Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.085 views

Kembalikan Surga di Telapak Kaki Ibu

Oleh: Halida Nurdiana, S.Pd. 

"Keluarga seperti apa yang diharapkan teman-teman LGBT?" tanya host debat tentang pro kontra LGBT di sebuah tivi swasta. Jeremi Teti pun menjawabnya dengan kemayu dan enteng.

"Keluarga papa papi kali ya." Studio pun bergemuruh oleh tawa audiens karena kelucuan (baca: kekonyolan) pernyataan JeTi di forum tersebut.

Itulah manusia. Secara kodrati ia diciptakan Tuhannya untuk berkeluarga dan mencintai keluarga. Sang Khalik telah menyertakan fitrah melestarikan jenis pada makhluk yang bernama manusia. Di sepanjang masa dia selalu ingin berkeluarga. Tak terkecuali, orang-orang  LGBTer yang mengklaim dirinya memiliki perilaku yang berbeda dari sononya. Suara mereka semakin hari semakin lantang (baca:lancang) menuntut pengakuan  HAM atas perilaku "miring" tersebut. Meski begitu, kaum LGBT pun tak hilang harap untuk memiliki keluarga dan keturunan.

Keluarga Fantasi atau Ilusi?

Bagaimana realitas bentuk keluarga LGBT? Kita bisa googling di internet. Di sana akan banyak kita temukan keluarga LGBT. Kebanyakan dari kalangan selebritis atau orang-orang berkecimpung di dunia keartisan.

Salah satunya keluarga Solena Chaniago. Wanita transgender ini telah membangun keluarga barunya di AS pada bulan Juli 2017 lalu. Dengan bangga ia menyampaikan bahwa anak semata wayangnya (dari pernikahannya terdahulu) telah menceritakan kepada teman-temannya bahwa ibunya adalah wanita transgender dan mereka adalah keluarga LGBT. Mereka mengklaim mereka adalah keluarga LGBT yang bahagia.

Juga cerita-cerita tentang pelaku gay yang kemudian diterima dengan penuh ikhlas oleh orang tuanya, cukup  banyak  bersliweran di dumay. Penerimaan keluarga tak hanya dari sisi kecenderungan seksnya yang berbeda tetapi juga penerimaan keluarga terhadap pasangann sejenisnya. Itulah dukungan keluarga seolah semua baik-baik saja. Jika keluarga sudah menerima masalah selesei? Tentu saja tidak!

Setelah penerimaan itu, keluarga jadi abai terhadap efek mengerikan yang ditimbulkan oleh LGBTer ini. Mereka lupa, perilaku keji  ini menular kepada lingkungannya. Tidak sedikit cerita anak baik-baik yang dididik agama sejak kecil ternyata tak berdaya menghadapi perilaku para LGBTer meskipun berawal dari intimidasi hingga akhirnya menjadi pelaku asli bukan imitasi.

Memang benar, mayoritas  LGBTer ini adalah orang-orang cuek terhadap agamanya. Apapun background mereka dulu, ketika menjadi  LGBTer, agama tak lagi penting untuk saat ini. Karena jelas sekali, Islam telah menunjukkan keberadaan kaum Nabi Luth yang diazab hingga binasa untuk diambil hikmahnya. Ketika hikmah tak kunjung dipetik, mati-matianlah mereka memperjuangkan hak-hak yang dimarjinalisasi bahkan dikebiri. Padahal, menurut mereka, kondisi mereka yang beda bukanlah kehendak pribadi. Namun, kuasa Illahi.

...Manakala posisi seorang ibu digeser oleh laki-laki transgender, mungkinkah ada surga di telapak kakinya? Manakala posisi seorang ibu digeser oleh wanita pezina atau wanita lesbi, mungkinkah ada surga di telapak kakinya?...

 

Rintihan mereka kian menghiba.  Apa salah jika kami ingin hidup bahagia, membangun keluarga seperti yang lainnya?  Keluarga yang dibentuk dengan cara kami, bukan dengan cara Tuhan. Karena Tuhan terlalu istimewa untuk sekadar mengatur urusan ranjang. Untaian kalimat senada dilantunkan di banyak kesempatan dan perdebatan. 

Para pejuang, pendukung dan pelaku LGBT mungkin lupa bahwa keluarga bukan sekedar institusi dua insan yang saling berkomitmen. Keluarga juga bukanlah tempat transit untuk melepas lelah, menumpahkan syahwat dan bersantai-santai sejenak dari tekanan pekerjaan yang sangat menyita.

Keluarga juga bukan sekedar berisi senyum dan canda tawa dari  dua orang yang disebut papa mama serta dua anak kecil yang disebut putra kesayangan pewaris harta kekayaan.  Jika hanya itu makna keluarga, inilah keluarga fatamorgana. Keluarga fantasi yang anaknya bisa diambil dari rahim siapa saja dan distempel sebagai keturunan/anak pengadopsi atau si penyewa rahim. Sungguh picik pandangan keluarga bagi LGBTer dan pendukungnya.

Kembalikan Surga Ibu

Islam sebagai agama satu-satunya yang diridhai Allah memandang keluarga dengan pandangan yang sangat mulia. Keluarga adalah institusi terkecil pencetak generasi peradaban di masa datang. Tentu saja, keluarga harus mampu memberikan pengaruh yang sangat baik bagi anggotanya. Terutama anak, generasi masa depan.  Maka, pembagian tugas yang jelas telah ditetapkan olehNya.

Ayah berperan sebagai "qowwam" yang menafkahi dan mengambil keputusan serta memimpin keluarga menuju ketaatan kepadaNya. Sementara di rumah, ada seorang ratu yang di telapak kakinya terdapat surga bagi.anak-anaknya. Ya... Ratu itu adalah ibu. Ibu  memiliki pengaruh luar biasa bagi anak-anaknya. Ibu adalah "madrosatul ula" atau sekolah pertama dan utama bagi setiap anak yang lahir dari rahimnya.

Tentu saja, peran dan tugas ayah ibu dalam keluarga tak mampu digantikan. Apalagi ibu, posisinya jelas tak tergantikan. Kemuliaan seorang ibu dikarenakan pengorbanannya yang begitu besar demi kemunculan generasi baru, pasti tak bisa diambil alih oleh siapa pun. Kemuliaan seorang ibu pun dihargai mahal dalam Islam. Allah menyematkan surga anak-anaknya di telapak kakinya. Tentu, ibu shalihah yang berhak mendapatkannya.

Manakala posisi seorang ibu digeser oleh laki-laki transgender, mungkinkah ada surga di telapak kakinya? Manakala posisi seorang ibu digeser oleh wanita pezina atau wanita lesbi, mungkinkah ada surga di telapak kakinya? Ketika LGBT dibiarkan, didukung dan disahkan, bukankah generasi mendatang terancam tak kan beroleh surga dari telapak kaki sang ibu. Karena itu, kembalikan surga di telapak kaki ibu. Jangan biarkan LGBT merajalela. Say no to LGBT! (rf/voa-islam.com)

 

*Penulis adalah Alumni IKIP Surabaya / UNESA, praktisi pendidikan, anggota Revowriter, anggota Akademi Menulis Kreatif
 
Ilustrasi: Google
 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Bocah SD ini Mengidap Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!!

Bocah SD ini Mengidap Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!!

Digerogoti tumor ganas, tubuh Fatkhur Kurniawan kurus kerontang. Pundaknya terus membesar hingga sekuran bola basket. Kondisi keluarga memprihatinkan, penghasilan keluarga 16 ribu rupiah perhari....

Digerogoti TBC Tulang, Bunda Evi Terancam Lumpuh Total. Butuh Biaya Operasi 60 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!!

Digerogoti TBC Tulang, Bunda Evi Terancam Lumpuh Total. Butuh Biaya Operasi 60 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!!

Virus TBC menggerogoti tulangnya hingga menjalar ke sumsum tulang punggung. Harus segera dioperasi untuk menghindari kelumpuhan total....

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Tinggal 2 Hari Lagi, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Tinggal 2 Hari Lagi, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

IDC siap menerima zakat fitrah senilai Rp 30.000 hingga 52.000 per-jiwa untuk disalurkan kepada Mustahiq dengan prioritas Muallaf dan Fakir Miskin dari kalangan aktivis Islam dan yatim....

Yatim Muallaf ini Mau Masuk Pesantren, Butuh Biaya 24 Juta Rupiah. Ayo Bantu Zakat & Infaq..!!

Yatim Muallaf ini Mau Masuk Pesantren, Butuh Biaya 24 Juta Rupiah. Ayo Bantu Zakat & Infaq..!!

Lahir dalam keluarga Kristen taat, Valentino Nainggolan menjadi muallaf dalam usia SD. Untuk memperdalam Islam, ia dan kakaknya akan melanjutkan pendidikan ke pesantren Ayo Bantu.!!!...

Sudah Satu Bulan Mushalla Kasinoman ini Hancur Diterjang Gempa. Ayo Bantu.!!

Sudah Satu Bulan Mushalla Kasinoman ini Hancur Diterjang Gempa. Ayo Bantu.!!

Sudah 30 hari mushalla korban gempa ini hancur dan belum dibangun lagi. Ramadhan akan tiba, mushalla ini sangat dibutuhkan. Ayo bantu sedekah jariyah, pahala terus mengalir tak terbatas umur....

Latest News
PKS Tanah Abang Sita Spanduk Diskreditkan Partai

PKS Tanah Abang Sita Spanduk Diskreditkan Partai

Jum'at, 20 Jul 2018 13:17

[VIDEO] Namanya Disebut Bakal Cawapres Jokowi, KH Ma'ruf Amin: Siap Apanya?

[VIDEO] Namanya Disebut Bakal Cawapres Jokowi, KH Ma'ruf Amin: Siap Apanya?

Jum'at, 20 Jul 2018 07:21

Semua Partai Sama? Tidak!

Semua Partai Sama? Tidak!

Jum'at, 20 Jul 2018 06:59

Hafshah, Perjalanan Cinta Sang Penjaga Alquran

Hafshah, Perjalanan Cinta Sang Penjaga Alquran

Kamis, 19 Jul 2018 21:57

Polisi Malaysia Tangkap 7 Tersangka Anggota Islamic State, 3 di Antaranya Warga Indonesia

Polisi Malaysia Tangkap 7 Tersangka Anggota Islamic State, 3 di Antaranya Warga Indonesia

Kamis, 19 Jul 2018 20:46

Israel Kirim Surat Ancaman ke Pemimpin Hamas, Siap Serang Gaza jika Balon Pembakar Tidak Dihentikan

Israel Kirim Surat Ancaman ke Pemimpin Hamas, Siap Serang Gaza jika Balon Pembakar Tidak Dihentikan

Kamis, 19 Jul 2018 20:15

Netizen Ejek Tiang Bendera Asian Games, Fahira: Jarum Jatuh di Balaikota Pun Bisa Dipermasalahkan

Netizen Ejek Tiang Bendera Asian Games, Fahira: Jarum Jatuh di Balaikota Pun Bisa Dipermasalahkan

Kamis, 19 Jul 2018 20:09

7000 Lebih Warga Sipil dan Milisi Pro-Assad Dievakuasi dari Desa Fou'a dan Kafraya

7000 Lebih Warga Sipil dan Milisi Pro-Assad Dievakuasi dari Desa Fou'a dan Kafraya

Kamis, 19 Jul 2018 20:00

[Video] Aksi Bela Pertamina, Kisruh PGN dan Pertagas. Marwan Batubara Mengurainya

[Video] Aksi Bela Pertamina, Kisruh PGN dan Pertagas. Marwan Batubara Mengurainya

Kamis, 19 Jul 2018 19:47

Pasukan SDF yang Didukung AS Tahan Hampir 600 Pejuang Asing Islamic State di Suriah

Pasukan SDF yang Didukung AS Tahan Hampir 600 Pejuang Asing Islamic State di Suriah

Kamis, 19 Jul 2018 19:45

Akun @KakekDetektif Sebar Hoax 'Sang Alang' Terjerat Narkoba

Akun @KakekDetektif Sebar Hoax 'Sang Alang' Terjerat Narkoba

Kamis, 19 Jul 2018 19:40

Tak Gentar, Ini Kicau Mardani Ali Sera Usai Rumahnya di Bom Molotov

Tak Gentar, Ini Kicau Mardani Ali Sera Usai Rumahnya di Bom Molotov

Kamis, 19 Jul 2018 19:33

Mirah Sumirat: KSPI akan Gelar Demo 1000 Buruh Perempuan

Mirah Sumirat: KSPI akan Gelar Demo 1000 Buruh Perempuan

Kamis, 19 Jul 2018 19:06

Beredar Seruan untuk Tidak Bergabung dengan Partai Pendukung Penista Agama dari HRS

Beredar Seruan untuk Tidak Bergabung dengan Partai Pendukung Penista Agama dari HRS

Kamis, 19 Jul 2018 18:44

Kapitra Jadi Caleg PDIP, HRS: Jadi Terang Benderang, Mana Kawan Mana Lawan

Kapitra Jadi Caleg PDIP, HRS: Jadi Terang Benderang, Mana Kawan Mana Lawan

Kamis, 19 Jul 2018 18:38

Persaudaraan Alumni 212 Kecam Kapitra Jadi Caleg dari PDIP

Persaudaraan Alumni 212 Kecam Kapitra Jadi Caleg dari PDIP

Kamis, 19 Jul 2018 18:18

Ini Penyebab Nama Mahfud Siddiq dan Kader Lainnya tidak Terdaftar Caleg di PKS

Ini Penyebab Nama Mahfud Siddiq dan Kader Lainnya tidak Terdaftar Caleg di PKS

Kamis, 19 Jul 2018 18:11

Waktu Wajib Pergi Shalat Jum'at dan Haram Jual Beli

Waktu Wajib Pergi Shalat Jum'at dan Haram Jual Beli

Kamis, 19 Jul 2018 17:44

KSPI: Buruh Indonesia Menjerit, Buruh Asing Gajinya 40 Juta/bulan

KSPI: Buruh Indonesia Menjerit, Buruh Asing Gajinya 40 Juta/bulan

Kamis, 19 Jul 2018 17:34

Tidak Masuk Caleg, Mahfudz Siddiq: Saya Maafkan, dan Saya tetap PKS

Tidak Masuk Caleg, Mahfudz Siddiq: Saya Maafkan, dan Saya tetap PKS

Kamis, 19 Jul 2018 17:11


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X