Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
9.056 views

Hanya Dua Hari Densus 88 Menembak Mati 11 TerdugaTeroris

Jakarta (voa-islam.com) Densus 88, sesudah tewasnya 4 orang anggota Brimob di Poso, dan beberapa orang anggota Brimob lainnya, yang mengalami luka-luka, nampaknya melakukan tindakan yang sangat luar biasa, dan hanya dalam waktu singkat melakukan pembersihan, di tempat-tempat yang dianggap menjadi tempat persembunyian teroris.

Densus 88, hanya dalam waktu singkat membabat 11 orang yang diduga menjadi anggota kelompok teroris. Diduga kelompok ini sering melakukan aksi teror di wilayah Sulawesi. Penangkapan ini dilakukan dalam waktu 2 kali 24 jam (2 hari). Demikian dikatakan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Polri Brigjen Boy Rafli Amar dalam siaran pers di Gedung Humas Polri, Jakarta, Sabtu (5/1/2013).

Berikut adalah rincian penembakan sebelas teroris tersebut.

1. Makassar, Sulawesi Selatan. Jumat (4/1) di Masjid Nur Alfiah, di dalam rumah sakit Wahidin, Makassar, sekira 10.30 WIT, dua teroris yang memberikan perlawanan ditembak, Abua Suaya dan Hasan alias Kholil.

Jumat (4/1) di Terminal Dayang, Makassar sekira 14.30 WIT juga terjadi penangkapan terhadap dua orang. Keduanya juga melakukan perlawanan dan harus dilumpuhkan Tim Densus 88, keduanya adalah Tamrin dan Arbain

Jumat (4/1) di Emrekan, Makassar, dua orang masih dengan kelompok yang sama, harus dilumpuhkan sekira pukul 18.30 WIT, keduanya adalah Syarifudin dan Fadli

Selain, di Makassar, tim Densus 88 juga melumpuhkan daerah di Dompu, Nusa Tenggara Barat. Jumat (4/1), sekira pukul 18.00 WIT, ditangkap saat mereka baru saja turun dari tempat pelatihan. Dua orang itu juga harus ditembak mati, Roy dan Bahtiar. Ditemukan juga barang bukti 1 bom pipa siap ledak, 4 bom pipa masih dalam perakitan, serta bahan-bahan bom, urea, asam nitrat, sodium, paku besi, baterai.

Pada Sabtu (5/1), pukul 07.00 WIT, tiga orang ditembak mati di Kebun Kacang, Kelurahan Kandai, Dompu, NTB. Dari 3 orang yang tewas ini, satu sudah teridentifikasi atas nama Andi, sedangkan dua lainnya belum. Bersama ketiga orang ini diamankan BB senjata api laras pendek jenis FN.

Sebelumnya, di kantor Polda Sulawesi Tengah berlangsung kunjungan Panglima TNI, Laksamana Suhartono, Kapolri Jenderal Timur Pradopo, dan Kepala BIN, Letjen Marciano. Ketiganya membahas situasi keamanan di Poso, dan dianggap sebagai situasi yang sangat rawan, dan mengganggu keamanan nasional.

Tetapi, tindakan polisi yang sangat eksessif (berlebihan) itu, pasti akan menimbulkan kebencian dari kalangan umat Islam, yang melihat tindakan polisi itu, sebagai langkah yang sangat tidak layak, dan semakin sulit menciptakan situasi di Poso yang lebih kondosif.

Polisi sendiri sangat tidak akurat, ketika melakukan penangkapan terhadap 14 orang yang menjadi tersangka teroris. Mereka menghadapi penyiksaan secara brutal, dan sesudah itu dilepaskan, karena ke 14 orang yang ikut pengajian itu, ternyata tidak terbukti. Langkah polisi ini akan berdampak negatif bagi kepentingan jangka panjang keamanan nasional. af

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Toko Tas Online TBMR - Diskon Setiap Hari

Jual tas branded murah, tas import, tas wanita dengan harga yang super murah. Tas LV, Prada, Gucci, Hermes, Chanel, Burberry, Chloe, Webe, dll. Grosir dan Eceran.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Dua Tahun Nuraini Menahan Sakit Tumor Mata. Cita-citanya Ingin Jadi Ustadzah. Ayo Bantu!!

Dua Tahun Nuraini Menahan Sakit Tumor Mata. Cita-citanya Ingin Jadi Ustadzah. Ayo Bantu!!

Orang dewasa saja belum tentu sanggup menahan nyeri yang hebat selama dua tahun pada mata dan kepala. Tapi balita Nuraini ini bisa bersabar menghadapi ujian Allah, tumor mata ganas....

Padukan Dakwah dan Medis, IDC akan Mendirikan KLINIK UMMAT Gratis untuk Dhuafa, Ayo Bantu!!

Padukan Dakwah dan Medis, IDC akan Mendirikan KLINIK UMMAT Gratis untuk Dhuafa, Ayo Bantu!!

Untuk meningkatkan dakwah dan kesejahteraan umat Islam, IDC mensinergikan dakwah Islamiyah, misi kemanusiaan dan medis. Ayo bantu program KLINIK UMMAT di berbagai daerah....

Yatim Syuhada Zahra Ramadhani Tutup Usia, Biaya Pengobatan Rp 10,8 Juta Telah Disalurkan

Yatim Syuhada Zahra Ramadhani Tutup Usia, Biaya Pengobatan Rp 10,8 Juta Telah Disalurkan

Gadis yatim syuhada ini wafat di RS Adam Malik Medan setelah menderita penyakit Lupus. Ayahnya gugur tahun 2010 saat menegakkan syariat i'dad bersama kafilah Mujahidin Aceh....

Biaya Operasi Penyumbatan Usus Dilunasi, Aktivis Nahi Mungkar Solo Pulang dari Rumah Sakit

Biaya Operasi Penyumbatan Usus Dilunasi, Aktivis Nahi Mungkar Solo Pulang dari Rumah Sakit

Setelah dua pekan opname di rumah sakit, akhirnya Luqman Rivai bisa pulang ke rumah. Biaya operasi sebesar 33,5 juta rupiah dilunasi, IDC turut membantu biaya 8,5 juta rupiah...

Operasi Penyumbatan Usus, Aktivis Nahi Mungkar Solo Butuh Biaya Rp 12 Juta. Ayo Bantu!!

Operasi Penyumbatan Usus, Aktivis Nahi Mungkar Solo Butuh Biaya Rp 12 Juta. Ayo Bantu!!

Sudah dua pekan Luqman opname di rumah sakit, usai operasi penyumbatan usus. Ia tak bisa pulang karena terganjal biaya operasi 33,5 juta rupiah yang belum dilunasi. Ayo bantu!! ...

Latest News


Must Read!
X