Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
20.085 views

Tragedi Politik Antara Riyad, Doha, dan Hamas

RIYAD (voa-islam.com) - Keputusan pemerintah Kerajaan Arab Saudi melakukan kriminalisasi terhadap Jamaah Ikhwanul Muslimin, dan menempatkannya dalam daftar terorisme, pasti akan memiliki implikasi serius.

Keputusan Arab Saudi memberangus dan melakukan kriminalisasi terhadap Ikhwan menjadi babak baru hubungan antara Ikhwan dengan Kerajaan Arab Saudi. Di mana Ikhwan memiliki cabang di 80 negara di seluruh dunia.

Ikhwan juga memiliki 20 cabang, dan tersebar di 17 negara Arab. Di mana mereka mendirikan partai politik yang sah, dan diakui oleh otoritas negara. Selain itu, Ikhwan memiliki cabang di Yordania dan Jalur Gaza.

Pemerintah di Riyadh tidak akan mampu menghukum terhadap Hamas, cabang Ikhwanul di Jalur Gaza. Karena tidak ada komunikasi atau hubungan antara kedua belah pihak. Tidak seorang pejabat Hamas yang pernah diterima oleh seorang pejabat Saudi.

Bahkan, satu-satunya peristiwa, di mana para pejabat Saudi mengundang anggota Hamas, berkunjung ke Arab Saudi,  ketika Riyadh mencoba mendorong rekonsiliasi antara Hamas dan Fatah, pada Konferensi Makkah pada Februari 2007.

Konferensi itu menghasilkan kesepakatan rekonsiliasi nasional melalui pembentukan pemerintah baru yang dipimpin oleh Ismail Haniyeh. Rekonsiliasi itu tidak berlangsung lama,  karena pecah perang antara Fatah dan Hamas. Gerakan Hamas berhasil mengalahkan Fatah, dan mengontrol seluruh  Jalur Gaza, sejak Juni tahun 2007.

Sejak hari itu, tidak ada pejabat Hamas mengunjungi Arab Saudi. Jika ada undangan mereka tidak pergi.  Kecuali  melakukan ibadah Umrah. Para pejabat Hamas dilarang menghubungi setiap pejabat Arab Saudi, selama mereka melaksanakan ziarah umroh.

Tekanan Kerajaan Arab Saudi terhadap Hamas adalah bagian kebijakan rezim junta militer Mesir, yang menempatkan kelompok Palestina, Hamas dalam daftar teroris, beberapa waktu lalu. Mesir melarang semua kegiatan Hamas, menutup kantornya, membekukan seamua assetnya, dan menghancurkan ribuan terowongan bawah tanah di sepanjang perbatasan Rafah.

Tindakan rezim junta militer Mesir itu, sebagai langkah pengepungan atau blokade ekonomi dan  politik, karena Hamas menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan Jamaah khwanul Muslimin. Sejatinya, Arab Saudi tidak perlu terlibat dalam pengucilan atau tindakan apapun terhadap Hamas, karena itu urusan internal Mesir.

Melalui pembicaraan telepon dengan seorang pejabat senior Hamas, menyatakan keprihatinannya yang mendalam atas memburuknya hubungan antara Qatar dan Arab Saudi. Pejabat senior Hamas itu,  menegaskan bahwa pemimpin Hamas mengadaknya  pertemuan rahasia,  membahas implikasi memburuknya hubungan Arab Saudi dengan Qatar terhadap Hamas.

Pejabat Hamas itu, bahwa tindakan Arab Saudi memaksa Qatar memutuskan hubungan dengan Ikhwanul Muslimin akan berakibat buruk terhadap Hamas, karena  Qatar menjadi tulangpunggung Hamas, dan satu-satunya  pendukung keuangan dan politik bagi Hamas.

Hamas mensikapi keputusan Arab Saudi terhadap Ikhwan lebih banyak diam. Bahkan, belum ada komentar resmi yang dibuat oleh pejabat Hamas, tentang keputusan Saudi  melakukan kriminalisasi Ikhwanul Muslimin atau  hubungan Saudi-Qatar. Sebaliknya, Ikhwanul Muslimin cabang Jordania cukup berani menyatakan oposisinya terhadap langkah Saudi.

Juru bicara Ikhwan di Jordan,  Zaki Bin Irsheid, menyatakan bahwa ia menganggap keputusan Saudi terburu-buru dan emosional. "Saya terkejut bahwa Arab Saudi akan membuat keputusan seperti itu pada saat ini, terutama karena sedang terancam oleh tindakan Amerika dan Zionis mengenai program nuklir Iran di kawasan itu”, katanya.

“Apakah mungkin bahwa pemerintah Saudi bekerja sama dengan Bashar Al –Assad? Di mana Bashar al-Assad memiliki sentimen anti–Ikhwan,  dan terus melakukan penindasan terhadap Ikhwan”, kata pejabat Ikhwan.

Dua sistem pemerintahan di wilayah Teluk ini didirikan dan dijalankan atas perjanjian antara penguasa keluarga kerajaan dan gerakan-gerakan keagamaan. Keluarga penguasa Saudi,  pertama adalah bahwa Al-Saud, dan yang kedua adalah monarki Hashemit di Yordania. Keluarga kerajaaan Arab Saudi, kekuasaannya diperoleh berdasarkan kontrak sosial dan politik dengan gerakan Wahhabi.

Sedangkan, Jordania membentuk kerjasama pemahaman dengan Ikhwanul Muslimin. Pertanyaan kritis yang muncul sekarang adalah tindakan apa yang akan diambil oleh Jordania, sesudah Arab Saudi menghabisi Ikhwanul Muslimin?

Akankah Arab Saudi mendorong Jordania mengucilkan dan mencap teroris terhadap Ikhwan? Sama seperti tindakan Saudi terhadap Ikhwan? Apakah Jordan akan mengikuti jejak Riyadh, melarang kegiatan Ikhwan atau akan lebih memilih tidak mengambil tindakan apapun terhadap Ikhwan?

Aliansi antara Kerajaan Arab Saudi dan Jordania sangat kuat. Tapi, sudah bukan rahasia lagi bahwa hubungan ini, memburuk antara Jordania dan Qatar, dan alasan ini pula mengapa pemerintah di Doha menolak memberikan bantuan ekonomi ke Amman. Ini juga menjelaskan penolakan Qatar mempekerjakan warga negara Jordania dalam lembaga-lembaga ekonomi Qatar.

Keputusan Jordania berbeda dengan Arab Saudi dan keputusan Mesir melakukan kriminalisasi Ikhwanul Muslimin bisa berakibat tak terduga.

Terutama saat-saat Jordan sedang menghadapi banyak 'ranjau' politik, dan kondisi politik di Timur Tengah yang sangat rentan, sewaktu-waktu bisa terjadi ledakan krisis yang  lebih hebat. Krisis Suriah berkembang lebih komplek hari demi hari, dan berada pengaruh kepentingan Amerika, Arab Saudi dan Qatar, dan  ini bisa menggagalkan untuk menggulingkan rezim Assad.

Situasi di Irak juga sangat tidak stabil, dan seperti gunung berapi, yang bisa meletus setiap saat. Adapun Pendudukan Palestina, mereka berada di ambang intifadhah ketiga, karena usaha yang gagal Otoritas Palestina melakukan negosiasi damai dengan Israel.

Pihak berwenang Jordania sekarang harus membuat beberapa keputusan yang sangat sulit dan setiap keputusan yang mereka buat, harus dibayar dengan harga yang mahal. Dalam hal ini, pilihan paling aman adalah tidak melakukan pilihan apapun. Hal ini lebih aman tidak melakukan apa-apa. Karena masa depan rezim junta militer Mesir berada di ujung tanduk. Termasuk Arab Saudi. (afgh/wb/voa-islam)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

IDC menerima zakat fitrah Rp 40.000 hingga 51.000 per-jiwa, disalurkan kepada Mustahiq dengan prioritas Muallaf dan Fakir Miskin dari kalangan yatim, aktivis Islam, dan dhuafa terdampak pandemi...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

Alhamdulillah, kini Maria muallaf mahasiswi Universitas Brawijaya bisa bernafas lega. Yayasan IDC menyalurkan amanah dari para donatur, sebesar Rp 66.648.300 untuk membantu beasiswa pendidikan...

Latest News
New Normal Saat Angka Covid-19 Tinggi dan Tanpa Vaksin, Mardani: Bunuh Diri Massal Namanya

New Normal Saat Angka Covid-19 Tinggi dan Tanpa Vaksin, Mardani: Bunuh Diri Massal Namanya

Rabu, 27 May 2020 11:17

Delapan Tahun Cerol-SS23000, Solusi Sertifikasi Halal di Masa Pandemi Covid-19

Delapan Tahun Cerol-SS23000, Solusi Sertifikasi Halal di Masa Pandemi Covid-19

Rabu, 27 May 2020 10:35

Peraturan Gubernur Anies, Jangan Harap Bisa Masuk Jakarta Tanpa SIKM

Peraturan Gubernur Anies, Jangan Harap Bisa Masuk Jakarta Tanpa SIKM

Rabu, 27 May 2020 09:45

Habib Bahar dan Said Didu, Dua Ikon Perlawanan Baru

Habib Bahar dan Said Didu, Dua Ikon Perlawanan Baru

Rabu, 27 May 2020 07:32

Umat Islam Menghadapi Bangkitnya PKI

Umat Islam Menghadapi Bangkitnya PKI

Selasa, 26 May 2020 23:32

Kemenangan Lelang M. Nuh di Gelaran Konser Amal Corona Dianulir

Kemenangan Lelang M. Nuh di Gelaran Konser Amal Corona Dianulir

Selasa, 26 May 2020 23:31

Perlukah Hari Kebangkitan Rasional di Tengah Pandemi Covid-19?

Perlukah Hari Kebangkitan Rasional di Tengah Pandemi Covid-19?

Selasa, 26 May 2020 23:27

Cek Arah Kiblat, 27 dan 28 Mei Matahari Melintas di atas Ka'bah

Cek Arah Kiblat, 27 dan 28 Mei Matahari Melintas di atas Ka'bah

Selasa, 26 May 2020 21:57

Presiden Filipina Duterte Tidak Akan Izinkan Siswa Kembali ke Sekolah Sampai Vaksin Corona Ditemukan

Presiden Filipina Duterte Tidak Akan Izinkan Siswa Kembali ke Sekolah Sampai Vaksin Corona Ditemukan

Selasa, 26 May 2020 21:30

PKS: Pemerintah Jangan Buru-buru New Normal

PKS: Pemerintah Jangan Buru-buru New Normal

Selasa, 26 May 2020 20:44

Hacker Gantikan Panggilan Adzan di Beberapa Masjid Turki dengan Lagu Protes Italia

Hacker Gantikan Panggilan Adzan di Beberapa Masjid Turki dengan Lagu Protes Italia

Selasa, 26 May 2020 20:35

Muslim AS dan Kanada Lakukan Shalat Idul Fitri di Dalam Mobil Di Tengah Pembatasan Virus Corona

Muslim AS dan Kanada Lakukan Shalat Idul Fitri di Dalam Mobil Di Tengah Pembatasan Virus Corona

Selasa, 26 May 2020 20:15

Status New Normal dan Posisi Dilematis Presiden

Status New Normal dan Posisi Dilematis Presiden

Selasa, 26 May 2020 19:51

Saudi Akan Mulai Cabut Pembatasan Pencegahan Virus Corona

Saudi Akan Mulai Cabut Pembatasan Pencegahan Virus Corona

Selasa, 26 May 2020 19:44

Taat Protokol Kesehatan, Perwujudan Kesholehan Sosial

Taat Protokol Kesehatan, Perwujudan Kesholehan Sosial

Selasa, 26 May 2020 18:57

Sulit Hidup Berdamai dengan Corona

Sulit Hidup Berdamai dengan Corona

Selasa, 26 May 2020 17:38

Muslim di Italia Ikuti Aturan Pencegahan Virus Corona Saat Rayakan Idul Fitri

Muslim di Italia Ikuti Aturan Pencegahan Virus Corona Saat Rayakan Idul Fitri

Selasa, 26 May 2020 16:56

Update 26 Mei 2020 Infografis Covid-19

Update 26 Mei 2020 Infografis Covid-19

Selasa, 26 May 2020 16:28

Gelar Halal Bihalal di Tengah Corona, IPW Minta Mendagri Tindak Tegas Rektor IPDN

Gelar Halal Bihalal di Tengah Corona, IPW Minta Mendagri Tindak Tegas Rektor IPDN

Selasa, 26 May 2020 15:06

Miris! Di Tengah Corona, Kampus IPDN Gelar Halal Bihalal Undang Penyanyi dari Jakarta

Miris! Di Tengah Corona, Kampus IPDN Gelar Halal Bihalal Undang Penyanyi dari Jakarta

Selasa, 26 May 2020 14:02


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X