Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
45.300 views

Eki Pitung, Cucu Jawara Betawi Pitung Ancam Pidanakan Jokowi

JAKARTA (voa-islam.com) - Gubernur DKI Joko Widodo dianggap telah melanggar etika adat Betawi dan masyarakat Jakarta, lantaran mendeklarasikan diri sebagai Calon Presiden (Capres) di tempat cagar budaya rumah pitung.

Tokoh pemuda Betawi, Eky Pitung menilai Jokowi telah melanggar undang-undang cagar budaya No. 11 tahun 2010, yang berbunyi cagar budaya hanya boleh dimanfaatkan kepentingan agama, budaya, sosial dan pariwisata. Kemudian, di poin B, cagar budaya tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan golongan dan kepentingan pribadi.
 
"Jokowi harus minta maaf, kalau enggak saya lapor ke pengadilan, karena menyalahgunakan jabatannya, ada hukuman 5 tahun. Cagar budaya enggak boleh masuk kepentingan politik," ujar Eky dalam dialog 'akal sehat menagih janji Jokowi', di Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (25/3).
 
Dia pun tak habis pikir, mengapa Jokowi tanpa permisi berani mendeklarasikan diri sebagai capres di Rumah Pitung. 
 
"Apa hebatnya Jokowi. Dia pura - pura lugu dan polos. Padahal dirinya tau, bahwa pernyataan politiknya dilakukan di tempat yang salah. Itu Cagar Budaya bukan Hotel. Lebih parah lagi, sampai saat ini belum ada pengabdian yang baik dari Jokowi untuk masyarakat Jakarta," sesalnya.
 
Menurut cucu dari guru Pitung tersebut, masyarakat jangan terpengaruh dengan keluguan Jokowi. Sebab, keluguannya sangat berbahaya dalam permainan politik saat ini. Maka tiada lain, kecuali menolak Jokowi sebagai Calon presiden. Sebab, kepemimpinanya ke depan tidak akan istiqomah. 
 
"Jokowi harus membayar dukungan masyarakat DKI dengan menyelesaikan tugasnya sebagai Gubernur lima tahun, bukan menjadi Capres," tandasnya.
 
 
Jokowi Langgar Aturan: Gelontorkan Rp 24,2 T tanpa ketok palu DPRD
Eki Pitung mengungkapkan bahwa Jokowi menetapkan anggaran lebih dari Rp. 24,2 Triliun untuk mengatasi banjir Jakarta dan sebesar Rp. 24 Milliar untuk menjamu makan para tamu Jokowi dalam penanganan program banjir Jakarta."Jokowi pada tanggal 20 Desember 2013 menandatangani surat keputusan penanganan banjir Jakarta senilai lebih dari Rp. 24,2 Triliun. Sebuah angka yang luar biasa besar untuk penanganan selama banjir dan pengelolaan korban pasca bencana banjir" ungkapnya dalam sebuah wawancara dengan awak redaksi Voa-islam di pusat perbelanjaan sekitar Pancoran Minggu (16/02).

"Dari total anggaran DKI Jakarta yang Rp. 72 Triliun, sepertiganya hanya untuk mengatasi permasalahan banjir Jakarta yang menghabiskan dana Rp. 24,2 triliun lebih" imbuh Eki Pitung seraya membeberkan hasil foto dokumen yang di tandatangani Jokowi itu.

Biaya penanganan banjir Jakarta ternyata telah menghabiskan biaya seperti anggaran DKI Jakarta. "Bayangkan saja, dari total anggaran DKI Jakarta yang Rp. 72 Triliun, sepertiganya hanya untuk mengatasi permasalahan banjir Jakarta yang menghabiskan dana Rp. 24,2 triliun lebih" imbuh Eki Pitung seraya membeberkan hasil foto dokumen yang di tandatangani Jokowi itu.

Namun bukan hanya anggaran yang bombastis saja yang mengusik hati nurani warga betawi ini, ia juga menambahkan bahwa penandatanganan surat keputusan itu tidak melalui jalur ketetapan dan persetujuan melalui DPRD DKI Jakarta. "Justru Jokowi ini lebih parah dari Foke (Fauzi Bowo) mantan Gubernur DKI sebelumnya, Foke saja ketar-ketir ketika mengeluarkan anggaran Rp. 14,2 miliar untuk kasus force majeur For persiapan Pemilu tanpa persetujuan dan ketetapan dari DPRD DKI, namun DPRD DKI siap mendukung dan meyakinkan akan membantu penetapannya agar tidak dipermasalahkan di kemudian hari." lanjut Eki Pitung.

Masih menurut Eki Pitung "Jokowi ini lebih parah dari Foke, karena dasar hukum yang pernah dilakukan Gubernur sebelumnya dan mengikuti langkah FOke mengeluarkan anggaran tanpa ketetapan dan persetujuan dari DPRD DKI dengan jumlah luar biasa besar, sebesar Rp. 24,2 Triliun dan Rp. 24 miliar untuk konsumsi makan-makan tamu Jokowi. Padahal anggaran itu di gelontorkan tidak melalui mekanisme resmi penetapan di DPRD DKI"

Eki Pitung mengkhawatirkan akan ada penyalahgunaan wewenang, "Saya khawatir dana sebesar lebih dari Rp. 24 Triliun itu di bagi-bagikan kepada kroni-kroni Jokowi yang telah memodalinya dan sebagian di berikan untuk ongkos nyaleg (biaya kampanye caleg,red) dari partai-partai yang mendukungnya."

Pada akhir wawancara ia mengajak rakyat lebih cerdas, karena ia mendengar kabar dari tim media kampanye Jokowi dari UI bahwa Jokowi di dukung dana sangat kuat untuk menjadi jawara media dan media darling, tak tanggung-tanggung dana untuk tsunami opini kampanye Jokowi sebesar Rp. 1,3 triliun/tahun.

Tak heran Jokowi-Ahok tayang setiap hari di media-media nasional, baik televisi, koran, tabloid dan media sosial di Facebook, Twitter, newsportal, dan forum-forum seperti Kaskus, Lintas.me dan lainnya yang notabene milik grup Djarum.

Tuh kan, pitung abad digital aja paham kampanye #jokowitainment biayanya sangat besar, dan diduga Jokowi udah mulai bagi-bagi duit untuk mengembalikan modal para cukongnya. Naudzubillahi, inilah wajah demokrasi, penuh dengan intrik politik transaksional, politik balas budi, politik dinasti dan kkn. Sumber: disini

Eki Pitung mengungkapkan bahwa Jokowi menetapkan anggaran lebih dari Rp. 24,2 Triliun untuk mengatasi banjir Jakarta dan sebesar Rp. 24 Milliar untuk menjamu makan para tamu Jokowi dalam penanganan program banjir Jakarta."Jokowi pada tanggal 20 Desember 2013 menandatangani surat keputusan penanganan banjir Jakarta senilai lebih dari Rp. 24,2 Triliun. Sebuah angka yang luar biasa besar untuk penanganan selama banjir dan pengelolaan korban pasca bencana banjir" ungkapnya dalam sebuah wawancara dengan awak redaksi Voa-islam di pusat perbelanjaan sekitar Pancoran Minggu (16/02).

"Bayangkan saja, dari total anggaran DKI Jakarta yang Rp. 72 Triliun, sepertiganya hanya untuk mengatasi permasalahan banjir Jakarta yang menghabiskan dana Rp. 24,2 triliun lebih" imbuh Eki Pitung seraya membeberkan hasil foto dokumen yang di tandatangani Jokowi itu.

Biaya penanganan banjir Jakarta ternyata telah menghabiskan biaya seperti anggaran DKI Jakarta. "Bayangkan saja, dari total anggaran DKI Jakarta yang Rp. 72 Triliun, sepertiganya hanya untuk mengatasi permasalahan banjir Jakarta yang menghabiskan dana Rp. 24,2 triliun lebih" imbuh Eki Pitung seraya membeberkan hasil foto dokumen yang di tandatangani Jokowi itu.

Namun bukan hanya anggaran yang bombastis saja yang mengusik hati nurani warga betawi ini, ia juga menambahkan bahwa penandatanganan surat keputusan itu tidak melalui jalur ketetapan dan persetujuan melalui DPRD DKI Jakarta. "Justru Jokowi ini lebih parah dari Foke (Fauzi Bowo) mantan Gubernur DKI sebelumnya, Foke saja ketar-ketir ketika mengeluarkan anggaran Rp. 14,2 miliar untuk kasus force majeur For persiapan Pemilu tanpa persetujuan dan ketetapan dari DPRD DKI, namun DPRD DKI siap mendukung dan meyakinkan akan membantu penetapannya agar tidak dipermasalahkan di kemudian hari." lanjut Eki Pitung.

Masih menurut Eki Pitung "Jokowi ini lebih parah dari Foke, karena dasar hukum yang pernah dilakukan Gubernur sebelumnya dan mengikuti langkah FOke mengeluarkan anggaran tanpa ketetapan dan persetujuan dari DPRD DKI dengan jumlah luar biasa besar, sebesar Rp. 24,2 Triliun dan Rp. 24 miliar untuk konsumsi makan-makan tamu Jokowi. Padahal anggaran itu di gelontorkan tidak melalui mekanisme resmi penetapan di DPRD DKI"

Eki Pitung mengkhawatirkan akan ada penyalahgunaan wewenang, "Saya khawatir dana sebesar lebih dari Rp. 24 Triliun itu di bagi-bagikan kepada kroni-kroni Jokowi yang telah memodalinya dan sebagian di berikan untuk ongkos nyaleg (biaya kampanye caleg,red) dari partai-partai yang mendukungnya."

Pada akhir wawancara ia mengajak rakyat lebih cerdas, karena ia mendengar kabar dari tim media kampanye Jokowi dari UI bahwa Jokowi di dukung dana sangat kuat untuk menjadi jawara media dan media darling, tak tanggung-tanggung dana untuk tsunami opini kampanye Jokowi sebesar Rp. 1,3 triliun/tahun.

Tak heran Jokowi-Ahok tayang setiap hari di media-media nasional, baik televisi, koran, tabloid dan media sosial di Facebook, Twitter, newsportal, dan forum-forum seperti Kaskus, Lintas.me dan lainnya yang notabene milik grup Djarum.

Tuh kan, pitung abad digital aja paham kampanye #jokowitainment biayanya sangat besar, dan diduga Jokowi udah mulai bagi-bagi duit untuk mengembalikan modal para cukongnya. Naudzubillahi, inilah wajah demokrasi, penuh dengan intrik politik transaksional, politik balas budi, politik dinasti dan kkn. [mukmin/ja'far/voa-islam.com]

- See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2014/02/17/29109/eki-pitung-jokowi-teken-anggaran-banjir-rp-242-triliun-tanpa-penetapan-dprd/#sthash.cnkZ05PU.dpuf
[brbsaktual/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Berbagai ikhtiar dilakukan pasangan Eddy Saputra dan istrinya untuk mengatasi beratnya himpitan ekonomi, tapi selalu menemui jalan buntu. Bantuan justru datang dari orang yang membahayakan akidah:...

Latest News
Mantan Imam Masjidil Haram Mentweet Doa Minta Perlindungan dari Virus Mematikan Cina

Mantan Imam Masjidil Haram Mentweet Doa Minta Perlindungan dari Virus Mematikan Cina

Selasa, 28 Jan 2020 15:00

Badan Intelijen Israel Shin Bet Tangkap Warga Israel Karena Jadi Mata-mata Hamas

Badan Intelijen Israel Shin Bet Tangkap Warga Israel Karena Jadi Mata-mata Hamas

Selasa, 28 Jan 2020 14:00

Terkait Penyebaran Virus Corona, Berikut Tanggapan Sekum PP Muhammadiyah

Terkait Penyebaran Virus Corona, Berikut Tanggapan Sekum PP Muhammadiyah

Selasa, 28 Jan 2020 13:41

Militer AS Akui Pesawatnya Jatuh di Afghanistan, Bantah Ditembak Taliban

Militer AS Akui Pesawatnya Jatuh di Afghanistan, Bantah Ditembak Taliban

Selasa, 28 Jan 2020 13:00

The Next Muhammad Al Fatih

The Next Muhammad Al Fatih

Selasa, 28 Jan 2020 12:49

Menlu Saudi Sebut Timur Tengah 'Lebih Aman' Setelah AS Membunuh Jenderal Iran Soleimani

Menlu Saudi Sebut Timur Tengah 'Lebih Aman' Setelah AS Membunuh Jenderal Iran Soleimani

Selasa, 28 Jan 2020 12:16

Paradoks Sikap Indonesia Mengenai Corona

Paradoks Sikap Indonesia Mengenai Corona

Selasa, 28 Jan 2020 11:44

Taubat Nasuha Harus dengan Shalat Taubat?

Taubat Nasuha Harus dengan Shalat Taubat?

Selasa, 28 Jan 2020 11:00

Rakyat Wuhan Kini Sendiri

Rakyat Wuhan Kini Sendiri

Selasa, 28 Jan 2020 10:39

Inilah Para Juara Olimpiade Halal 2019

Inilah Para Juara Olimpiade Halal 2019

Selasa, 28 Jan 2020 10:15

Memakai Jilbab Adalah Bukti Cinta kepada Al Khaliq

Memakai Jilbab Adalah Bukti Cinta kepada Al Khaliq

Selasa, 28 Jan 2020 09:35

Bahaya di Balik Dewan Pengarah Pembangunan Ibu Kota Baru

Bahaya di Balik Dewan Pengarah Pembangunan Ibu Kota Baru

Selasa, 28 Jan 2020 08:28

Riwayat dan Filosofi Meme Generation

Riwayat dan Filosofi Meme Generation

Selasa, 28 Jan 2020 07:22

Indonesia Mayoritas Muslim, PKS: Sertifikasi Halal Tidak Boleh Hilang di Omnibus Law

Indonesia Mayoritas Muslim, PKS: Sertifikasi Halal Tidak Boleh Hilang di Omnibus Law

Selasa, 28 Jan 2020 06:56

HNW Minta Pemerintah Evakuasi WNI di China

HNW Minta Pemerintah Evakuasi WNI di China

Selasa, 28 Jan 2020 05:59

Senjata Makan Tuan China

Senjata Makan Tuan China

Senin, 27 Jan 2020 23:40

Program Penceramah Bersertifikat, Menag: Yang Mau Silakan Yang Tidak Mau Tidak Apa-apa

Program Penceramah Bersertifikat, Menag: Yang Mau Silakan Yang Tidak Mau Tidak Apa-apa

Senin, 27 Jan 2020 23:25

WHO Sebut Ancaman Global dari Virus Mematikan Cina 'Tinggi

WHO Sebut Ancaman Global dari Virus Mematikan Cina 'Tinggi

Senin, 27 Jan 2020 22:55

Mewujudkan Tata Kelola Kota Bebas Banjir dan Layak Huni

Mewujudkan Tata Kelola Kota Bebas Banjir dan Layak Huni

Senin, 27 Jan 2020 22:48

Haruskah Pendidikan Akidah Dimulai Sejak Dini?

Haruskah Pendidikan Akidah Dimulai Sejak Dini?

Senin, 27 Jan 2020 22:44


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X