Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
8.604 views

Dicaci, Prabowo Berpeluang Jadi Presiden

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Lugu, polos, apa adanya dan tidak suka Pencitraan. Baik, bilang baik. Buruk, bilang buruk. Panggung depan dengan panggung belakang sama. Tak senang rekayasa. Seseorang yang cara berpakaian, gesture tubuh dan mimik muka jauh dari polesan. Hidupnya nyata, bukan rekayasa. Jenderal yang tak kenal make up. Hadapi dan sampaikan apa adanya, tanpa branding apapun. To the poin jika bicara. Ceplas-ceplos. Sedikit bersemangat. Tipologi ini cocok untuk menggambarkan Prabowo. Dalam bahasa Gus Dur, Prabowo orang ikhlas.

Ada benarnya juga ungkapan Gus Dur. Prabowo bukan politisi layaknya politisi pada umumnya. Politisi umumnya kuat di packaging. Jaga image dan penampilan, karena publik figur. Hati-hati dalam ucapan dan sikap, agar selalu tampak baik dan menarik. Prabowo tidak. Ia tak bisa keluar dari otentisitas dirinya. Itulah karakter Prabowo. Susah dirubah, kendati banyak yang kasih saran bahwa politik itu butuh sedikit acting. Prabowo tetap tak bisa berakting. Wajahnya satu dan normatif. Padahal dalam politik menuntut pelakunya untuk dapat bermain dengan seribu wajah.

Selain tak suka mencitrakan diri, kekurangan Prabowo yang lain adalah diam dan cenderung pasif ketika dirinya diisukan (dicitrakan) buruk oleh orang lain. Kasus Ratna Sarumpaet (RS) adalah contoh yang terbaru.

Dibohongi RS, lalu ditelanjangi habis-habisan di media dan medsos. Jenderal lugu, kata salah seorang politisi Hanura. Dicurigai Romahurmuziy sebagai pihak yang merekayasa. Dilaporkan ke polisi sama Farhat Abbas. Apa jawab Prabowo?

Prabowo konferensi pers, minta maaf. Pesan kepada Sandiaga Uno, untuk tetap berempati kepada RS. Memaafkannya. Prabowo benar, seorang pemimpin harus bisa memaafkan orang yang berani mengakui salah. Soal hukum, itu masalah lain. Mesti berjalan sesuai undang-undang yang berlaku.

Secara organisatoris, RS sudah jauh off side. Sikap Prabowo yang minta RS mundur itu sangat tepat. Menunjukkan sikap yang tegas. Kasih punishmen, sekaligus pelajaran untuk yang lain.

Beberapa hari sebelumnya, ketika Prabowo dengar dari Nanik S. Deyang bahwa RS telephon Nanik kalau RS berbohong, Prabowo utus orang kepercayaannya yaitu Ustaz Sambo. Jumpa RS. Bicara dari hati ke hati. Melalui Ustaz Sambo, Prabowo hanya minta satu hal: RS mesti jujur. Jujur sejujur jujurnya. Mengatakan apa yang sesungguhnya terjadi. Jika RS selama ini bohong, RS harus bilang ke publik bahwa ia telah berbohong. Kejujuran lebih utama dari apapun. Dan RS kemudian konferensi pers, didampingi Ustaz Sambo. RS mengakui semua kebohongannya.

Siapa yang berbohong? RS! Prabowo bohong? Tidak! Meski juga minta maaf ke publik, Prabowo tetap diserang. Berhari-hari, Prabowo dibully, dan seperti hendak dihabisi. Polanya sistemik. Ada kesan kuat sangat terencana. Publik jadi bertanya: ada skenario apa? Siapa sebenarnya pemain di belakang RS.

Jika tim Prabowo yang berada di belakang RS, apa susahnya polisi mengungkap dan menangkap. Untuk mengungkap kebohongan RS saja hanya butuh waktu semalam. Datanya lengkap, detil dan komprehensif. Tentu, polisi juga punya kemampuan mengungkap dalang di balik kebohongan RS. Kita berharap, polisi gesit dan obyektif mengungkap dalang di balik kasus RS. Jika ada. Siapapun orang itu dan dari kelompok manapun. Harus diungkap! Wajib! Ini pelajaran moral untuk anak bangsa kedepan. Ini menyangkut etika politik yang akan diwariskan. Jika tak terungkap, justru akan menyisakan tanda tanya besar. Bukan hanya tanda tanya, tapi malah kecurigaan.

Beberapa hari ini, ada kesan Prabowo jadi target hukum dan politik. Yang orang lupa hitung bahwa mengejar Prabowo sebagai target kasus RS justru akan memberi panggung jenderal lugu dan polos ini untuk berpeluang mendapat simpati dan empati dari rakyat. Prabowo akan dapat citra natural sebagai jenderal yang selalu terdzalimi. Mirip seperti SBY di tahun 2004. Semakin dicaci dan dibully, Prabowo semakin berpeluang jadi presiden. [PurWD/voa-islam.com]

 

Jakarta, 7/10/2018

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Musibah dahsyat menimpa Ustadzah Juwariah. Terlindas truk kontainer, ia kritis tak sadarkan diri: tulang panggul remuk, tulang pubis patah, engsel tulang panggul bergeser (dislokasi), engkel...

Latest News
Fadli Zon Ungkap Tanda-tanda Kekalahan Jokowi

Fadli Zon Ungkap Tanda-tanda Kekalahan Jokowi

Rabu, 20 Feb 2019 08:47

Menangkan Prabowo-Sandi, Ulama Resmikan Posko Koppasandi

Menangkan Prabowo-Sandi, Ulama Resmikan Posko Koppasandi

Rabu, 20 Feb 2019 08:20

Bak Kacang Lupa Kulitnya, Kampanye Jokowi di Pilgub DKI Dibiayai dari Keuntungan Lahan Prabowo

Bak Kacang Lupa Kulitnya, Kampanye Jokowi di Pilgub DKI Dibiayai dari Keuntungan Lahan Prabowo

Rabu, 20 Feb 2019 08:00

Pejabat Eropa Tolak Seruan Trump untuk Pulangkan Jihadis Asing yang Ditangkap di Suriah

Pejabat Eropa Tolak Seruan Trump untuk Pulangkan Jihadis Asing yang Ditangkap di Suriah

Selasa, 19 Feb 2019 22:05

Benarkah Presiden Jokowi Seperti Umar Bin Khattab?

Benarkah Presiden Jokowi Seperti Umar Bin Khattab?

Selasa, 19 Feb 2019 20:00

India Tuduh Badan Intelijen Pakistan Terlibat Serangan Bom Mematikan di Khasmir

India Tuduh Badan Intelijen Pakistan Terlibat Serangan Bom Mematikan di Khasmir

Selasa, 19 Feb 2019 18:15

Perdana Menteri Imran Khan: Pakistan Siap Membalas Jika Diserang India

Perdana Menteri Imran Khan: Pakistan Siap Membalas Jika Diserang India

Selasa, 19 Feb 2019 17:45

Tak ingin Pasar Dikuasai Asing, Pemuda Sukses Ini Disebut Sandi

Tak ingin Pasar Dikuasai Asing, Pemuda Sukses Ini Disebut Sandi

Selasa, 19 Feb 2019 16:41

Hacker Retas Perusahaan dan Badan Pemerintah AS Setelah Amerika Mundur dari Perjanjian Nuklir

Hacker Retas Perusahaan dan Badan Pemerintah AS Setelah Amerika Mundur dari Perjanjian Nuklir

Selasa, 19 Feb 2019 14:45

Kritisi Greenpeace Indonesia ke Capres 2019

Kritisi Greenpeace Indonesia ke Capres 2019

Selasa, 19 Feb 2019 14:41

Pilih Capres Berkualitas dengan Penilaian Konsep Membangun Negara

Pilih Capres Berkualitas dengan Penilaian Konsep Membangun Negara

Selasa, 19 Feb 2019 12:41

Tagar #JokowiBohongLagi Menggema di Jagad Twitter

Tagar #JokowiBohongLagi Menggema di Jagad Twitter

Selasa, 19 Feb 2019 11:53

Mahasiswi Hindu Pun Tolak RUU PKS

Mahasiswi Hindu Pun Tolak RUU PKS

Selasa, 19 Feb 2019 09:59

Banyak Sebut Data Tak Akurat Saat Debat, Jokowi Diminta untuk Klarifikasi

Banyak Sebut Data Tak Akurat Saat Debat, Jokowi Diminta untuk Klarifikasi

Selasa, 19 Feb 2019 09:39

Prabowo Nasionalis dan Patriot

Prabowo Nasionalis dan Patriot

Senin, 18 Feb 2019 20:51

Cara Sederhana 6 Langkah Mendidik Adab Anak

Cara Sederhana 6 Langkah Mendidik Adab Anak

Senin, 18 Feb 2019 20:35

Pizza Diva Halal Hadir 4 Rasa baru, Raih Rp. 20 Jutaan/bulan

Pizza Diva Halal Hadir 4 Rasa baru, Raih Rp. 20 Jutaan/bulan

Senin, 18 Feb 2019 19:10

Tiap Hari Ikuti Praktek Quranic Quantum Healing bersama Abi Khadijah

Tiap Hari Ikuti Praktek Quranic Quantum Healing bersama Abi Khadijah

Senin, 18 Feb 2019 18:54

Sandi Memastikan Ini jika Terpilih

Sandi Memastikan Ini jika Terpilih

Senin, 18 Feb 2019 18:51

Pakistan Tarik Pulang Dubesnya dari India di Tengah Meningkatnya Ketegangan Atas Kashmir

Pakistan Tarik Pulang Dubesnya dari India di Tengah Meningkatnya Ketegangan Atas Kashmir

Senin, 18 Feb 2019 18:05


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Senin, 18/02/2019 14:28

Generasi Kering Iman