Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
9.921 views

Memerangi Syariat Islam Berkedok Perang Melawan Terorisme

Oleh: Son Hadi
Jurubicara Jamaah Anshorut Tauhid (JAT)

Terorisme adalah kata yang definisinya tak pernah terumuskan dengan baku. "No global consensus,” demikian kesimpulan IrjenPol Ansyad Mbai dalam makalahnya “Terorisme dan Strategi Penggulangannya.”

Ironis memang bagaimana kemudian istilah yang tidak baku tersebut  kemudian menjadi produk hukum yang bernama UU Terorisme pasti hasilnya pasti  bias, sebagai contoh  pasal 6 yang berbunyi:

Setiap orang yang dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan menimbulkan suasana teror atau rasa takut terhadap orang secara meluas atau menimbulkan korban yang bersifat massal, dengan cara merampas kemerdekaan atau hilangnya nyawa dan harta benda orang lain, atau mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap obyek-obyek vital yang strategis atau lingkungan hidup atau fasilitas publik atau fasilitas internasional, dipidana dengan pidana mati atau penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun” menurut undang undang yang dimaksud setiap orang adalah: “Setiap orang adalah orang perseorangan, kelompok orang baik sipil, militer, maupun polisi yang bertanggung jawab secara individual, atau korporasi.”

Pasal 1 ayat 2 menjelaskan maksud kekerasan dan ancaman: "Kekerasan adalah setiap perbuatan penyalahgunaan kekuatan fisik dengan atau tanpa menggunakan sarana secara melawan hukum dan menimbulkan bahaya bagi badan, nyawa, dan kemerdekaan orang, termasuk menjadikan orang pingsan atau tidak berdaya. Ancaman kekerasan adalah setiap perbuatan yang dengan sengaja dilakukan untuk memberikan pertanda atau peringatan mengenai suatu keadaan yang cenderung dapat menimbulkan rasa takut terhadap orang atau masyarakat secara luas.

Lalu pasal 1 ayat 4 dan 5  undang-undang ini menjadi bias dan diskriminatif dalam tataran aplikatif, karena ada perbedaan hukum antara perbuatan aktifis muslim dan aparat/Densus 88 untuk satu perbuatan yang sama. Dengan kata lain, jika tindak kekerasan itu dilakukan oleh aktifis muslim maka dia dibranding sebagai teroris namun jika kekerasan itu dilakukan aparat/Densus 88 dipuji dan dibela sebagai penegakan hukum.

Pelaksanaan pasal 28 UU Tindak Pidana Terorisme menjadi kisah trauma psikologis dan fisik yang mendalam bagi tersangka terorisme sekaligus sebagai bukti kekerasan atas nama dan dilindungi undang-undang. Begitu pula pembunuhan sepihak pada Ibrahim, Dul Matin, para pelaku perampokan bank CINB, pelatihan Aceh adalah daftar panjang legalitas teror oleh aparat. Maka tak salah jika brandding teroris hanya diberikan kepada mereka yang dianggap menentang penguasa.

PENANGGULANGAN TERORISME ATAU PROYEK TERORISME

Semenjak 'peletakan batu pertama' proyek WOT (war of Terorisme) masing masing negara peserta berlomba segara merancang, membuat dan merivisi undang anti terorisme termasuk indonesia, dan indonesia yang paling rajin dalam membuat undang undang lihat saja sejak bom Bali pertama tahun 2002 muculnya: Perpu  no I tahun 2002 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme,UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2003 TENTANG PENETAPAN PERPU 1/2002 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA TERORISME, MENJADI UNDANG-UNDANG, Peraturan Presiden no 46 tahun 2010 tentang Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, sedang disiapkan juga RUU Intelijen, RUU Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme dan wacana revisi UU Terorisme.

Pertanyaannya, apa kolerasi memperbanyak UU dengan penanggulangan terorisme? Ini penanggulangan terorisme atau tender undang undang? Sebagai contoh, bom buku kemarin muncul banyak spekulasi bahwa pelakunya adalah para pemain lama.

Mantan Waka BIN As’ad Ali menuduh pelakuknya adalah pengikut Ustadz Abu Bakar Ba'asyir. "Rentetan kejadian bom ini jelas rangkaian jaringan terorisme. Kebetulan momennya Abu Bakar Ba'asyir sedang menjalani persidangan. Saya menduga pelakunya juga pendukung dan simpatisan Abu Bakar Ba'asyir," katanya dalam sebuah diskusi di Jakarta (19/3/2011). Sedangkan Farihin  menuding  kelompok Ustadz Aman Abdurrahman  sebagai pelakunya (detik.com, 20/3/2011)

Lalu Mabes Polri mensinyalir jaringan JI sebagai pelakunya. Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombespol Boy Rafli Amar menjelaskan, dugaan ke arah JI memang belum seratus persen. "Dugaan ke sana (JI, Red) memang ada. Bahkan sangat kami seriusi," ujarnya di di Jakarta (24/3/2011).

Meskipun sudah banyak spekulasi beredar, tapi hingga sekarang polisi belum menyimpulkan jika beberapa daftar nama eks anggota JI terlibat. (JPNN.com, 25/3/2011).

Yang patut dicurigai, kenapa setelah ada pertemuan antar aparat penegak hukum, jaksa agung dengan AFP di Australia akhir Februari  kemarin lantas terjadi bom buku yang akhirnya suaranya senada yaitu revisi UU terorisme? Ini sebuah kebetulan by design?

PENANGGULANGAN TERORISME DENGAN TERORISASI SYARIAT ISLAM.

Jihad dan Tegaknya syariat dalam kehidupan bernegara adalah kunci kejayaan Islam, karena pada hakikatnya Khilafah dan Daulah Islamiyah adalah syarat keselatamatan tauhid dan bagi muslim keselatamatan tauhid adalah hal yang utama dan prinsip dalam hidupnya dan Tauhid akan selalu di hantam fitnah bila tingga di Negara kafir musyrik, maka para ulama’ ahli sunnah mengharamkan orang Islam tinggal di negeri kafir, karena tauhid dan imannya akan terkena fitnah. Dia wajib hijrah ke negeri  Islam, kecuali untuk dakwah di negeri kafir. Keterangan ulama’ ini berdasar firman Allah l:

"Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya: "Dalam keadaan bagaimana kamu ini?." Mereka menjawab: "Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)." Para malaikat berkata: "Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?." Orang-orang itu tempatnya neraka Jahanam, dan Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali" (Qs An-Nisa' 97).

Umat Islam di Indonesia terus menerus kena fitnah. Kalau berusaha mengamalkan tauhid yang bersih dituduh radikal tidak ada toleransi, kalau berusaha berjihad membela Islam dan ummat Islam yang tertindas dituduh teroris. Ajaran Islam yang lurus diganggu, diobok-obok diselewengkan dan banyak lagi fitnah-fitnah yang menghantam Islam dan umat Islam di negara kafir.

Yang paling menyakitkan hati adalah syariat Islam yang dilecehkan dan diobok-obok secara biadab seperti ibadah i’dad di Aceh dikatakan perbuatan terror, dan muslim yang berjihad dikatakan teroris. Maka Islam dan ummat Islam tidak akan hidup aman dan selamat tauhidnya bila tinggal di negara kafir. Baru aman, tenteram iman dan tauhidnya selamat bila tinggal di negara Islam. Sedangkan Jihad adalah syareat Allah untuk melindungi dan Islam dan kaum Muslimin sebagaimana firman Allah:

"Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui" (Qs Al-Baqarah 216).

"Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui" (Qs Ash-Shaff 10-11).

"Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu" (Qs Al-Anfal 39). 

Dalam konsep BNPT, menegakkan khilafah/daulah dan syariat Islam disimpulkan sebagai tujuan aktual terorisme, sedangkan jihad fi sabilillah  dijadikan salah satu fokus radikalisasi, yang pada akhirnya dituduh sebagai gerakan radikal selanjutnya dijadikan musuh negara/bangsa (Terorisme dan Strategi Pencegahannya, BNPT, Ansyad Mbai, Halaqoh Nasional Penanggulangan Terorisme). Seyogyanya Mindset semacam ini  jangan pernah adan ada karena hanya akan mengulang dan mengajak kita kembali kepada masa lalu yaitu menjadikan umat Islam sebagai musuh negara. Padahal sejarah mengatakan bahwa negeri ini tegak di atas darah  umat Islam sebagai syuhada yang berjuang untuk kemerdekaan dari imprialisme kafir. Namun sayang pada saat membangun konsep bernegara belum tercapai konsesus yang sempurna dan masih menyisakan persoalan persoalan ideologis hingga saat ini.

JIHAD MUST TO BE CONTINUE

Jangan pernah ada dalam pikiran kita bahwa dengan membunuh,menangkap dan memburu mujahidin serta memberangus gerakan Jihad,atau merancang,merivisi dan memproduksi undang undang akan menghentikan Jihad.karena Jihad harus ada pada tiap zaman sebagaimana adanya kekafiran pada zaman,dan Jihad tak pernah terkalahkan sebagaimana hadits nabi:

“Jihad akan terus berlangsung hingga hari Qiyamat” juga hadits nabi yang lain: Akan senantiasa ada sekelompok uumatku yang berperang di atas kebenaran. Mereka meraih kemenangan atas orang-orang yang memerangi mereka, sampai akhirnya kelompok terakhir mereka memerangi Dajjal" (HR Muslim: Kitabul Fitan No. 3550).

"Akan senantiasa ada satu kelompok dari umatku yang meraih kemenangan (kamu berada) di atas kebenaran, orang-orang yang menelantarkan mereka tidak akan mampu menimbulkan bahaya kepada mereka, sampai datangnya urusan Alloh sementara keadaan mereka tetap seperti itu" (HR Muslim: Kitabul Imarah No. 3544 dan Tirmidzi: Kitabul Fitan No. 2155).

Dan takdir  jihad selalu bersama pemuda. Kisah Thalut melawan Jalut, Zidan sang Ghulam, Para Sahabat Rosul adalah kisah yang diabadikan Al Quran tentang pemuda. Thaliban, Al-Qaidah, Shabab Somalia adalah pemuda hari ini yang hidup bersama Jihad.

[Disampaikan pada Diskusi Interaktif Terorisme: "Masih Perlukah Mewaspadai ancaman Terorisme Pasca Tertangkapnya Jaringan Terorisme di Aceh & Keterlibatan Remaja dalam Aksi Terorisme," di Islamic Center Bekasi, 13 Maret 2011]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Ayo, Berbagi Jum'at Barokah ke Santri Penghafal Qur'an Ulil Albab – Solo

Ayo, Berbagi Jum'at Barokah ke Santri Penghafal Qur'an Ulil Albab – Solo

Rabu, 01 Feb 2023 16:03

Azerbaijan Tangkap 7 Orang 'Jaringan Mata-mata Iran'

Azerbaijan Tangkap 7 Orang 'Jaringan Mata-mata Iran'

Rabu, 01 Feb 2023 13:36

Lebih Dari 1.400 Warga Suriah Terbunuh Oleh Bom Tandan Rusia Dan Rezim Assad

Lebih Dari 1.400 Warga Suriah Terbunuh Oleh Bom Tandan Rusia Dan Rezim Assad

Rabu, 01 Feb 2023 10:25

Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadhan 1444 H Jatuh Hari Kamis 23 Maret 2023, Idul Fitri 21 April 2023

Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadhan 1444 H Jatuh Hari Kamis 23 Maret 2023, Idul Fitri 21 April 2023

Selasa, 31 Jan 2023 18:00

MK Tolak Legalkan Penikahan Beda Agama

MK Tolak Legalkan Penikahan Beda Agama

Selasa, 31 Jan 2023 17:13

Pengadilan Militer SNA Vonis Istri Pemimpin Islamic State Somalia 8 Tahun Penjara

Pengadilan Militer SNA Vonis Istri Pemimpin Islamic State Somalia 8 Tahun Penjara

Selasa, 31 Jan 2023 15:30

Haruskah Basuh Telinga Bagian Dalam Saat Mandi Janabat?

Haruskah Basuh Telinga Bagian Dalam Saat Mandi Janabat?

Selasa, 31 Jan 2023 15:00

Press Release Audiensi Presidium Duta Peradaban dengan Fraksi PKS DPR-RI

Press Release Audiensi Presidium Duta Peradaban dengan Fraksi PKS DPR-RI

Selasa, 31 Jan 2023 14:46

Adab Saat Menguap

Adab Saat Menguap

Selasa, 31 Jan 2023 13:00

Sudan Bebaskan Pria Yang Dinyatakan Bersalah Membunuh Diplomat AS

Sudan Bebaskan Pria Yang Dinyatakan Bersalah Membunuh Diplomat AS

Selasa, 31 Jan 2023 12:55

Hamas Tangkap Drone Mata-mata Israel, Ekstrak 'informasi sensitif' Terkait Pasukan Pendudukan

Hamas Tangkap Drone Mata-mata Israel, Ekstrak 'informasi sensitif' Terkait Pasukan Pendudukan

Selasa, 31 Jan 2023 12:05

59 Orang Tewas Dalam Pemboman Jibaku Di Sebuah Masjid Di Pakistan

59 Orang Tewas Dalam Pemboman Jibaku Di Sebuah Masjid Di Pakistan

Selasa, 31 Jan 2023 11:00

PKS Serahkan Penentuan Cawapres Kepada Anies Baswedan

PKS Serahkan Penentuan Cawapres Kepada Anies Baswedan

Selasa, 31 Jan 2023 10:05

Diusung PKS, Demokrat dan Nasdem, Anies Resmi Genggam Tiket Pilpres 2024

Diusung PKS, Demokrat dan Nasdem, Anies Resmi Genggam Tiket Pilpres 2024

Selasa, 31 Jan 2023 09:13

Qariah Disawer, Bukti Sistem Sekuler Bikin Keblinger

Qariah Disawer, Bukti Sistem Sekuler Bikin Keblinger

Senin, 30 Jan 2023 19:43

Mantan PM Inggris Boris Johnson Klaim Putin Ancam Bunuh Dirinya Dengan Serangan Rudal

Mantan PM Inggris Boris Johnson Klaim Putin Ancam Bunuh Dirinya Dengan Serangan Rudal

Senin, 30 Jan 2023 17:07

Ulurkan Tangan Bantu Pak Agung, Berjuang Melawan Tumor Ganas!

Ulurkan Tangan Bantu Pak Agung, Berjuang Melawan Tumor Ganas!

Senin, 30 Jan 2023 16:04

Ilhan Omar Sebut Partai Republik Tidak Ingin Ada Seorang Muslim Di Kongres AS

Ilhan Omar Sebut Partai Republik Tidak Ingin Ada Seorang Muslim Di Kongres AS

Senin, 30 Jan 2023 14:41

Surat Kabar Israel Peringatkan Tentang Pecahnya Intifada Pelastina Ketiga

Surat Kabar Israel Peringatkan Tentang Pecahnya Intifada Pelastina Ketiga

Senin, 30 Jan 2023 09:48

Mewaspadai Bencana Alam

Mewaspadai Bencana Alam

Senin, 30 Jan 2023 06:28


MUI

Must Read!
X