Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
9.000 views

Pasukan Elit Israel Keok oleh Aktivis Hanya dengan Tongkat dan Pisau

YERUSALEM (voa-islam.com) – Ternyata kehebatan Pasukan Komando Israel  hanya mitos belaka. Setidak-tidaknya, hal itu dibuktikan oleh para aktivis kemanusiaan di kapal Mavi Marmara. Hanya bersenjata tongkat dan pisau seadanya, para aktivis berhasil mengalahkan pasukan elit Israel yang bersenjata lengkap.

Pasukan Komando Israel sudah lama dikenal sebagai pembunuh andal. Mereka mampu bergerak cepat dan mematikan. Tapi, dalam operasi di geladak kapal misi kemanusiaan Mavi Marmara, Minggu subuh lalu, sesungguhnya pasukan ini gagal total.

Keberhasilan mereka membunuh sekurangnya 10 aktivis harus ditebus dengan kemarahan dunia. Mereka juga harus menanggung malu karena dua anggota pasukan khususnya terluka parah akibat perlawanan para aktivis yang tidak bersenjata.

Bagaimana kegagalan ini terjadi? Ynetnews, harian Israel, menyebutkan kegagalan sudah terjadi ketika pasukan diterjunkan dari helikopter. Teori dasar yang diajarkan pada pasukan khusus itu adalah, jangan pernah bergerak sendirian, usahakan selalu bersama anggota pasukan lain.

Teori itu tak berlaku di geladak Marmara. Mengira tak akan mendapat perlawanan sengit, pasukan komando turun satu demi satu dari helikopter, menggunakan tali. Di bawah, tentu saja mereka tidak disambut kalungan bunga. Yang mereka terima adalah serbuan puluhan aktivis yang menggebuk dengan berbagai senjata seadanya, dari kayu, besi, hingga kunci Inggris.

Dengan susah payah semua anggota pasukan komando elit ini akhirnya berhasil mendarat. Tapi kondisi mereka sudah babak-belur. Dua di antaranya bahkan pingsan, dan senjatanya dirampas.

...Dengan susah payah semua anggota pasukan komando elit ini akhirnya berhasil mendarat. Tapi kondisi mereka sudah babak-belur. Dua di antaranya bahkan pingsan...

Merasa terdesak, komandan pasukan memerintahkan menembak dengan peluru karet dan melemparkan granat pengejut. Ini pun tak membuat ratusan aktivis di geladak gentar. Mereka makin bersemangat melawan. Saat pasukan makin terpojok inilah, perintah maut itu dikeluarkan: gunakan peluru tajam. Rentetan tembakan segera melumpuhkan belasan aktivis dan menewaskan sekurangnya 10 orang.

Lembaga analisis intelijen Debka, yang berbasis di Yerusalem, menyebutkan bahwa pasukan komando itu memang kagok. Mereka bukan pasukan antihuru-hara. Mereka adalah pasukan pembunuh. Ketika menghadapi perlawanan para aktivis, mereka bingung karena diminta tidak mengambil alih kapal dengan menimbulkan korban jiwa. “Bahkan polisi perbatasan Israel yang biasa menangani orang-orang Palestina lebih terlatih dari pasukan khusus itu,” demikian Debka menulis.

Pertanyaan yang juga muncul adalah: mengapa pasukan komando itu tidak melakukan operasi diam-diam saja, misalnya menyabotase mesin kapal sehingga bisa diambil alih? Ternyata opsi ini sempat dipikirkan saat operasi dirancang, tapi tak dipakai karena kapal Mavi Marmara terlalu besar. Jika mesin kapal disabot, sulit buat pasukan Israel untuk menyeret kapal besar itu ke wilayah mereka. Maka, jadilah opsi penerjunan yang kemudian membawa bencana itu yang dipilih.

Warga Israel Kaget Pasukan Komando Mereka "Dikalahkan" Aktivis

Masyarakat Israel lewat berbagai media mempertanyakan aksi penyerbuan komando ke kapal-kapal bantuan tujuan Gaza.

Warga di negeri Yahudi itu kaget melihat cuplikan tayangan bahwa pasukan komando elit angkatan laut mereka dipukuli dan dilempar ke laut oleh para aktivis yang hanya bersenjatakan tongkat dan pisau.

...pasukan komando elit Israel dipukuli dan dilempar ke laut oleh para akitivis yang hanya bersenjatakan tongkat dan pisau...

Padahal selama ini warga Israel selalu bangga dengan berbagai operasi militer maupun penyelamatan yang gagah berani dan penuh rahasia.

"Pertanyaan yang tak habis-habisnya muncul. Ke mana kreativitas Israel yang dibanggakan? Mengapa pilihan paling buruk yang ditempuh? Di mana Kepala Staf Angkatan Darat? Mana badan intelijen? " tulis Ari Shavit di koran Haaretz yang beraliran kiri-tengah.

"Kenapa kita tidak memperketat pengepungan di Gaza, tapi justru memperketat pengepungan pada diri kita sendiri?”

Koran-koran yang terbit pagi dipenuhi dengan kritik terhadap misi tersebut. Banyak yang bertanya-tanya mengapa pihak pertahanan sampai keliru menilai situasi. Mereka juga mempertanyakan mengapa tidak digunakan gas air mata atau granat asap untuk "membersihkan" dek kapal Mavi Marmara sebelum pasukan komando meluncur dengan tali dari helikopter (rappelling) dan tanpa senjata di tangan.

"Jika Mahmoud Ahmadinejad itu sama dengan Bunda Theresa, maka Turki flottilla itu berarti 'flottilla perdamaian', " tulis Ben Caspit di harian Maariv seperti dikutip AFP.

"Operasi angkatan laut itu benar-benar bodoh. Itu campuran berbagai kesalahan yang menyebabkan kegagalan memalukan, "tambah Caspit.

"Tapi di atas (militer) ada eselon politik. Merekalah yang membuat keputusan. Keputusan yang seharusnya penuh kehati-hatian. Mereka yang bertanggung jawab atas skenario tak terduga ikatan dan skenario. Eselon ini kemarin gagal total secara menyedihkan. "

Harian beroplah besar Yediot Aharonot juga menuding kepemimpinan politik sebagai biang kegagalan. Kolumnis Sever Plotsker meminta Menteri Pertahanan Ehud Barak mengundurkan diri karena telah "gagal."

"Tidak ada sapu yang cukup lebar untuk menyapu kesalahan ni hingga ke bawah karpet," tulis Plotsker.

...Argumen Netanyahu sangat aneh, karena video itu jelas-jelas menunjukkan pasukan Israel menyerbu kapal. Mana ada pasukan menyerbu lalu tiba-tiba mengaku membela diri...

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebutkan, pasukan komando dalam posisi membela diri karena diserang. Untuk memperkuat argumen ini, Departemen Pertahanan Israel kemudian merilis rekaman video penyerbuan. Argumen yang aneh, karena video itu jelas-jelas menunjukkan pasukan Israel menyerbu kapal. Mana ada pasukan menyerbu lalu tiba-tiba mengaku membela diri? [taz/TI, ant]

Baca berita terkait:

  1. Enyahkan Israel dari Peta Dunia!
  2. Setelah Bantai Kapal Bantuan untuk Gaza, Israel Siaga Satu
  3. Surat Terakhir Santi Sebelum Diserbu Israel, Sangat Menyentuh
  4. Pasukan Elit Israel Keok oleh Aktivis Hanya dengan Tongkat dan Pisau
  5. Dunia Mengutuk Israel Atas Serangan Brutal terhadap Kapal Relawan Gaza
  6. Setelah Bantai Kapal Bantuan untuk Gaza, Israel Siaga Satu

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

World News lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA Distributor & Supplier Herbal

Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60% Pembelian bisa campur produk >1.600 jenis produk dari ratusan Produsen yang kami distribusikan
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Tebar Qurban ke Pesantren, Penjara, Keluarga Mujahid, Dakwah Pedalamandan dan Rawan Pemurtadan

Tebar Qurban ke Pesantren, Penjara, Keluarga Mujahid, Dakwah Pedalamandan dan Rawan Pemurtadan

Qurban adalah amal shalih yang paling utama. Mari berqurban ke pesantren, penjara, keluarga mujahid, dakwah pedalamandan dan rawan pemurtadan. ...

Muhammad Chair Mujahid LP Medan Wafat, Enam Anaknya Menjadi Yatim. Ayo Bantu!!!

Muhammad Chair Mujahid LP Medan Wafat, Enam Anaknya Menjadi Yatim. Ayo Bantu!!!

Muhammad Chair adalah seorang mujahid yang sedang menjalani vonis 9 tahun penjara di LP Medan, Sumatera Utara. Keenam anaknya berstatus yatim, menjadi tanggung jawab kaum Muslimin....

Ummi Syaja'ah Istri Mujahid Sudah Dioperasi, Biaya 30 Juta Rupiah Sudah Dilunasi

Ummi Syaja'ah Istri Mujahid Sudah Dioperasi, Biaya 30 Juta Rupiah Sudah Dilunasi

Kondisi Ummi Syaja'ah membaik pasca operasi. Untuk mengobati Serosis Hepatis (pengerasan hati) yang dideritanya, ditempuh terapi thibbun nabawi di rumah sehat Naturaid Jombang....

Masjid dan Kios Muslim di Tolikara Papua Dibakar Teroris Kristen. Ayo Bantu Jihad Harta..!!!

Masjid dan Kios Muslim di Tolikara Papua Dibakar Teroris Kristen. Ayo Bantu Jihad Harta..!!!

Umat Islam Tolikara Papua dizalimi mayoritas Kristen. Muslimah dilarang berjilbab menutup aurat, shalat Id dibubarkan paksa, masjid dibakar dan belasan kios aset umat Islam dibumihanguskan....

Yatim Penderita Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi Rp 17 Juta Telah Disalurkan

Yatim Penderita Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi Rp 17 Juta Telah Disalurkan

Akhwat yatim Rika Suranti tutup usia. Total dana Rp 17.200.000 telah diserahkan, semoga para donatur mendapat tiket masuk surga bersama Rasulullah SAW sedekat dua jari....

Latest News
Serangan Udara Saudi Hancurkan Gudang Senjata Pemberotak Syi'ah Houtsi di Sana'a

Serangan Udara Saudi Hancurkan Gudang Senjata Pemberotak Syi'ah Houtsi di Sana'a

Kamis, 03 Sep 2015 19:35

Junta Militer Mesir Akan Banjiri Terowongan 'Kehidupan' ke Gaza dengan Air

Junta Militer Mesir Akan Banjiri Terowongan 'Kehidupan' ke Gaza dengan Air

Kamis, 03 Sep 2015 19:00

Tolak Tokoh Pembantai ke Indonesia, ISFH Siap Hadang di Istana

Tolak Tokoh Pembantai ke Indonesia, ISFH Siap Hadang di Istana

Kamis, 03 Sep 2015 15:45

Zionis Israel Serang Markas Pelatihan Hamas di Gaza

Zionis Israel Serang Markas Pelatihan Hamas di Gaza

Kamis, 03 Sep 2015 15:35

Akui Tidak Ada Dasar Hukumnya, Ahok Tetap Belikan Mobil Baru

Akui Tidak Ada Dasar Hukumnya, Ahok Tetap Belikan Mobil Baru

Kamis, 03 Sep 2015 14:45

Sudah Kepalang Janji dengan Cina, Buwas pun Dikorbankan Pemerintah

Sudah Kepalang Janji dengan Cina, Buwas pun Dikorbankan Pemerintah

Kamis, 03 Sep 2015 13:45

Rihlah Cordoba: Menjadi Saksi Masjid yang Diubah Menjadi Gereja

Rihlah Cordoba: Menjadi Saksi Masjid yang Diubah Menjadi Gereja

Kamis, 03 Sep 2015 12:57

Bohongi KMP, PAN Main Dua Kaki

Bohongi KMP, PAN Main Dua Kaki

Kamis, 03 Sep 2015 12:45

Kesimpulan Hakim Prancis Yasser Arafat Meninggal Bukan Karena Diracun

Kesimpulan Hakim Prancis Yasser Arafat Meninggal Bukan Karena Diracun

Kamis, 03 Sep 2015 12:30

Daulah Islam (IS) Rebut Kembali Bagian-bagian dari Kota Baiji di Irak Utara

Daulah Islam (IS) Rebut Kembali Bagian-bagian dari Kota Baiji di Irak Utara

Kamis, 03 Sep 2015 12:00

Pemerintah Tidak Becus, KMP Dijadikan Kambing Hitam

Pemerintah Tidak Becus, KMP Dijadikan Kambing Hitam

Kamis, 03 Sep 2015 11:45

Prediksi PBB: Tahun 2020 Gaza, Palestina Tidak Akan Berpenghuni

Prediksi PBB: Tahun 2020 Gaza, Palestina Tidak Akan Berpenghuni

Kamis, 03 Sep 2015 10:45

Dukungan PAN Pada Jokowi Tak Ngaruh, Rupiah Tetap Ambles Rp14.175/1USD

Dukungan PAN Pada Jokowi Tak Ngaruh, Rupiah Tetap Ambles Rp14.175/1USD

Kamis, 03 Sep 2015 10:24

Tragedi Anak Imigran Suriah Tewas Menjadi Trending Topic Dunia

Tragedi Anak Imigran Suriah Tewas Menjadi Trending Topic Dunia

Kamis, 03 Sep 2015 10:11

Antara Dubai dan Suriah, Antara Dosa Maksiat dan Jihad

Antara Dubai dan Suriah, Antara Dosa Maksiat dan Jihad

Kamis, 03 Sep 2015 07:49

Serangan Udara Koalisi Arab Gempur Sarang-sarang Pemberontak Syiah Yaman di Ma'rib

Serangan Udara Koalisi Arab Gempur Sarang-sarang Pemberontak Syiah Yaman di Ma'rib

Kamis, 03 Sep 2015 05:46

DPR RI Minta dengan Tegas Kepada Pemerintah Cabut Bebas Visa bagi Cina

DPR RI Minta dengan Tegas Kepada Pemerintah Cabut Bebas Visa bagi Cina

Rabu, 02 Sep 2015 23:55

Pelukan Kekasih, Bekal Istri Menghadapi Momen Sensi

Pelukan Kekasih, Bekal Istri Menghadapi Momen Sensi

Rabu, 02 Sep 2015 22:37

SBY Sentil Pemimpin Agama yang Suka Buat Gaduh

SBY Sentil Pemimpin Agama yang Suka Buat Gaduh

Rabu, 02 Sep 2015 22:35

Pemerintah Burma Tidak Mengizinkan Muslimin Rohingya Bangun Kembali Masjid Mereka yang Rusak

Pemerintah Burma Tidak Mengizinkan Muslimin Rohingya Bangun Kembali Masjid Mereka yang Rusak

Rabu, 02 Sep 2015 22:21



Must Read!
X