Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.944 views

Warga Curug Mekar Minta Pemkot Bogor Segera Relokasi GKI Yasmin

BOGOR (voa-islam.com)--Warga Kelurahan Curug Mekar, Bogor Barat menegaskan bahwa kasus GKI Yasmin adalah kasus pelanggaran hukum, bukan soal toleransi beragama. Karena itu mereka menginginkan adanya ketegasan hukum dari pihak pemerintah Kota Bogor.

“Kita ingin hukum ditegakkan, fatwa Mahkamah Agung (MA) jelas telah mencabut IMB GKI Yasmin, kemudian oleh Wali Kota Bogor sebelumnya diberi tiga pilihan diantaranya untuk relokasi. Nah kita sebagai warga Yasmin ingin mengikuti ketetapan hukum dari fatwa MA itu termasuk rekomendasi dari mantan Wali Kota untuk relokasi,” ujar juru bicara warga Curug Mekar Ahmad Halim Ibrahim di sela-sela acara dialog terkait isu keagamaan dan rumah ibadat di Hotel Mirah Bogor, Kamis (16/1/2020).

Menurutnya, GKI Yasmin yang lokasinya berada di Kelurahan Curug Mekar dicabut IMB nya oleh MA karena melakukan pelanggaran hukum, yaitu memalsukan tanda tangan warga sebagai syarat pendirian rumah ibadah.

“Agar Bogor aman bermartabat, hal ini patokannya hukum, hukum ditegakkan insyaallah akan aman dan bermartabat. Tetapi kalau pelanggar hukum itu diakomodir maka luka lama akan muncul kembali, dan tujuan Bogor aman bermartabat saya kira akan sulit tercapai,” kata Ahmad.

Pihaknya juga menyayangkan adanya tuduhan intoleran kepada warga dalam kasus ini. "Selama ini kehidupan beragama di Yasmin cukup bagus, buktinya ada warga non Muslim yang momen-momen tertentu nyaman mengadakan ibadah, juga ada empat gereja di sekitar Yasmin, kalau kita intoleran tentu kita juga akan menolak mereka,” ungkap Ahmad.

“Lalu kenapa kita menolak GKI Yasmin, karena mereka menempuh cara yang tidak benar, menipu warga dengan pemalsuan tanda tangan. Nah jadi yang kita permasalahkan selama ini adalah pelanggaran hukumnya,” tambahnya.

Ahmad menegaskan bahwa warga Curug Mekar berpatokan kepada keputusan MA yang telah mencabut IMB GKI Yasmin. “Keputusan MA sudah final, kalau dibuka kembali akan membuka luka lama. Lalu rekomendasi wali kota lama untuk relokasi itu win-win solution,” tandasnya.

Selain itu, pihaknya juga berharap dengan adanya dialog terkait isu keagamaan dan rumah ibadat di Bogor Barat yang digelar oleh Kementrian Agama mampu menyerap dan meneruskan aspirasi tokoh agama dan tokoh masyarakat Bogor tentang masalah pelanggaran hukum ini.

Berikut rangkuman penjelasan tentang kasus GKI Yasmin yang dibuat oleh warga Curug Mekar:

Memahami kasus GKI Yasmin secara cepat dan praktis beserta status IMB GKI Yasmin.

1) Pembekuan IMB

a) Muncul SK Dinas Tata Kota dan Pertamanan (DTKP) tgl 14 Feb 2008 No. 503/2008-DTKP tentang Pembekuan IMB GKI Yasmin.

b) Putusan MA tgl 9 Des 2010. No. 127 PK/TUN/2009. Amar Putusannya yaitu Perintah Pencabutan SK Dinas Tata Kota dan Pertamanan (DTKP) tgl 14 Feb 2008 No. 503/2008-DTKP tentang Pembekuan IMB GKI Yasmin.

c) SK Walikota No 503.45-135 tahun 2011 tgl 8 Maret 2011. Pelaksanaan Putusan MA yaitu Mencabut SK Dinas Tata Kota yang Membekukan IMB GKI Yasmin.

Status IMB GKI Yasmin resmi kembali.

2) Pencabutan IMB

a) Vonis Pengadilan Negeri Bogor tanggal 20 Januari 2011 Pidana Pemalsuan Tanda Tangan Warga dalam proses membuat IMB GKI Yasmin dan Inkracht (Berkekuatan Hukum Tetap) dengan Putusan MA No. 480 K/Pid/2012 tahun 2013 tentang Pidana Pemalsuan Tanda Tangan Warga dalam proses pembuatan IMB GKI Yasmin.

b) SK Walikota No. 645.45-135 tahun 2011 tanggal 11 Maret 2011 Tentang Pencabutan IMB GKI Yasmin, karena antara lain sudah muncul Cacat Hukum dlm Prosesnya.

c) Atas Pencabutan IMB tersebut, Pihak GKI Yasmin mengirim surat kepada MA berisi Permintaan Fatwa terkait Pencabutan IMB Tgl 11 Maret 2011 diatas. Surat no. 91/MJ-GKI Bgr/III/2011 tanggal 26 Maret 2011.

d) Atas Permintaan Fatwa tersebut, MA menjawab dalam Surat MA No. 45/Td.TUN/VI/2011, tgl 1 Juni 2011 yang intinya : Mempersilahkan Menggugat Pencabutan IMB tersebut di Pengadilan.

e) Tidak Ada Gugatan Hingga Kini. Artinya yang berlaku adalah SK Pencabutan IMB GKI Yasmin.

f) Sebagai Korban, warga merasa perlu untuk meminta Walikota Bogor dan para penegak hukum mencari Dalang Pemalsuan Tanda Tangan yang sudah Terbukti dan Mengumumkannya kepada Masyarakat sebagai tanggung jawab moral dan etikanya.* [Syaf/voa-islama.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Muslim India Kecewa Pengadilan Vonis Bebas Terdakwa Konspirator Penghancuran Masjid Babri

Muslim India Kecewa Pengadilan Vonis Bebas Terdakwa Konspirator Penghancuran Masjid Babri

Rabu, 30 Sep 2020 22:40

Pemberontak Syi'ah Houtsi Lakukan 65.971 Pelanggaran Terhadap Anak-anak Yaman

Pemberontak Syi'ah Houtsi Lakukan 65.971 Pelanggaran Terhadap Anak-anak Yaman

Rabu, 30 Sep 2020 20:55

Armenia Angkut Ratusan Militan Komunis Kurdi PKK untuk Perangi Azerbaijan

Armenia Angkut Ratusan Militan Komunis Kurdi PKK untuk Perangi Azerbaijan

Rabu, 30 Sep 2020 20:25

Orang Kaya Saudi Berusaha Pergi Dari Kerajaan Khawatir Represi Yang Meningkat Sejak MBS Berkuasa

Orang Kaya Saudi Berusaha Pergi Dari Kerajaan Khawatir Represi Yang Meningkat Sejak MBS Berkuasa

Rabu, 30 Sep 2020 19:35

Din Syamsuddin dan Pergerakan KAMI Kedepan

Din Syamsuddin dan Pergerakan KAMI Kedepan

Rabu, 30 Sep 2020 08:25

Sexual Content Bertentangan dengan Nilai Indonesia

Sexual Content Bertentangan dengan Nilai Indonesia

Rabu, 30 Sep 2020 06:35

Musala di Tangerang Jadi Sasaran Vandalisme, Ada Tulisan Anti-Islam dan Alquran Disobek

Musala di Tangerang Jadi Sasaran Vandalisme, Ada Tulisan Anti-Islam dan Alquran Disobek

Rabu, 30 Sep 2020 05:59

Covid-19 Menyadarkan Manusia untuk Ikhtiar dan Tawakkal

Covid-19 Menyadarkan Manusia untuk Ikhtiar dan Tawakkal

Selasa, 29 Sep 2020 23:53

Bola Pantul Itu Bernama KAMI

Bola Pantul Itu Bernama KAMI

Selasa, 29 Sep 2020 22:54

Film G 30S PKI, Cara Bangsa Menolak Lupa Kekajaman PKI

Film G 30S PKI, Cara Bangsa Menolak Lupa Kekajaman PKI

Selasa, 29 Sep 2020 22:30

Amir Kuwait Sheikh Sabah Al-Ahmad Al-Sabah Wafat di Usia 91 Tahun

Amir Kuwait Sheikh Sabah Al-Ahmad Al-Sabah Wafat di Usia 91 Tahun

Selasa, 29 Sep 2020 22:07

Jilbab Bukti Ketaatan, Bukan Pengekangan

Jilbab Bukti Ketaatan, Bukan Pengekangan

Selasa, 29 Sep 2020 21:41

Pertempuran Hebat Berlanjut di Garis Depan Armenia-Azerbaijan

Pertempuran Hebat Berlanjut di Garis Depan Armenia-Azerbaijan

Selasa, 29 Sep 2020 21:30

Rapatkan Barisan, Pemuda Muhammadiyah Gelar Rakornas

Rapatkan Barisan, Pemuda Muhammadiyah Gelar Rakornas

Selasa, 29 Sep 2020 20:55

Jangan Takut Mengajari Anak Berhijab sejak Dini

Jangan Takut Mengajari Anak Berhijab sejak Dini

Selasa, 29 Sep 2020 20:51

Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional Kecam Pembunuhan 2 Nelayan Palestina Oleh Tentara Mesir

Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional Kecam Pembunuhan 2 Nelayan Palestina Oleh Tentara Mesir

Selasa, 29 Sep 2020 20:50

KAMI Beruntung, Semakin Dibesarkan oleh Demo Penolakan

KAMI Beruntung, Semakin Dibesarkan oleh Demo Penolakan

Selasa, 29 Sep 2020 20:37

Saudi Paksa Para Pedagang Untuk Tidak Mengimpor Barang Lagi Dari Turki

Saudi Paksa Para Pedagang Untuk Tidak Mengimpor Barang Lagi Dari Turki

Selasa, 29 Sep 2020 20:15

Legislator: Anggaran Penggadaan Vaksin Covid-19 Perlu Diawasi dan Dikawal

Legislator: Anggaran Penggadaan Vaksin Covid-19 Perlu Diawasi dan Dikawal

Selasa, 29 Sep 2020 19:57

Legislator PKS Minta UMKM Dibebaskan dari Tarif Sertifikasi Halal

Legislator PKS Minta UMKM Dibebaskan dari Tarif Sertifikasi Halal

Selasa, 29 Sep 2020 19:45


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X