Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.693 views

Ibu, Usah Ada Airmata di Pipimu

Oleh: Shafayasmin Salsabila 

'Menangislah.. Bila harus menangis'

Apakah itu adalah kalimat penghibur yang pantas untuk saya sampaikan dihari ibu? Ya hari ibu.

Mengapa harus ada air mata tertumpah di hari ibu. Bukankah seharusnya hari ibu menjadi momen bahagia?

Sebelumnya kita kenali terlebih dahulu, sistem kehidupan kita saat ini yakni sekuler - kapitalis. Sistem yang dibangun diatas aturan manusia yang lemah dan terbatas. Sistem serba mahal yang mengkayakan sebagian kecil orang, dan memiskinkan sebagian besar lainnya. Sistem yang dikatakan memenjarakan Tuhan di masjid, sebab umat takut dan tunduk pada aturan agama hanya di masjid saja. Di luar masjid, Tuhan tidak ada.

Sistem yang seperti ini yang kini menjadi kawat berduri yang meliliti tubuh para ibu saat ini. Hingga para ibu terluka dan menangis menahan perihnya.

Tetesan air mata ibu menetes pertama kali tersebab sempitnya jalan rejeki. Dapur gak ngebul itu bikin jantung berdebar, mengalahi debar jantung Romeo saat bertemu Juliet.

Bumi yang luas terasa menyempit. Benarlah Firman Allah Ta'ala :

وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ

Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta". (QS. Thaha : 124)

Sedang suami sebagai qawwam, menjadi korban PHK, dan sekarang berstatus pengangguran. Lapangan pekerjaan yang minim, dan kalaupun ada biasanya harus ada uang di muka alias sogokan, yang tentu itu diharamkan. Ingin berwiraswasta, tidak ada modal. Sedangkan fakta berbicata, wanita jauh lebih mudah mendapatkan pekerjaan.

Apa yang terjadi? Akhirnya bertukar peran. Ibu lah yang keluar untuk bekerja demi dapur biar ngebul, dan suami yang menjaga anak-anak dan membenahi rumah. Sampai di salah satu televisi swasta ada satu sinetron berjudul 'Dunia Terbalik', rupanya diangkat dari fakta kekinian. Miris, pastinya!

Berdasarkan kaidah kausalitas, ada aksi pasti ada reaksi. Bertukarnya peran ayah dan ibu, memiliki dampak kedepannya. Sepiawai-piawainya lelaki, fitrahnya bukan di rumah, ayah tidak memiliki kesabaran serta ketelatenan yang sama dengan wanita. Begitupun sebaliknya, sekuat-kuatnya seorang wanita, tidak akan mampu mengalahkan ketahanan lelaki dari sisi kemampuan fisik. Coba lakukan tes, berapa banyak karung berisi beras yang mampu diangkat oleh seorang wanita?

Kuatnya seorang wanita ada pada porsinya. Misal kekuatan azzam nya, kekuatan semangat serta pengorbanannya untuk keluarga dan anak-anak. Bisa jadi dalam hal ini lelaki mudah menyerah, namun jangan ditanya ya the power of emak-emak, apa saja bakal dilakukan kalau sudah demi anak dan keluarga.

Derivat dari bertukar nya peran ini, bisa sampai kepada munculnya generasi broken home. Anak-anak remaja kurang kasih sayang, dan minim perhatian. Generasi yang lemah iman dan mudah sekali depresi. Generasi layang-layang putus, mengikuti arah angin berhembus, kemana saja, apa kata angin (read: syahwat). Banyak anak-anak remaja yang bingung dengan tujuan hidupnya, remaja madesu (masa depan suram), remaja kesepian. Jika sudah begitu mereka akan mencari pelarian.

Untung kalau pelariannya ikut rohis atau pembinaan. Tapi kebanyakan mereka memilih ke arah fun, hiburan-hiburan. Seakan ingin melupakan kegundahan dan ingin pengakuan. Jadilah mereka ikut-ikutan gabung ke gank motor, atau minimal merokok, maksimalnya sampai minum-minuman, drugs hingga seks bebas. Saking bebasnya, yang sejenispun jadi kesukaan. Mereka mencari kesenangan sebagai ganti dari ketiadaan sentuhan lembut serta dekapan hangat dari seorang ibu.

Maka wajar seorang ibu meneteskan air mata saat ia sadar anaknya menjelma menjadi sosok yang dingin terhadapnya, kacau nilai-nilai pelajarannya, sering bolos, tidak mau menurut, susah diatur, dan jauh dari aura keshalihan. Padahal takkala para ibu berdoa, yang dipinta adalah anak yang shaleh/a. Ibu mana yang tidak ingin didoakan oleh anak yang shaleh/a? Karena dalam hadits, doa anak sholeh adalah satu dari tiga amunisi saat tubuh merebah dalam tanah.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631).

Tetesan air mata berikutnya adalah saat anggota keluarga ada yang sakit parah dan butuh pengobatan dengan biaya yang tidak sedikit. Itu sungguh sangat mencabik-cabik hatinya. Ibarat kata seandainya jantung ibu boleh dijual, ia akan rela asal anak nya bisa mendapatkan pengobatan yang layak.

Seperti kasus terhangat September lalu tentang nasib tragis yang dialami bayi mungil Tiara Debora, putri Henny Silalahi, warga Jakarta Barat yang ditolak Rumah Sakit karena peserta BPJS (JawaPos.com 9/9). Kasus serupa banyak sekali terjadi. Debora hanya satu dari sekian yang terekspose dan viral. Menyedihkan, air mata ibu menetes lebih deras.

Hari ibu menjadi makin kelabu, saat ia harus menyaksikan anak nya putus sekolah, menerima kenyataan mimpi anak-anaknya dihancurkan, siapa yang salah? Lagi-lagi sistem kapitalis telah menginfeksi pendidikan di negeri ini. Pendidikan ikut mahal, jika ingin masuk ke sekolah yang bagus dan bergengsi, harus siapkan uang yang tebal. Bahkan sekalipun sudah menyekolahkan anak di sekolah yang biasa-biasa saja, tetap ada saja iuran/sumbangan yang diminta untuk dibayarkan.

Seragam pun bayar, buku dan alat-alat menulispun bayar, uang transportasi pulang pergi sekolah jika dikalikan dalam satu bulan hampir sama dengan nominal pembayaran listrik dan ledeng. Akhirnya beberapa ibu berpikir ulang dan merelakan anaknya untuk tidak lagi bersekolah. Simpel alasannya, tidak ada biaya.

Lalu apa yang sebenarnya ingin kita rayakan di hari ibu ini? Apakah luka dan air mata itu mampu kita hapus dengan sebuah kado manis? Untuk sesaat memang bisa, namun besok? Mimpi buruk kembali hadir, para ibu makin ketar ketir.

Kenapa kita tidak mencoba sedikit saja untuk berfikir. Para ibu sedang berharap dan menanti secercah asa baginya, hampir kering air mata yang tumpah, namun mereka masih memiliki keyakinan bahwa akan datang suatu hari saat beban-beban berat itu diangkat dari pundaknya, hari saat para ibu dimuliakan dan diselamatkan.

Tidakkah kita berfikir, jika selama ini sistem sekuler-kapitalislah akar masalah sesunggunya, sistem rusak ini lah yang menjadi duri-duri disepanjang jalan yang dilalui para ibu. Sistem buatan manusia inilah yang sejatinya membuat hidup para ibu termasuk kita semua, menjadi terasa sempit dan menyesakan jiwa. Maka apa yang harus kita lakukan?

Selayaknya untuk kita menyelamatkan para ibu di hari ibu ini dengan menggencarkan seruan kepada seluruh umat agar kembali mengambil sistem yang berasal dari Sang Pencipta. Sistem islam yang berisi aturan kehidupan kamilan syamilan.

Bukankah Allah telah tegaskan dalam QS. Al Anbiya : 21 bahwa Allah mengutus Rasulullah saw adalah sebagai rahmat bagi semeta alam. Terwujud nya rahmat berafiliasi dengan tegak nya aturan Allah di muka bumi ini.

Maka jika benar kita ingin membahagiakan para ibu, mari kita bersama-sama menyerukan perubahan pada tataran sistem. Karena inilah satu-satunya cara membebaskan kawat berduri yang membelenggu tubuh kaum ibu. Agar tak ada lagi air mata baik di hari ibu juga pada 364 hari lainnya.

Sudah sangat rindu, mengukir kembali senyum itu di wajahmu, Ibu. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Latest News
Bantuan Sembako Diselewengkan, Legislator Desak Mensos Awasi Distribusi Bantuan hingga ke Hilir

Bantuan Sembako Diselewengkan, Legislator Desak Mensos Awasi Distribusi Bantuan hingga ke Hilir

Rabu, 15 Jul 2020 07:17

Kasus Corona Melonjak, Pemerintah Diminta Evaluasi Total Strategi dan Narasi

Kasus Corona Melonjak, Pemerintah Diminta Evaluasi Total Strategi dan Narasi

Rabu, 15 Jul 2020 06:17

Ide Kesetaraan, Benarkah Perempuan Teracuni Feminisme?

Ide Kesetaraan, Benarkah Perempuan Teracuni Feminisme?

Selasa, 14 Jul 2020 22:35

Turki Akan Tutup Mosaik Kristen di Hagia Sophia Selama Pelaksanaan Shalat

Turki Akan Tutup Mosaik Kristen di Hagia Sophia Selama Pelaksanaan Shalat

Selasa, 14 Jul 2020 20:55

Amnesty Sebut Lebih Dari 3000 Petugas Kesehatan Meninggal Akibat Virus Corona

Amnesty Sebut Lebih Dari 3000 Petugas Kesehatan Meninggal Akibat Virus Corona

Selasa, 14 Jul 2020 20:30

Pemberontak Syi'ah Houtsi Tangkap 157 Ibu-ibu di Yaman Dalam 2 Tahun Terakhir

Pemberontak Syi'ah Houtsi Tangkap 157 Ibu-ibu di Yaman Dalam 2 Tahun Terakhir

Selasa, 14 Jul 2020 20:00

Lebih Dari 12.000 Tentara Israel Dikarantina Karena Kemungkinan Infeksi Virus Corona

Lebih Dari 12.000 Tentara Israel Dikarantina Karena Kemungkinan Infeksi Virus Corona

Selasa, 14 Jul 2020 19:41

Adil Dong Pak, Tangkap Juga Denny Siregar

Adil Dong Pak, Tangkap Juga Denny Siregar

Selasa, 14 Jul 2020 18:15

Merindukan Tontonan Sebagai Tuntunan

Merindukan Tontonan Sebagai Tuntunan

Selasa, 14 Jul 2020 17:55

Belajar dari Hagia Sophia, Anis Matta: Turki Ingin Tunjukkan kepada Dunia sebagai Pemimpin Berdaulat

Belajar dari Hagia Sophia, Anis Matta: Turki Ingin Tunjukkan kepada Dunia sebagai Pemimpin Berdaulat

Selasa, 14 Jul 2020 16:49

[VIDEO] Awalnya PKI Tak Terang-terangan Anti Pancasila dan Anti Agama

[VIDEO] Awalnya PKI Tak Terang-terangan Anti Pancasila dan Anti Agama

Selasa, 14 Jul 2020 15:59

Tips Meraih Beasiswa Luar Negeri

Tips Meraih Beasiswa Luar Negeri

Selasa, 14 Jul 2020 11:51

Islam Apa?

Islam Apa?

Selasa, 14 Jul 2020 11:44

“Menikahkan” Vokasi dan Industri, Tepatkah?

“Menikahkan” Vokasi dan Industri, Tepatkah?

Selasa, 14 Jul 2020 10:41

[VIDEO] Solusi Kegemukan Dampak dari WFH

[VIDEO] Solusi Kegemukan Dampak dari WFH

Selasa, 14 Jul 2020 10:23

Moderasi Beragama Melemahkan Ajaran Islam Madrasah?

Moderasi Beragama Melemahkan Ajaran Islam Madrasah?

Selasa, 14 Jul 2020 09:29

Legislator Anis Berkomitmen Berdayakan UMKM Jakarta Timur

Legislator Anis Berkomitmen Berdayakan UMKM Jakarta Timur

Selasa, 14 Jul 2020 09:02

Komisi VI DPR Aceh Minta Proses Pendidikan pada Tahun Ajaran Baru Berjalan Maksimal

Komisi VI DPR Aceh Minta Proses Pendidikan pada Tahun Ajaran Baru Berjalan Maksimal

Selasa, 14 Jul 2020 08:55

Positif Covid-19 Terus Meningkat, Pemerintah Butuh Evaluasi Kebijakan

Positif Covid-19 Terus Meningkat, Pemerintah Butuh Evaluasi Kebijakan

Selasa, 14 Jul 2020 08:12

Berorientasi Industri, Pendidikan Minus Visi?

Berorientasi Industri, Pendidikan Minus Visi?

Selasa, 14 Jul 2020 07:55


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X