Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
13.286 views

Pengalihan Isu, Ansyaad Mbai Jangan Lebay, Please...Dech!!

JAKARTA (VoA-Islam) – Bila dicermati, jelang kenaikan BBM per 1 April 2012 mendatang, semakin banyak saja upaya pengalihan isu melalui rekayasa pemberitaan yang tidak semestinya ditimbulkan. Ini bukan kali pertama, isu terorisme menjadi trigger (pelatuk) untuk mengalihkan publik dari isu yang sedang hangat-hangatnya dibincangkan.

Masih segar dalam ingatan, ketika para petinggi Partai Demokrat menjadi bulan-bulanan media massa atas dugaan kasus korupsi, tiba-tiba dimunculkan aksi “Indonesia Damai Tanpa FPI” yang digerakkan oleh kader demokrat liberal, Ulil Abshar Abdalla. Bagi intelijen dan media massa sekuler, FPI dianggap isu yang paling seksi untuk dikambing-hitamkan. Itulah sebabnya, media sekuler tak bosan-bosannya mengulang-ulang membolow-up propaganda hitam tentang track record FPI.

Sesekali, Mabes Polri menggelar jumpa pers terkait dugaan teroris yang terjadi di  Semarang dan beberapa tempat lainnya. Pemberitaan ini tak berhasil memengaruhi masyarakat untuk fokus pada kenaikan BBM dan kasus korupsi. Detik-detik kenaikan BBM, rezim ini kembali mengalihkan isu dengan insiden penembakan di Bali, yang menyebabkan 5 orang tewas. Lagi-lagi pemberitaan ini dikait-kaitkan dengan kasus terorisme. Para jurnalis yang kritis akan menyebut setiap insiden yang diciptakan sebagai bentuk rekayasa dan pengalihan isu rezim berkuasa.

Seperti diberitakan sebelumnya, aparat kepolisian menembak mati lima orang yang diduga jaringan teroris Bali, Minggu 18 Maret 2012 malam. Kelima tersangka teroris dilumpuhkan di dua lokasi berbeda. Mereka dituduh terkait jaringan teror yang merampok Bank CIMB Niaga Medan.

Kelima orang yang tewas diterjang peluru itu, yakni: HN (32) asal Bandung, AG (30) asal Jimbaran, Bali, UH alias Kapten tewas dalam penggerebekan di Jalan Gunung Soputan, Denpasar. Sementara, M, alias Abu Hanif  (30) asal Makassar, dan DD (27) asal Jawa Barat ditembak di Jalan Danau Poso, Sanur.

Berikut ini adalah statemen tuduhan yang diucapkan oleh pihak  BNPT dan para petinggi di kepolisian, terkait insiden penembakan di Bali. Mereka adalah Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai, Kapolri Jenderal Timur Pradopo, Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution, dan Kabid Humas Polda Bali Komisaris Besar Hariadi.  

Tuduhan Ansyad Mbai

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai kepada wartawan mengatakan, bahwa kelima orang yang ditembak itu merupakan jaringan Jamaah Anshorud Tauhid (JAT) yang didirikan oleh Abu Bakar Ba'asyir. "Kalau teroris di Solo sama di CIMB ya dari mana itu. Kan JAT," kata Ansyaad di Gedung DPR, Senin 19 Maret 2012.

Ansyaad menambahkan, mereka adalah jaringan teroris yang telah merampok Bank CIMB di Medan pada tahun 2010 lalu. Selain itu, mereka juga telah melakukan aksi terorisme di Solo. Ketika di Solo, kelompok ini melakukan aksi bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Solo, Jawa Tengah pada Minggu 25 September 2011.

"Jaringannya, ada dari jaringan yang (merampok) Bank CIMB ada yang dari Solo, ada beberapa tempat lagi yang belum bisa disebutkan, semuanya DPO (Daftar Pencarian Orang)" kata dia.

Ansyaad sesumbar, komplotan yang akan beraksi di Bali sudah diintai selama tiga bulan sebelum akhirnya ditembak. "Sudah beberapa lama (diintai), mereka sudah dikejar selama 3 bulan. Bukan saja di Bali, dari mana-mana," kata dia.

Ansyaad mengatakan, meski polisi sudah menembak lima orang, namun ada beberapa teroris yang berhasil lolos dan sudah ke luar dari Bali. "Orang buronan dari sana, yang tadinya kelompok sana, belum semua tertangkap. Perampokan itu, kata Ansyaad digunakan untuk melakukan aksi teror. "Iya sudah aksi, teroris merampok ya untuk membiayai operasi selanjutnya," kata dia.

Ansyaad Mbai mengatakan, para teroris tersebut berencana melakukan aksi terorisme di banyak tempat di Bali. “Banyak targetnya,” kata dia di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin 19 Maret 2012.

“Kalau teroris itu terlambat dilumpuhkan sedikit saja, bisa dibayangkan akibatnya yang luar biasa,” ujar Ansyaad lagi. Namun kini dia memastikan Bali telah aman dari ancaman terorisme meski ada sejumlah anggota teroris yang lolos dari kejaran polisi.

“Bali cukup aman. Kan mereka sudah berhasil dilumpuhkan sebelum beraksi,” ucap Ansyaad yakin. Tapi, imbuhnya, masih banyak peredaran senjata yang bisa dan bakal digunakan untuk melakukan aksi-aksi kriminal lain.

Ansyaad Mbai mengatakan, bahwa tak mudah menangkap teroris. Secara ideal, kata dia, polisi ingin menangkap baik-baik. Namun, kadang-kadang, kondisi di lapangan tak selalu sempurna untuk menangkap."Kalau nangkap koruptor gampang, dipanggil pakai surat panggilan. Coba bayangkan teroris pakai surat panggilan datang nggak?" katanya.

Ansyaad menambahkan, bahwa 5 orang yang telah ditembak mati di Bali sudah dipastikan teroris. Hal ini, karena mereka sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO)."Sudah jelas itu DPO sudah terbukti teror di Medan, bunuh polisi. Ketika ditangkap ada senjata, melawan ya kira-kira harus kita apakan."

Tuduhan Saud Usman

Sebelumnya, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution mengatakan, selain melakukan perampokan, kelompok ini diduga terkait jaringan terorisme. "Tim kita melacak kelompok ini berdasarkan informasi terdahulu, masih ada pelaku lain yang belum tertangkap," ujar Saud.

Saud menjelaskan, polisi telah mengintai dan memonitor kelompok ini sejak 17 Maret 2012 di dua hotel berbeda. Polisi, kata dia, membuntuti kelompok ini. Hasilnya diketahui mereka akan melakukan fa'i atau mencari dana dengan jalan kekerasan di toko emas, money changer, dan kafe yang ada di daerah Bali. "Pada saat penegakan hukum, tersangka melakukan perlawanan dan anggota kita melumpuhkan sehingga mereka meninggal dunia," ujar Saud.

Dia menambahkan, masih ada jaringan kelompok ini yang belum ditangkap. Namun, dia masih enggan mengungkap identitas buronan itu. "Kalau disebut sekarang bisa kabur dan mempersulit pengembangan," katanya.

Tuduhan Kapolri Timur Pradopo

Kapolri Jenderal Timur Pradopo memastikan lima orang yang ditembak di Bali terkait dengan perampokan Bank CIMB Niaga Medan. Selain kasus perampokan, kawanan ini diduga juga terkait jaringan terorisme."Tentunya ini berangkat dari TKP yang ada di Medan," kata Timur di Jakarta, Senin 19 Maret 2012. "Jadi perampokan, kemudian ada kaitan masalah teror."

Menurut dia, dari hasil pengembangan di Bali ini, polisi akan terus mengembangkan penyelidikannya. Tak menutup kemungkinan, masih ada kawanan kelompok ini yang masih berkeliaran. Polisi sendiri, ujar dia, menduga masih ada kawanan kelompok ini yang telah lari keluar Pulau Bali. "Nanti akan kita kembangkan, berangkat dari Bali ini," ujar dia.

Tuduhan Boy Rafli

Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar menuturkan, saat penangkapan, kelima terduga teroris ini melakukan perlawanan. Hingga terjadi baku tembak dengan aparat. "Lima pelaku kejahatan akan melakukan aksi teror dan perampokan money changer, juga toko emas di beberapa tempat di Bali," ujar Boy Rafli Amar kepada wartawan, Senin 19 Maret 2012.

Menurutnya, 5 orang tersebut adalah pelaku kejahatan yang menjadi buronan polisi. Mereka masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) terkait aksi perampokan di CIMB Medan. "Saat ditangkap, para pelaku akan melakukan perampokan di PT Bali Money Changer jalan Sriwijaya Kuta Dan Toko emas jalan Uluwatu Jimbaran," Boy menjelaskan.

Barang bukti yang disita dalam penyergapan yakni, 2 pucuk senapan api FN (1 pucuk di TKP Sapotan, 1 pucuk di TKP jalan Danau Poso), 2 magazine dan peluru 48 butir cal 9 mm, penutup wajah (seibo).  "Para pelaku telah dipantau dalam sebulan terakhir," dia menambahkan.

Tuduhan Humas Polda Bali

Kabid Humas Polda Bali Komisaris Besar Hariadi membenarkan, satu dari lima orang yang tewas di Bali masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) perampokan CIMB Niaga, Medan pada 2010. Polisi menduga, DPO itu mengajak jaringan lain untuk meneror dan merampok."Diketahui mereka masuk Bali untuk melakukan perampokan di beberapa tempat," kata Hariadi di Mapolda Bali, Senin 19 Maret 2012.

Hariadi mengungkapkan, jaringan Bali ini merupakan pengembangan dari kasus perampokan di Medan, Sumatera Utara, Agustus dua tahun silam. Salah satu kelompok Bali ini, HN (32), dicari untuk kejahatan di Medan tersebut.

Kabid Humas Polda Bali Komisaris Besar Hariadi membenarkan bahwa satu dari lima orang yang tewas tersebut, HN (32 tahun), masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam kasus perampokan CIMB Medan tahun 2010. Polisi menduga sang buron mengajak jaringan lain untuk meneror dan merampok.

Kelompok ini, lanjutnya, masuk ke Bali pada Sabtu 17 maret 2012.  "Tanggal 17 masuk ke Bali, besoknya kami bekuk," kata Hariadi kepada wartawan di Bali, Senin 19 Maret 2012. Gerakan mereka dikuntit dan diketahui berdasarkan pengembangan kasus perampokan CIMB di Medan itu. Mereka datang ke sana, lanjut Hariadi, untuk merampok.

Akhirnya Polisi Meralat

Setelah merilis kabar Densus 88 Antiteror menembak mati lima orang teroris Bali untuk jihad, akhirnya polisi meralat berita. Ternyata kelima orang itu adalah murni perampok. Kabid Humas Polda Bali Kombes Hariadi mengatakan, kelima orang yang tewas ditembak datang ke Bali bukanlah teroris. Melainkan murni perampokan.

Di sela olah tempat kejadian perkara, Selasa (20/3/2012), Hariadi menegaskan, motif para pelaku adalah murni tindakan kriminal perampokan. Mereka bakal beraksi di kawasan Kuta dan Uluwatu.

Sifat tergesa-gesa petinggi polisi, tak terkecuali Kepala BNPT Ansyaad Mbai yang bernafsu memerangi teroris, ternyata semakin sadar, bahwa pemberitaan yang memang direkayasa itu tak bisa memengaruhi publik untuk mengalihkan isu yang sedang terfokus pada kasus korupsi dan kenaikan BBM. Para jurnalis semakin cerdas dan kritis untuk tidak mau mengikuti arahan Mabes Polri dengan cukup menggelar jumpa pers, lalu dengan mudahnya percaya begitu saja.

Please..deh! Ansyad Mbai jangan lebay…! (Desastian/dbs)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Sungguh prihatin kondisi rumah Ustadz Ahmad Sukarman ini. Rumah tinggal yang difungsikan sebagai markas pengajian ini sangat tidak layak, rapuh dan reyot terancam roboh....

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Latest News
Pemberontak Syi'ah Houtsi Lancarkan Serangan Baru Ke Badara Sipil Abha Saudi

Pemberontak Syi'ah Houtsi Lancarkan Serangan Baru Ke Badara Sipil Abha Saudi

Jum'at, 05 Mar 2021 14:40

Test The Water Investasi Miras

Test The Water Investasi Miras

Jum'at, 05 Mar 2021 11:26

Melegislasi Miras, Melegislasi Kemaksiatan Pendatang Azab

Melegislasi Miras, Melegislasi Kemaksiatan Pendatang Azab

Jum'at, 05 Mar 2021 09:31

Menjadi Ibu Tangguh di Era Pandemi

Menjadi Ibu Tangguh di Era Pandemi

Jum'at, 05 Mar 2021 09:09

AS 'Dengan Tegas Menentang' Keputusan ICC Untuk Membuka Penyelidikan Kejahatan Perang Israel

AS 'Dengan Tegas Menentang' Keputusan ICC Untuk Membuka Penyelidikan Kejahatan Perang Israel

Kamis, 04 Mar 2021 21:15

Bom Mobil Hantam Pasukan Separatis Selatan Yaman Dukungan UEA Di Aden

Bom Mobil Hantam Pasukan Separatis Selatan Yaman Dukungan UEA Di Aden

Kamis, 04 Mar 2021 20:30

Hamas: Tidak Ada Pembebasan Tentara Israel Tanpa Pertukaran Tahanan

Hamas: Tidak Ada Pembebasan Tentara Israel Tanpa Pertukaran Tahanan

Kamis, 04 Mar 2021 20:02

Keutamaan Silaturahim Hari Jum’at

Keutamaan Silaturahim Hari Jum’at

Kamis, 04 Mar 2021 19:08

Sejak Januari Sudah Terjadi 31 Pembunuhan Di Kamp Suriah Yang Menampung Kerabat Pejuang IS

Sejak Januari Sudah Terjadi 31 Pembunuhan Di Kamp Suriah Yang Menampung Kerabat Pejuang IS

Kamis, 04 Mar 2021 18:15

Benarkah Ayat Qur’an Tentang Khamr Kontradiktif?

Benarkah Ayat Qur’an Tentang Khamr Kontradiktif?

Kamis, 04 Mar 2021 15:55

Israel Jual Drone Pengingtai Dan Perangkat Lunak Peretasan Ke Myanmar Meski Ada Larangan Ekspor

Israel Jual Drone Pengingtai Dan Perangkat Lunak Peretasan Ke Myanmar Meski Ada Larangan Ekspor

Kamis, 04 Mar 2021 15:05

Satu Tahun Pandemi di Indonesia, Pemimpin Bingung Rakyat Jadi Korban

Satu Tahun Pandemi di Indonesia, Pemimpin Bingung Rakyat Jadi Korban

Kamis, 04 Mar 2021 13:38

Bau KKN Gubernur Kamil?

Bau KKN Gubernur Kamil?

Kamis, 04 Mar 2021 13:04

HNW: Penting Presiden Jokowi Buat Perpres Baru Pencabutan Investasi Miras

HNW: Penting Presiden Jokowi Buat Perpres Baru Pencabutan Investasi Miras

Kamis, 04 Mar 2021 11:54

MMI Tegas Menolak Investasi Kemungkaran Miras

MMI Tegas Menolak Investasi Kemungkaran Miras

Kamis, 04 Mar 2021 11:30

Kisah Nyata: Chattingan Terakhir Sahabat Sekampungku

Kisah Nyata: Chattingan Terakhir Sahabat Sekampungku

Kamis, 04 Mar 2021 10:45

Kiyai Ma’ruf Sembunyikan Kaget Miras, Pembatalan oleh Jokowi Harus Dikawal Terus

Kiyai Ma’ruf Sembunyikan Kaget Miras, Pembatalan oleh Jokowi Harus Dikawal Terus

Kamis, 04 Mar 2021 08:12

Dibandingkan Investasi Miras, Partai Gelora Usulkan Pengembangan Industri Herbal dan Jamu

Dibandingkan Investasi Miras, Partai Gelora Usulkan Pengembangan Industri Herbal dan Jamu

Kamis, 04 Mar 2021 07:07

Soal Penjualan Saham Bir, Fahira Idris: Warga Jakarta Tunggu Itikad Baik DPRD

Soal Penjualan Saham Bir, Fahira Idris: Warga Jakarta Tunggu Itikad Baik DPRD

Kamis, 04 Mar 2021 06:47

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Kamis, 04 Mar 2021 02:28


MUI

Must Read!
X