Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
17.522 views

Di Muktamar KBPII, Soetrisno Bachir Kampanyekan Nasionalisme Baru

 
 
YOGYAKARTA (voa-islam.com)--Era ekonomi yang ditandai dengan berkembangnya fenomena kekuatan bisnis data seperti unicorn menandai kebangkitan bisnis kaum milenial Indonesia. Big data seperti Bukalapak.com, Tokopedia.com, Shopee kini menjadi platform baru dalam geliat ekonomi di Indonesia.
 
Berbicara pada Kegiatan “Mentoring Busines Usaha” yang dihadiri 100 lebih peserta dari seluruh Indonesia pada kegiatan Rangkaian Muktamar Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KBPII) di Yogjakarta, Kamis (14/11/2019), Ketua Komite Ekonomi Industri Nasional, Soetrisno Bachir  mengatakan kegembiraannya berbicara di kalangan pengusaha pemula. Selain itu, hadir juga Sandiaga Uno, dan Andi Arsian Djunaid.
 
Memulai pembicaraan dalam tataran global, Mas Tris sapaan akrab mantan Ketua KB PII  ini mengatakan sejak Trump terpilih sebagai Presiden Amerika, negeri Paman Sam ini dipimpin Trump layaknya seperti memimpin perusahaan. Terbukti ekonomi  Amerika tumbuh dengan baik. Kenapa? Persis seperti mimpin binsis, Trump tidak mau rugi, maka ia juga tidak mau rugi mimpin AS. Akibatnya ia tidak mau ikuti model perdagangan bebas karena ia yakin akan kalah dengan China. Padahal rejim perdagangan bebas (free trade) itu adalah ciptaan Amerika sendiri.
 
Akibatnya, lanjut Mas Tris, barang-barang China yang mau masuk ke AS dikenakan pajak yang tinggi. China pun menolak dan melawan hingga terjadi Trade War (perang dagang) hingga kini.
 
Mas Tris menuturkan, banyak negara yang mengambil untung akibat perang dagang super power ini, contohnya Taiwan. Produk Taiwan banyak masuk ke AS ketimbang China.  Indonesia, termasuk sayangnya tidak berhasil memanfaatkan Trade War ini karena pola dagangnya masih ikuti mazhab Free Trade. Harusnya ada special envoy yang melobi pasar AS seperti halnya Taiwan.
 
Kembali ke soal Unicorn, Mas Tris melihat kaum milenial Indonesia dengan diiming-iming hadiah jalan-jalan ke luar negeri, banyak membeli barang impor.  Kebiasaan membeli barang-barang impor ini jelas akan merusak ekonomi kita.  Karena, devisa kan jelas keluar negeri  (capital flight).
 
Hadiah jalan-Jalan ke luar negeri telah menyebabkan pariwisata kita kalah dengan Singapura dan Malaysia. Singapura negeri yang hanya "seupil" wilayah dibandingkan dengan kita, pemasukan dari sektor pariwisata luar bisa. Kita kalah juga dengan Malaysia yang  wisatanya 30 juta per tahun sementara kita cuma 16 juta.
 
Mas Tris menganalisa, salah satu kekalahan kita dibandingkan dengan negara tetangga pesaing kita yang tumbuh pesat seperti Vietnam dan Kamboja adalah karena mereka tumbuh pesat karena berfikir out of the box.
 
“Kalau kita berfikir linear terus maka ekonomi kita akan nyungsep. Kita harus berfikir out of the box, peranan APBN cuma 20 persen di negara maju. Selebihnya peranan para pengusahanya,” gugah Mas Tris. 
 
Dalam konteks membangun kelompok pengusaha inilah, Mas Tris memandang penting ormas-ormas Islam seperti KBPII, Muhammadiyah dan NU agar terus melakukan mentoring untuk mengubah mindset para pengusaha muda.  
 
“Nasionalisme ekonomi ini yang kita harus bangkitkan. Kita dijajah dengan produk Impor seperti buah, pacul, peniti dan mobil,” paparnya.
 
Agar bisa berhasil, lanjut Mas Tris, maka harus ada sinergi antara pelaku usaha, pemerintah, dan perguruan tinggi.  Thailand maju karena industri buahnya banyak melakukan riset di samping kemasannya juga sangat menarik.
 
“Jadi, kualitas produk itu harus memiliki value added utamnya dibidang inovasi dan kemasan agar kita tidak kalah bersaing dengan produk impor  di dalam negeri,” pungkasnya.* [Zul/Syaf/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Latest News
Perdana Menteri Imran Khan Sebut Pakistan Tidak Lagi Jadi Surga Aman Bagi Jihadis

Perdana Menteri Imran Khan Sebut Pakistan Tidak Lagi Jadi Surga Aman Bagi Jihadis

Senin, 17 Feb 2020 20:15

Gerakan Menutup Aurat 2020 Diselenggarakan di Jakarta

Gerakan Menutup Aurat 2020 Diselenggarakan di Jakarta

Senin, 17 Feb 2020 20:06

AS Ancam Putus Pembagian Data Intelijen Pada Negara yang Menggunakan Teknologi Huawei Cina

AS Ancam Putus Pembagian Data Intelijen Pada Negara yang Menggunakan Teknologi Huawei Cina

Senin, 17 Feb 2020 20:00

Taliban Tewaskan 5 Tentara Afghanistan dalam Serangan di Pangkalan Militer Shora Khak Kunduz

Taliban Tewaskan 5 Tentara Afghanistan dalam Serangan di Pangkalan Militer Shora Khak Kunduz

Senin, 17 Feb 2020 19:45

Rezim Teroris Assad Rebut Kembali Sebagian Besar Aleppo Menjelang Pembicaraan Rusia-Turki

Rezim Teroris Assad Rebut Kembali Sebagian Besar Aleppo Menjelang Pembicaraan Rusia-Turki

Senin, 17 Feb 2020 19:30

Cina Laporkan Meningkatnya Kasus Virus Baru Saat Jumlah Kematian Mendekati 1.800

Cina Laporkan Meningkatnya Kasus Virus Baru Saat Jumlah Kematian Mendekati 1.800

Senin, 17 Feb 2020 19:15

KH Tengku Zulkarnain: Masak Zaman Teknologi 5.0, Masih Ada Orang Besar Percaya Klenik

KH Tengku Zulkarnain: Masak Zaman Teknologi 5.0, Masih Ada Orang Besar Percaya Klenik

Senin, 17 Feb 2020 18:26

Jokowi Dilarang ke Kediri Karena Mitos Akan Lengser, Demokrat Bandingkan dengan SBY

Jokowi Dilarang ke Kediri Karena Mitos Akan Lengser, Demokrat Bandingkan dengan SBY

Senin, 17 Feb 2020 17:54

Elemen Pers Tolak Campur Tangan Pemerintah Lewat Omnibus Law

Elemen Pers Tolak Campur Tangan Pemerintah Lewat Omnibus Law

Senin, 17 Feb 2020 17:15

Harga Gula Menggila, Komisi IV DPR: Ini Permainan Mafia

Harga Gula Menggila, Komisi IV DPR: Ini Permainan Mafia

Senin, 17 Feb 2020 16:19

Eks Jubir Gus Dur: Pantangan Penguasa Itu Bukan Kediri, tapi ke Diri

Eks Jubir Gus Dur: Pantangan Penguasa Itu Bukan Kediri, tapi ke Diri

Senin, 17 Feb 2020 15:38

Banjir DKI Kok Surveinya di 34 Provinsi, Pasti Ngawur!

Banjir DKI Kok Surveinya di 34 Provinsi, Pasti Ngawur!

Senin, 17 Feb 2020 14:05

Ketua BPIP, dari Kesombongan Horizontal Menuju Kesombongan Vertikal

Ketua BPIP, dari Kesombongan Horizontal Menuju Kesombongan Vertikal

Senin, 17 Feb 2020 13:53

Ada Upaya RUU Cipta Kerja Cabut Peran MUI, IHW: Jangan Kooptasi Hukum Agama dengan Hukum Negara

Ada Upaya RUU Cipta Kerja Cabut Peran MUI, IHW: Jangan Kooptasi Hukum Agama dengan Hukum Negara

Senin, 17 Feb 2020 08:54

Legislator: Omnibus Law Cipta Kerja Jangan Merusak Lingkungan

Legislator: Omnibus Law Cipta Kerja Jangan Merusak Lingkungan

Senin, 17 Feb 2020 08:05

Menlu Turki: Haftar Tidak Menginginkan Solusi Politik Tetapi Solusi Militer

Menlu Turki: Haftar Tidak Menginginkan Solusi Politik Tetapi Solusi Militer

Ahad, 16 Feb 2020 20:35

Laporan: Militer AS Tolak Tarik Seluruh Pasukan dari Irak, Tawarkan Penarikan Sebagian

Laporan: Militer AS Tolak Tarik Seluruh Pasukan dari Irak, Tawarkan Penarikan Sebagian

Ahad, 16 Feb 2020 20:11

Muslimah Wahdah Jakarta-Depok Selenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan

Muslimah Wahdah Jakarta-Depok Selenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan

Ahad, 16 Feb 2020 17:19

Kelompok Yahudi AS Kunjungi Arab Saudi untuk Pertama Kali

Kelompok Yahudi AS Kunjungi Arab Saudi untuk Pertama Kali

Ahad, 16 Feb 2020 17:15

Tanggapi Kepala BPIP, MUI: Jangan Ada yang Sok Pancasilais, Justru Melanggar Pancasila

Tanggapi Kepala BPIP, MUI: Jangan Ada yang Sok Pancasilais, Justru Melanggar Pancasila

Ahad, 16 Feb 2020 16:17


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X