Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
34.770 views

Benarkah Perancis Akan Menjadi Negara Muslim?

Paris (voa-islam.com)  Tak aneh kalau para Uskup di lingkungan Katolik, yang belum lama ini berkumpul, di Roma menjadi sangat resah dengan pertumbuhan Muslim di negeri mode itu. Begitu gelisahnya para Uskup Katolik, yang melihat pertumbuhan agama Katolik, yang terus menyusut terus menerus setiap tahunnya.

Sementara itu, jauh diatas perbukitan dan hutan yang lebat, kota Burgundy, yang terletak di Perancis tengah, sebuah lembaga yang tidak lazim di negara sekuler itu, lahir sekolah,  "Imam Perancis". Di mana para mahasiswanya sesudah lulus akan melaksanakan kegiatan dakwah dan melayani populasi  Muslim terbesar di negara itu.

Pagi-pagi, sekitar 200 mahasiswa dari seluruh negara mode itu, mereka pergi  ke Institut Eropa Human Sciences de Saint-Leger-de-Fougeret, di mana mereka belajar membaca dan menghafal Quran dan belajar nilai-nilai aqidah Islam dan sastra Arab.

Setelah tujuh tahun mereka belajar secara intensif, dan  hanya 10 siswa yang lulus setiap tahun, kemudian mereka menjadi imam atau khatib, serta berkhotbah di masjid-masjid di seluruh Perancis. Sekolah ini didirikan karena di Perancis sangat dirasakan kurangnya imam dan khatib, yang mendidik Muslim di negeri mode memahami Islam.

Perkiraan jumlah pemeluk Islam di seluruh Perancis berdasarkan statistik, jumlah  mencapai 6,0 juta. Ini merupakan jumlah Muslim terbesar di benua Eropa. Langkah mendidik dan melatih imam dan khatib itu, menjadi sangat mendesak, mengingat jumlah populasi Muslim di seluruh Perancis terus meningkat.

Memang, hubungan antara Pemerintah Perancis dengan imigran Muslim, yang sekarang sudah memasuki generasi kedua atau ketiga, dan mereka umumnya  banyak dari Afrika Utara, semakin penting. Gerakan dakwah di seantero Perancis semakin marak,sekalipun pemerintah terus mengawasi mereka dengan berbagai dalih, yang selalu dikaitkan dengan isu terorisme.

Tidak dapat dipungkiri beberapa kalangan muda Muslim mulai tergoda oleh pandangan kelompok jihadis, dan Perancis menerapkan larangan yang kontroversial terhadap perempuan mengenakan cadar. Larangan menggunakan cadar ini telah  menimbulkan ketegangan antara pemerintah Perancis dengan Muslim di negara itu.

Sekalipun, selama sembilan tahun terakhir, pemerintah Perancis  mendorong pelatihan tenaga imam dan khatib secara profesional dari para pemimpin agama setempat. Menteri Dalam Negeri yang baru, Manuel Valls, mendukung kegiatan yang diselenggarakan oleh Muslim, yaitu sekolah imam dan khatib. Namun, pemerintah sangat hati-hati mengakui mereka yang telah lulus menjadi imam dan khatib.

Sebenarnya, inisiatif ini  sudah ada sejak 20 tahun lalu, ketika Organisasi Uni  Islam di Perancis, yang memiliki hubungan dekat dengan Ikhwanul Muslimin. Organisasi ini melakukan pelatihan disaat menjelang lliburan sekolah atau musim panas. Banyak sudah imam dan khatib yang lulus dari sekolah ini. Semuanya itu, merupakan kerjasama antara Uni Muslim Perancis dengan Ikhwanul Muslim. Tujuannya adalah melatih para imam yang dilengkapi "dengan pengetahuan Islam dan realitas sosial-budaya Eropa."

Idenya adalah memberikan alternatif untuk perekrutan orang-orang asing yang akan menjadi imam, yang sering tidak bisa berbahasa Perancis dan memiliki sedikit  pengetahuan dari gaya hidup Perancis.

"Pelatihan imam yang merupakan produk dari masyarakat Perancis sangat penting. Hari ini 70 persen Muslim Perancis tidak berbicara bahasa Arab," kata lembaga itu Direktur Zuhair Mahmoud.

Awalnya sekolah ini dibiayai oleh negara-negara Teluk, dan sekolah sangat bergantung pada bantuan biaya, karena membutuhkan dana sekitar 3.400 Euro ($ 4.400) per tahun, yang akan digunakan biaya akomodasi dan pemondokan.

"Sejak saya masih kecil saya telah bermimpi untuk menjadi seorang imam," kata Wahib, 18 thaun,  yang tidak ingin memberikan nama terakhirnya. Wahib mengatakan sudah, "tujuh tahun yang tidak ada hibah", cetusnya.

Nampak hampir semua siswa laki-laki berjenggot, dan perempuan semua mengenakan jilbab. Para wanita dapat mengikuti 20 jam kursus dalam seminggu, dan mereka para Muslimah itu, nantinya akan menjadi  mubalighah, dan da'iyah,yang mengajarkan anak-anak perempuan di Perancis.

Ada seorang siswa tidak ingin memberikan nama terakhirnya, lahir di Maroko dan sekarang tinggal di Nice di Perancis selatan. Dia mengambil kursus selama dua tahun dan kini telah meninggalkan keluarganya untuk "memperdalam pengetahuan tentang Islam" dan "jika saya berhasil, menjadi imam."

"Ini panggilan saya," katanya. "Saya akan senang untuk menyampaikan pengetahuan tentang Islam  kepada orang lain", cetusnya. Ada sekitar 10 orang di kelasnya. Mereka mendengarkan pengajara tafsir surat Quran, atau bab, sebagai bagian dari kursus nilai-nilai Islam, memasuki tahun ketiga, yang juga mencakup pengenalan hukum Perancis. Mereka kemudian membacakan ayat dari Al-Quran.

"Menjadi imam, itu belum pernah terjadi selama 33 tahun", ujar seorang peserta kepada AFP. "Ini adalah tanggung jawab yang nyata, kita harus perlindungan." Dia menyesalkan fakta bahwa "imam moderat diabaikan oleh orang-orang di tengah krisis identitas."

Secara tradisional, jemaah akan memilih imam mereka, yang menjalankan tugasnya sebagai relawan. Mereka memimpin di masjid-masjid besar dapat memperoleh uang sebesar € 1.500 ($ 1.950) per bulan. Mereka diklasifikasikan sebagai pendidik atau guru, tetapi tidak pernah sebagai imam.

Perlahan-lahan Islam dan Muslim di Perancis terus mengukir sejarah di tengah-tengah kehidupan sekuler di Perancis, dan kuatnya sikap phobi terhadap Islam, yang dihembuskan para musuh-musuh Islam di negeri mode itu. af/ah

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Pejabat Hamas: Hubungan Dunia Maya Israel-Arab Akan Jadi Bencana Bagi Timur Tengah

Pejabat Hamas: Hubungan Dunia Maya Israel-Arab Akan Jadi Bencana Bagi Timur Tengah

Kamis, 02 Feb 2023 16:14

MUI: Politik Praktis Enggak Jelek, Kita Tak Bisa Hindari

MUI: Politik Praktis Enggak Jelek, Kita Tak Bisa Hindari

Kamis, 02 Feb 2023 14:35

Ukraina Tenggelamkan Lima Kapal Rusia Yang Membawa Tim Pengintai Dan Sabotase

Ukraina Tenggelamkan Lima Kapal Rusia Yang Membawa Tim Pengintai Dan Sabotase

Kamis, 02 Feb 2023 12:37

Israel Lakukan 700 Serangan Terhadap Warga Palestina Pada Bulan Januari

Israel Lakukan 700 Serangan Terhadap Warga Palestina Pada Bulan Januari

Kamis, 02 Feb 2023 11:45

Dokumen Inggris Ungkap Bush Perintahkan CIA Untuk 'Mengganti' Arafat Selama Intifada Ked

Dokumen Inggris Ungkap Bush Perintahkan CIA Untuk 'Mengganti' Arafat Selama Intifada Ked

Kamis, 02 Feb 2023 10:42

Ayo, Berbagi Jum'at Barokah ke Santri Penghafal Qur'an Ulil Albab – Solo

Ayo, Berbagi Jum'at Barokah ke Santri Penghafal Qur'an Ulil Albab – Solo

Rabu, 01 Feb 2023 16:03

Azerbaijan Tangkap 7 Orang 'Jaringan Mata-mata Iran'

Azerbaijan Tangkap 7 Orang 'Jaringan Mata-mata Iran'

Rabu, 01 Feb 2023 13:36

Lebih Dari 1.400 Warga Suriah Terbunuh Oleh Bom Tandan Rusia Dan Rezim Assad

Lebih Dari 1.400 Warga Suriah Terbunuh Oleh Bom Tandan Rusia Dan Rezim Assad

Rabu, 01 Feb 2023 10:25

Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadhan 1444 H Jatuh Hari Kamis 23 Maret 2023, Idul Fitri 21 April 2023

Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadhan 1444 H Jatuh Hari Kamis 23 Maret 2023, Idul Fitri 21 April 2023

Selasa, 31 Jan 2023 18:00

MK Tolak Legalkan Penikahan Beda Agama

MK Tolak Legalkan Penikahan Beda Agama

Selasa, 31 Jan 2023 17:13

Pengadilan Militer SNA Vonis Istri Pemimpin Islamic State Somalia 8 Tahun Penjara

Pengadilan Militer SNA Vonis Istri Pemimpin Islamic State Somalia 8 Tahun Penjara

Selasa, 31 Jan 2023 15:30

Haruskah Basuh Telinga Bagian Dalam Saat Mandi Janabat?

Haruskah Basuh Telinga Bagian Dalam Saat Mandi Janabat?

Selasa, 31 Jan 2023 15:00

Press Release Audiensi Presidium Duta Peradaban dengan Fraksi PKS DPR-RI

Press Release Audiensi Presidium Duta Peradaban dengan Fraksi PKS DPR-RI

Selasa, 31 Jan 2023 14:46

Adab Saat Menguap

Adab Saat Menguap

Selasa, 31 Jan 2023 13:00

Sudan Bebaskan Pria Yang Dinyatakan Bersalah Membunuh Diplomat AS

Sudan Bebaskan Pria Yang Dinyatakan Bersalah Membunuh Diplomat AS

Selasa, 31 Jan 2023 12:55

Hamas Tangkap Drone Mata-mata Israel, Ekstrak 'informasi sensitif' Terkait Pasukan Pendudukan

Hamas Tangkap Drone Mata-mata Israel, Ekstrak 'informasi sensitif' Terkait Pasukan Pendudukan

Selasa, 31 Jan 2023 12:05

59 Orang Tewas Dalam Pemboman Jibaku Di Sebuah Masjid Di Pakistan

59 Orang Tewas Dalam Pemboman Jibaku Di Sebuah Masjid Di Pakistan

Selasa, 31 Jan 2023 11:00

PKS Serahkan Penentuan Cawapres Kepada Anies Baswedan

PKS Serahkan Penentuan Cawapres Kepada Anies Baswedan

Selasa, 31 Jan 2023 10:05

Diusung PKS, Demokrat dan Nasdem, Anies Resmi Genggam Tiket Pilpres 2024

Diusung PKS, Demokrat dan Nasdem, Anies Resmi Genggam Tiket Pilpres 2024

Selasa, 31 Jan 2023 09:13

Qariah Disawer, Bukti Sistem Sekuler Bikin Keblinger

Qariah Disawer, Bukti Sistem Sekuler Bikin Keblinger

Senin, 30 Jan 2023 19:43


MUI

Must Read!
X