Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
10.032 views

Telat Lockdown, Apakah Indonesia Akan Seperti Itali?

Tony Rosyid

[Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa]

Tidak hanya China, Itali juga parah. Sejak diumumkan tanggal 20 Pebruari, warga Itali yang positif Covid-19 terus bertambah. Ketika angka kematian akibat covid-19 tembus 230 dari 6000 yang dinyatakan positif, pada tanggal 8 Maret Itali umumkan lockdown. Hanya selang 18 hari. Gimana nasib ekonominya? Pasti cukup berat.

Negara yang berpenduduk 16 juta orang ini semakin parah situasinya. Dalam sehari pernah ada 368 orang yang mati karena covid-19. Per hari kemarin (16/3) sudah 1.809 orang yang meninggal dari 24.747 orang yang positif Covid-19. Setiap hari terus bertambah angkanya, tidak saja jumlah warga yang postif covid-19, tapi tingkat kematiannya juga terus naik.

Saat ini, karena berbagai keterbatasan rumah sakit, para dokter dipaksa untuk memilih siapa yang harus dirawat dan diprioritaskan untuk hidup, dan siapa yang dibiarkan akan mati. Menurut data, 58 persen pasien yang mati itu berusia di atas 80 tahun. Dan 31 persen di usia 70-an tahun. Maka, para dokter terpaksa memprioritaskan pasien yang muda.

Apa kesalahan Itali sehingga mengalami situasi separah itu? Pertama, Itali telat lockdown. Bandingkan dengan Selandia Baru. Empat pasien ditemukan positif Covid-19, negara langsung mengisolasi ribuan orang. Dan Selandia Baru saat ini relatif aman dari Corona.



Kedua, Warga yang tak disiplin. informasi lockdown bocor sehari sebelum diumumkan. Sebagian warga di Itali Utara, tempat covid-19 mewabah, lari dan meninggalkan wilayah. Diantara mereka yang lari ada yang positif Covid-19. Akibatnya menular ke wilayah lain.

Bagaimana dengan Indonesia? Banyak pihak menuntut pemerintah pusat ambil keputusan lockdown. Ini cara paling konfensional, tapi efektif untuk menghadapi penyebaran covid-19.

Kenapa harus lockdown? Karena langkah penanganan yang dilakukan selama ini belum terlihat bisa menghambat dan mengurangi penyebaran covid-19. Ini karena pertama, tidak ada informasi yang transparan, memadai, lengkap dan terukur terkait covid-19, pola penyebarannya dan data yang dapat memberi pertimbangan masyarakat untuk melakukan aktifitas dan mewaspadainya.

Seperti apa karakter covid-19, bagaimana pola penyebarannya, lewat apa saja, dalam jangka waktu berapa lama, dst, tidak tersosialisasikan dengan baik. Yang muncul justru informasi tak resmi (bukan dari pemerintah) yang berseliweran di berbagai media sosial yang akurasinya diragukan.

Kedua, tidak ada panduan yang terukur dan konsisten dari pemerintah pusat terkait apa yang harus diwaspadai dan dilakukan oleh rakyat. Bahkan cenderung diserahkan kepada masing-masing daerah (kepala daerah). Emang virus corona itu jenis dan karakternya berbeda di setiap daerah?

Ketiga, keterbatasan perlengkapan alat kesehatan yang dibutuhkan dan ruang isolasi untuk ODP dan PDP. Sampai hari ini, untuk melakukan tes covid-19 hanya bisa dilakukan oleh pemerintah pusat. Sementara jumlah rumah sakit yang ditunjuk pemerintah pusat masih sangat terbatas. Ini jauh dari cukup untuk bisa menangani melonjaknya pasien yang datang ke rumah sakit rujukan.

DKI sudah mengajukan surat resmi untuk diijinkan melakukan tes covid-19. Langkah DKI besar kemungkinan akan diikuti oleh daerah lain ketika covid-19 semakin membesar jumlah penularannya di daerah tersebut.

Keempat, tingkat kedisiplinan masyarakat Indonesia tak lebih baik dari masyarakat Itali. Cenderung meremehkan dan menganggap enteng. Sikap mental seperti ini sudah direpresentasikan oleh sejumlah menteri, termasuk menteri kesehatan dan menteri perhubungan. Tentu, ini akan jadi peluang potensial bagi covid-19 untuk leluasa menyebar.

Inilah diantara alasan kenapa keputusan lockdown menjadi sangat urgent. Jangan karena terlambat, Indonesia mengalami seperti yang dialami Itali. Silahkan pemerintah pusat berhitung dan mempertimbangkan secara cermat apa yang terbaik dilakukan bangsa ini untuk menghadapi covid-19 ini.

Tuntutan sejumlah tokoh untuk lockdown ini obyektif. Jangan malah dituduh sebagai skenario untuk menggulingkan presiden Jokowi. Ini lucu dan amat menggelikan. Banyak nyawa melayang, ada pihak-pihak yang masih terus berpikir politis. Lu saraf? [PurWD/voa-islam.com]

Jakarta, 17 Maret 2020

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Latest News
PKS Ajak Eks Pegawai KPK Bergabung

PKS Ajak Eks Pegawai KPK Bergabung

Jum'at, 15 Oct 2021 20:57

Legislator Nilai Pembukaan Penerbangan Internasional Bali untuk Wisman Terlalu Dini

Legislator Nilai Pembukaan Penerbangan Internasional Bali untuk Wisman Terlalu Dini

Jum'at, 15 Oct 2021 20:50

Kontes Ratu Transgender, Membanggakan?

Kontes Ratu Transgender, Membanggakan?

Jum'at, 15 Oct 2021 19:52

Dua Santri SMA Ar-Rohmah Putri Raih Medali Emas Olimpiade Bahasa Indonesia 2021

Dua Santri SMA Ar-Rohmah Putri Raih Medali Emas Olimpiade Bahasa Indonesia 2021

Jum'at, 15 Oct 2021 19:22

Qatar Berikan 100 USD Tunai kepada 95.000 Warga di Gaza

Qatar Berikan 100 USD Tunai kepada 95.000 Warga di Gaza

Jum'at, 15 Oct 2021 18:45

Serangan Udara Koalisi Pimpinan Saudi Tewaskan Lebih dari 150 Pemberontak Syi'ah Houtsi di Marib

Serangan Udara Koalisi Pimpinan Saudi Tewaskan Lebih dari 150 Pemberontak Syi'ah Houtsi di Marib

Jum'at, 15 Oct 2021 16:45

Meresahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Tim Khusus Berantas Pinjol Ilegal

Meresahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Tim Khusus Berantas Pinjol Ilegal

Jum'at, 15 Oct 2021 16:29

Status Ibadah Menjadi Rutinitas

Status Ibadah Menjadi Rutinitas

Jum'at, 15 Oct 2021 16:00

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Jum'at, 15 Oct 2021 15:07

Prancis Mulai Tarik Pasukan dari Mali

Prancis Mulai Tarik Pasukan dari Mali

Jum'at, 15 Oct 2021 10:30

Jelang Muktamar IV, DPP Wahdah Islamiyah Sowan ke Hidayatullah Sulsel

Jelang Muktamar IV, DPP Wahdah Islamiyah Sowan ke Hidayatullah Sulsel

Jum'at, 15 Oct 2021 07:14

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Jum'at, 15 Oct 2021 06:27

Nigeria Konfirmasi Kematian Pemimpin Cabang ISIS Di Afrika Barat Abu Musab al-Barnawi

Nigeria Konfirmasi Kematian Pemimpin Cabang ISIS Di Afrika Barat Abu Musab al-Barnawi

Kamis, 14 Oct 2021 22:30

Webinar Indonesia Halal Watch Keluarkan Rekomendasi Terkait Kewajiban E-Commerce

Webinar Indonesia Halal Watch Keluarkan Rekomendasi Terkait Kewajiban E-Commerce

Kamis, 14 Oct 2021 22:03

PKS Tegas Tolak APBN untuk Danai Kereta Cepat, Jazuli Juwaini: Presiden Inkonsistensi

PKS Tegas Tolak APBN untuk Danai Kereta Cepat, Jazuli Juwaini: Presiden Inkonsistensi

Kamis, 14 Oct 2021 21:47

6 Orang Tewas 30 Lainnya Terluka Dalam Bentrokan Senjata Di Ibukota Beirut Libanon

6 Orang Tewas 30 Lainnya Terluka Dalam Bentrokan Senjata Di Ibukota Beirut Libanon

Kamis, 14 Oct 2021 21:46

PIA Tangguhkan Penerbangan Ke Afghanistan Setelah Diminta Turunkan Harga Tiket Oleh Taliban

PIA Tangguhkan Penerbangan Ke Afghanistan Setelah Diminta Turunkan Harga Tiket Oleh Taliban

Kamis, 14 Oct 2021 21:10

Kemenag dan BWI Siapkan Program Sertifikasi Nazir

Kemenag dan BWI Siapkan Program Sertifikasi Nazir

Kamis, 14 Oct 2021 20:48

Menlu Qatar: Normalisasi Dengan Israel Tidak Sesuai Dengan Kebijakan Doha

Menlu Qatar: Normalisasi Dengan Israel Tidak Sesuai Dengan Kebijakan Doha

Kamis, 14 Oct 2021 20:04

Childfree, Yakin Suka – Suka?

Childfree, Yakin Suka – Suka?

Kamis, 14 Oct 2021 19:44


MUI

Must Read!
X