Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
19.693 views

Tragedi Politik Antara Riyad, Doha, dan Hamas

RIYAD (voa-islam.com) - Keputusan pemerintah Kerajaan Arab Saudi melakukan kriminalisasi terhadap Jamaah Ikhwanul Muslimin, dan menempatkannya dalam daftar terorisme, pasti akan memiliki implikasi serius.

Keputusan Arab Saudi memberangus dan melakukan kriminalisasi terhadap Ikhwan menjadi babak baru hubungan antara Ikhwan dengan Kerajaan Arab Saudi. Di mana Ikhwan memiliki cabang di 80 negara di seluruh dunia.

Ikhwan juga memiliki 20 cabang, dan tersebar di 17 negara Arab. Di mana mereka mendirikan partai politik yang sah, dan diakui oleh otoritas negara. Selain itu, Ikhwan memiliki cabang di Yordania dan Jalur Gaza.

Pemerintah di Riyadh tidak akan mampu menghukum terhadap Hamas, cabang Ikhwanul di Jalur Gaza. Karena tidak ada komunikasi atau hubungan antara kedua belah pihak. Tidak seorang pejabat Hamas yang pernah diterima oleh seorang pejabat Saudi.

Bahkan, satu-satunya peristiwa, di mana para pejabat Saudi mengundang anggota Hamas, berkunjung ke Arab Saudi,  ketika Riyadh mencoba mendorong rekonsiliasi antara Hamas dan Fatah, pada Konferensi Makkah pada Februari 2007.

Konferensi itu menghasilkan kesepakatan rekonsiliasi nasional melalui pembentukan pemerintah baru yang dipimpin oleh Ismail Haniyeh. Rekonsiliasi itu tidak berlangsung lama,  karena pecah perang antara Fatah dan Hamas. Gerakan Hamas berhasil mengalahkan Fatah, dan mengontrol seluruh  Jalur Gaza, sejak Juni tahun 2007.

Sejak hari itu, tidak ada pejabat Hamas mengunjungi Arab Saudi. Jika ada undangan mereka tidak pergi.  Kecuali  melakukan ibadah Umrah. Para pejabat Hamas dilarang menghubungi setiap pejabat Arab Saudi, selama mereka melaksanakan ziarah umroh.

Tekanan Kerajaan Arab Saudi terhadap Hamas adalah bagian kebijakan rezim junta militer Mesir, yang menempatkan kelompok Palestina, Hamas dalam daftar teroris, beberapa waktu lalu. Mesir melarang semua kegiatan Hamas, menutup kantornya, membekukan seamua assetnya, dan menghancurkan ribuan terowongan bawah tanah di sepanjang perbatasan Rafah.

Tindakan rezim junta militer Mesir itu, sebagai langkah pengepungan atau blokade ekonomi dan  politik, karena Hamas menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan Jamaah khwanul Muslimin. Sejatinya, Arab Saudi tidak perlu terlibat dalam pengucilan atau tindakan apapun terhadap Hamas, karena itu urusan internal Mesir.

Melalui pembicaraan telepon dengan seorang pejabat senior Hamas, menyatakan keprihatinannya yang mendalam atas memburuknya hubungan antara Qatar dan Arab Saudi. Pejabat senior Hamas itu,  menegaskan bahwa pemimpin Hamas mengadaknya  pertemuan rahasia,  membahas implikasi memburuknya hubungan Arab Saudi dengan Qatar terhadap Hamas.

Pejabat Hamas itu, bahwa tindakan Arab Saudi memaksa Qatar memutuskan hubungan dengan Ikhwanul Muslimin akan berakibat buruk terhadap Hamas, karena  Qatar menjadi tulangpunggung Hamas, dan satu-satunya  pendukung keuangan dan politik bagi Hamas.

Hamas mensikapi keputusan Arab Saudi terhadap Ikhwan lebih banyak diam. Bahkan, belum ada komentar resmi yang dibuat oleh pejabat Hamas, tentang keputusan Saudi  melakukan kriminalisasi Ikhwanul Muslimin atau  hubungan Saudi-Qatar. Sebaliknya, Ikhwanul Muslimin cabang Jordania cukup berani menyatakan oposisinya terhadap langkah Saudi.

Juru bicara Ikhwan di Jordan,  Zaki Bin Irsheid, menyatakan bahwa ia menganggap keputusan Saudi terburu-buru dan emosional. "Saya terkejut bahwa Arab Saudi akan membuat keputusan seperti itu pada saat ini, terutama karena sedang terancam oleh tindakan Amerika dan Zionis mengenai program nuklir Iran di kawasan itu”, katanya.

“Apakah mungkin bahwa pemerintah Saudi bekerja sama dengan Bashar Al –Assad? Di mana Bashar al-Assad memiliki sentimen anti–Ikhwan,  dan terus melakukan penindasan terhadap Ikhwan”, kata pejabat Ikhwan.

Dua sistem pemerintahan di wilayah Teluk ini didirikan dan dijalankan atas perjanjian antara penguasa keluarga kerajaan dan gerakan-gerakan keagamaan. Keluarga penguasa Saudi,  pertama adalah bahwa Al-Saud, dan yang kedua adalah monarki Hashemit di Yordania. Keluarga kerajaaan Arab Saudi, kekuasaannya diperoleh berdasarkan kontrak sosial dan politik dengan gerakan Wahhabi.

Sedangkan, Jordania membentuk kerjasama pemahaman dengan Ikhwanul Muslimin. Pertanyaan kritis yang muncul sekarang adalah tindakan apa yang akan diambil oleh Jordania, sesudah Arab Saudi menghabisi Ikhwanul Muslimin?

Akankah Arab Saudi mendorong Jordania mengucilkan dan mencap teroris terhadap Ikhwan? Sama seperti tindakan Saudi terhadap Ikhwan? Apakah Jordan akan mengikuti jejak Riyadh, melarang kegiatan Ikhwan atau akan lebih memilih tidak mengambil tindakan apapun terhadap Ikhwan?

Aliansi antara Kerajaan Arab Saudi dan Jordania sangat kuat. Tapi, sudah bukan rahasia lagi bahwa hubungan ini, memburuk antara Jordania dan Qatar, dan alasan ini pula mengapa pemerintah di Doha menolak memberikan bantuan ekonomi ke Amman. Ini juga menjelaskan penolakan Qatar mempekerjakan warga negara Jordania dalam lembaga-lembaga ekonomi Qatar.

Keputusan Jordania berbeda dengan Arab Saudi dan keputusan Mesir melakukan kriminalisasi Ikhwanul Muslimin bisa berakibat tak terduga.

Terutama saat-saat Jordan sedang menghadapi banyak 'ranjau' politik, dan kondisi politik di Timur Tengah yang sangat rentan, sewaktu-waktu bisa terjadi ledakan krisis yang  lebih hebat. Krisis Suriah berkembang lebih komplek hari demi hari, dan berada pengaruh kepentingan Amerika, Arab Saudi dan Qatar, dan  ini bisa menggagalkan untuk menggulingkan rezim Assad.

Situasi di Irak juga sangat tidak stabil, dan seperti gunung berapi, yang bisa meletus setiap saat. Adapun Pendudukan Palestina, mereka berada di ambang intifadhah ketiga, karena usaha yang gagal Otoritas Palestina melakukan negosiasi damai dengan Israel.

Pihak berwenang Jordania sekarang harus membuat beberapa keputusan yang sangat sulit dan setiap keputusan yang mereka buat, harus dibayar dengan harga yang mahal. Dalam hal ini, pilihan paling aman adalah tidak melakukan pilihan apapun. Hal ini lebih aman tidak melakukan apa-apa. Karena masa depan rezim junta militer Mesir berada di ujung tanduk. Termasuk Arab Saudi. (afgh/wb/voa-islam)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Di usia 63 tahun saat tubuhnya renta sakit-sakitan, ia hidup sebatang kara. Memasuki musim hujan, rumahnya porak-poranda diterjang puting beliung. Ia terpaksa tinggal di kandang Domba tetangganya....

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Hilmi Priyatama, santri juara penghafal Qur'an 30 juz ini lulus beasiswa di Universitas Internasional Afrika Sudan. Namun ia terancam batal berangkat karena terkendala biaya transport, pemberkasan...

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Alhamdulillah mushalla yang hampir roboh dan tidak layak, selesai dibangun permanen. Total dana yang disalurkan sebesar Rp 66.813.500 semoga jadi amal jariyah, pahala terus mengalir tiada akhir...

Latest News
Wakil Ketua MDMC Terima Penghargaan dari Texas A&M University

Wakil Ketua MDMC Terima Penghargaan dari Texas A&M University

Sabtu, 16 Nov 2019 09:49

Tiga Periode, Gak Salah?

Tiga Periode, Gak Salah?

Sabtu, 16 Nov 2019 09:48

Cacat Pertama Nadiem

Cacat Pertama Nadiem

Sabtu, 16 Nov 2019 09:40

Pahlawan Kesesatan

Pahlawan Kesesatan

Sabtu, 16 Nov 2019 09:27

Suicide Bom Mapolrabes Medan; Kenapa Polisi Rentan Menjadi Target Serangan Teror?

Suicide Bom Mapolrabes Medan; Kenapa Polisi Rentan Menjadi Target Serangan Teror?

Sabtu, 16 Nov 2019 09:15

Pertolongan Allah

Pertolongan Allah

Sabtu, 16 Nov 2019 09:11

Sejumlah Produsen Raih Halal Award dari LPPOM MUI

Sejumlah Produsen Raih Halal Award dari LPPOM MUI

Sabtu, 16 Nov 2019 08:11

Israel Serang Gaza, Mardani Ali Sera: Indonesia Harus Protes Keras PBB

Israel Serang Gaza, Mardani Ali Sera: Indonesia Harus Protes Keras PBB

Sabtu, 16 Nov 2019 07:41

Fenomena Desa Hantu, Potret Birokrasi Kapitalistik

Fenomena Desa Hantu, Potret Birokrasi Kapitalistik

Sabtu, 16 Nov 2019 06:42

MUI, Lantangkan Suaramu untuk Tegaknya Syariat

MUI, Lantangkan Suaramu untuk Tegaknya Syariat

Sabtu, 16 Nov 2019 05:39

Dorong Ormas Islam Bentuk Koperasi, Menteri ATR Dukung Kemajuan Ekonomi Ummat

Dorong Ormas Islam Bentuk Koperasi, Menteri ATR Dukung Kemajuan Ekonomi Ummat

Jum'at, 15 Nov 2019 21:08

Jusuf Kalla Dijadwalkan Buka Muktamar ke-6 KBPII

Jusuf Kalla Dijadwalkan Buka Muktamar ke-6 KBPII

Jum'at, 15 Nov 2019 20:22

Menlu AS Sebut Koalisi Anti-Islamic State Harus Pindah Fokus ke Afika Barat dan Sahel

Menlu AS Sebut Koalisi Anti-Islamic State Harus Pindah Fokus ke Afika Barat dan Sahel

Jum'at, 15 Nov 2019 17:05

Laporan: Islamic State Terbitkan 'Panduan' Bagi Calon Serigala Tunggal

Laporan: Islamic State Terbitkan 'Panduan' Bagi Calon Serigala Tunggal

Jum'at, 15 Nov 2019 16:05

Tentara Turki Bangun Pangkalan Militer Baru di Timur Laut Suriah

Tentara Turki Bangun Pangkalan Militer Baru di Timur Laut Suriah

Jum'at, 15 Nov 2019 15:05

Ratna Megawangi: Bangun Pendidikan Karakter Harus dengan Jiwa Mutmainnah

Ratna Megawangi: Bangun Pendidikan Karakter Harus dengan Jiwa Mutmainnah

Jum'at, 15 Nov 2019 10:50

Sandiaga Uno Katakan Revolusi Industri 4.0 Membawa Berkah Buat Pengusaha

Sandiaga Uno Katakan Revolusi Industri 4.0 Membawa Berkah Buat Pengusaha

Jum'at, 15 Nov 2019 09:33

Israel Kembali Serang Gaza Hanya Sehari Setelah Kesepakatan Gencatan Senjata

Israel Kembali Serang Gaza Hanya Sehari Setelah Kesepakatan Gencatan Senjata

Jum'at, 15 Nov 2019 08:45

Ketika Imam Kentut

Ketika Imam Kentut

Jum'at, 15 Nov 2019 08:14

Adhie Massardi: Kemerosotan Ekonomi Nasional Bukan Isu, tapi Fakta

Adhie Massardi: Kemerosotan Ekonomi Nasional Bukan Isu, tapi Fakta

Jum'at, 15 Nov 2019 07:35


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X