Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
8.788 views

Khayalan Penerapan Pluralisme

 

Oleh:

Evi Farlina S.Pd, Komunitas Ibu Peduli Generasi

 

SANGAT pas kiranya kata khayalan atau angan-angan disandingkan dengan pluralisme, karena memang menerapkan paham pluralisme di sistem seperti sekarang sangatlah tidak mungkin untuk dilakukan.  Jika diteliti lebih dalam paham ini sebenarnya bersifat absurd atau omong kosong. Contohnya dalam masyarakat sekarang ini ada suatu tuntutan agar kita bisa bersikap untuk menerima bahwa semua agama itu sama. Tuhan yang disembah adalah Tuhan yang sama akan tetapi hanya jalannya yang berbeda.

Dengan kata lain, jika seseorang menjadi terpengaruh dan mengambil paham ini maka hal tersebut akan berimplikasi pada sikapnya sehari-hari. Ketika sedang ada perayaan agama lain,  dengan dalih toleransi bisa jadi dia akan turut serta pada perayaan tersebut padahal hal tersebut bisa merusak keimanannya.  Jika hal tersebut terjadi di dalam masyarakat justru sebenarnya pluralisme ini adalah sebuah paham yang sangat tidak toleran karena memaksa orang untuk tidak menjadi yakin dengan agamanya sendiri.

Menurut pengamat  liberalisme Adian Husaini, ia mengatakan,” Jika ada yang mengatakan bahwa pluralisme itu bisa menerima kemajemukan perbedaan agama masyarakat, pada dasarnya pernyataan itu bohong. Karena pluralisme justru memaksa orang untuk ragu pada agamanya sendiri.”

Mengapa untuk menghargai pemeluk agama lain harus dengan pluralisme yang membenarkan semua agama? Mengapa menghargai orang lain harus berarti membenarkan semua orang? Pluralisme justru menjadi gagasan yang paling intoleran, mengakibatkan lunturnya keyakinan pemeluk agama terhadap ajaran agamanya sendiri.  Pluralisme mestinya menjadi musuh semua agama, karenanya ia secara kasat mata menihilkan klaim kebenaran yang dimiliki masing-masing agama. Meyakini bahwa hanyalah agamanyalah yang benar Namanya iman, bukan intoleran.

Sehingga pantas kita sematkan bahwa hanyalah sebuah khayalan dalam penerapan pluralisme. Terlebih sebagai seorang Muslim harus meyakini bahwa  Allah SWT berfirman dalam surah Ali Imran ayat  85 yang artinya, “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidak akan diterima (agama itu) daripadanya dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi.”

Namun, sebagian kaum Muslim meragukan bahwa Islam punya solusi untuk mengatasi keberagaman ini. Dalihnya, sistem saat ini cukup sulit untuk mengatur keberagaman yang ada apalagi dengan sistem yang mereka anggap mengharuskan semua orang harus beragama sama jika ingin menerapkan sistem Islam kaffah. Padahal mereka yang membuat  pernyataan demikian belum mengetahui fakta sejarah yang sesungguhnya.

Fakta lainnya, adanya tuduhan miring yang dilontarkan, kemudian menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat, seperti syariat Islam hanyalah untuk umat Islam. Islam hanya bisa diterapkan dalam masyarakat yang homogen, yang semua anggotanya beragama Islam. Bila syariat Islam diterapkan, ada ketakutan bahwa kelompok non-Muslim akan hidup tertindas. Penerapan syariat Islam akan membawa kemunduran masyarakat; modernisasi akan terhenti dan masyarakat akan kembali hidup seperti layaknya masyarakat terbelakang.

Kemudian ada juga upaya masif untuk membuat stigma negatif tentang Islam, dikatakan sebagai agama yang tidak toleran. Contohnya seperti tudingan bahwa Islam tidak memperbolehkan memilih pemimpin kafir, tidak memperbolehkan mengikuti perayaan agama lain dan adanya sebutan kata kafir bagi non Muslim.

Ide pluralisme ini selain memberikan ruang bagi orang-orang dengan gangguan kejiwaan seperti para pelaku LGBT untuk diakui juga sebagai bentuk keberagaman gender yang ada di tengah masyarakat. Keberagaman lain adalah munculnya aliran-aliran sesat yang membahayakan keimanan umat serta pemikiran-pemikiran kufur lainnya.

Sebenarnya Islam mengakui adanya pluralitas atau keberagaman ini dan memang sebuah keniscayaan yang pasti terjadi di masyarakat, hanya saja jika Islam diberikan kesempatan untuk mengatur maka hanya terbatas pada hal-hal yang bersifat fitrah saja bukan pada hal-hal yang melanggar fitrah manusia.

Tak sulit juga bagi Islam untuk mengatur fakta pluralitas, sebab manusia dengan ragam bangsa, bahasa, warna kulit dan keyakinan, Allah SWT yang menciptakan. Allah  SWT adalah Zat Yang Maha Tahu dan Maha adil, menurunkan aturan bagaimana cara mereka hidup dan bergaul.  Sebab itu, dalam masyarakat Islam, baik awal mula umat ini membangun kebersamaan hidup di masa kepemimpinan Rasulullah SAW, maupun setelahnya, kita menemukan banyak fakta bagaimana kehidupan produktif dan membahagiakan di dalamnya.

Semua itu terjadi, karena adanya jaminan negara terhadap kebutuhan dasar seluruh warga negara Khilafah baik untuk Muslim maupun kafir dzimmi (kafir yang tunduk pada pemerintahan Islam).  Jaminan itu ditunjukkan oleh sabda Rasulullah SAW, “Siapa saja yang menyakiti dzimmi maka aku berperkara dengan dia. Siapa saja yang berperkara dengan aku, maka aku akan memperkarakan dia pada hari kiamat.” (Hadits Hasan).

Karena itulah kita menyaksikan bagaimana hak-hak individu mereka dalam keyakinan, ibadah, harta, mendapat jaminan yang sama. Fakta sejarah yang tidak terbantahkan bahwa orang kafir dzimmi lebih memilih hidup diatur syariah Islam, ketimbang diatur pemimpin bangsanya. T.W. Arnold, dalam bukunya The Preaching of Islam, menuliskan perlakuan pada warga Kristen oleh pemerintahan Ottoman -selama kurang lebih dua abad setelah penaklukkan Yunani- telah memberikan contoh toleransi keyakinan yang sebelumnya tidak dikenal di daratan Eropa.

Jelaslah paham pluralisme sangatlah tidak realistis dan hanya sebuah khayalan untuk diterapkan dalam rangka mencapai harmoni, toleransi dan persatuan. Paham ini justru intoleran, karena memaksa orang untuk membenarkan apa yang ia tidak percaya dan yakini. Harmoni dan persatuan terbentuk bukan karena pluralisme, tapi karena adanya penghargaan dan penghormatan atas keyakinan kebenaran ajaran agama masing-masing, bukan saling membenarkan satu sama lain!

Paham Pluralisme  justru tidak manusiawi, karena menghilangkan klaim kebenaran dalam tiap agama, sehingga agama menjadi tidak penting lagi dan berpeluang mendekatkan orang menjadi tidak beragama atau atheis. Maka sudah semestinya tidak hanya kaum Muslimin yang menolak paham pluralisme ini tetapi juga pemeluk agama-agama yang lain.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Latest News
Trump Dibawa Pergi Sebentar dari Konferensi Pers Setelah Insiden Penembakan di Luar Gedung Putih

Trump Dibawa Pergi Sebentar dari Konferensi Pers Setelah Insiden Penembakan di Luar Gedung Putih

Selasa, 11 Aug 2020 21:45

Pentingnya Bersinergi Mengurai Polemik Sekolah Daring

Pentingnya Bersinergi Mengurai Polemik Sekolah Daring

Selasa, 11 Aug 2020 21:43

Lima Langkah Menyelamatkan Generasi Bangsa dari Kekerasan Seksual

Lima Langkah Menyelamatkan Generasi Bangsa dari Kekerasan Seksual

Selasa, 11 Aug 2020 21:19

Baku Tembak Di Penjara Mogadishu Tewaskan 2 Penjaga dan 6 Tahanan Al-Shabaab

Baku Tembak Di Penjara Mogadishu Tewaskan 2 Penjaga dan 6 Tahanan Al-Shabaab

Selasa, 11 Aug 2020 21:15

TNI dan Proyek Corona

TNI dan Proyek Corona

Selasa, 11 Aug 2020 21:06

Satu-satunya Penyeberangan Antara Gaza Dan Mesir Dibuka Setelah Berbulan-bulan Ditutup

Satu-satunya Penyeberangan Antara Gaza Dan Mesir Dibuka Setelah Berbulan-bulan Ditutup

Selasa, 11 Aug 2020 21:05

Masihkah Kita Layak Menyebut Pertumbuhan Ekonomi?

Masihkah Kita Layak Menyebut Pertumbuhan Ekonomi?

Selasa, 11 Aug 2020 21:00

Dewan Dakwah Jabar Bersama Ormas Islam Laporkan Penista Agama

Dewan Dakwah Jabar Bersama Ormas Islam Laporkan Penista Agama

Selasa, 11 Aug 2020 20:54

PBB: Facebook Belum Membagikan 'Bukti' Kejahatan Myanmar

PBB: Facebook Belum Membagikan 'Bukti' Kejahatan Myanmar

Selasa, 11 Aug 2020 20:53

Sekjen PBB Antonio Gutteres Serukan Penyelidikan Independen Untuk Ledakan Beirut

Sekjen PBB Antonio Gutteres Serukan Penyelidikan Independen Untuk Ledakan Beirut

Selasa, 11 Aug 2020 19:45

Ikuti Gratis, Webinar Cara Mudah Raih Sertifikat Halal Bagi UMKM

Ikuti Gratis, Webinar Cara Mudah Raih Sertifikat Halal Bagi UMKM

Selasa, 11 Aug 2020 14:10

Mengapa Butuh Waktu 11 Tahun Tangkap Djoko Tjandra?

Mengapa Butuh Waktu 11 Tahun Tangkap Djoko Tjandra?

Selasa, 11 Aug 2020 10:14

Menakar Arah Pendidikan Kita

Menakar Arah Pendidikan Kita

Selasa, 11 Aug 2020 09:46

Menenukan Cahaya di Antara Kegelapan

Menenukan Cahaya di Antara Kegelapan

Selasa, 11 Aug 2020 09:12

Ketuklah dengan Doa

Ketuklah dengan Doa

Selasa, 11 Aug 2020 08:42

Jika Belum Siap 100 Persen, Kepala Daerah di Zona Hijau-Kuning Diharap Jangan Dulu Buka Sekolah

Jika Belum Siap 100 Persen, Kepala Daerah di Zona Hijau-Kuning Diharap Jangan Dulu Buka Sekolah

Selasa, 11 Aug 2020 08:29

Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti Raih Gelar Guru Besar

Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti Raih Gelar Guru Besar

Senin, 10 Aug 2020 21:50

BPOM: Ibu Harus Cermat Memilih Makanan untuk Bayi

BPOM: Ibu Harus Cermat Memilih Makanan untuk Bayi

Senin, 10 Aug 2020 21:30

Trump Putuskan Blokir TikTok-WeChat dalam 45 Hari

Trump Putuskan Blokir TikTok-WeChat dalam 45 Hari

Senin, 10 Aug 2020 21:25

Tertunduk Lesu Di Minus 5,32

Tertunduk Lesu Di Minus 5,32

Senin, 10 Aug 2020 21:10


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X