Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.422 views

Potret Kabinet, Singkirkan Yang Lemah dan Ambil Yang Kuat

Tony Rosyid

(Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa)

Jokowi sudah umumkan para pembantunya yang duduk di kabinet. "Tidak ada visi menteri, yang ada adalah visi presiden dan wakil presiden", kata Jokowi saat memberi pembekalan kepada para pembantunya itu.

Ada 34 menteri. 16 (47 %) dari parpol, 18 (53%) dari profesional. Yang dimaksud profesional itu tidak otomatis bahwa mereka itu punya kompetensi di bidangnya sehingga bisa kerja secara profesional. Sebagian kementerian diserahkan kepada orang-orang yang justru diragukan kompetensinya. Siapa diantaranya? Analisis sendiri!

Hal ini tidak hanya berlaku di kabinet Jokowi. Tapi juga sering terjadi di pemerintahan sebelum Jokowi. "Bagi-bagi kue" untuk timses dan bohir tetap menjadi unsur yang tak bisa dihindari. Melihat fakta ini, maka profesional tidak selalu punya arti bahwa mereka dipilih sesuai dengan kompetensi di bidangnya.

Kata profesional lebih tepat diartikan sebagai "menteri non parpol". Dilihat dari sini maka ada kesalahan istilah yang perlu diluruskan. Karena kata "profesional" tidak merepresentasikan sepenuhnya kompetensi mereka.

Sementara dari parpol ada 16 menteri. Hampir semua partai pengusung mendapat jatah. Lima untuk PDIP. Masing-masing tiga menteri untuk Golkar dan Nasdem. PKB dapat jatah dua menteri. PPP dapat satu menteri.

Ini wajar untuk stabilitas politik. Semua presiden terpilih akan melakukan hal yang sama. Tapi, akan jauh lebih ideal jika utusan dari parpol ini adalah orang-orang profesional. Maksudnya, orang-orang yang direkomendasikan parpol mesti memiliki kompetensi sesuai posisinya. Jadi, presiden sudah seharusnya memberi syarat "integritas dan kapasitas" terhadap orang-orang yang direkomendasi parpol. Sayangnya, faktanya tidak seperti itu.

Selain parpol pengusung, Gerindra dapat jatah dua kursi menteri. Yaitu Menhan untuk Prabowo dan KKP untuk Edhy Prabowo. Hebat dong? Jadi pembantu kok hebat sih mas...mas.. Pembantu tetap pembantu. Takdirnya ada di telunjuk presiden. Kapan saja bisa diresuffle. Apalagi sudah diancam veto oleh Menkopolhukam dan dikawal wakil menteri dari pendukung Jokowi.

Saat ini Prabowo dibutuhkan Jokowi untuk memastikan bahwa Gerindra tak oposisi. Bisa merepotkan. Jika nanti keadaan politik sudah stabil dan Jokowi tak lagi butuh Gerindra, bisa saja dua menteri dari Gerindra ini disingkirkan. Apalagi jika Prabowo neko-neko. Ganti!

Dengan jumlah 34 menteri, tentu Jokowi tak bisa mengakomodir semua pendukung dan mereka yang ikut berkontribusi terhadap pemenangannya di pilpres. Karena itu, Jokowi memprioritaskan mereka yang bisa memberi kekuatan politik untuk lima tahun kedepan. Yang tak dibutuhkan? Goodbye.

Diantara mereka yang tak dianggap memberi kekuatan politik adalah pertama, parpol seperti Hanura, PBB, Perindo, PSI dan PKPI. Meski all out dukung Jokowi, tapi lima partai ini tak punya anggota di parlemen. Karenanya, Jokowi tak merasa perlu untuk melibatkan mereka.

Selain lima partai tersebut, Demokrat dan PAN juga tak dibutuhkan Jokowi. Meski sempat merapat ke istana segera setelah hasil quick count diumumkan, tapi gayung tak tersambut. AHY yang isunya digadang-gadang jadi Menpora, lewat. Demikian juga dengan PAN. Teriakan Bara Hasibuan, kader PAN yang terus berupaya menembus dinding istana, gagal total. Apakah kedua partai ini mau oposisi? Demokrat Sepertinya tidak. Jokowi pasti sudah menghitungnya. Dengan kasus yang rumornya melibatkan anggota keluarga Cikeas, Demokrat sepertinya lebih aman kalau tak oposisi. PAN? Jika harus oposisi, terpaksa. Tentu gaungnya di mata rakyat beda dengan PKS yang dari awal tetap konsisten memilih berada di luar pemerintahan. Faktor Amien Rais yang selalu lantang membuat Jokowi tak nyaman. Toh kalau mau oposisi, PAN tak dianggap akan membahayakan bagi Jokowi.

Kedua, Jokowi juga tak memberi jatah menteri kepada tokoh-tokoh NU, Ansor dan Banser. Zainuttauhid yang dipilih sebagai wamenag lebih mewakili PPP dari pada NU. Menteri agama yang biasanya jadi jatah NU, pun diberikan kepada militer. Kondisi ini membuat sejumlah aktifis dan para kiai NU menyayangkan. Apakah ini bertanda bahwa Jokowi tak lagi butuh NU? Boleh jadi. Karena Jokowi sudah tak butuh dukungan untuk nyapres di 2024.

Ketiga, sejumlah orang yang tak diragukan kinerjanya saat pilpres. TGB, Ngabalin dan Kapitra adalah sebagian sosok yang "luar biasa" pembelaannya terhadap Jokowi. Tinggalkan habitatnya untuk merapat dan memperjuangkan kemenangan Jokowi. Ada juga Wiranto dan Moeldoko, dua mantan panglima yang orasinya berapi-api. Mereka tak diakomodir. Kenapa? Mungkin tak lagi punya kekuatan yang jadi alasan bagi Jokowi untuk membutuhkan mereka.

Dari komposisi Kabinet Indonesia Maju ini kita bisa menilai bahwa Jokowi hanya butuh empat kekuatan politik. Pertama, kekuatan Luhut Binsar Panjaitan (LBP). LBP adalah kekuatan utama Jokowi. Posisinya masih number one. Tetap Menko Maritim, bahkan ditambah kewenangannya mengurusi investasi. Selain itu, Jokowi juga mengakomodir Mahfudz MD sebagai Menkopolhukam dan Fachrur Rozi sebagai Menteri Agama. Dua tokoh ini dikenal sebagai kolega dan orang dekat LBP. Dari sisi ini, nampak Jokowi masih sangat tergantung kepada -dan tak bisa lepas dari- LBP. The real presiden, kata nitizen.

Kedua, PDIP. 128 kursi di parlemen tak bisa diabaikan oleh Jokowi. Meski dalam sejumlah hal, Jokowi seringkali tak nyaman dan sejalan dengan Megawati. Ini bisa dilihat dari Pilgub 2018. Jokowi dan Mega sering berbeda dukungan calon. Kendati terbanyak anggota parlemennya dan punya Jenderal Budi Gunawan di BIN, Megawati tetap tak mampu menggeser posisi dan pengaruh kekuatan LBP yang punya sejarah panjang dalam perjuangan dengan Jokowi.

Ketiga, sejumlah partai pengusung seperti Golkar, Nasdem, PKB dan PPP. Meski tak sekuat LBP dan PDIP, partai-partai ini dibutuhkan untuk mengamankan suara di parlemen. Gerindra? Yang penting tak oposisi. Sepertinya, tak lebih dari itu kebutuhan Jokowi terhadap Prabowo.

Dan keempat adalah institusi kepolisian. Dengan diangakatnya Jenderal Tito Karnavian sebagai menteri Dalam Negeri dan calon Kapolri diserahkan kepada Komjen Idham Aziz, orang dekat Tito, menunjukkan Jokowi membangun formasi kekuatan yang tak banyak berubah dari periode sebelumnya.

Kecuali tradisi kementerian Agama yang digeser dari jatah NU dan Kemendikbud yang hilang dari kader Muhammadiyah. Dua bidang ini yaitu urusan agama dan pendidikan terbuka peluang untuk mengalami perubahan. Ke arah sekularisasi? Banyak pihak yang menilai seperti itu. [PurWD/voa-islam.com]

Jakarta, 26/10/2019

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Kemenkes: 88 dari 100 ribu Orang Meninggal Akibat Rokok

Kemenkes: 88 dari 100 ribu Orang Meninggal Akibat Rokok

Kamis, 01 Oct 2020 22:18

Bangkitnya Komunis Satukan Umat

Bangkitnya Komunis Satukan Umat

Kamis, 01 Oct 2020 22:07

Iran Seludupkan Senjata Ke Pemberontak Syi'ah Houtsi di Yaman Melalui Pangkalan di Somalia

Iran Seludupkan Senjata Ke Pemberontak Syi'ah Houtsi di Yaman Melalui Pangkalan di Somalia

Kamis, 01 Oct 2020 21:45

Islamic State Perintahkan Anggotanya Lancarkan Serangan di Turki Setiap Bulan

Islamic State Perintahkan Anggotanya Lancarkan Serangan di Turki Setiap Bulan

Kamis, 01 Oct 2020 20:45

Mesir Hukum 2 Influencer TikTok Wanita Enam Tahun Penjara Karena 'Mendorong Prostitusi'

Mesir Hukum 2 Influencer TikTok Wanita Enam Tahun Penjara Karena 'Mendorong Prostitusi'

Kamis, 01 Oct 2020 20:30

Jajak Pendapat: Hampir Setengah Anggota Partai Konservatif Inggris Percaya Islam Adalah Ancaman

Jajak Pendapat: Hampir Setengah Anggota Partai Konservatif Inggris Percaya Islam Adalah Ancaman

Kamis, 01 Oct 2020 20:05

Turki Akan Kirim Dukungan Militer ke Azerbaijan Jika Diminta

Turki Akan Kirim Dukungan Militer ke Azerbaijan Jika Diminta

Kamis, 01 Oct 2020 19:47

Menjaga Pelita Kehidupan

Menjaga Pelita Kehidupan

Kamis, 01 Oct 2020 16:37

Hati-hati, Hallyu Cuma Bikin Halu

Hati-hati, Hallyu Cuma Bikin Halu

Kamis, 01 Oct 2020 16:14

Film G30S/PKI, Jejak Sejarah ideologi

Film G30S/PKI, Jejak Sejarah ideologi

Kamis, 01 Oct 2020 16:10

Indonesia Darurat Keamanan Ulama?

Indonesia Darurat Keamanan Ulama?

Kamis, 01 Oct 2020 16:06

IDEAS: Penciptaan Lapangan Kerja Jangan Korbankan Kesejahteraan Pekerja

IDEAS: Penciptaan Lapangan Kerja Jangan Korbankan Kesejahteraan Pekerja

Kamis, 01 Oct 2020 16:03

PKI Subur Bersama Rezim Otoriter

PKI Subur Bersama Rezim Otoriter

Kamis, 01 Oct 2020 15:59

BWA Ubah Lahan Tidur di Cireunghas Jadi Wakaf Produktif

BWA Ubah Lahan Tidur di Cireunghas Jadi Wakaf Produktif

Kamis, 01 Oct 2020 15:56

Satu Pekan Diberlakukan PSBB, Kasus COVID-19 Klaster Perkantoran di DKI Menurun

Satu Pekan Diberlakukan PSBB, Kasus COVID-19 Klaster Perkantoran di DKI Menurun

Kamis, 01 Oct 2020 11:47

Tak Terbayangkan Kalau Dulu PKI Menang dan Berkuasa

Tak Terbayangkan Kalau Dulu PKI Menang dan Berkuasa

Kamis, 01 Oct 2020 11:21

 Orang dengan Obesitas Lebih Mudah Terpapar Virus

Orang dengan Obesitas Lebih Mudah Terpapar Virus

Kamis, 01 Oct 2020 11:16

Mushola Jadi Sasaran Vandalisme, Kearifan Warga Sekitar Patut Diapresiasi

Mushola Jadi Sasaran Vandalisme, Kearifan Warga Sekitar Patut Diapresiasi

Kamis, 01 Oct 2020 11:08

Muslim India Kecewa Pengadilan Vonis Bebas Terdakwa Konspirator Penghancuran Masjid Babri

Muslim India Kecewa Pengadilan Vonis Bebas Terdakwa Konspirator Penghancuran Masjid Babri

Rabu, 30 Sep 2020 22:40

Pemberontak Syi'ah Houtsi Lakukan 65.971 Pelanggaran Terhadap Anak-anak Yaman

Pemberontak Syi'ah Houtsi Lakukan 65.971 Pelanggaran Terhadap Anak-anak Yaman

Rabu, 30 Sep 2020 20:55


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X