Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.304 views

UIN Sunan Gunung Djati Bandung Gelar Zikir dan Doa Bersama di Tengah Covid-19

BANDUNG (voa-islam.com)--Di tengah upaya pencegahan penyebaran wabah Covid-19 dan menyambut bulan suci Ramadhan 1441 H, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Zikir dan Doa Bersama melalui telekonferensi aplikasi zoom dan disiarkan secara langsung pada kanal Youtube Humas al-Jamiah UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Kamis (23/04/2020).

Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si menjelaskan zikir dan doa bersama ini diikuti seluruh civitas akademika. “Sebelum acara zikir dan doa bersama dimulai, dari pukul 09.00 sampai 10.00 setiap Fakultas, Pascasarjana, dan Unit masing-masing di lingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung melakukan khatmil Qur’an secara bersama-sama. Baru dari pukul 10.00 sampai 12.00 dilaksanakan zikir dan doa bersama,” tegasnya.

Menurutnya, zikir dan doa bersama ini diisi tausiah dari Prof. Dr. H. Dadang Kahmad, M.Si, Guru Besar Sosilogi Agama yang menyampaikan materi tetang sikap kehidupan masyarakat beragama di tengah penyebaran virus korona. Sedangkan zikir dan doa bersama dipimpin oleh Prof. Dr. H. Nurwadjah Ahmad EQ., MA. Guru Besar Ilmu Al-Quran dan Tafsir yang dipandu oleh Wakil Rektor I, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag.

Rektor menyampaikan terimakasih kepada seluruh dosen, tenaga kependidikan, dan pegawai lainnya di lingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang masih bisa melaksanakan kegiatan sesuai tusi ditengah keterbatasan karena pandemi wabah Covid-19 yang belum berakhir.

Momentum Ramadhan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan melaksanakan berbagai amaliyah Ramadhan.  “Kita sambut ramadhan yang mulia ini dengan amaliah secara sempurna. Marilah kita terus berdoa dan berzikir, agar  wabah corona akan memutus mata rantai penyebaran Covid-19, ” tegasnya.

Menurutnya, tidak mustahil amaliyah Ramadhan yang dilakukan secara baik akan memutus rantai virus corona yang saat ini mewabah di seluruh dunia, khususnya Indonesia. “Jalankan amaliyah Ramadhan dengan baik dan jalankan tusi masing-masing, karena tidak ada alasan aktifitas bekerja jadi berkurang karena berpuasa. Rasullullah Saw saja mengalami beberapa peperangan di bulan Ramadhan dan meraih banyak kemenangan. Maka kita harus meyakini bisa memenangkan melawan wabah ini dengan catatan melakukan amaliyah Ramadhan dengan sebaik mungkin,” jelasnya.

Sesungguhnya,  Rasulullah tetap melaksanakan segala aktifitas amaliah ramadhan, meskipun dalam kondisi wabah corona. Namun, tugas-tugas kita harus tetap terlaksana. “Kita tidak boleh mengurangi amaliah ramadhan dan tetap bekerja. Kita harus menang, walau dalam bulan ramadhan ini,” ungkapnya.

Mengutip seorang cendikianwan Mesir, Dr. Muhammad Zakir Husain, yang menyatakan seorang muslim seharusnya melaksanakan pesan moral dari ibadah puasa jika ingin puasanya bernilai di hadapan Allah, bukan hanya untuk menggugurkan kewajiban.  “Saya berpendapat, jika pesan moral puasa dikaitkan dengan situasi wabah corona saat ini, makashaum kita akan jadi solusi di masa mendatang. Kenapa? Kita lihat, salah satu pesan moral puasa adalah ikhlas, jika kita hadapi musibah ini dengan keikhlasan, maka kita tidak akan merasa resah dan gelisah. Kedua sabar, hadapi wabah ini dengan sabar dengan mengikuti anjuran pemerintah untuk di rumah saja. Ketiga, jujur, jika kita punya keluhan kesehatan yang mirip gejala virus, maka jujurlah kepada tenaga kesehatan, lalu mengisolasi diri dan menjaga jarak. Keempat, disiplin, jika berpuasa kita disiplin untuk menahan lapar untuk tidak makan dan minum sebelum waktu berbuka, maka kita juga aplikasikan dengan disiplin untuk mentaati protokol kesehatan dan arahan pemerintah.Kelima, peduli terhadap yang lemah, ini juga seharusnya menjadi solusi pada orang-orang yang lemah yang terkena dampak wabah corona,” paparnya.

Zakir Husain mengatakan, ramadhan adalah ibadah puasa, jadi patutlah bagi kita tetap melaksanakan pesan moral dengan baik, sebagai nilai ramadhan di hadapan Allah Swt.

Shaum kita, ibadah amaliah kita harus menjadi solusi wabah korona. “Pesan moral shaum ini bila dilakasanakan akan memutus mata rantai penyebaran wabah corona. Mudah-mudahan amaliah ramadhan ini bernilai pahala di sisi Allah Swt. Intinya, saya mengucapkan terima kasih dan mengajak kepada para pimpinan UIN Sunan Gunung Djati Bandung agar tetap melaksanakan tugas. Meskipun dalam suasan ramadhan dan keterbatasan penyebaran wabah corona saat ini,” ungkapnya.

Dalam tausiyahnya, Prof. Dr. H. Dadang Kahmad, M.Si, menyampaikan tentang sikap kehidupan masyarakat beragama di tengah penyebaran pandemi Covid-19, "Saya melihatnya dari aspek keagamaan atau masyarakat beragama karena itu bidang studi saya, dunianya realitas, bukan ideal. Insya Allah ramadhan besok akan mengalami suasana ibadah ramadhan yang berbeda. Selama saya hidup 68 tahun baru mengalami ini, tidak pergi ke masjid luar biasa, bukan ibadahnya yang dilarang, tapi kedekatan kita, kontak sosial, kontak fisik yang menyebabkan penyebaran Covid-19. Salah satunya menjaga jarak. Oleh karena itu suasan ramadhan besok akan menjadi luar biasa," tandasnya.

Menurutnya, penyebaran pandemi virus korona ini "mengakibatkan insitusi-insitusi kebanggaan manusia itu semuanya off, kekuasanan, politik lemah, ekonomi dan kekayaan lumpuh, pangeran Charles, orang yang terjaga kena, negara Adidaya, Amerika, China kena. Cuma yang saya perhatikan kenapa semua agama kena. Perayaan Paskah dihadiri 2 orang, 3 orang dengan pengantar, Mekah yang sering dikunjungi kosong,  karena lockdown. Hindu, Budha, Konghucu semuanya kena. Pertanyaannya, ketika dunia sekuler kena. Kenapa orang beragama mengalami yang sama. Padahal sangat dekat dengan Tuhan," jelasnya.

Dalam pandangan Gordon W Allport, psikolog, membagi dua macam cara beragama: ekstrinsik dan intrinsik. “Ekstrinsik keberagamaan yang formalitas, bukan untuk mendekatkan kepada Tuhan, tapi hanya sebatas ritual, bertemu dengan teman-teman bisnis di Gereja yang hanya bertujuan dunia, ekonomi. Kita kehilangan ruhaniyah, kesadaran, internalisasi nilai-nilai dalam kehidupan keberagamaan, sehingga menjadi sangat lemah. Padahal yang diutamakan kata Rasulullah adalah akhlak, moral," ungkapnya.

Diakuinya, banyaknya orang yang menjadikan agama sebagai formalitas atau hanya untuk ritual semata. “Kita harus bertanya dan introspeksi, apakah ibadah kita benar-benar ikhlas karena Allah atau hanya kepentingan duniawi saja, apakah benar jutaan orang melakukan ibadah haji, rame-rame orang datang ke masjid dan lainnya untuk niat ukhrawi? Mungkin saja banyak diantara kita yang sudah kehilangan ruh beribadah. Apakah kita dalam beragama itu sudah meresap seperti yang diinginkan Nabi atau belum?” jelasnya.

Oleh karenanya, yang diinginkan Allport itu sikap intrinsik, keberagamaan yang subtansial, tidak formatistik. “Sebagaimana dikatakan Pak Rektor tadi, puasa adalah ibadah yang menuntut keikhlasan, tidak memerlukan saksi manusia, berbeda dengan ibadah lainnya seperti shalat dan zakat yang kelihatan, puasa menuntut kejujuran karena tidak ada yang tahu kita benar-benar sedang puasa atau tidak. Kehadiran shaum harus jadi inside control. Semoga dengan berpuasa, kita bisa introspeksi bersama, memperbaiki sikap keberagamaan bagi kita supaya beragama secara intrinsik, agar ibadah lebih substansial, bukan hanya formalitas, cukup tanyalah hatimu, tanya hati kita masing-masing dan selalu perbaiki akhlak kita, moral, akhlak yang dirahmati, dimiliki, bukan kesenangan duniawi,” pesannya.

Mengenai acara zikir dan doa bersama ini Dekan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH), Dr. Setia Gumilar, M.Si menuturkan  “Saya mengapresiasi gagasan Rektor UIN Bandung untuk melaksanakan zikir dan doa menjelang bulan Ramadhan sekaligus memberikan energi dalam menghadapi wabah covid 19 ini. Mudah-mudahan acara ini bukan hanya seremonial semata, tapi bisa diambil manfaatnya bagi seluruh civitas akademika, terutama dalam melaksanakan tugasnya sebagai ASN, yaitu menjadi pegawai yang siap dalam berbagai keadaan untuk melakukan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” jelasnya.

Dengan zikir dan doa bersama yang dilakukan melalui teleconference ini tetap menjadi tambahan kekuatan bagi seluruh civitas akademika UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam melakukan tugasnya sebagai ASN maupun sebagai masyarakat di dalam kehidupan masing-masing. “Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Rektor yang telah memotivasi dan mengingatkan kami untuk senantiasa menyikapi berbagai persoalan yang dihadapi dengan cara mendekatkan diri kepada Allah. Mudah-mudahan zikir dan doa ini menjadi energi bagi kita dalam melakukan tugas kehidupan di dunia ini,” pungkasnya.* [Ril/Syaf/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Pasukan Khusus AS Tewaskan Komandan Senior Islamic State Dan 10 Rekannya Di Somalia

Pasukan Khusus AS Tewaskan Komandan Senior Islamic State Dan 10 Rekannya Di Somalia

Jum'at, 27 Jan 2023 10:36

Mujahid: Imarah Islam Afghanistan Tidak Akan Runtuh Karena Krisis Ekonomi Dan Kemanusiaan

Mujahid: Imarah Islam Afghanistan Tidak Akan Runtuh Karena Krisis Ekonomi Dan Kemanusiaan

Kamis, 26 Jan 2023 16:16

Polisi India Tangkap Mahasiswa Saat Pemutaran Film Dokumenter BBC 'India, The Modi Question'

Polisi India Tangkap Mahasiswa Saat Pemutaran Film Dokumenter BBC 'India, The Modi Question'

Kamis, 26 Jan 2023 15:16

Al-Azhar Serukan Dunia Islam Boikot Produk Swedia Dan Belanda Karena Penodaan Al-Qur'an

Al-Azhar Serukan Dunia Islam Boikot Produk Swedia Dan Belanda Karena Penodaan Al-Qur'an

Kamis, 26 Jan 2023 14:15

Mantan Menlu AS Mike Pompeo Klaim Berhasil Gagalkan Perang Nuklir India Dan Pakistan Pada 2019

Mantan Menlu AS Mike Pompeo Klaim Berhasil Gagalkan Perang Nuklir India Dan Pakistan Pada 2019

Kamis, 26 Jan 2023 13:34

AS Putuskan Akan Kirim 31 Tank Canggih M1 Abrams Ke Ukraina

AS Putuskan Akan Kirim 31 Tank Canggih M1 Abrams Ke Ukraina

Kamis, 26 Jan 2023 12:35

Training Ilmu EROSI, Cara Anda hadapi Masalah Dengan Tersenyum

Training Ilmu EROSI, Cara Anda hadapi Masalah Dengan Tersenyum

Kamis, 26 Jan 2023 11:37

Saling Anggap Adik-Kakak, Laki dan Wanita Bukan Mahram Boleh Chattingan?

Saling Anggap Adik-Kakak, Laki dan Wanita Bukan Mahram Boleh Chattingan?

Kamis, 26 Jan 2023 11:37

CAIR Desak Pemerintah AS Hentikan Penggunaan Daftar Pantauan 'Teroris'

CAIR Desak Pemerintah AS Hentikan Penggunaan Daftar Pantauan 'Teroris'

Kamis, 26 Jan 2023 11:06

8 Keunikan Pesantren Darul Munir, Modern dan Ramah Santri

8 Keunikan Pesantren Darul Munir, Modern dan Ramah Santri

Kamis, 26 Jan 2023 10:13

Mengapa Modi Tidak Ingin Warga India Tonton Film Dokumenter BBC Tentang Kerusuhan Gujarat??

Mengapa Modi Tidak Ingin Warga India Tonton Film Dokumenter BBC Tentang Kerusuhan Gujarat??

Rabu, 25 Jan 2023 22:05

Presiden Somalia Sebut Iran Ikut Campur Di Negaranya, Terapkan 'Agenda Subersif' Lewat Upaya Bantuan

Presiden Somalia Sebut Iran Ikut Campur Di Negaranya, Terapkan 'Agenda Subersif' Lewat Upaya Bantuan

Rabu, 25 Jan 2023 18:30

Puasa Khusus di Bulan Rajab; Boleh?

Puasa Khusus di Bulan Rajab; Boleh?

Rabu, 25 Jan 2023 15:05

Pakistan Naikan Hukuman Bagi Para Penghina Istri Nabi Dan Sahabat Hingga 10 Tahun Penjara

Pakistan Naikan Hukuman Bagi Para Penghina Istri Nabi Dan Sahabat Hingga 10 Tahun Penjara

Rabu, 25 Jan 2023 15:00

Prancis Pulangkan 15 Wanita Dan 32 Anak-anak Dari Kamp Tahanan Jihadis Di Suriah

Prancis Pulangkan 15 Wanita Dan 32 Anak-anak Dari Kamp Tahanan Jihadis Di Suriah

Rabu, 25 Jan 2023 13:59

Fintech Halal Yang Didukung Aramco Luncurkan Cabang Bank Fisik Di London

Fintech Halal Yang Didukung Aramco Luncurkan Cabang Bank Fisik Di London

Rabu, 25 Jan 2023 09:38

Tahukah Anda, Marah 10 Menit Tubuh Depresi Selama 16 Jam. Ini Solusinya

Tahukah Anda, Marah 10 Menit Tubuh Depresi Selama 16 Jam. Ini Solusinya

Rabu, 25 Jan 2023 09:26

Mahasiswa India Putar Film Dokumenter Tentang Modi Meski Dilarang Pemerintah

Mahasiswa India Putar Film Dokumenter Tentang Modi Meski Dilarang Pemerintah

Selasa, 24 Jan 2023 13:52

Erdogan Ke Swedia: Jangan Harap Dukungan Turki Untuk Keanggotaan NATO Setelah Protes Stockholm

Erdogan Ke Swedia: Jangan Harap Dukungan Turki Untuk Keanggotaan NATO Setelah Protes Stockholm

Selasa, 24 Jan 2023 12:05

Kasus COVID-19 Meningkat Jadi Sepertiga Populasi Tahanan Di Penjara Teluk Guantanamo

Kasus COVID-19 Meningkat Jadi Sepertiga Populasi Tahanan Di Penjara Teluk Guantanamo

Selasa, 24 Jan 2023 11:00


MUI

Must Read!
X