Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
7.777 views

Negara-negara Muslim (Sunni) Lebaran Selasa, Syi'ah Lebaran Rabu

VOA-ISLAM.COM – Berbeda dengan negara-negara Muslim, termasuk 14 negara Arab yang merayakan Hari Idul Fitri hari Selasa (30/8), pengikut Syi’ah berlebaran keesokan harinya, Rabu (31/8) sesuai dengan keputusan Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran alias Rahbar.

Sebagian besar negara Muslim di Timur Tengah termasuk Arab Saudi merayakan Idul Fitri pada hari selasa 30 Agustus. keputusan ini diambil oleh otoritas Arab Saudi yang menyatakan bahwa hilal telah tampak pada Senin (29/8). Penampakan hilal ini menandakan datangnya bulan baru, yang menandakan berakhirnya bulan Ramadhan.

Pemerintah Mesir, Qatar, Uni Emirat Arab, Yordania dan Bahrain juga mengumumkan bahwa Idul Fitri 1 Syawal 1432 H jatuh pada hari Selasa. Negeri  jiran Malaysia juga mengumumkan Idul Fitri 1 Syawal 1432 H jatuh pada hari Selasa, berdasarkan pada rukyat dan hisab di 30 tempat di seluruh Malaysia. Demikian pula dengan Brunei Darussalam dan Singapura.

Berbeda dengan negara-negara Islam, kaum Syi’ah berlebaran hari Rabu sesuai dengan keputusan Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran.

Menurut Kantor Berita ABNA, anggota Tim Rukyat Hilal Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran mengklaim 1 Syawal 1432 H dan hari raya Idul Fitri akan jatuh pada Rabu (31/8). Ditambahkannya, kalau saja kondisi cuaca cerah dan mendukung, hilal bulan Syawal dapat dilihat dengan mata telanjang di kebanyakan titik di Iran.

Ali Reza Boujmehrani, Senin siang (29/8) menuturkan, menurut ilmu astronomi dan pakar nujum, Rabu adalah hari pertama bulan Syawal dan Idul Fitri, namun keputusan sidang Isbat berada di tangan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran alias Rahbar, Ayatullah  Sayid Ali Khamenei.

Meskipun kebanyakan negara-negara Islam, termasuk 14 negara Arab telah merayakan Hari Idul Fitri sejak Selasa (30/8), pengikut Syiah di negara-negara seperti Arab Saudi, Irak dan Bahrain mengumumkan akan merayakan Idul Fitri keesokan harinya Rabu (31/8) sebagaimana yang ditetapkan ulama-ulama Marja Syi’ah di Iran dan Irak ataupun oleh Dewan Perukyat daerah Qatif yang mengumumkan, selasa (30/8) sebagai hari terakhir Ramadhan dan oleh karenanya Rabu adalah hari Idul Fitri.

Keputusan Pemerintah RI, harga mati bagi Syi'ah

Dalam jejaring sosial Facebook milik Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI), disebutkan bahwa kaum Syi’ah Indonesia wajib mutlak mengikuti keputusan Pemerintah RI dalam penetapan 1 Syawal, meskipun pemerintah itu fajir atau zalim.

Landasan pemikiran IJABI itu juga mengacu pada fatwa Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatullah Sayid Ali Khamenei yang menekankan bahwa penentuan awal bulan Syawal harus mengikuti keputusan pemerintah. Untuk itu, masyarakat muslim, khususnya pengikut Ahlul Bait di nusantara harus mengikuti keputusan yang diumumkan Kementerian Agama Republik Indonesia.

Statemen IJABI yang dipublikasikan melalui jejaring sosial Facebook juga melampirkan penjelasan fatwa Ayatollah Sayid Ali Khamenei dalam bukunya Ajwibah Istifta’at.

Rahbar dalam buku fatwa Risalah-e Ajwibah-e al-Istiftaa’at halaman 186-189 menjelaskan perihal rukyatul hilal. Sebagaimana diterjemahkan Miftah Fauzi Rakhmat, anggota Dewan Syura IJABI dan putra Kang Jalal, perkara nomor 837 menjelaskan, “Sekiranya penentuan awal bulan Ramadhan atau Idul Fitri karena tiadanya kemungkinan melihat Hilal atau menentukan wujudnya di langit karena sebab yang lain, dan 30 hari di bulan Sya’ban atau bulan Ramadhan belum lengkap sepenuhnya, apakah bagi kami yang tinggal di Jepang diperbolehkan utk mengikuti ufuq Iran atau mengikuti penanggalan yang kami yakini? Apa kewajiban kami?”

Dalam menjawab perkara nomor 837 itu, Rahbar memfatwakan sebagai berikut: “Sekiranya awal bulan tidak memungkinkan diketahui dari rukyat hilal bahkan di ufuk kota-kota yang bertetangga yang satu ufuk, atau dari kesaksian dua orang adil, atau dari ketentuan hakim (pemerintah), maka ia harus berihtiyath hingga awal bulan ditentukan.”

...Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran memfatwakan wajibnya mengikuti pemerintah, meskipun pemerintah itu berlaku zalim dan fajir...

Lebih lanjut statemen IJABI itu menjelaskan wajibnya mengikuti pemerintah, dalam perkara nomor 849. Ayatullah Sayid Ali Khamenei yang juga Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran mengeluarkan fatwa lebih tegas terkait rukyat hilal yang harus mengikuti kebijakan pemerintah, meskipun pemerintah itu berlaku zalim dan fajir.

Dalam perkara nomor 849 ditanyakan sebuah kasus, “Sekiranya sudah diperbolehkan mengikuti pengumuman rukyat hilal dari pemerintah (Bahasa Persianya: Daulat), dan pengumuman pemerintah itu bersandarkan pada dalil-dalil ilmiah untuk juga menentukan keberadaan bulan bagi negara-negara di sekitarnya, apakah “Islami” atau tidaknya menjadi syarat bagi pemerintah ini? Sekiranya pemerintahnya zalim dan fajir, apakah juga boleh mengikuti pengumumannya?”

Dalam menjawab perkara 849, Rahbar mengatakan, “Penguasa dalam urusan ini, adalah penentu keyakinan dalam rukyat di daerah itu. Bagi mukallaf cukup untuk mengikutinya. [ahana]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

World News lainnya:

+Pasang iklan

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Toko Tas Online TBMR - Diskon Setiap Hari

Jual tas branded murah, tas import, tas wanita dengan harga yang super murah. Tas LV, Prada, Gucci, Hermes, Chanel, Burberry, Chloe, Webe, dll. Grosir dan Eceran.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Infaq Dakwah Center

Kakinya Membusuk Diabetes, Ustadz Mulyadi Tak Bisa Berdakwah Lagi. Ayo Bantu.!!

Kakinya Membusuk Diabetes, Ustadz Mulyadi Tak Bisa Berdakwah Lagi. Ayo Bantu.!!

Ustadz Mulyadi tak bisa bekerja dan berdakwah. Dengan kaki membusuk, ia tinggal di rumah petak yang tak layak huni. Biaya hidup, pengobatan dan pendidikan anak-anak di pesantren terus menumpuk...

Terhimpit Ekonomi dan Musibah Kecelakaan, Muallaf Enny Hutajulu Diincar Kristenisasi. Ayo bantu!!

Terhimpit Ekonomi dan Musibah Kecelakaan, Muallaf Enny Hutajulu Diincar Kristenisasi. Ayo bantu!!

Dalam kondisi terpuruk, sang anak patah tangan dan kaki jadi korban tabrak lari. Saat sulit, gereja menawarkan bantuan asal kembali Kristen. Ia butuh dana 19 juta untuk pengobatan dan modal usaha....

Mujahid di LP Cianjur Operasi Usus Buntu. Ayo Dukung Program Solidaritas Keluarga Mujahidin!!

Mujahid di LP Cianjur Operasi Usus Buntu. Ayo Dukung Program Solidaritas Keluarga Mujahidin!!

Menjalani vonis 3 tahun penjara karena aktivitas jihad, Abu Umar menjalani operasi usus buntu. Istri dan keenam anaknya yang masih sekolah menumpang di rumah kerabatnya. Ayo Bantu!!!...

Setelah Dua Tahun Bertarung Melawan Kanker Ganas, Ummu Fatimah Tutup Usia

Setelah Dua Tahun Bertarung Melawan Kanker Ganas, Ummu Fatimah Tutup Usia

Setelah dua tahun lebih berjuang melawan penyakit kanker ganas, Ummu Fatimah meninggal dengan baik. Ia menghadap Rabbnya usai sedekah, memohon maaf dan ditalqin dua kalimat syahadat....

Bantuan Modal Usaha Muallaf Siska Masyitoh Rp 30 Juta Diserahkan, Semoga Berkah dan Mandiri

Bantuan Modal Usaha Muallaf Siska Masyitoh Rp 30 Juta Diserahkan, Semoga Berkah dan Mandiri

Bantuan modal usaha warung makan untuk muallaf Siska Masyitoh telah diserahkan. Mudah-mudahan bisa hidup mandiri dan menatap masa depan dengan mulia tanpa jadi peminta-minta...

Latest News
500 Pasukan Keamanan Afghanistan Hilang Setelah Bentrokan Senjata dengan Mujahidin di Kunduz

500 Pasukan Keamanan Afghanistan Hilang Setelah Bentrokan Senjata dengan Mujahidin di Kunduz

Selasa, 28 Apr 2015 12:30

Bocor : Ternyata Media Tempo Hanyalah Kacungnya Rezim Jokowi

Bocor : Ternyata Media Tempo Hanyalah Kacungnya Rezim Jokowi

Selasa, 28 Apr 2015 11:17

Ahok Bakal Kualat Dengan Bikin Sertifikat Pelacuran Jakarta dan Apartemen Jakarta Sex Commercial Estate

Ahok Bakal Kualat Dengan Bikin Sertifikat Pelacuran Jakarta dan Apartemen Jakarta Sex Commercial Estate

Selasa, 28 Apr 2015 11:12

Miras Haram & Berbahaya, Gubernur Ahok Akan Melegalkannya di Jakarta

Miras Haram & Berbahaya, Gubernur Ahok Akan Melegalkannya di Jakarta

Selasa, 28 Apr 2015 11:00

Hillary Rodham Clinton Mungkin Presiden Perempuan Pertama AS?

Hillary Rodham Clinton Mungkin Presiden Perempuan Pertama AS?

Selasa, 28 Apr 2015 10:45

Bayi Menyusui Muslim Rohingya Meninggal di Pengungsian Akibat Gizi Buruk

Bayi Menyusui Muslim Rohingya Meninggal di Pengungsian Akibat Gizi Buruk

Selasa, 28 Apr 2015 10:32

Warga Damaskus dan Aleppo Dicekam Ketakutan Setelah Kekalahan Beruntun Rezim Assad di Idlib

Warga Damaskus dan Aleppo Dicekam Ketakutan Setelah Kekalahan Beruntun Rezim Assad di Idlib

Selasa, 28 Apr 2015 09:45

Sikap Paradok Terhadap Teroris dan Bandar Narkoba

Sikap Paradok Terhadap Teroris dan Bandar Narkoba

Selasa, 28 Apr 2015 09:30

Taliban Tembak Jatuh 2 Helikopter Militer Afghanistan di Badakhsan

Taliban Tembak Jatuh 2 Helikopter Militer Afghanistan di Badakhsan

Selasa, 28 Apr 2015 08:25

Pemerintah Maroko Menghukum Warganya Melakukan Free Seks

Pemerintah Maroko Menghukum Warganya Melakukan Free Seks

Selasa, 28 Apr 2015 06:42

Bom Mobil Menghancurkan Pusat Perbelanjaan di Bagdad

Bom Mobil Menghancurkan Pusat Perbelanjaan di Bagdad

Selasa, 28 Apr 2015 06:31

Ahok : Minuman Keras dan Lokalisasi Pelacuran di Jakarta Jalan Terus

Ahok : Minuman Keras dan Lokalisasi Pelacuran di Jakarta Jalan Terus

Selasa, 28 Apr 2015 05:41

Kapolri: ISIS Lebih Berbahaya dari Al Qaidah

Kapolri: ISIS Lebih Berbahaya dari Al Qaidah

Selasa, 28 Apr 2015 03:38

Omar Bashir Menang Mutlak Pemilu Presiden Sudan

Omar Bashir Menang Mutlak Pemilu Presiden Sudan

Senin, 27 Apr 2015 20:51

Serangan Udara Saudi Tewaskan 12 Pemberontak Syi'ah Houthi

Serangan Udara Saudi Tewaskan 12 Pemberontak Syi'ah Houthi

Senin, 27 Apr 2015 20:35

Surat Terbuka untuk Anggun C Sasmi, Indonesia Darurat Narkoba!

Surat Terbuka untuk Anggun C Sasmi, Indonesia Darurat Narkoba!

Senin, 27 Apr 2015 20:35

4 Mantan Tahanan Guantanamo di Uruguay Tuntut Kompensasi Finansial dan Perumahan dari AS

4 Mantan Tahanan Guantanamo di Uruguay Tuntut Kompensasi Finansial dan Perumahan dari AS

Senin, 27 Apr 2015 18:45

Koalisi Jaisyul Fath Kembali Rebut  Markas Militer Rezim Assad di Provinsi Idlib

Koalisi Jaisyul Fath Kembali Rebut Markas Militer Rezim Assad di Provinsi Idlib

Senin, 27 Apr 2015 17:15

Mega :  Bukan Lagi Ingin Reshufle, Tapi Jokowi Lengser!

Mega : Bukan Lagi Ingin Reshufle, Tapi Jokowi Lengser!

Senin, 27 Apr 2015 15:42

Di Indonesia, Semua Yang Berbau Islam Dihilangkan

Di Indonesia, Semua Yang Berbau Islam Dihilangkan

Senin, 27 Apr 2015 14:58



Must Read!
X