Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
13.571 views

Pengalihan Isu, Ansyaad Mbai Jangan Lebay, Please...Dech!!

JAKARTA (VoA-Islam) – Bila dicermati, jelang kenaikan BBM per 1 April 2012 mendatang, semakin banyak saja upaya pengalihan isu melalui rekayasa pemberitaan yang tidak semestinya ditimbulkan. Ini bukan kali pertama, isu terorisme menjadi trigger (pelatuk) untuk mengalihkan publik dari isu yang sedang hangat-hangatnya dibincangkan.

Masih segar dalam ingatan, ketika para petinggi Partai Demokrat menjadi bulan-bulanan media massa atas dugaan kasus korupsi, tiba-tiba dimunculkan aksi “Indonesia Damai Tanpa FPI” yang digerakkan oleh kader demokrat liberal, Ulil Abshar Abdalla. Bagi intelijen dan media massa sekuler, FPI dianggap isu yang paling seksi untuk dikambing-hitamkan. Itulah sebabnya, media sekuler tak bosan-bosannya mengulang-ulang membolow-up propaganda hitam tentang track record FPI.

Sesekali, Mabes Polri menggelar jumpa pers terkait dugaan teroris yang terjadi di  Semarang dan beberapa tempat lainnya. Pemberitaan ini tak berhasil memengaruhi masyarakat untuk fokus pada kenaikan BBM dan kasus korupsi. Detik-detik kenaikan BBM, rezim ini kembali mengalihkan isu dengan insiden penembakan di Bali, yang menyebabkan 5 orang tewas. Lagi-lagi pemberitaan ini dikait-kaitkan dengan kasus terorisme. Para jurnalis yang kritis akan menyebut setiap insiden yang diciptakan sebagai bentuk rekayasa dan pengalihan isu rezim berkuasa.

Seperti diberitakan sebelumnya, aparat kepolisian menembak mati lima orang yang diduga jaringan teroris Bali, Minggu 18 Maret 2012 malam. Kelima tersangka teroris dilumpuhkan di dua lokasi berbeda. Mereka dituduh terkait jaringan teror yang merampok Bank CIMB Niaga Medan.

Kelima orang yang tewas diterjang peluru itu, yakni: HN (32) asal Bandung, AG (30) asal Jimbaran, Bali, UH alias Kapten tewas dalam penggerebekan di Jalan Gunung Soputan, Denpasar. Sementara, M, alias Abu Hanif  (30) asal Makassar, dan DD (27) asal Jawa Barat ditembak di Jalan Danau Poso, Sanur.

Berikut ini adalah statemen tuduhan yang diucapkan oleh pihak  BNPT dan para petinggi di kepolisian, terkait insiden penembakan di Bali. Mereka adalah Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai, Kapolri Jenderal Timur Pradopo, Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution, dan Kabid Humas Polda Bali Komisaris Besar Hariadi.  

Tuduhan Ansyad Mbai

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai kepada wartawan mengatakan, bahwa kelima orang yang ditembak itu merupakan jaringan Jamaah Anshorud Tauhid (JAT) yang didirikan oleh Abu Bakar Ba'asyir. "Kalau teroris di Solo sama di CIMB ya dari mana itu. Kan JAT," kata Ansyaad di Gedung DPR, Senin 19 Maret 2012.

Ansyaad menambahkan, mereka adalah jaringan teroris yang telah merampok Bank CIMB di Medan pada tahun 2010 lalu. Selain itu, mereka juga telah melakukan aksi terorisme di Solo. Ketika di Solo, kelompok ini melakukan aksi bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Solo, Jawa Tengah pada Minggu 25 September 2011.

"Jaringannya, ada dari jaringan yang (merampok) Bank CIMB ada yang dari Solo, ada beberapa tempat lagi yang belum bisa disebutkan, semuanya DPO (Daftar Pencarian Orang)" kata dia.

Ansyaad sesumbar, komplotan yang akan beraksi di Bali sudah diintai selama tiga bulan sebelum akhirnya ditembak. "Sudah beberapa lama (diintai), mereka sudah dikejar selama 3 bulan. Bukan saja di Bali, dari mana-mana," kata dia.

Ansyaad mengatakan, meski polisi sudah menembak lima orang, namun ada beberapa teroris yang berhasil lolos dan sudah ke luar dari Bali. "Orang buronan dari sana, yang tadinya kelompok sana, belum semua tertangkap. Perampokan itu, kata Ansyaad digunakan untuk melakukan aksi teror. "Iya sudah aksi, teroris merampok ya untuk membiayai operasi selanjutnya," kata dia.

Ansyaad Mbai mengatakan, para teroris tersebut berencana melakukan aksi terorisme di banyak tempat di Bali. “Banyak targetnya,” kata dia di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin 19 Maret 2012.

“Kalau teroris itu terlambat dilumpuhkan sedikit saja, bisa dibayangkan akibatnya yang luar biasa,” ujar Ansyaad lagi. Namun kini dia memastikan Bali telah aman dari ancaman terorisme meski ada sejumlah anggota teroris yang lolos dari kejaran polisi.

“Bali cukup aman. Kan mereka sudah berhasil dilumpuhkan sebelum beraksi,” ucap Ansyaad yakin. Tapi, imbuhnya, masih banyak peredaran senjata yang bisa dan bakal digunakan untuk melakukan aksi-aksi kriminal lain.

Ansyaad Mbai mengatakan, bahwa tak mudah menangkap teroris. Secara ideal, kata dia, polisi ingin menangkap baik-baik. Namun, kadang-kadang, kondisi di lapangan tak selalu sempurna untuk menangkap."Kalau nangkap koruptor gampang, dipanggil pakai surat panggilan. Coba bayangkan teroris pakai surat panggilan datang nggak?" katanya.

Ansyaad menambahkan, bahwa 5 orang yang telah ditembak mati di Bali sudah dipastikan teroris. Hal ini, karena mereka sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO)."Sudah jelas itu DPO sudah terbukti teror di Medan, bunuh polisi. Ketika ditangkap ada senjata, melawan ya kira-kira harus kita apakan."

Tuduhan Saud Usman

Sebelumnya, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution mengatakan, selain melakukan perampokan, kelompok ini diduga terkait jaringan terorisme. "Tim kita melacak kelompok ini berdasarkan informasi terdahulu, masih ada pelaku lain yang belum tertangkap," ujar Saud.

Saud menjelaskan, polisi telah mengintai dan memonitor kelompok ini sejak 17 Maret 2012 di dua hotel berbeda. Polisi, kata dia, membuntuti kelompok ini. Hasilnya diketahui mereka akan melakukan fa'i atau mencari dana dengan jalan kekerasan di toko emas, money changer, dan kafe yang ada di daerah Bali. "Pada saat penegakan hukum, tersangka melakukan perlawanan dan anggota kita melumpuhkan sehingga mereka meninggal dunia," ujar Saud.

Dia menambahkan, masih ada jaringan kelompok ini yang belum ditangkap. Namun, dia masih enggan mengungkap identitas buronan itu. "Kalau disebut sekarang bisa kabur dan mempersulit pengembangan," katanya.

Tuduhan Kapolri Timur Pradopo

Kapolri Jenderal Timur Pradopo memastikan lima orang yang ditembak di Bali terkait dengan perampokan Bank CIMB Niaga Medan. Selain kasus perampokan, kawanan ini diduga juga terkait jaringan terorisme."Tentunya ini berangkat dari TKP yang ada di Medan," kata Timur di Jakarta, Senin 19 Maret 2012. "Jadi perampokan, kemudian ada kaitan masalah teror."

Menurut dia, dari hasil pengembangan di Bali ini, polisi akan terus mengembangkan penyelidikannya. Tak menutup kemungkinan, masih ada kawanan kelompok ini yang masih berkeliaran. Polisi sendiri, ujar dia, menduga masih ada kawanan kelompok ini yang telah lari keluar Pulau Bali. "Nanti akan kita kembangkan, berangkat dari Bali ini," ujar dia.

Tuduhan Boy Rafli

Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar menuturkan, saat penangkapan, kelima terduga teroris ini melakukan perlawanan. Hingga terjadi baku tembak dengan aparat. "Lima pelaku kejahatan akan melakukan aksi teror dan perampokan money changer, juga toko emas di beberapa tempat di Bali," ujar Boy Rafli Amar kepada wartawan, Senin 19 Maret 2012.

Menurutnya, 5 orang tersebut adalah pelaku kejahatan yang menjadi buronan polisi. Mereka masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) terkait aksi perampokan di CIMB Medan. "Saat ditangkap, para pelaku akan melakukan perampokan di PT Bali Money Changer jalan Sriwijaya Kuta Dan Toko emas jalan Uluwatu Jimbaran," Boy menjelaskan.

Barang bukti yang disita dalam penyergapan yakni, 2 pucuk senapan api FN (1 pucuk di TKP Sapotan, 1 pucuk di TKP jalan Danau Poso), 2 magazine dan peluru 48 butir cal 9 mm, penutup wajah (seibo).  "Para pelaku telah dipantau dalam sebulan terakhir," dia menambahkan.

Tuduhan Humas Polda Bali

Kabid Humas Polda Bali Komisaris Besar Hariadi membenarkan, satu dari lima orang yang tewas di Bali masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) perampokan CIMB Niaga, Medan pada 2010. Polisi menduga, DPO itu mengajak jaringan lain untuk meneror dan merampok."Diketahui mereka masuk Bali untuk melakukan perampokan di beberapa tempat," kata Hariadi di Mapolda Bali, Senin 19 Maret 2012.

Hariadi mengungkapkan, jaringan Bali ini merupakan pengembangan dari kasus perampokan di Medan, Sumatera Utara, Agustus dua tahun silam. Salah satu kelompok Bali ini, HN (32), dicari untuk kejahatan di Medan tersebut.

Kabid Humas Polda Bali Komisaris Besar Hariadi membenarkan bahwa satu dari lima orang yang tewas tersebut, HN (32 tahun), masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam kasus perampokan CIMB Medan tahun 2010. Polisi menduga sang buron mengajak jaringan lain untuk meneror dan merampok.

Kelompok ini, lanjutnya, masuk ke Bali pada Sabtu 17 maret 2012.  "Tanggal 17 masuk ke Bali, besoknya kami bekuk," kata Hariadi kepada wartawan di Bali, Senin 19 Maret 2012. Gerakan mereka dikuntit dan diketahui berdasarkan pengembangan kasus perampokan CIMB di Medan itu. Mereka datang ke sana, lanjut Hariadi, untuk merampok.

Akhirnya Polisi Meralat

Setelah merilis kabar Densus 88 Antiteror menembak mati lima orang teroris Bali untuk jihad, akhirnya polisi meralat berita. Ternyata kelima orang itu adalah murni perampok. Kabid Humas Polda Bali Kombes Hariadi mengatakan, kelima orang yang tewas ditembak datang ke Bali bukanlah teroris. Melainkan murni perampokan.

Di sela olah tempat kejadian perkara, Selasa (20/3/2012), Hariadi menegaskan, motif para pelaku adalah murni tindakan kriminal perampokan. Mereka bakal beraksi di kawasan Kuta dan Uluwatu.

Sifat tergesa-gesa petinggi polisi, tak terkecuali Kepala BNPT Ansyaad Mbai yang bernafsu memerangi teroris, ternyata semakin sadar, bahwa pemberitaan yang memang direkayasa itu tak bisa memengaruhi publik untuk mengalihkan isu yang sedang terfokus pada kasus korupsi dan kenaikan BBM. Para jurnalis semakin cerdas dan kritis untuk tidak mau mengikuti arahan Mabes Polri dengan cukup menggelar jumpa pers, lalu dengan mudahnya percaya begitu saja.

Please..deh! Ansyad Mbai jangan lebay…! (Desastian/dbs)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Milad ke-14, Ini Capaian AQL Islamic Center

Milad ke-14, Ini Capaian AQL Islamic Center

Selasa, 05 Jul 2022 11:50

Menatap Idul Qurban dengan Taqwa

Menatap Idul Qurban dengan Taqwa

Senin, 04 Jul 2022 22:44

Pasukan Pemerintah Yaman Bersiap Lancarkan Operasi Militer Terhadap Al-Qaidah Di Selatan

Pasukan Pemerintah Yaman Bersiap Lancarkan Operasi Militer Terhadap Al-Qaidah Di Selatan

Senin, 04 Jul 2022 22:35

Pasukan Keamanan Saudi Lakukan Parade Di Mekah Dalam Persiapan Untuk Pengamanan Haji

Pasukan Keamanan Saudi Lakukan Parade Di Mekah Dalam Persiapan Untuk Pengamanan Haji

Senin, 04 Jul 2022 22:05

Effendi Simbolon Omong Besar

Effendi Simbolon Omong Besar

Senin, 04 Jul 2022 19:36

Jokowi Akan Menjadi Sekjen PBB?

Jokowi Akan Menjadi Sekjen PBB?

Senin, 04 Jul 2022 16:10

Potensi Diskriminasi dibalik RUU Kesejahteraan Ibu dan Anak (KIA)

Potensi Diskriminasi dibalik RUU Kesejahteraan Ibu dan Anak (KIA)

Senin, 04 Jul 2022 15:52

Miras Holywings di Negeri Muslim Mayoritas

Miras Holywings di Negeri Muslim Mayoritas

Senin, 04 Jul 2022 15:39

Jumlah Warga Jerman Yang Keluar Dari Dinas Militer Meningkat 2 Kali Lipat Karena Perang Rusia-Ukrain

Jumlah Warga Jerman Yang Keluar Dari Dinas Militer Meningkat 2 Kali Lipat Karena Perang Rusia-Ukrain

Senin, 04 Jul 2022 15:32

IHATEC dan Lembaga Riset Jepang Jalin Kerjasama Strategis di Bidang Halal

IHATEC dan Lembaga Riset Jepang Jalin Kerjasama Strategis di Bidang Halal

Senin, 04 Jul 2022 14:35

Bermitra dengan BPJPH, IHATEC Siap Dukung Tercipta SDM Bidang Halal

Bermitra dengan BPJPH, IHATEC Siap Dukung Tercipta SDM Bidang Halal

Senin, 04 Jul 2022 14:24

DPRD: Kasus Holywings Jadi Momentum Evaluasi Perda Miras di Kota Bekasi

DPRD: Kasus Holywings Jadi Momentum Evaluasi Perda Miras di Kota Bekasi

Ahad, 03 Jul 2022 22:07

Anis Byarwati Dinobatkan sebagai Bunda UMKM

Anis Byarwati Dinobatkan sebagai Bunda UMKM

Ahad, 03 Jul 2022 22:02

Laporan: FBI Sewa Vila Di Istanbul Untuk Tersangka Islamic State Sebelum Beri Tahu Otoritas Turki

Laporan: FBI Sewa Vila Di Istanbul Untuk Tersangka Islamic State Sebelum Beri Tahu Otoritas Turki

Ahad, 03 Jul 2022 21:05

Demonstrasi Anti-Militer Berlanjut Di Sudan Untuk Menuntut Pemerintahan Sipil

Demonstrasi Anti-Militer Berlanjut Di Sudan Untuk Menuntut Pemerintahan Sipil

Ahad, 03 Jul 2022 20:45

Otoritas Palestina Serahkan Peluru Yang Menewaskan Jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh Ke AS

Otoritas Palestina Serahkan Peluru Yang Menewaskan Jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh Ke AS

Ahad, 03 Jul 2022 20:13

Sebanyak 78.339 Jemaah Haji Indonesia sudah Diberangkatkan ke Tanah Suci

Sebanyak 78.339 Jemaah Haji Indonesia sudah Diberangkatkan ke Tanah Suci

Sabtu, 02 Jul 2022 22:05

Pasukan Pendudukan Israel Serang Pemakaman Seorang Wanita Palestina Di Tepi Barat

Pasukan Pendudukan Israel Serang Pemakaman Seorang Wanita Palestina Di Tepi Barat

Sabtu, 02 Jul 2022 20:38

Jelang Puncak Haji, Pemerintah Intensifkan Screening Kesehatan Jemaah

Jelang Puncak Haji, Pemerintah Intensifkan Screening Kesehatan Jemaah

Sabtu, 02 Jul 2022 20:03

Holywings Nistai Kesucian Agama, Sangat Patut Diadili Hukum dan Dicabut Izin Usahanya

Holywings Nistai Kesucian Agama, Sangat Patut Diadili Hukum dan Dicabut Izin Usahanya

Sabtu, 02 Jul 2022 18:54


MUI

Must Read!
X