Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
7.301 views

Tuhan Tidak Perlu Dibela?

 

Oleh:

Ulfiatul Khomariah

Founder Ideo Media, Pemerhati Masalah Sosial dan Politik

 

TUHAN tidak perlu dibela! Narasi yang sudah lama menuai kontroversi ini kembali digaungkan lagi. Beberapa hari yang lalu, Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan bahwa Islam dan Tuhan tak perlu dibela. Pernyataan Moeldoko berawal dari pertanyaan peserta kuliah umum Tantangan Ketahanan Nasional Masa Kini. Sang peserta bertanya kepada Moeldoko apakah faktor agama mempengaruhi stabilitas negara Indonesia seperti terjadi di negara-negara Timur Tengah lewat fenomena Arab Spring.

“Apakah agama berpengaruh terhadap stability? Iya. Sekarang ini banyak yang mengklaim paling benar dengan agamanya. Dia sudah bisa mendefinisikan dengan masuk surga, orang lain masuk neraka,” kata Moeldoko dalam kuliah umum di Kampus Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (17/10). Menurut Moeldoko persoalan agama sangat mempengaruhi stabilitas negara. Kemudian dia menyebut salah satu kelompok saat mencontohkan Intoleransi.

Sebagaimana yang dilansir di laman (cnnindonesia.com, 17/10/19), “mengapa harus ada apa itu Front Pembela Islam? Apa yang dibela? Ya sorry ya, aku langsung ngomong blak-blakan saja kan gitu. Memangnya Islam sedang dijajah oleh orang lain apa? Apalagi itu dibela? Tuhan kok dibela? Ngapain? Dia enggak perlu pembelaan!” Kata Moeldoko disambut tepuk tangan peserta kuliah umum.

Sebenarnya, pernyataan “Tuhan tidak perlu dibela” sudah muncul sejak puluhan tahun yang lalu. Tiga puluh tujuh tahun silam, Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur itu mencoba menyambangi pernyataan ini. Ia menulis satu kolom di majalah Tempo, Juni 1982 dengan tajuk yang sudah tidak asing lagi untuk didengar. “Tuhan Tidak Perlu Dibela.”

Tulisan Gus Dur ini kemudian sering kali dijadikan senjata oleh kelompok yang risih dengan perjuangan umat Islam bahwa “Tuhan Tidak Perlu Dibela”. Mereka seringkali menggaungkan pernyataan ini untuk meng-counter aksi dan perjuangan umat Islam yang kerap kali melakukan pembelaan terhadap agamanya. Tak luput cap intoleran, radikal, teroris, anti pluralisme, dll kerap kali dilontarkan kepada umat Islam yang membela agama-Nya. Namun apakah demikian adanya, benarkah Agama dan Tuhan tidak perlu dibela?

 

Agama Wajib Dibela!

Memang benar. Islam dan Tuhan tidak butuh dibela, tapi kitalah yang butuh untuk membela Islam. Kok bisa? Untuk menjawab pertanyaan ini tentu tidak cukup jika hanya menggunakan aspek logika saja, tapi perlu juga melihat apa yang tertulis di dalam Al-Quran, terlebih jika kita seorang Muslim. Dan bagi yang bukan Muslim, setidaknya mereka bisa memahami mengapa kaum Muslimin tergerak untuk membela agamanya.

Perlu kita pahami, dalam kehidupan ini semua pasti membutuhkan pembelaan. Baik orang-orang lemah maupun Tuhan (atau agama) sama-sama perlu dibela, walaupun sebab pembelaannya berbeda-beda. Orang-orang kecil dan lemah dibela karena mereka tak berdaya untuk membela dirinya sendiri. Ini sesuai dengan ajaran Islam. Tuhan dan agama-Nya juga perlu dibela, karena alasan yang berbeda, bukan karena Dia lemah dan tak mampu menolong diri-Nya sendiri. Tapi karena kita memang butuh untuk membela agama-Nya.

Jadi mengapa kita harus membela Allah dan agama-Nya? Karena kita memang wajib dan butuh untuk membela dan menolong agama-Nya. Sebagaimana yang tertulis dalam firman-Nya:

 “Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana ‘Isa ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?” Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: “Kamilah penolong-penolong agama Allah”….’ (QS 61: 14)

Kata yang digunakan pada ayat di atas adalah ansharullah yang bermakna penolong atau pembela Allah. Jadi jelas bahwa hal ini diperintahkan oleh Allah, bukan direka-reka oleh kaum Muslimin. Selanjutnya, mengapa kita butuh membela agama-Nya?  Jawabannya sudah jelas, karena kita lemah dan butuh pertolongan-Nya. Saat kita membela dan menolong agama-Nya, maka itu akan menjadi jalan bagi kita untuk mendapat pertolongan dari-Nya, terutama di saat tidak ada pembela dan pelindung lain selain daripada-Nya. Hal ini sesuai dengan firman-Nya:

“Hai orang-orang mu’min, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS 47: 7).

“Dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) di bumi dan tidak (pula) di langit dan sekali-kali tiadalah bagimu pelindung dan penolong selain Allah.” (QS 29: 22).

Semua alasan diatas dan seruan firman-Nya ini tentu sangat berarti bagi seorang Muslim, kecuali jika hatinya berpenyakit dan dipenuhi sifat munafik. Jadi sudah jelas! Kita butuh untuk membela Islam. Hal seperti ini juga sudah dicontohkan oleh Rasulullah Saw dan para sahabat yang mengikutinya. Bahwa kita umat Muslim wajib menolong agama-Nya, karena itulah Allah juga akan menolong kita, baik di dunia maupun di akhirat.

Lalu bagaimana dengan pernyataan yang mengatakan bahwa Tuhan tidak perlu dibela? Tentu tidak ada yang bisa memaksa jika seseorang berpandangan bahwa Allah dan agama-Nya tidak perlu dibela dan karenanya ia menolak untuk membela-Nya. Tapi ia tentu juga tidak mengharapkan pertolongan dan pembelaan dalam hal apa pun dari-Nya, termasuk saat ia nanti mati dan menghadap kepada-Nya.

 

Melemahkan Kebangkitan Islam

Jika kita telusuri lebih mendalam dan sedikit peka dengan perkembangan politik saat ini. Ujung dari pernyataan Tuhan dan Islam yang tak perlu pembelaan itu adalah cara mereka untuk melemahkan kebangkitan umat Islam. Karena umat Islam dituntut untuk bersikap pasif saja. Cukup menjadi objek derita dari apa yang menimpanya. Mulai dari serangan pemikiran, invasi, ketidakadilan, perpecahan umat, kemiskinan, kebodohan, penindasan, diskriminasi, penyakit masyarakat, dan semua yang melemahkannya.

Ketika umat muslim dituntut untuk tak perlu membela agama-Nya, maka sebenarnya pula ini menihilkan makna dari iman kepada Allah itu sendiri. Mengapa demikian? Karena ketika kita beriman kepada Allah swt, maka konsekuensinya adalah kita cinta kepada Allah. Dan cinta akan menghasilkan sebuah loyalitas terhadap Allah Swt dan  Rasul-Nya. Ketika kecintaan dan loyalitas kepada Allah tumbuh, maka ia akan berupaya mewujudkan kerelaan untuk berkorban. Mengorbankan seluruh apa yang dimilikinya, bahkan jiwanya, untuk membela syariat-Nya, saudara-saudaranya, dan keyakinannya.

Dan cukupkah kita berdiam diri saja saat melihat agama dinistakan, umat muslim dilecehkan, rakyat kecil ditindas dan tak mendapat keadilan? Haruskah kita pasif dan bersikap apolitis terhadap semua itu? Tidak. Karena diam adalah selemah-lemahnya iman. Kanjeng Nabi SAW pernah berkata,“Barangsiapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran maka hendaklah ia merubah dengan tangannya, jika tidak bisa maka dengan lisannya, jika tidak bisa juga maka dengan hatinya, itulah selemah-lemah iman.”

Diam saat ditindas, tidak punya pilihan saat diperlakukan tidak adil dan hanya berserah diri dengan keadaan, sama halnya dengan menjadikan umat ini menjadi manusia yang fatalis dan pasif. Dan ketika berhadapan dengan penyeru kesesatan, cukupkah umat diam atau paling banter hanya mendoakannya? Padahal bukan seperti ini yang dimaksud beriman kepada Allah dan agama-Nya. Mengaku beriman itu harus ada pembuktian. Dan pembuktian itu bukan hanya diyakini dalam hati saja, tapi juga harus diwujudkan dengan perbuatan yakni dengan membela agama-Nya.

Intinya, Islam itu wajib dibela, ditegakkan dan diterapkan dalam segala aspek kehidupan. Kedzaliman dan kesewenang-wenangan itu harus dilawan, kebatilan dan kefasikan itu harus diluruskan. Amar ma’ruf nahi munkar itu harus ditegakkan. Rasulullah mengisyaratkan, kebatilan yang disikapi hanya dengan hati adalah tanda selemah-lemahnya iman. Dan tidak malukah kita kepada Sang Pencipta jika menghadapnya dalam keadaan selemah-lemahnya iman? Wallahu a’lam bish shawwab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Berbagai ikhtiar dilakukan pasangan Eddy Saputra dan istrinya untuk mengatasi beratnya himpitan ekonomi, tapi selalu menemui jalan buntu. Bantuan justru datang dari orang yang membahayakan akidah:...

Latest News
Guru Besar IPB: Bangun Negara, Pemerintah Harus Perhatikan Ketahanan Keluarga

Guru Besar IPB: Bangun Negara, Pemerintah Harus Perhatikan Ketahanan Keluarga

Sabtu, 25 Jan 2020 17:04

Quantum Ruqyah (1): Sembuhkan Sakit Hanya dengan Al Fatihah, Emang Bisa?

Quantum Ruqyah (1): Sembuhkan Sakit Hanya dengan Al Fatihah, Emang Bisa?

Sabtu, 25 Jan 2020 16:55

Peran Pemerintah di Freeport Kurang Strategis, Ini saran PKS.

Peran Pemerintah di Freeport Kurang Strategis, Ini saran PKS.

Sabtu, 25 Jan 2020 16:49

PKS: Harga Bahan Pokok Tinggi, Angka Kemiskinan Naik

PKS: Harga Bahan Pokok Tinggi, Angka Kemiskinan Naik

Sabtu, 25 Jan 2020 14:52

Fasilitasi Sertifikasi Halal, Kemenkop UKM Gandeng LPPOM MUI

Fasilitasi Sertifikasi Halal, Kemenkop UKM Gandeng LPPOM MUI

Sabtu, 25 Jan 2020 13:48

Virus Corona: Bentuk Teguran dari Allah

Virus Corona: Bentuk Teguran dari Allah

Sabtu, 25 Jan 2020 12:35

Hari Gizi Nasional, Agar Tak Sekadar Seremonial

Hari Gizi Nasional, Agar Tak Sekadar Seremonial

Sabtu, 25 Jan 2020 11:29

Menyoal Pesantren Salafi dan Modern

Menyoal Pesantren Salafi dan Modern

Sabtu, 25 Jan 2020 10:17

Pemerintah Diminta Mobilisasi Kapal Nelayan Indonesia Penuhi Laut Natuna

Pemerintah Diminta Mobilisasi Kapal Nelayan Indonesia Penuhi Laut Natuna

Sabtu, 25 Jan 2020 09:21

Koalisi LSM Antikorupsi Minta KPK Usut Dugaan Yasonna Laoly Rintangi Kasus Harun Masiku

Koalisi LSM Antikorupsi Minta KPK Usut Dugaan Yasonna Laoly Rintangi Kasus Harun Masiku

Sabtu, 25 Jan 2020 08:25

HNW Kritik Wacana Materi Khutbah Jumat Diatur Pemerintah

HNW Kritik Wacana Materi Khutbah Jumat Diatur Pemerintah

Sabtu, 25 Jan 2020 07:01

Universitas Sains Islam Malaysia Kunjungi Prodi Matematika UIN Ar-Raniry

Universitas Sains Islam Malaysia Kunjungi Prodi Matematika UIN Ar-Raniry

Sabtu, 25 Jan 2020 06:49

Kemiskinan dan Perlawanan Anak-Anak Tanjung Priok

Kemiskinan dan Perlawanan Anak-Anak Tanjung Priok

Sabtu, 25 Jan 2020 05:48

Empat Alasan Kaum Muslimin Wajib Menolak Sekularisme

Empat Alasan Kaum Muslimin Wajib Menolak Sekularisme

Sabtu, 25 Jan 2020 00:26

Bukan Penghargaan Membanggakan

Bukan Penghargaan Membanggakan

Jum'at, 24 Jan 2020 23:19

Sedikitnya 10 Kota di Cina Dikunci untuk Mencegah Penyebaran Virus Corona Baru

Sedikitnya 10 Kota di Cina Dikunci untuk Mencegah Penyebaran Virus Corona Baru

Jum'at, 24 Jan 2020 22:44

Laporan: 120 Tentara Suriah Tewas Atau Terluka dalam Serangan Pejuang TIP di Idlib Utara

Laporan: 120 Tentara Suriah Tewas Atau Terluka dalam Serangan Pejuang TIP di Idlib Utara

Jum'at, 24 Jan 2020 22:19

Ribuan WNI Menetap di China, Pemerintah Diminta Waspadai Virus Corona

Ribuan WNI Menetap di China, Pemerintah Diminta Waspadai Virus Corona

Jum'at, 24 Jan 2020 22:12

McDonald Hentikan Operasi di 5 Kota Cina Menyusul Penyebaran Virus Corona

McDonald Hentikan Operasi di 5 Kota Cina Menyusul Penyebaran Virus Corona

Jum'at, 24 Jan 2020 21:53

Muhammadiyah Haramkan Rokok Elektrik, Ini Fatwa Lengkapnya

Muhammadiyah Haramkan Rokok Elektrik, Ini Fatwa Lengkapnya

Jum'at, 24 Jan 2020 21:08


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X