Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
126.168 views

Menengok Ambon Berdarah 1999: Umat Islam Dibantai Orang Kristen & Aparat Lokal

By: Hartono Ahmad Jaiz
Pemimpin Redaksi Nahimunkar.com

Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) mengirimkan utusannya, M Hafidz MSc,  ke Ambon untuk mengirimkan bantuan dan meliput tragedi pembantaian Muslimin yang dilancarkan oleh orang-orang Kristen. Penyerangan dan pembantaian itu berlangsung sampai 3 bulan, sejak Januari hingga April 1999. Berikut ini kesaksian M Hafidz, Wakil Ketua Komite Penanggulangan Krisis DDII. Sejumlah gambar foto hasil rekamannya pun dimuat lengkap di buku “Ambon Bersimbah Darah” terbitan Dea Press, Jakarta, 1999. Berikut cuplikannya:

Penyerangan yang dilakukan orang-orang Kristen terhadap Muslimin di Ambon khususnya, dan di Maluku pada umumnya, jelas-jelas menunjukkan tingginya kebencian mereka terhadap umat Islam.

Bayangkan. Mereka sudah menyerang umat Islam di Hari Raya Idul Fitri 1419H tanggal 19 dan 20 Januari 1999M. Mereka membantai umat Islam, maka banyak jatuh korban tewas, dan banyak pula yang luka-luka. Orang-orang Kristen itu menyerang dalam keadaan mabuk habis minum-minum. Setiap kali mereka menyerang selalu dalam keadaan mabuk seperti itu. Senjata mereka adalah panah beracun, panah berapi, parang, tombak, bom molotov, senjata api, bahkan basoka RPG7, senjata Amerika atau NATO. Semuanya itu sudah dipersiapkan sejak Oktober 1998, 4 bulan sebelum mereka menyerang Muslimin. Sedang Umat Islam tidak siap apa-apa. Maka kala itu (awal-awal diserangnya itu) umat Islam banyak jatuh korban.

Setelah Umat Islam diserang orang-orang Kristen, korban-korban yang luka dibawa oleh Muslimin ke rumah sakit umum di Kampung Kuda Mati, Kota Ambon. Kampung Kuda Mati itu kampung Kristen. Lalu orang-orang Kristen menyerbu masuk ke rumah sakit umum itu, memeriksa para medis RSU dengan memeriksa KTP (kartu tanda penduduk), kalau ternyata Islam maka diserang. Sedang pasien-pasien yang luka yakni korban-korban akibat serangan orang Kristen yang kemudian dikirim ke RSU ini, lalu dibunuhi oleh orang-orang Kristen yang datang dan menyerang secara membabi buta itu. Ini jelas-jelas biadab, dan perang agama. Sampai-sampai, orang-orang Kristen itu menyerbu ke kantor-kantor Pemda (Pemerintah daerah), Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kantor Pos dsb di Ambon, dengan memeriksa KTP para pegawai. Kalau ternyata pegawai itu KTPnya bertanda agama Islam maka dibunuh. Ada yang dibunuh di halaman kantor. Itu semua tidak ada lain, hanya karena mereka itu benci kepada Islam.

APARAT LOKAL MEMBANTAI MUSLIMIN

Kebrutalan mereka yang sudah sebegitu itu masih pula ditambahi dengan pembunuhan atau penyelenggaraan pembunuhan yang dilakukan oleh aparat keamanan yakni polisi dan tentara lokal yang beragama Kristen terhadap umat Islam.

Bukti-bukti ikut sertanya aparat lokal membunuhi ummt Islam itu,  pertama, di Masjid Al-Huda Kampung Rinjani Ambon, yakni peristiwa shubuh berdarah, 1 Maret 1999M. Yang ditembak mati di dalam masjid 1 orang, dan yang ditembak mati di luar masjid 2 orang, sedang yang luka tembak beberapa orang.

PENEMBAKAN DARI LUAR MASJID

Jama'ah shubuh itu imamnya yang imam rawatib (rutin tiap waktu) tak hadir. Maka digantikan yang lain. Di sinilah kemudian kalau ada perbedaan keterangan, itu karena yang dimintai keterangan itu imam rawataib yang ketika itu tak hadir. Nah, yang mati karena ditembak di dalam masjid (menembaknya dari luar masjid) itu seorang makmum masbuq(ketinggalan). Yang lain sudah selesai shalat, sedang dia belum, maka meneruskan shalatnya. Dia inilah yang ditembak mati sedang shalat. Yang menembak adalah polisi dari Polda Maluku (setempat). Saya ada rekaman video orang-orang yang ditembak itu. Yang masih hidup, di antaranya yang kakinya hancur kena tembak, masih bisa ngomong(bicara), menjelaskan. Jadi jelas yang menembak itu memang aparat keamanan lokal.

Bukti kedua, penembakan di Masjid Tantui Kampung Tomia di Kota Ambon. Tiga orang Muslim ditembak mati oleh polisi dan tentara lokal. Yang meninggal itu (1) Faisal Marasabessi, (2) Abu Bakar Nankatu dipukuli dan ditembak, dan (3) Baharuddin Bugis ditembak dengan senjata laras panjang ditempelkan di bawah tenggorokan lalu didor, maka pelurunya muncrat menembus ubun-ubun. Saya melihat dan memvideo (merekam dengan kamera video)  korban beberapa saat setelah ditembak itu. Yang menembak itu aparat beragama Kristen dan masih tetangganya. Jadi masyarakat kenal semua: nama, pangkat, dan kesatuannya. Dan memang penembak itu orang Kristen (Protestan). Di Ambon, yang Kristen kebanyakan Protestan, sedang di Maluku Tenggara itu Katolik.

CARA-CARA MENYERANG

Cara-cara orang Kristen menyerang Muslimin yaitu mereka datang bergelombang, dalam keadaan mabok, matanya merah-merah karena habis minum-minuman keras. Mereka membawa panah beracun, panah berapi, parang, dan bom-bom molotov untuk membakar. Orang-orang Kristen itu sudah mempersiapkan diri untuk menyerang Muslimin. Parang (golok) yang dijadikan senjata tu sudah dipersiapkan sejak Oktober 1998. Mereka memesan ratusan parang dari Kampung Iha di Saparua. Hanya saja orang Islam tidak faham, untuk apa ratusan parang didatangkan ke Ambon  oleh orang-orang Kristen itu. Ada juga yang merakit senjata.

Menurut sumber dari Korem --yang tentu saja tidak bisa dise­butkan namanya-- senjata-senjata itu diantaranya didatangkan dari Belanda dibarengkan dengan pengiriman mayat. Ada pengiriman mayat dari Belanda sebanyak 6 atau 7 kali, tidak sekaligus. Peti-peti mati yang dikirim dari Belanda itu diisi pula dengan senjata RPG7 Basoka (senjata Amerika ataupun NATO). Itulah yang kemudian untuk menyerang umat Islam, di antaranya di Saparua.

Tragedi berdarah itu, awal-awalnya yang banyak jadi korban adalah orang Islam, yakni penyerangan oleh orang Kristen terhadap umat Islam di Hari Raya Idul Fitri 1419H/ 19-20 Januari 1999M.

Karena orang Islam tidak siap, dan tidak tahu kalau akan diser­ang. Lantas, mulai Februari 1999M aparat dikirim ke Ambon, yakni Kostrad dari Ujung Pandang. Tugasnya mengamankan. Dalam logika aparat, pihak yang menyerang --yakni orang-orang Kristen-- itu perusuh, maka diberi tembakan peringatan ke atas. Tetapi orang-orang Kristen itu tetap saja menyerang umat Islam. Kemudian ada yang ditembak. Itulah kemudian yang mereka klaim sebagai banyak korban dari pihak mereka. Tapi sebenarnya tidak banyak.

Rumah-rumah orang Kristen dan gereja-gereja banyak yang utuh, karena memang orang Islam tidak membakar. Orang Islam hanya mem­pertahankan diri. Terakhir, untuk memancing umat Islam, malah mereka (orang-orang Kristen) sendiri yang membakari rumah-rumah mereka. Itu jelas-jelas diketahui oleh para saksi mata. Orang menyaksikan kejadian itu, dan memang mereka (orang Kristen) sendiri yang membakari rumah mereka yang telah dikosongkan. Licik, memang.

Dari segi korban orang-orang Kristen, karena umat Islam sifatnya hanya bertahan atau mempertahankan diri, maka pihak Kristen yang mati hanyalah yang menyerang. Jadi tidaklah wanita-wanita atau anak-anak atau orang-orang tua, yang terbunuh di pihak Kristen itu. Orang Islam tidak menyerang.

Sebenarnya, belum ada jumlah korban yang akurat secara pasti. Karena tidak terdata semuanya.

Para korban yang Muslim kita yakini sebagai syuhada', mati syahid karena mempertahankan Islam, agama Allah. Dibunuh oleh orang-orang Kristen yang menyerang. Maka para syuhada' itu tidak dimandikan, tidak dikafani, dan tak dishalati, cukup dikubur bersama pakaiannya yang berlumuran darah, sebagai saksi di hadapan Allah SWT.

Mengenai orang Muslimah hamil tua lalu dibelah perutnya oleh orang Kristen, bayinya dikeluarkan lalu dicincang-cincang, saya datang ke sana sudah berlalu, saya tidak melihatnya. Namun berita itu diketahui oleh seluruh masyarakat.

Penyerangan di luar Ambon, selain di Ahuru, terakhir di Maluku Tenggara, tepatnya di Tual, di Kampung Larat, Jum'at berdarah (2 April 1999M). Dalam penyerangan brutal itu imam Masjid Larat, H Abdul Aziz Rahayantel dibunuh di dalam masjid, Jum'at itu, 3 orang Muslim dibunuh di dalam masjid. Tidak sampai seminggu, korban meninggal sudah mencapai lebih dari seratus orang. Di kampung Kei Besar yang meninggal paling banyak Muslim, sedang di Kampung Kei Kecil kebanyakan yang meninggal Katolik. Ini baru saja saya berhubungan dengan pihak sana.

Orang-orang Kristen menyerang umat Islam itu tidak tentu waktunya. Kadang-kadang malam, kadang-kadang subuh, kadang siang atau sore. Seperti di Hari Raya Idul Fitri itu penyerangan terhadap umat Islam dilakukan siang hari menjelang sore, tetapi saat lain, peristiwa subuh berdarah itu waktu subuh. Sedang di Larat, penyerangan terhadap umat Islam dilakukan ba'da Jum'at, siang hari. Itulah kebencian orang Kristen terhadap umat Islam yang diwujudkan dengan penyerangan, pembunuhan, pembakaran, dan pengerusakan, yang justru didukung oleh aparat keamanan setempat. [voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas???

Di sini tempatnya-Kiosherbalku.com melayani Grosir & Eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan DISKON sd 60%. Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Anak Mujahid Nahimunkar Tasik Lahir Cesar, Butuh Biaya 10 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!!

Anak Mujahid Nahimunkar Tasik Lahir Cesar, Butuh Biaya 10 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!!

Pasca meninggalnya anak kedua, Ummi Keysan kembali diuji Allah Ta'ala. Ia harus harus menjalani persalinan bedah cessar, padahal kondisi ekonominya sedang dalam masa sulit....

Berjuang Hidup-Mati, Balita Hidrosefalus ini Ditinggalkan Kedua Orangtuanya. Ayo Bantu..!!

Berjuang Hidup-Mati, Balita Hidrosefalus ini Ditinggalkan Kedua Orangtuanya. Ayo Bantu..!!

Malang betul nasib Sofia Putri. Ia bertarung nyawa tanpa didampingi orang tua. Setelah operasi bedah kepala dua kali, pengobatan terhenti terbentur biaya, dan kepala terus membesar....

Daffa Rahmatillah Tutup Usia, Infaq Rp 16,7 Juta Disalurkan untuk Melunasi Tagihan Rumah Sakit

Daffa Rahmatillah Tutup Usia, Infaq Rp 16,7 Juta Disalurkan untuk Melunasi Tagihan Rumah Sakit

Daffa meninggal setelah dirawat intensif 13 hari. Semoga Allah membalas para donatur dengan keberkahan, rezeki melimpah, mensucikan jiwa, menolak bencana, dan melapangkan jalan ke surga....

SEDEKAH BARANG: Barang Tak Terpakai, Diinfakkan Jadi Berkah dan Bernilai

SEDEKAH BARANG: Barang Tak Terpakai, Diinfakkan Jadi Berkah dan Bernilai

Barang apapun yang tidak berguna lagi bagi Anda, bisa jadi sangat dibutuhkan dan bermanfaat bagi orang lain. Mari infakkan barang tak terpakai, agar menjadi sangat bernilai dunia akhirat....

Dapatkan Tausiyah Harian & Update Berita Islam, Mari Bergabung dalam Komunitas Info Dakwah

Dapatkan Tausiyah Harian & Update Berita Islam, Mari Bergabung dalam Komunitas Info Dakwah

Komunitas saling berbagi nasihat, ilmu dan update informasi dunia Islam. Semua dibagikan langsung ke HP anggota, 100% Free/Gratis..!!!...

Latest News
Radio Militer Israel Sebut Hamas Produksi Roket  Jarak Pendek Berdaya Ledak Besar

Radio Militer Israel Sebut Hamas Produksi Roket Jarak Pendek Berdaya Ledak Besar

Kamis, 30 Mar 2017 10:30

Turki Umumkan Berakhirnya Operasi Militer 'Perisai Efrat' di Suriah

Turki Umumkan Berakhirnya Operasi Militer 'Perisai Efrat' di Suriah

Kamis, 30 Mar 2017 09:15

Jakarta Kembali Berkah jika Masyarakat Beragama Islam Pilih Calon Pemimpin Muslim

Jakarta Kembali Berkah jika Masyarakat Beragama Islam Pilih Calon Pemimpin Muslim

Kamis, 30 Mar 2017 09:15

Jadikan Cagar Budaya Makam Mbah Priok, Ahok Dinilai Lakukan Politisasi Agama

Jadikan Cagar Budaya Makam Mbah Priok, Ahok Dinilai Lakukan Politisasi Agama

Kamis, 30 Mar 2017 06:15

KPK Lebih Baik Dibubarkan jika Pansel Loloskan Kader Parpol Duduk sebagai Penasehat

KPK Lebih Baik Dibubarkan jika Pansel Loloskan Kader Parpol Duduk sebagai Penasehat

Rabu, 29 Mar 2017 21:16

Tingkatkan Profesionalisme, TV Mu Perkuat Struktur Baru

Tingkatkan Profesionalisme, TV Mu Perkuat Struktur Baru

Rabu, 29 Mar 2017 20:36

Sambangi MUI Pusat, Ulama dan Tokoh Bekasi Sampaikan Bukti Kecurangan Santa Clara

Sambangi MUI Pusat, Ulama dan Tokoh Bekasi Sampaikan Bukti Kecurangan Santa Clara

Rabu, 29 Mar 2017 19:28

PBB: Ajaran Islam Tetap Berikan Inspirasi Menghadapi Tantangan Zaman

PBB: Ajaran Islam Tetap Berikan Inspirasi Menghadapi Tantangan Zaman

Rabu, 29 Mar 2017 18:16

Sorban Identik dengan Ulama, Pengamat Hukum: Inul Bisa Diproses Hukum

Sorban Identik dengan Ulama, Pengamat Hukum: Inul Bisa Diproses Hukum

Rabu, 29 Mar 2017 17:26

Pengurus Da'ina Periode 2017-2021 Dilantik

Pengurus Da'ina Periode 2017-2021 Dilantik

Rabu, 29 Mar 2017 16:59

Mengenal Istri dan Putra Cendekiawan Muslim Dr Zakir Naik

Mengenal Istri dan Putra Cendekiawan Muslim Dr Zakir Naik

Rabu, 29 Mar 2017 16:04

Antara Negara Republik Islam atau Negara Republik Indonesia Berdasarkan Islam

Antara Negara Republik Islam atau Negara Republik Indonesia Berdasarkan Islam

Rabu, 29 Mar 2017 15:16

Pejuang Oposisi Suriah Lanjutkan Pertempuran di Front Pedesaan Barat Laut Hama

Pejuang Oposisi Suriah Lanjutkan Pertempuran di Front Pedesaan Barat Laut Hama

Rabu, 29 Mar 2017 15:00

Survey: Sebagian Besar Warga Yahudi Israel Menolak Pembentukan Negara Palestina

Survey: Sebagian Besar Warga Yahudi Israel Menolak Pembentukan Negara Palestina

Rabu, 29 Mar 2017 13:45

Inilah di antara Prinsip yang Mesti Tahu bahwa Ajaran Islam dan Politik Tidak Dapat Dipisahkan

Inilah di antara Prinsip yang Mesti Tahu bahwa Ajaran Islam dan Politik Tidak Dapat Dipisahkan

Rabu, 29 Mar 2017 12:16

Wasekjen MUI: Kekuatan Politik tanpa Agama menjadi Komunis, Ateis, Diktator, dan Rakus

Wasekjen MUI: Kekuatan Politik tanpa Agama menjadi Komunis, Ateis, Diktator, dan Rakus

Rabu, 29 Mar 2017 11:09

Pasukan Saudi Tembak Jatuh 4 Rudal Balistik yang Ditembakkan Pemberontak Syi'ah Houtsi

Pasukan Saudi Tembak Jatuh 4 Rudal Balistik yang Ditembakkan Pemberontak Syi'ah Houtsi

Rabu, 29 Mar 2017 11:05

Lapoan: Ribuan Muslim Uighur Cina Berjuang Bersama Kelompok-kelompok Jihad di Suriah

Lapoan: Ribuan Muslim Uighur Cina Berjuang Bersama Kelompok-kelompok Jihad di Suriah

Rabu, 29 Mar 2017 09:45

Politik Tidak dapat Pisah dengan Agama karena Kemerdekaan & Rumusan Ideologi dari Islam

Politik Tidak dapat Pisah dengan Agama karena Kemerdekaan & Rumusan Ideologi dari Islam

Rabu, 29 Mar 2017 09:25

Surat dari Bunda untuk Ananda yang Beranjak Remaja: Karena Kau Begitu Berharga

Surat dari Bunda untuk Ananda yang Beranjak Remaja: Karena Kau Begitu Berharga

Rabu, 29 Mar 2017 09:01


Must Read!
X