Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
200 views

Dokter Dikdik Kodarusman Soroti Dampak Asap Karhutla: Gangguan Pernapasan Tak Selalu Berarti Infeksi

Dokter peminat kajian autofagi ini menyoroti pentingnya membedakan gangguan pernapasan akibat paparan polutan dari penyakit yang disebabkan infeksi mikroorganisme. Ia juga mendorong perhatian terhadap dampak asap terhadap organ tubuh lainnya.

VOA ISLAM – Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap kesehatan masyarakat tidak semestinya hanya dilihat dari gangguan pernapasan. Paparan asap juga dapat membawa partikel halus dan berbagai senyawa berbahaya yang berdampak pada kesehatan jantung, pembuluh darah, serta organ tubuh lainnya.

Persoalan tersebut menjadi perhatian dr. Dikdik Kodarusman, seorang dokter yang memperkenalkan diri sebagai peminat kajian autofagi. Dalam profil publiknya di Kumparan, ia tercatat tinggal di Kota Cirebon. Ia juga pernah menulis artikel kesehatan di Kompas.com, antara lain tentang manusia sebagai suatu sistem dan hubungan imunitas tubuh dengan infeksi.

Melalui unggahan di laman Facebook-nya, dr. Dikdik mengajukan pandangan kritis mengenai penyebutan gangguan pernapasan akibat karhutla sebagai infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Menurutnya, apabila gangguan kesehatan itu terutama disebabkan paparan polutan dari asap, persoalannya lebih tepat dipahami sebagai intoksikasi atau keracunan akibat paparan zat berbahaya, bukan semata-mata infeksi.

Pandangan tersebut mengangkat persoalan penting dalam penanganan korban karhutla: apakah gangguan kesehatan yang muncul disebabkan oleh infeksi, paparan polutan, atau kombinasi keduanya?

Paparan Polutan Berbeda dari Infeksi

Dalam unggahannya, dr. Dikdik menjelaskan bahwa penyebab gangguan kesehatan akibat paparan asap karhutla perlu diperhatikan secara tepat. Jika penyebabnya adalah polutan, pendekatan penanganannya harus mempertimbangkan dampak paparan zat tersebut, bukan secara otomatis menganggapnya sebagai infeksi yang memerlukan antibiotik.

Secara medis, asap kebakaran memang mengandung campuran partikel halus dan gas, termasuk karbon monoksida (CO), serta berbagai senyawa lain yang komposisinya bergantung pada bahan yang terbakar. Paparan asap dapat menimbulkan batuk, sesak napas, iritasi saluran pernapasan, memperburuk asma, dan meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular.

Karena itu, penting membedakan gangguan akibat iritasi atau keracunan dari infeksi yang disebabkan virus maupun bakteri. Antibiotik tidak mengatasi keracunan gas atau iritasi akibat partikel asap, dan penggunaannya harus didasarkan pada indikasi infeksi bakteri.

Meski demikian, istilah ISPA tidak otomatis keliru untuk setiap pasien yang berada di wilayah terdampak karhutla. Diagnosis perlu ditentukan berdasarkan gejala, pemeriksaan klinis, dan penyebab yang ditemukan. Paparan asap juga tidak menutup kemungkinan seseorang mengalami infeksi secara bersamaan.

Dampak Asap Tidak Terbatas pada Saluran Pernapasan

Poin berikutnya yang disoroti dr. Dikdik adalah kemungkinan dampak sistemik akibat paparan zat berbahaya. Menurut pandangannya, gangguan kesehatan akibat asap tidak seharusnya hanya ditangani dari sisi pernapasan, terutama apabila pasien mengalami keracunan berat yang turut memengaruhi fungsi organ lain.

Hal ini memiliki dasar medis. Karbon monoksida, misalnya, dapat berikatan dengan hemoglobin dan mengurangi kemampuan darah membawa oksigen. Keracunan berat dapat mengganggu fungsi otak, jantung, dan organ lainnya. Sementara itu, partikel halus dalam asap dapat memicu peradangan dan memperburuk penyakit pernapasan maupun kardiovaskular.

Dalam unggahannya, dr. Dikdik juga menyebut kemungkinan gangguan komponen darah, seperti anemia hemolitik, leukopenia, dan trombositopenia, serta risiko kegagalan multiorgan.

Namun, perubahan tersebut tidak dapat dianggap sebagai akibat yang pasti pada setiap korban karhutla. Jenis gangguan dan tingkat keparahannya bergantung pada komposisi polutan, kadar paparan, durasi paparan, serta kondisi kesehatan pasien. Kelainan darah dan kegagalan multiorgan memerlukan pemeriksaan medis untuk memastikan penyebabnya.

Dengan demikian, perhatian terhadap dampak sistemik asap penting, tetapi penilaian setiap kasus tetap harus berdasarkan bukti klinis.

Mendorong Penanganan Sesuai Penyebab

Dr. Dikdik juga mengusulkan penyediaan fasilitas yang menurutnya dapat menunjang penanganan intoksikasi, seperti oksigen, cairan elektrolit, hemodialisis, dan ruang terapi oksigen hiperbarik (hyperbaric oxygen therapy atau HBOT).

Usulan tersebut menunjukkan pentingnya kesiapan fasilitas kesehatan menghadapi kasus paparan asap berat. Namun, setiap fasilitas memiliki indikasi penggunaan yang berbeda dan tidak semuanya diperlukan bagi setiap korban.

Oksigen dapat menjadi bagian penting penanganan keracunan karbon monoksida. Terapi oksigen hiperbarik dapat dipertimbangkan pada kasus keracunan karbon monoksida tertentu sesuai kondisi klinis dan penilaian dokter. Sementara itu, hemodialisis bukan terapi rutin untuk membersihkan seluruh jenis polutan asap; penggunaannya bergantung pada zat yang menyebabkan keracunan dan kondisi pasien.

Karena itu, istilah detoksifikasi perlu dipahami secara medis. Penanganan keracunan tidak selalu berarti mengeluarkan racun melalui satu prosedur tertentu. Langkah utamanya mencakup menghentikan paparan, melakukan penilaian kondisi pasien, memberikan terapi yang sesuai, dan menangani komplikasi yang muncul.

Ketepatan Diagnosis Menentukan Penanganan

Perhatian dr. Dikdik terhadap dampak polutan karhutla mengingatkan bahwa gangguan kesehatan akibat bencana lingkungan perlu ditangani berdasarkan penyebabnya. Gejala sesak napas, batuk, atau iritasi tidak selalu berarti seseorang mengalami infeksi, sebagaimana tidak semua gangguan akibat asap dapat disebut keracunan berat.

Oleh karena itu, diperlukan pemeriksaan yang mampu membedakan iritasi saluran pernapasan, eksaserbasi penyakit yang sudah ada, infeksi, dan keracunan akibat gas tertentu. Ketepatan diagnosis membantu tenaga kesehatan memilih penanganan yang sesuai sekaligus menghindari penggunaan obat atau prosedur yang tidak diperlukan.

Di sisi lain, pencegahan tetap menjadi langkah utama. Masyarakat perlu mengurangi paparan asap, menggunakan ruang dengan udara yang lebih bersih, mengikuti arahan otoritas kesehatan, serta segera mencari pertolongan medis jika mengalami sesak berat, nyeri dada, kebingungan, atau penurunan kesadaran.

Pada akhirnya, penanganan dampak karhutla perlu berpijak pada ketepatan diagnosis, bukan sekadar label penyakit. Kritik dr. Dikdik Kodarusman menjadi pengingat untuk memberi perhatian lebih besar pada bahaya polutan, sembari tetap menggunakan istilah medis dan menentukan terapi berdasarkan pemeriksaan serta bukti ilmiah. [PurWD/voa-islam.com]

*** Catatan redaksi: Artikel ini mengulas pandangan yang disampaikan dr. Dikdik Kodarusman dalam unggahan Facebook yang diberikan sebagai bahan. Klaim medis mengenai gangguan darah, kegagalan multiorgan, dan kebutuhan terapi khusus perlu diverifikasi berdasarkan pemeriksaan klinis dan pedoman medis sebelum diterapkan pada pasien.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Indonesia News lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Lima Tahun Mangkrak, Masjid di Pelosok ini Mengenaskan. Ayo Bantu.!!

Lima Tahun Mangkrak, Masjid di Pelosok ini Mengenaskan. Ayo Bantu.!!

Nasib masjid di Kampung Cilumbu ini sungguh mengenaskan. Lima tahun mangkrak, kini nyaris tak berbentuk masjid, dipenuhi rumput liar, berlumut, dan menghitam terpapar panas dan hujan....

Palestina Masih Berduka, Ayo Ulurkan Tangan Bantu Mereka

Palestina Masih Berduka, Ayo Ulurkan Tangan Bantu Mereka

Sahabat, Ulurtangan mari kirimkan dukungan terbaikmu untuk warga Palestina di Gaza demi menguatkan mereka menghadapi situasi mencekam ini. Mari dukung mereka dengan berdonasi dengan cara:...

Open Donasi Wakaf Pembangunan Rumah Qur'an & TK Islam Terpadu An Najjah di Jonggol

Open Donasi Wakaf Pembangunan Rumah Qur'an & TK Islam Terpadu An Najjah di Jonggol

Saat ini, Ulurtangan bersama Yayasan An Najjahtul Islam Jonggol sedang merintis pembangunan Rumah Qur’an dan Taman Kanak-kanak Islam Terpadu (TKIT) An Najjah dan Gedung Majelis Taklim di Jonggol,...

Ulurtangan Bersama PDUI Kota Bekasi Safari Wakaf Qur'an dan Tebar Sembako ke Pelosok Negeri

Ulurtangan Bersama PDUI Kota Bekasi Safari Wakaf Qur'an dan Tebar Sembako ke Pelosok Negeri

Mari bergabung dalam memperkuat jaringan kebaikan di pelosok negeri dengan Wakaf Al-Qur'an. Jangan ragu untuk menjadi bagian dari kebaikan ini. Abadikan harta dengan wakaf Al-Qur'an dan saksikan...

Bantu Naura, Balita Hebat Sembuh Dari Tumor Pembuluh Darah

Bantu Naura, Balita Hebat Sembuh Dari Tumor Pembuluh Darah

Hidup Naura Salsabila dipenuhi dengan rintangan yang sangat berat. Meskipun baru berusia sepuluh bulan, bayi yang imut ini harus menghadapi penyakit yang dahsyat, yaitu tumor pembuluh darah berukuran...

Latest News

MUI

Sedekah Al Quran

Sedekah Air untuk Pondok Pesantren

Must Read!
X