Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.527 views

Exstrimis Hindu Minta Maaf Pada Umat Islam Dan Kristen Atas Teror di Nepal

Kathmandu (Voa-Islam.com)- "Keputusan untuk menyerang orang-orang beragama lain adalah sebuah kesalahan. Aku meminta pengampunan dari semua komunitas beragama." Ini adalah pernyataan dari dalam penjara Nakkhu, dari Ram Prasad Mainali, mantan kepala dari Nepal Defense Army (NDPA) kelompok Hindu yang bertanggung jawab atas serangan pengeboman dua buah masjid di selatan Nepal yang membunuh dua orang ketika mereka tengah shalat dan juga serangan terakhir pada 23 Mei di gereja Lalitpur, yang menewaskan tiga orang Kristen. "Saya ingin meminta kepada komunitas (Muslim dan Kristen) untuk tidak memandangku dengan jijik," ia melanjutkan "tetapi saya berharap bahwa mereka kasihan pada saya dan saya meminta kepada mereka untuk selalu berdoa untuk saya. "

NDPA dikenal sebagai kelompok kecil, namun selama bertahun-tahun telah mengklaim serangkaian kegiatan teroris termasuk pembunuhan, ledakan dan intimidasi terhadap umat Muslim dan umat agama lain. Kelompok tersebut, menurut pengakuan Mainali dibiayai oleh organisasi ultra kanan India dan di persenjatai oleh kelompok militan India yang tidak sah, United Liberation Front of Asom (ULFA), yang bertujuan untuk menciptakan sebuah negara gaya Hindu di Nepal.

Keputusan untuk menyerang orang-orang beragama lain adalah sebuah kesalahan. Aku meminta pengampunan dari semua komunitas beragama

Selain pengeboman Masjid Birantnagar 26 April, kelompok tersebut juga mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap katedral Katolik Kathmandu 23 Mei lslu dan markas besar Kongres Partai Pusat pada tanggal 11 Agustus lalu. Kelompok ini juga dituduh atas kematian Pastor John Prakash, rektor sekolah Salesian Sirsya (Morang), yang dibunuh oleh penyerang tak dikenal pada bulan Juli 2007.

Setelah ditangkap pada 10 September tahun lalu, Mainali mengatakan dia adalah seorang laki-laki yang telah berubah.

Negara Hindu tidak boleh dicapai dengan membunuh Muslim dan Kristen" katanya. "Masalah tidak dapat diselesaikan dengan kekerasan. Ini adalah apa yang telah saya pahami dalam penjara

"Negara Hindu tidak boleh dicapai dengan membunuh Muslim dan Kristen" katanya. "Masalah tidak dapat diselesaikan dengan kekerasan. Ini adalah apa yang telah saya pahami dalam penjara." lanjutnya.

Dalam penjara Nakkhu, ia ikut serta setiap minggu di sebuah kuliah tentang Alkitab dan saat-saat doa dan diskusi dengan para tahanan dari agama Kristen. "Mainali telah berubah hatinya melalui pembacaan dan diskusi kita tentang Alkitab," kata Sunsil Darshadhari, seorang pemuda Katolik dan temannya di penjara.

Namun Pendeta dari Katedral tetap beranggapan agak skeptis. "Kita perlu memahami apakah perubahan ini benar" katanya. Ia menambahkan "Ia (Mainali,Red) mungkin  mengatakan hal ini hanya untuk keluar dari penjara." Pendapat yang sama juga dikatakan oleh Nazrul Hussein, presiden Federasi Islam Nepal. "Dia dan kelompoknya telah melakukan kejahatan serius katanya. "Permintaan maafnya tidak dapat menjadi masalah agama, tetapi hanya hukum dan seharusnya tidak dimaafkan." ia menambahkan. (thaindian,speroforum)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

World News lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News

MUI

Must Read!
X

Selasa, 29/11/2022 12:04

Musibah Mengingatkan kepada Nikmat