Kamis, 10 Jumadil Awwal 1448 H / 22 Oktober 2026 13:54 wib
155 views
Hari Santri 2026, Sekjen MUI: Pesantren Harus Jadi Rujukan Peradaban
JAKARTA (Voa-islam.com)--Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Buya Amirsyah Tambunan menegaskan pesantren harus tetap menjadi rujukan dalam membangun peradaban bangsa di tengah disrupsi teknologi. Dia juga mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan pesantren agar terbebas dari praktik perundungan dan tindak asusila.
Pesan tersebut disampaikan Buya Amirsyah dalam momentum peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Kamis (22/10/2026).
Buya Amirsyah menyampaikan tiga catatan penting mengenai eksistensi santri dan pesantren. Pertama, secara de facto, pesantren telah berdiri jauh sebelum Indonesia merdeka. Dari pesantren pula lahir para ulama yang menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan kedaulatan negara.
Kedua, perjuangan kaum santri tidak berhenti setelah kemerdekaan. Peran santri terus berlanjut dalam mengisi pembangunan dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Ketiga, tantangan yang dihadapi para pemangku kepentingan semakin kompleks di tengah gelombang disrupsi, terutama akibat perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
"Oleh karena itu, semua pihak harus bersinergi mengantisipasi agar pesantren tetap menjadi rujukan dalam membangun peradaban. Sebagaimana nasihat para ulama, 'al-adabu fauqal 'ilmi' (الأدب فوق العلم), adab lebih utama daripada ilmu," ujar Buya Amirsyah.
Selain menghadapi tantangan teknologi, Buya Amirsyah menekankan pentingnya menjaga marwah pesantren sebagai lembaga pendidikan dan pembentukan akhlak. Lingkungan pesantren, menurut dia, harus terbebas dari segala bentuk perundungan (bullying) dan tindak asusila.
Upaya tersebut penting untuk memastikan pesantren tetap menjadi tempat yang aman bagi para santri sekaligus melahirkan generasi berakhlak mulia dan mampu bersaing di tingkat global.*
Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!