnya Jokowi dari para ulama peserta Ijtima Ulama Jilid II, karena sejak awal PBB telah mengatakan tidak akan mendukung Jokowi sebagai capres 2019. “Kami, PBB manut kepada para ulama” kata Yusril mengakhiri keterangannya. (voa-islam)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Sudah 10 hari Maymunah terbaring menahan perihnya patah tulang paha akibat kecelakaan. Ia harus menjalani pencangkokan dan pengobatan tulang selama 60 hari dengan biaya 9,6 juta. Ayo bantu.!!...

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Aktivis dakwah ini gugur di bulan suci Ramadhan saat siaga menjaga markas FPI dan rumah Habib Rizieq. Jasadnya terkapar bersimbah darah dengan lubang peluru menembus dada hingga punggung....

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Muallaf Evelyn harus berjuang keras menafkahi kelima anaknya, meski fisiknya rapuh mengidap kanker tiroid. Betapapun pahitnya hidup, ia tetap tegar mewujudkan mimpi anaknya yang hafal Al-Quran...

Latest News
Penerapan Cukai Plastik, Rakyat Kian Tercekik

Penerapan Cukai Plastik, Rakyat Kian Tercekik

Rabu, 17 Jul 2019 03:53

Kebijakan Zonasi Memakan Korban

Kebijakan Zonasi Memakan Korban

Rabu, 17 Jul 2019 02:59

Soal Ekonomi, Pro Rakyat Jokowi Dipertanyakan

Soal Ekonomi, Pro Rakyat Jokowi Dipertanyakan

Selasa, 16 Jul 2019 22:43

Perjanjian Hudaibiyah

Perjanjian Hudaibiyah

Selasa, 16 Jul 2019 22:20

Rusia Kirim Sejumlah Besar Peralatan Militer dan Tank ke Utara Hama

Rusia Kirim Sejumlah Besar Peralatan Militer dan Tank ke Utara Hama

Selasa, 16 Jul 2019 22:15

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Selasa, 16 Jul 2019 22:03

Erdogan: S-400 Rusia Adalah Sistem Pertahanan Rudal Terbaik

Erdogan: S-400 Rusia Adalah Sistem Pertahanan Rudal Terbaik

Selasa, 16 Jul 2019 21:45

Konsep Pemerintah Bangun Kemudian Jual Infrastruktur Mirip Negara Ini

Konsep Pemerintah Bangun Kemudian Jual Infrastruktur Mirip Negara Ini

Selasa, 16 Jul 2019 21:43

Mantan Menteri Irak Klaim Pemimpin Islamic State Al-Baghdadi Bersembunyi di Libya

Mantan Menteri Irak Klaim Pemimpin Islamic State Al-Baghdadi Bersembunyi di Libya

Selasa, 16 Jul 2019 21:16

Presiden 8 Tahun?

Presiden 8 Tahun?

Selasa, 16 Jul 2019 20:50

Israel Tahan 2.759 Warga Palestina, 446 di Antaranya Anak di Bawah Umur Selama 6 Bulan Pertama 2019

Israel Tahan 2.759 Warga Palestina, 446 di Antaranya Anak di Bawah Umur Selama 6 Bulan Pertama 2019

Selasa, 16 Jul 2019 20:45

Insyaallah HRS Segera Pulang Dalam Waktu Dekat

Insyaallah HRS Segera Pulang Dalam Waktu Dekat

Selasa, 16 Jul 2019 20:43

Erdogan: Turki dan Rusia akan Produksi Bersama Sistem Rudal S-400

Erdogan: Turki dan Rusia akan Produksi Bersama Sistem Rudal S-400

Selasa, 16 Jul 2019 20:43

Seorang Tahanan Palestina Tewas di Sel Isolasi Penjara Israel

Seorang Tahanan Palestina Tewas di Sel Isolasi Penjara Israel

Selasa, 16 Jul 2019 20:28

HRW Kecam Kuwait yang Deportasi Warga Mesir Kembali ke Negaranya

HRW Kecam Kuwait yang Deportasi Warga Mesir Kembali ke Negaranya

Selasa, 16 Jul 2019 20:19

Lebak Bulus atau Akal Bulus?

Lebak Bulus atau Akal Bulus?

Selasa, 16 Jul 2019 19:40

Ditanya Soal Prabowo, GNPF Ulama: Hubungan Kita dengan Prabowo Sudah Selesai

Ditanya Soal Prabowo, GNPF Ulama: Hubungan Kita dengan Prabowo Sudah Selesai

Selasa, 16 Jul 2019 19:08

Rayahan Kursi

Rayahan Kursi

Selasa, 16 Jul 2019 18:30

Mengajarkan Pendidikan Agama di Sekolah, Berdosakah?

Mengajarkan Pendidikan Agama di Sekolah, Berdosakah?

Selasa, 16 Jul 2019 17:20

(Politik) Dagang Sapi

(Politik) Dagang Sapi

Selasa, 16 Jul 2019 16:10


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Senin, 15/07/2019 05:49

Pajak yang Memalak