Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.875 views

Sejak Awal Penguasa Dinilai Masa Bodoh Tanggapi Corona

DEPOK (voa-islam.com)--Di hadapan sekitar 166 peserta online, Ketua Tim Penanggulangan Kanker Terpadu Paripurna (PKTP) Kecamatan Bojongsari, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kota Depok, dr Prastuti Waraharini, mengungkapkan penguasa negeri ini masa bodoh tangani pandemi Covid-19.

“Penguasa negeri ini bersikap masa bodoh dengan permasalahan besar yang terjadi di dunia,” ungkap Pemerhati Masalah Remaja dan Umat dalam acara MTR online, Ngobrol Seru Online: Covid-19 Pendemi yang Menghantui Dunia, Bagaimana Islam Menjawabnya, Ahad, (5/4/2020), via online WhatsApp grup. 

“Kita melihat satu kondisi sangat miris. Sejak awal sebelum wabah ini muncul kasusnya di Indonesia, penguasa menjadikan wabah ini seperti candaan, takabur, sombong. Tidak terhitung berapa banyak lontaran-lontaran dari penguasa yang mengatakan Indonesia aman, kita kebal, tak akan masuk Indonesia. Padahal, dalam ilmu kebijakan publik gestur penguasa itu sudah menunjukkan relasi dengan kebijakan sesungguhnya yang diambil,” bebernya.

Alumni FKUI tahun 2006 ini pun menegaskan bahwa negara hanya beretorika soal prioritas keselamatan rakyat, namun kebijakannya nyata tidak memberi jaminan. Hal ini bisa dilihat dari perhitungan materi yang masih menjadi pertimbangan dominan pengambilan keputusannya, sehingga tidak melakukan travel ban/larangan bepergian dan lockdown/isolasi. Kemudian, lamban dalam penanganan setelah kasus pertama muncul (identifikasi, isolasi, melacak kontak dan karantina). 

“Yang lebih miris lagi, ibaratnya ilmu perang, tenaga medis sebagai garda terdepan pun tidak mendapat perhatian memadai dari penguasa (APD kurang, stigmatisasi, kelelahan). Sampai hari ini puluhan tenaga medis gugur dalam perang melawan Covid-19. Ketika kasus ini sudah banyak, angka kejadiannya cukup tinggi, seharusnya lockdown itu diperlukan. Upaya agar tidak terjadi perluasan pandemi itu setengah-setengah dilakukan pemerintah. Pertimbangan penguasa selalu implikasinya masalah ekonomi. Karena lockdown ini ekstrim, otomatis akan menghentikan laju perekonomian. Itu artinya penguasa punya konsekuensi yang berat memjamin pasokan suplai kebutuhan pokok ke masyarakat,” ujarnya. 

“Yang terbaru diberlakukan penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar, pada 30 Maret 2020, mendorong orang untuk melakukan karantina mandiri atau social distancing mandiri. Artinya tidak ada kewajiban penguasa untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka. Pemerintah tidak mau rugi!!” bebernya. 

“Memburuknya implikasi pandemi yang terjadi di Indonesia adalah dampak dari pola pikir dan kebijakan liberal penguasa yang kapitalistik orientasinya pada ekonomi dan materialistik. Semua diukur dari materi, bukan pada pelayanan/kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

 

Penanganan Pandemi dalam Islam

Dr Prastuti pun mengungkapkan bagaimana penguasa dalam sistem Islam menangani pandemi ini. “Penguasa, prioritas perhatiannya terhadap keselamatan rakyat nomor satu dan mandiri dalam pengambilan keputusan. Sehingga akan melakukan lockdown dengan mengerahkan seluruh sumber daya dan potensi negara dan umat. Adanya optimasi kemampuan negara lockdown, optimasi peran sumber daya manusia (tenaga kesehatan, relawan, tokoh umat dan lainnya), sumber daya ekonomi dan pengembangan sains teknologi.”

“Penguasa memastikan suplai kebutuhan vital pada wilayah yang diisolasi. Membiayai aktivitas edukasi dan promosi hidup sehat pada masyarakat di luar wilayah pusat penyakit. Bahkan, penguasa melarang praktik ihtikar (penimbunan) pada barang apa pun, baik sembako, masker, hand sanitizer dan lainnya. Jika terbukti melanggar, pelaku akan diberi sanksi,” ungkapnya. 

“Ketika negara sudah menjamin pemenuhan kebutuhan rakyat, maka akan melahirkan sikap rakyat yang tawakkal dan rakyat tidak panik karena hak mereka pasti dipenuhi. Mereka akan tenang mengikuti mekanisme, karena sistem Islam sifatnya, rahmatan lil ‘alamin, rahmat bagi alam semesta,” pungkasnya.* [Siti Aisyah/Syaf/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

IDC menerima zakat fitrah Rp 40.000 hingga 51.000 per-jiwa, disalurkan kepada Mustahiq dengan prioritas Muallaf dan Fakir Miskin dari kalangan yatim, aktivis Islam, dan dhuafa terdampak pandemi...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

Alhamdulillah, kini Maria muallaf mahasiswi Universitas Brawijaya bisa bernafas lega. Yayasan IDC menyalurkan amanah dari para donatur, sebesar Rp 66.648.300 untuk membantu beasiswa pendidikan...

Latest News
PKS: Pemerintah Jangan Buru-buru New Normal

PKS: Pemerintah Jangan Buru-buru New Normal

Selasa, 26 May 2020 20:44

Hacker Gantikan Panggilan Adzan di Beberapa Masjid Turki dengan Lagu Protes Italia

Hacker Gantikan Panggilan Adzan di Beberapa Masjid Turki dengan Lagu Protes Italia

Selasa, 26 May 2020 20:35

Muslim AS dan Kanada Lakukan Shalat Idul Fitri di Dalam Mobil Di Tengah Pembatasan Virus Corona

Muslim AS dan Kanada Lakukan Shalat Idul Fitri di Dalam Mobil Di Tengah Pembatasan Virus Corona

Selasa, 26 May 2020 20:15

Status New Normal dan Posisi Dilematis Presiden

Status New Normal dan Posisi Dilematis Presiden

Selasa, 26 May 2020 19:51

Saudi Akan Mulai Cabut Pembatasan Pencegahan Virus Corona

Saudi Akan Mulai Cabut Pembatasan Pencegahan Virus Corona

Selasa, 26 May 2020 19:44

Taat Protokol Kesehatan, Perwujudan Kesholehan Sosial

Taat Protokol Kesehatan, Perwujudan Kesholehan Sosial

Selasa, 26 May 2020 18:57

Sulit Hidup Berdamai dengan Corona

Sulit Hidup Berdamai dengan Corona

Selasa, 26 May 2020 17:38

Muslim di Italia Ikuti Aturan Pencegahan Virus Corona Saat Rayakan Idul Fitri

Muslim di Italia Ikuti Aturan Pencegahan Virus Corona Saat Rayakan Idul Fitri

Selasa, 26 May 2020 16:56

Update 26 Mei 2020 Infografis Covid-19

Update 26 Mei 2020 Infografis Covid-19

Selasa, 26 May 2020 16:28

Gelar Halal Bihalal di Tengah Corona, IPW Minta Mendagri Tindak Tegas Rektor IPDN

Gelar Halal Bihalal di Tengah Corona, IPW Minta Mendagri Tindak Tegas Rektor IPDN

Selasa, 26 May 2020 15:06

Miris! Di Tengah Corona, Kampus IPDN Gelar Halal Bihalal Undang Penyanyi dari Jakarta

Miris! Di Tengah Corona, Kampus IPDN Gelar Halal Bihalal Undang Penyanyi dari Jakarta

Selasa, 26 May 2020 14:02

Klarifikasi MUI Soal Viral Surat Larangan Rapid Test Covid-19

Klarifikasi MUI Soal Viral Surat Larangan Rapid Test Covid-19

Selasa, 26 May 2020 13:29

PKS: Kado Pedih Lebaran, Enam ABK Indonesia Tewas di Kapal China

PKS: Kado Pedih Lebaran, Enam ABK Indonesia Tewas di Kapal China

Selasa, 26 May 2020 12:23

Berjuang, Berdoa, dan Bertawakal  Melawan Covid-19

Berjuang, Berdoa, dan Bertawakal Melawan Covid-19

Selasa, 26 May 2020 10:45

Heran Habib Bahar Digunduli, Politisi Gerindra Akan Cecar Menkumham Yasonna

Heran Habib Bahar Digunduli, Politisi Gerindra Akan Cecar Menkumham Yasonna

Selasa, 26 May 2020 09:46

Cegah Gelombang Kedua Penularan Covid-19, Anies Baswedan Perketat Pintu Masuk ke Jakarta

Cegah Gelombang Kedua Penularan Covid-19, Anies Baswedan Perketat Pintu Masuk ke Jakarta

Selasa, 26 May 2020 08:57

Aa Gym Terkena Hoaks

Aa Gym Terkena Hoaks

Selasa, 26 May 2020 07:43

Jurus Gubernur Anies Cegah Gelombang Kedua Corona di Jakarta

Jurus Gubernur Anies Cegah Gelombang Kedua Corona di Jakarta

Selasa, 26 May 2020 06:52

150 TKA China di Jember Dipulangkan ke Negaranya

150 TKA China di Jember Dipulangkan ke Negaranya

Selasa, 26 May 2020 05:46

Pendemi Menghantam Negeri, KDRT kian Bersemi; Salah Siapa?

Pendemi Menghantam Negeri, KDRT kian Bersemi; Salah Siapa?

Senin, 25 May 2020 23:05


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X