Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.679 views

Musiumkan Konde Kartini!

                                  Oleh: Asri Supatmiati
                                           *Jurnalis


Aku Jawa. Indonesia. Islam. Waktu lahir diazani. Tahu konde, pastinya. Plus kemben atau kebaya. Waktu kecil berkali-kali mengenakannya. Moment Kartinian, atau pas menari dari pentas ke pentas. Aslinya, aku tak paham filosofi konde dan kebaya. Tak pernah juga ditanamkan, baik oleh guru maupun orangtua. Jadi aku tak pernah cinta mati padanya. Setengah mati pun tidak.
.
.
Di mataku, konde dan kebaya hanya tradisi Jawa. Kostum di moment-moment tertentu saja. Seperti pernikahan, karnaval atau hajatan lainnya. Kalau tak terpaksa, ogah juga mengenakannya. Repot. 
.
.
Dalam keseharian, kulihat ibu tak berkonde. Kalau menggelung rambut sendiri, iya. Berkebaya, kadang-kadang. Waktu itu, dakwah Islam belum membahana di kampung halaman. Jadi tak pernah tahu, apakah hal itu melanggar syariat atau tidak.
.
.
Seiring usia, dakwah mendatangiku. Menyampaikan pesan tentang pakaian muslimah. Satu persatu teman-temanku mulai hijrah. Aku pun merindukan saat titik balik itu tiba. Kutinggalkan panggung 17 Agustusan. Kuabaikan pentas-pentas hajatan. Kutanggalkan konde dan kebaya. Seiring berubahnya pemahaman. Dari tak tahu, menjadi tahu. Dari diam, mencari tahu. 
.
.
Begitulah yang dilakukan Kartini di masa lalu. Yang semula tak mengenal Islam, lalu meminta agar Kiai Darat menerjemahkan Alquran. Dari semula mengagumi budaya Barat, berubah mengritiknya sebagai “tak layak disebut peradaban”. Dari semula menentang poligami, hingga dia sendiri menjadi istri keempat seorang bupati.
.
.
Konon, kumpulan surat Habis Gelap Terbitlah Terang karyanya, dikutip dari ayat suci 'minadzulumati ilannur.' Sayang, usianya tak panjang. Belum sempat berhijrah kafah, ajal keburu memanggilnya. Sungguh, andai Kartini khatam mengaji, boleh jadi dia akan memusiumkan konde dan kebayanya. Berganti gamis dan kerudung penutup kepala.
.
.
Jadi, ibu-ibu berkonde dan berkebaya, karena belum mengenal Islam kafah. Belum marak pengajian-pengajian seperti sekarang. Sementara, pada saat bersamaan, budaya Barat masuk menggusur budaya Nusantara. Era keemasan konde dan kebaya pun meredup. Gaun, rok mini, tank top, dan celana jeans datang menggantikan kemben dan kebaya. 
.
.
Pakaian ala Barat itu, tentu saja tidak sejalan dengan budaya bangsa kita. Tapi, toh tidak pernah dipermasalahkan. Tidak pernah dibanding-bandingkan. Tak ada yang mendebatkan, apakah rok mini lebih mulia daripada kebaya? Tak ada yang mendemo ketika jarit tergantikan budaya impor jeans ketat. Perempuan Indonesia begitu saja mengenakannya. Juga, karena belum mengenal Islam.
.
.
Namun, tampaknya, era busana buka-bukaan ala wanita Eropa inipun telah uzur masanya. Sebentar lagi lengser masa keemasannya. Perempuan akhirnya sadar, tak nyaman memperlihatkan auratnya. Risih. Busana Barat juga tak membebaskan wanita dalam makna sebenarnya. Bikin repot, malah. Tiap moment, tiap acara, harus ganti busana. 
.
.
Maka, rok mini, tank top dan celana jeanspun perlahan mulai ditinggalkan karena tak memuaskan fitrah manusia. Bergantilah dengan busana menutup aurat. Ini bukan semata-mata budaya baru buatan manusia. Tapi karena telah sampainya dakwah Islam pada kaum wanita. Dakwah yang menghunjamkan keimanan. 
.
.
Ibu-ibu milenial zaman now, sudah sampai ke gerbang istana Islam. Istana yang dibangun dengan syariat-Nya. Meninggalkan keraton kesukuan yang didirikan di atas budaya buatan manusia di masa silam. Pun, meninggalkan budaya Barat yang diimpor jauh dari fitrah manusia.
.
.
Kalau sudah begitu, maukah ibu-ibu kembali ke zaman konde dan kebaya? Saya yakin jawabnya tidak. Jangankan yang berhijab, yang belum berhijabpun enggan berkonde dan berkebaya. Maka, kalau ada yang masih mensucikan konde dan kebaya, semata karena belum tersentuh mabda Islam. Belum paham Islam sebagai sebuah ideologi. Agama yang tak hanya mengatur masalah salat, puasa, zakat dan haji, juga tata cara berpakaian. 
.
.
Keyakinan pada mabda inilah yang menancap kokoh di dada kaum hawa. Mereka begitu militan mempertahankan identitas kemuslimahannya. Telah banyak kita dengar, pejuang-pejuang hijab yang kehilangan pekerjaan, dikucilkan keluarga, ditinggal pasangan hidupnya, hingga mati karenanya.
.
.
Sementara pecinta konde; jangankan memperjuangkan sampai mati, militan mengenakannya pun tidak. Tak ada ceritanya ibu-ibu betah berkonde dan berkebaya dalam keseharian dengan dalih menjaga nilai-nilai luhur bangsa. Menjemur, ke warung, ke tetangga, nganter anak sekolah; mana mau berkonde dan berkebaya. Tetapi yang berhijab, banyak.
.
.
Pasalnya, konde dan kebaya itu memang tak fleksibel. Belum pernah lihat postingan di Instagram, para traveller berkonde dan berkebaya. Perenang berkonde dan berkebaya. Bikers berkonde dan berkebaya. Tapi kalau hijaber, banyak. 
.
.
Sebab, kalau berkonde dan berkebaya berjemur di pinggir pantai; nyebur di kolam renang; atau menghadiri pengajian; pasti dibilang salah kostum. Ini bukan bermaksud membully para pecinta konde dan kebaya. Cuma mengingatkan. Bahwa, sungguh tidak apple to apple membandingkan busana buatan manusia dengan busana syar'i buatan Sang Pencipta. 
.
.
Hijab adalah pakaian takwa. Cocok dikenakan di segala suasana. Musim panas dan musim hujan, tiada beda. Mau di gunung atau di pantai, cocok-cocok saja. Mau pengajian atau kondangan, hijabnya itu juga. Mengenakannya penuh perjuangan. Kalau ada yang mengusik, mereka rela mempertahankan mati-matian. 
.
.
Maka, janganlah berpikiran jumud. Adalah kemunduran jika kita harus menengok ke belakang. Tak perlu mengangkat kembali budaya usang. Tataplah ke depan. Bandul perubahan sedang mengayun ke kanan. Ke arah Islam. Tak lagi bisa ditarik ke belakang. Maka, mari kita belajar Islam. Jangan sampai terlambat. Sebelum azan tak lagi terdengar berkumandang.(*) 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Ustadz Purnomo, Dai Pinggiran Butuh Sanitasi MCK di Semanggi Solo. Ayo Bantu.!!

Ustadz Purnomo, Dai Pinggiran Butuh Sanitasi MCK di Semanggi Solo. Ayo Bantu.!!

Dai yang aktif berdakwah melawan pemurtadan misionaris ini tinggal di rumah sederhana tanpa kamar mandi mck. Sang istri yang berhijab kesulitan, setiap mandi, buang air dan buang hajat harus...

Rumah Anak Yatim Cikarang ini Sering Roboh, Ayo Bantu Renovasi..!!

Rumah Anak Yatim Cikarang ini Sering Roboh, Ayo Bantu Renovasi..!!

Di usia senja, Bu Janih bersama 5 anak yatimnya tinggal di rumah rombeng yang kumuh, lapuk dan sering roboh. Upah sebagai buruh cuci serabutan pun tak menentu sehingga tidak bisa memasak nasi...

Santri Korban Tabrak Ini Remuk Telapak Tangannya. Ayo Bantu Biaya Operasi!

Santri Korban Tabrak Ini Remuk Telapak Tangannya. Ayo Bantu Biaya Operasi!

Sudah 23 hari tangan Ramdani remuk dalam insiden tabrak lari. Ia harus segera dioperasi supaya patahan tulang tidak berantakan dan dagingnya tidak membusuk. Butuh dana puluhan juta untuk operasi....

WAKAF MOTOR DAKWAH: Relawan IDC Serahkan Sepeda Motor untuk Dai Lereng Gunung Lawu

WAKAF MOTOR DAKWAH: Relawan IDC Serahkan Sepeda Motor untuk Dai Lereng Gunung Lawu

Relawan IDC Solo Raya menyerahkan wakaf sepeda motor kepada Ustadz Sriyono untuk menunjang aktifitas dakwah di tempat-tempat terpencil yang sulit dijangkau di lereng Gunung Lawu...

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

Aktivis masjid ini menderita tumor ganas dan tidak bisa berobat karena terbentur biaya. Daging tumornya terus membesar seukuran bola futsal. Ayo bantu bisa bekarja dan berjamaah di masjid lagi....

Latest News
Parmusi: #2019GantiPresiden Menunjukkan Pemimpin ke depan Tidak Bisa Sembarangan Beri Janji

Parmusi: #2019GantiPresiden Menunjukkan Pemimpin ke depan Tidak Bisa Sembarangan Beri Janji

Kamis, 26 Apr 2018 23:11

The Twin Heart 6: Menggambar Lampau (Part C)

The Twin Heart 6: Menggambar Lampau (Part C)

Kamis, 26 Apr 2018 23:01

Mendidik Anak Gadis Zaman Now, Mudahkah?

Mendidik Anak Gadis Zaman Now, Mudahkah?

Kamis, 26 Apr 2018 22:38

Cerita Politisi kala Jokowi Tersudut Hadapi Aksi Besar Massa hingga Tawaran Cawapres untuk Prabowo

Cerita Politisi kala Jokowi Tersudut Hadapi Aksi Besar Massa hingga Tawaran Cawapres untuk Prabowo

Kamis, 26 Apr 2018 22:23

[VIDEO] FLASHDISK HYPER-ISLAM PALING LENGKAP 32 GB, #HyperDisk Islami !!

[VIDEO] FLASHDISK HYPER-ISLAM PALING LENGKAP 32 GB, #HyperDisk Islami !!

Kamis, 26 Apr 2018 22:20

Hamas Bantah Telibat Pembicaraan untuk Bebaskan Orang Israel yang Mereka Tahan

Hamas Bantah Telibat Pembicaraan untuk Bebaskan Orang Israel yang Mereka Tahan

Kamis, 26 Apr 2018 22:15

Kronologis Lengkap Pertemuan Tim 11 Ulama Alumni 212 dengan Jokowi

Kronologis Lengkap Pertemuan Tim 11 Ulama Alumni 212 dengan Jokowi

Kamis, 26 Apr 2018 22:15

10 Cara Sehat Ala Kurma Nabi 'Kurma Ajwa Aliyah' Yuk Beli di Voa-Islam

10 Cara Sehat Ala Kurma Nabi 'Kurma Ajwa Aliyah' Yuk Beli di Voa-Islam

Kamis, 26 Apr 2018 22:10

Kurma Sukari Favorit Raja-Raja Arab, Joss Untuk Stamina Pria

Kurma Sukari Favorit Raja-Raja Arab, Joss Untuk Stamina Pria

Kamis, 26 Apr 2018 22:09

Saudi Berikan Hadiah Sebidang Tanah di Makkah Untuk Pesepak Bola Asal Mesir Mohammed Salah

Saudi Berikan Hadiah Sebidang Tanah di Makkah Untuk Pesepak Bola Asal Mesir Mohammed Salah

Kamis, 26 Apr 2018 22:05

Polisi Tangkap Penghina Nabi

Polisi Tangkap Penghina Nabi

Kamis, 26 Apr 2018 22:04

Yordania Akan Cabut Kewarganegaraan Puluhan Pejabat Palestina Termasuk Presiden Mahmoud Abbas

Yordania Akan Cabut Kewarganegaraan Puluhan Pejabat Palestina Termasuk Presiden Mahmoud Abbas

Kamis, 26 Apr 2018 21:45

Ini Penjelasan Slamet Maarif Terkait Ada Nama Presidium Alumni 212

Ini Penjelasan Slamet Maarif Terkait Ada Nama Presidium Alumni 212

Kamis, 26 Apr 2018 21:15

Munarman: Pemisahan Masjid dan Politik Itu Konsep Snouckhurgronye

Munarman: Pemisahan Masjid dan Politik Itu Konsep Snouckhurgronye

Kamis, 26 Apr 2018 21:03

Rendra Si Penghina Nabi Ditangkap Polisi

Rendra Si Penghina Nabi Ditangkap Polisi

Kamis, 26 Apr 2018 20:34

Kata Ketum GNPF terkait Pertemuan Tim 11 dengan Jokowi

Kata Ketum GNPF terkait Pertemuan Tim 11 dengan Jokowi

Kamis, 26 Apr 2018 20:15

Dapat Penghargaan di Turki, Ustaz Bachtiar Nasir Merendah

Dapat Penghargaan di Turki, Ustaz Bachtiar Nasir Merendah

Kamis, 26 Apr 2018 19:56

Siapa yang Membuka, Menutup, dan Menginisiasi Pertemuan Tim 11 dengan Jokowi?

Siapa yang Membuka, Menutup, dan Menginisiasi Pertemuan Tim 11 dengan Jokowi?

Kamis, 26 Apr 2018 19:15

Tim 11 hanya Sampaikan Fakta Kriminalisasi ke Jokowi, Tak Ngaruh Terbuka/Tertutup Pertemuan Itu

Tim 11 hanya Sampaikan Fakta Kriminalisasi ke Jokowi, Tak Ngaruh Terbuka/Tertutup Pertemuan Itu

Kamis, 26 Apr 2018 18:15

Teknik Analisa Folder yang Dishare di Komputer dari Jarak Jauh

Teknik Analisa Folder yang Dishare di Komputer dari Jarak Jauh

Kamis, 26 Apr 2018 17:41


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X