Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.791 views

Manfaatkan Produk dalam Negeri, Kekuatan Pertahanan Turki Tidak Terpengaruh oleh Embargo Senjata

ANKARA, TURKI (voa-islam.com) - Dalam dua dekade terakhir, industri pertahanan Turki telah membuat kemajuan luar biasa dalam mengurangi ketergantungannya pada produk asing.

Saat ini, Turki telah mencapai tingkat produksi domestik platform dan produk pertahanan hampir 70%. Perkembangan industri pertahanan, dimungkinkan melalui landasan udara, darat dan laut dalam negeri, telah mengamankan keberhasilan Turki dalam operasi anti-teror baik di dalam maupun luar negeri, yaitu di Irak utara dan Suriah, tanpa bergantung pada produk pertahanan impor.

Oleh karena itu, pengumuman pembekuan ekspor baru-baru ini oleh Belanda, Norwegia, Jerman, Perancis, Italia dan Finlandia, dengan alasan Operasi Musim Semi Perdamaian Turki ke timur laut Suriah, tidak berdampak atau sangat terbatas pada kemampuan pertahanan dan inventaris militer Turki.

Dalam pidatonya di Istanbul hari Ahad (13/10/2019) Presiden Recep Tayyip Erdogan dengan tegas menyatakan bahwa ancaman sanksi dan embargo senjata oleh kekuatan Barat tidak akan menghentikan serangan militer Turki untuk menghilangkan ancaman teror di Suriah utara.

Turki meluncurkan operasi militer ketiganya ke Suriah utara dengan Operation Peace Spring pada 9 Oktober, untuk membersihkan semua kelompok teroris yang terletak di sebelah timur Sungai Efrat yang menimbulkan ancaman besar terhadap keamanan nasional negara itu.

"Setelah kami meluncurkan operasi kami, kami menghadapi ancaman seperti sanksi ekonomi dan embargo penjualan senjata. Mereka yang berpikir mereka dapat membuat Turki mundur dengan ancaman ini sangat keliru," kata presiden.

Pekan lalu, Norwegia, yang juga mitra Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Turki, dan Finlandia mengumumkan penangguhan semua ekspor senjata baru ke Turki dan negara lain yang terlibat dalam pertempuran. Pada hari Jum'at, mitra NATO lainnya, Belanda, juga mengumumkan pembekuan semua ekspor senjata ke Turki atas Operation Peace Spring.

Prancis dan Jerman mengatakan pada Sabtu bahwa mereka menangguhkan ekspor senjata ke Turki karena operasi militer.

Jerman mengekspor senjata senilai 243 juta euro ($ 268 juta) ke Turki pada 2018, terhitung hampir sepertiga dari semua ekspor senjata Jerman, menurut mingguan Bild Am Sonntag.

Menurut data Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI), Turki membelanjakan $ 8,3 miliar untuk impor produk pertahanan pada 2008-2018.

Pada periode itu, Turki hampir tidak mengimpor senjata dan amunisi dari Belanda dan Finlandia. Pembelian dari Norwegia berjumlah hanya $ 12 juta pada periode yang sama, data SIPRI menunjukkan.

Impor pertahanan dari Norwegia berjumlah $ 267 juta pada periode ini, tetapi impor Turki dari negara tersebut secara signifikan berkurang dalam dua tahun terakhir. Impor senjata dari Italia, menurut SIPRI, mencapai $ 766 juta, termasuk $ 181 juta tahun lalu. Pada 2018, impor pertahanan dari Jerman hanya mencapai $ 30 juta.

Antara 2009 dan 2018, pengeluaran militer Turki meningkat 65% hingga mencapai $ 19 miliar. Pada tahun 2018 saja, pengeluaran tumbuh sebesar 24%, peningkatan tertinggi dalam pengeluaran militer di antara 15 besar pembelanja militer.

Turki telah terkena embargo senjata oleh sekutu NATO-nya AS selama operasi Perdamaian Siprus pada tahun 1974, yang dilakukan untuk menyelamatkan Siprus Turki dari genosida milisi Siprus Yunani.

Selama embargo, dari Februari 1975 hingga September 1978, Turki tidak dapat menerima jet yang telah dibayarnya dan tidak bisa mendapatkan kembali pesawatnya yang sedang dalam pemeliharaan, bahkan suku cadang untuk platform yang disediakan oleh sekutu tidak dikirimkan. Embargo ini merugikan Turki miliaran dolar dan agar tidak mengalami situasi yang serupa lagi, negara memobilisasi kemampuan industrinya untuk memastikan penguatan industri pertahanan.

Platform pertahanan yang dikembangkan secara lokal telah memainkan peran penting dalam keberhasilan operasi di Suriah utara - Perisai Efrat dan Cabang Zaitun - yang dilakukan Turki terhadap kelompok teror afiliasi kelompok teroris PKK, Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) dan Islamic State (IS), untuk menggagalkan ancaman keamanan nasional.

Berbagai macam platform pertahanan udara dan darat juga dikerahkan di Operasi Cakar Turki yang dilakukan di distrik Hakurk di Irak utara untuk menghilangkan ancaman dari PKK, yang merupakan kelompok teror yang ditunjuk oleh AS dan Uni Eropa.

Selain kendaraan udara tak berawak (UAV) dan drone bersenjata di udara, artileri howitzer, senapan serbu, sistem rudal permukaan-ke-permukaan dan peluncur roket multi barel saat ini sedang digunakan oleh Angkatan Darat Turki di Irak utara.

Drone Bayraktar Tactical Block 2 (TB2) bersenjata, yang dikembangkan oleh Baykar Makina dari Turki, memberikan dukungan intelijen dan tembakan kepada pasukan keamanan. Platform tersebut, yang bertugas selama 4.000 jam selama Operation Cabang Zaitun, memastikan kesuksesan dan kemenangan yang tepat dalam operasi.

UAV lain yang dikembangkan oleh Industri Dirgantara Turki (TAI), ANKA-S, juga bertugas mengumpulkan intelijen dan memberikan bantuan bagi pusat operasi untuk secara tepat membidik sasaran dan menemukan elemen-elemen yang bermusuhan. Baik drone ANKA dan Bayraktar juga aktif dalam Operation Peace Spring.

Turki, pengekspor sistem pertahanan dan kedirgantaraan

Ekspor pertahanan dan kedirgantaraan Turki mencatat lonjakan 37,7% pada periode Januari hingga September dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan mencapai $ 1,9 miliar - level tertinggi dalam sejarah negara tersebut. Ekspor pertahanan berjumlah $ 1,3 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Data yang dikumpulkan oleh Majelis Eksportir Turki (TİM) mengungkapkan bahwa industri pertahanan dan kedirgantaraan telah mencatat kenaikan tertinggi dalam ekspor di antara sektor-sektor lain dalam tiga kuartal pertama tahun ini. Secara keseluruhan ekspor Turki naik 2,6% pada periode ini.

Peningkatan ekspor pertahanan yang signifikan diikuti oleh ekspor semen, gelas dan keramik dengan 18,9% dan penjualan bahan kimia di luar negeri dengan 17,6%. Ekspor hazelnut meningkat 11,3%.

Dalam sembilan bulan pertama tahun ini, ekspor pertahanan dan luar angkasa ke AS naik 17,1% dan mencapai $ 595,2 juta. Jerman berada di posisi kedua dengan total ekspor pertahanan $ 184,7 juta dan penjualan pertahanan ke ekonomi terbesar Eropa naik 9,7%. Ekspor sektor ini ke Oman mencatat kenaikan 35,8% dan mencapai $ 184,7 juta.

Kenaikan drastis lain terlihat dalam penjualan pertahanan ke Qatar dengan 336,6%, sementara ekspor ke negara itu mencapai $ 138,7 juta. Namun, lonjakan tertinggi tercatat dalam ekspor ke Uni Emirat Arab (UEA). Penjualan pertahanan ke negara itu mencapai $ 96,4 juta, naik 763,8%. (TDS)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Military lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Berbagai ikhtiar dilakukan pasangan Eddy Saputra dan istrinya untuk mengatasi beratnya himpitan ekonomi, tapi selalu menemui jalan buntu. Bantuan justru datang dari orang yang membahayakan akidah:...

Latest News
Taubat Nasuha Harus dengan Shalat Taubat?

Taubat Nasuha Harus dengan Shalat Taubat?

Selasa, 28 Jan 2020 11:00

Rakyat Wuhan Kini Sendiri

Rakyat Wuhan Kini Sendiri

Selasa, 28 Jan 2020 10:39

Inilah Para Juara Olimpiade Halal 2019

Inilah Para Juara Olimpiade Halal 2019

Selasa, 28 Jan 2020 10:15

Memakai Jilbab Adalah Bukti Cinta kepada Al Khaliq

Memakai Jilbab Adalah Bukti Cinta kepada Al Khaliq

Selasa, 28 Jan 2020 09:35

Bahaya di Balik Dewan Pengarah Pembangunan Ibu Kota Baru

Bahaya di Balik Dewan Pengarah Pembangunan Ibu Kota Baru

Selasa, 28 Jan 2020 08:28

Riwayat dan Filosofi Meme Generation

Riwayat dan Filosofi Meme Generation

Selasa, 28 Jan 2020 07:22

Indonesia Mayoritas Muslim, PKS: Sertifikasi Halal Tidak Boleh Hilang di Omnibus Law

Indonesia Mayoritas Muslim, PKS: Sertifikasi Halal Tidak Boleh Hilang di Omnibus Law

Selasa, 28 Jan 2020 06:56

HNW Minta Pemerintah Evakuasi WNI di China

HNW Minta Pemerintah Evakuasi WNI di China

Selasa, 28 Jan 2020 05:59

Senjata Makan Tuan China

Senjata Makan Tuan China

Senin, 27 Jan 2020 23:40

Program Penceramah Bersertifikat, Menag: Yang Mau Silakan Yang Tidak Mau Tidak Apa-apa

Program Penceramah Bersertifikat, Menag: Yang Mau Silakan Yang Tidak Mau Tidak Apa-apa

Senin, 27 Jan 2020 23:25

WHO Sebut Ancaman Global dari Virus Mematikan Cina 'Tinggi

WHO Sebut Ancaman Global dari Virus Mematikan Cina 'Tinggi

Senin, 27 Jan 2020 22:55

Mewujudkan Tata Kelola Kota Bebas Banjir dan Layak Huni

Mewujudkan Tata Kelola Kota Bebas Banjir dan Layak Huni

Senin, 27 Jan 2020 22:48

Haruskah Pendidikan Akidah Dimulai Sejak Dini?

Haruskah Pendidikan Akidah Dimulai Sejak Dini?

Senin, 27 Jan 2020 22:44

Mahmoud Abbas Tolak Panggilan Telepon dari Presiden AS Donald Trump

Mahmoud Abbas Tolak Panggilan Telepon dari Presiden AS Donald Trump

Senin, 27 Jan 2020 22:40

Pemimpin Islamic State Ancam Jadikan Israel Target Utama Dalam Gelombang Serangan Baru

Pemimpin Islamic State Ancam Jadikan Israel Target Utama Dalam Gelombang Serangan Baru

Senin, 27 Jan 2020 22:26

Berjilbab Bukan Suatu Kewajiban, Benarkah?

Berjilbab Bukan Suatu Kewajiban, Benarkah?

Senin, 27 Jan 2020 22:05

Doa Berlindung dari Wabah Penyakit Mematikan

Doa Berlindung dari Wabah Penyakit Mematikan

Senin, 27 Jan 2020 21:11

Akhirnya Jhony Indo Dimakamkan Secara Islam dan Tanpa Peti

Akhirnya Jhony Indo Dimakamkan Secara Islam dan Tanpa Peti

Senin, 27 Jan 2020 20:02

ADI Aceh Gelar Pelatihan Kepemimpinan

ADI Aceh Gelar Pelatihan Kepemimpinan

Senin, 27 Jan 2020 19:52

Antisipasi Virus Corona, Penerbangan dari dan ke China Diminta Ditutup Sementara

Antisipasi Virus Corona, Penerbangan dari dan ke China Diminta Ditutup Sementara

Senin, 27 Jan 2020 18:41


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X

Senin, 27/01/2020 06:57

Workshop Kasus Reyhnhard Sinaga