Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
10.328 views

Semua Partai Sama? Tidak!

Oleh:

Yons Achmad*

 

ADA yang bilang, semua partai sama saja. Kalau yang bicara “orang awam”, tentu wajar saja. Tapi kalau yang bicara aktivis atau mantan aktivis masjid (dakwah kampus), tentu saja menggelikan. Obrolan tentang partai yang sebenarnya sudah tuntas ini kembali mengemuka setelah muncul kabar mantan pendiri PKS, Yusuf Supendi tampil di televisi dan mengkonfirmasi dirinya bergabung dan bahkan menjadi caleg PDIP.

Dalam kasus ini, anggapan semua partai sama saja menemukan faktanya. Hanya saja, kabar baiknya, tak banyak yang berpikiran demikian. Seorang aktivis, atau mantan aktivis masjid yang kemudian masuk ke politik praktis, tentu punya pandangan khas tersendiri terkait dengan ruang kiprah yang digelutinya saat ini. 

Memang, politik itu lentur, tapi prinsip ideologis tak bisa ditawar. Seorang aktivis apalagi tokoh yang pernah bergabung dengan PKS, memang sangat mungkin kemudian bergabung misalnya di partai berbasis Islam seperti PBB, PPP, PKB atau PAN, walau tetap saja dianggap telah “ke luar dari jamaah”. Tapi, bergabung dengan PDIP, tentu boleh dibilang mengejutkan (untuk tak bilang mengecewakan). Sampai ada yang kesal, biar saja sekarang bilang semua partai sama saja, agar kemudian tak bablas, bilang semua agama sama saja. 

Seorang Anis Matta yang dikenal sebagai ideolognya PKS pernah punya pandangan menarik tentang eksistensi partai politik. Dalam bukunya “Gelombang Ketiga Indonesia” (2014), dikatakan bahwa visi partai politik yang mewakili ideologi dan identitasnya harus bisa diturunkan menjadi agenda sehingga pubik dapat dengan jernih membaca arah dan bahkan kepentingan partai politik tersebut. Pandangan Anis Matta itu saya baca begini. 

Atas dasar hal itu, mungkin orang fokus pada agenda atau misalnya slogan membantu “Wong Cilik”. Agendanya barangkali sama, tapi tetap saja prinsip ideologis yang melatarinya berbeda. Itu sebabnya, bagi saya, ketika ada yang bilang semua partai politik itu sama saja, jelas itu kesesatan dalam berpikir. 

Hal ini berbahaya, kenapa? Kelak juga berpotensi misalnya menganggap politik ya politik, tidak ada urusannya dengan agama (dakwah). Artinya apa? Hanya tinggal selangkah lagi menjadi “Sekuler”. Padahal, bagi seorang aktivis masjid, politik dan agama (dakwah) tak bisa dipisahkan. Itu sebabnya, berpindah-pindah partai menjadi problematis ketika dirinya masih punya komitmen yang tinggi terhadap dakwah.

Baik, kita tak boleh menghakimi para “Kutu Loncat”. Mungkin ada yang bilang ingin mewarnai partai lain agar lebih misalnya Islami. Tapi rasa-rasanya, kok seperti mengada-ada.

Cerita tentang “Kutu Loncat” ini memang bukan hal baru. Amien Rais (1987) dalam bukunya “Cakrawala Islam” pernah bertanya pada politikus kiai atau kiai politikus. Dirinya bertanya tentang kepindahannya dari satu parpol ke parpol lainnya. Apakah langkah itu tidak membingungkan umat (pengikutnya). Jawaban mengejutkannya. Katanya, politik itu urusan kehidupan dunia semata dan jelas kehidupan itu hanya main-main dan permainan semata. Sambil fasih menyitir firman Allah dalam Al-quran “Wa ma hadzihil hayatuddunya illa lahwun wa laib” (Tiadalah arti kehidupan dunia ini kecuali main-main dan permainan belaka). 

Dari sini, saya kira memang dunia politik begitu berwarna. Tak hitam putih. Kadang disikapi dengan main-main dan becandaan. Hanya saja, saya kira, persoalan ideologi tetap bukan barang dagangan yang bisa ditawar-tawar. Mungkin, pendapat saya ini dibilang kolot. Tapi, apa boleh buat, setiap orang punya pegangan masing-masing. “Melacurkan” ideologi yang kita yakini, tentu bukan perkara sepele. Sebab, bagi yang percaya, ini menyangkut surga dan neraka.*Kolumnis, tinggal di Depok, Jawa Barat 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Latest News
Agar Ibadah Kita Diterima

Agar Ibadah Kita Diterima

Jum'at, 21 Feb 2020 22:52

Direktur Pristac Sampaikan Konsep Pendidikan dalam Syair-syair Imam Syafi'i

Direktur Pristac Sampaikan Konsep Pendidikan dalam Syair-syair Imam Syafi'i

Jum'at, 21 Feb 2020 21:46

Umar bin Khatab pun Pernah Ditolak Pinangannya

Umar bin Khatab pun Pernah Ditolak Pinangannya

Jum'at, 21 Feb 2020 21:07

Dahulukan Akhlak Sebelum Prestasi, Benarkah?

Dahulukan Akhlak Sebelum Prestasi, Benarkah?

Jum'at, 21 Feb 2020 20:38

Laporan: Lebih 400 Orang Terinfeksi Virus Corona Baru di Penjara di Seluruh Cina

Laporan: Lebih 400 Orang Terinfeksi Virus Corona Baru di Penjara di Seluruh Cina

Jum'at, 21 Feb 2020 19:30

Bebani Rakyat, PKS Tidak Setuju Penerapan Tarif Cukai Plastik

Bebani Rakyat, PKS Tidak Setuju Penerapan Tarif Cukai Plastik

Jum'at, 21 Feb 2020 17:59

Pemerintah Diminta Fasilitasi Diskusi Soal Omnibus Law

Pemerintah Diminta Fasilitasi Diskusi Soal Omnibus Law

Jum'at, 21 Feb 2020 17:51

Palestina Akan Ambil Tindakan Hukum Terkait Sikap Diskriminatif Amazon Terhadap Warganya

Palestina Akan Ambil Tindakan Hukum Terkait Sikap Diskriminatif Amazon Terhadap Warganya

Jum'at, 21 Feb 2020 16:00

Rezim Teroris Assad dan Rusia Bom 67 Fasilitas Medis di Barat Laut Suriah Sejak April 2019

Rezim Teroris Assad dan Rusia Bom 67 Fasilitas Medis di Barat Laut Suriah Sejak April 2019

Jum'at, 21 Feb 2020 15:15

Polisi Tangkap Pria Penikam Muadzin yang Tengah Mengumandakan Adzan Ashar di Masjid London

Polisi Tangkap Pria Penikam Muadzin yang Tengah Mengumandakan Adzan Ashar di Masjid London

Jum'at, 21 Feb 2020 14:30

Yang Mempertentangkan Agama dengan Pancasila Sebenarnya Musuh Besar Pancasila

Yang Mempertentangkan Agama dengan Pancasila Sebenarnya Musuh Besar Pancasila

Jum'at, 21 Feb 2020 13:45

Kuwait Tangguhkan Perjalanan Ke dan Dari Iran Karena Khawatir Penyebaran Virus Corona

Kuwait Tangguhkan Perjalanan Ke dan Dari Iran Karena Khawatir Penyebaran Virus Corona

Jum'at, 21 Feb 2020 11:45

Saudi Cegat Rudal Balistik  Pemberontak Syi'ah Houtsi yang Menargetkan Kota dan Warga Sipil

Saudi Cegat Rudal Balistik Pemberontak Syi'ah Houtsi yang Menargetkan Kota dan Warga Sipil

Jum'at, 21 Feb 2020 11:15

Hadir ke MUI, Ketua DPR: Draft RUU Omnibus Law Masih Bisa Diubah

Hadir ke MUI, Ketua DPR: Draft RUU Omnibus Law Masih Bisa Diubah

Jum'at, 21 Feb 2020 10:56

Ketum LIDMI: Wujudkan Indonesia Beradab Melalui Dakwah Kampus

Ketum LIDMI: Wujudkan Indonesia Beradab Melalui Dakwah Kampus

Jum'at, 21 Feb 2020 09:53

Waspada Jebakan 2024

Waspada Jebakan 2024

Kamis, 20 Feb 2020 23:47

Terkait Omnibus Law, Wasekjen MUI:  Kami Mampu Terbitkan 102 Juta Sertifikat Halal Pertahun

Terkait Omnibus Law, Wasekjen MUI: Kami Mampu Terbitkan 102 Juta Sertifikat Halal Pertahun

Kamis, 20 Feb 2020 22:09

Tentara Turki dan Pejuang Oposisi Suriah Luncurkan Operasi Bersama Melawan Pasukan Assad di Idlib

Tentara Turki dan Pejuang Oposisi Suriah Luncurkan Operasi Bersama Melawan Pasukan Assad di Idlib

Kamis, 20 Feb 2020 21:20

Legislator PKS: Wacana Sertifikasi Khatib Bisa Memecah Belah Umat

Legislator PKS: Wacana Sertifikasi Khatib Bisa Memecah Belah Umat

Kamis, 20 Feb 2020 21:12

Jaksa Penuntut Terorisme Jerman Sebut 'Motif Sayap Kanan' di Balik Penembakan Mematikan di Hanau

Jaksa Penuntut Terorisme Jerman Sebut 'Motif Sayap Kanan' di Balik Penembakan Mematikan di Hanau

Kamis, 20 Feb 2020 20:55


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X

Kamis, 20/02/2020 13:58

Dampak Disrupsi bagi Masyarakat