Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.322 views

Musiumkan Konde Kartini!

                                  Oleh: Asri Supatmiati
                                           *Jurnalis


Aku Jawa. Indonesia. Islam. Waktu lahir diazani. Tahu konde, pastinya. Plus kemben atau kebaya. Waktu kecil berkali-kali mengenakannya. Moment Kartinian, atau pas menari dari pentas ke pentas. Aslinya, aku tak paham filosofi konde dan kebaya. Tak pernah juga ditanamkan, baik oleh guru maupun orangtua. Jadi aku tak pernah cinta mati padanya. Setengah mati pun tidak.
.
.
Di mataku, konde dan kebaya hanya tradisi Jawa. Kostum di moment-moment tertentu saja. Seperti pernikahan, karnaval atau hajatan lainnya. Kalau tak terpaksa, ogah juga mengenakannya. Repot. 
.
.
Dalam keseharian, kulihat ibu tak berkonde. Kalau menggelung rambut sendiri, iya. Berkebaya, kadang-kadang. Waktu itu, dakwah Islam belum membahana di kampung halaman. Jadi tak pernah tahu, apakah hal itu melanggar syariat atau tidak.
.
.
Seiring usia, dakwah mendatangiku. Menyampaikan pesan tentang pakaian muslimah. Satu persatu teman-temanku mulai hijrah. Aku pun merindukan saat titik balik itu tiba. Kutinggalkan panggung 17 Agustusan. Kuabaikan pentas-pentas hajatan. Kutanggalkan konde dan kebaya. Seiring berubahnya pemahaman. Dari tak tahu, menjadi tahu. Dari diam, mencari tahu. 
.
.
Begitulah yang dilakukan Kartini di masa lalu. Yang semula tak mengenal Islam, lalu meminta agar Kiai Darat menerjemahkan Alquran. Dari semula mengagumi budaya Barat, berubah mengritiknya sebagai “tak layak disebut peradaban”. Dari semula menentang poligami, hingga dia sendiri menjadi istri keempat seorang bupati.
.
.
Konon, kumpulan surat Habis Gelap Terbitlah Terang karyanya, dikutip dari ayat suci 'minadzulumati ilannur.' Sayang, usianya tak panjang. Belum sempat berhijrah kafah, ajal keburu memanggilnya. Sungguh, andai Kartini khatam mengaji, boleh jadi dia akan memusiumkan konde dan kebayanya. Berganti gamis dan kerudung penutup kepala.
.
.
Jadi, ibu-ibu berkonde dan berkebaya, karena belum mengenal Islam kafah. Belum marak pengajian-pengajian seperti sekarang. Sementara, pada saat bersamaan, budaya Barat masuk menggusur budaya Nusantara. Era keemasan konde dan kebaya pun meredup. Gaun, rok mini, tank top, dan celana jeans datang menggantikan kemben dan kebaya. 
.
.
Pakaian ala Barat itu, tentu saja tidak sejalan dengan budaya bangsa kita. Tapi, toh tidak pernah dipermasalahkan. Tidak pernah dibanding-bandingkan. Tak ada yang mendebatkan, apakah rok mini lebih mulia daripada kebaya? Tak ada yang mendemo ketika jarit tergantikan budaya impor jeans ketat. Perempuan Indonesia begitu saja mengenakannya. Juga, karena belum mengenal Islam.
.
.
Namun, tampaknya, era busana buka-bukaan ala wanita Eropa inipun telah uzur masanya. Sebentar lagi lengser masa keemasannya. Perempuan akhirnya sadar, tak nyaman memperlihatkan auratnya. Risih. Busana Barat juga tak membebaskan wanita dalam makna sebenarnya. Bikin repot, malah. Tiap moment, tiap acara, harus ganti busana. 
.
.
Maka, rok mini, tank top dan celana jeanspun perlahan mulai ditinggalkan karena tak memuaskan fitrah manusia. Bergantilah dengan busana menutup aurat. Ini bukan semata-mata budaya baru buatan manusia. Tapi karena telah sampainya dakwah Islam pada kaum wanita. Dakwah yang menghunjamkan keimanan. 
.
.
Ibu-ibu milenial zaman now, sudah sampai ke gerbang istana Islam. Istana yang dibangun dengan syariat-Nya. Meninggalkan keraton kesukuan yang didirikan di atas budaya buatan manusia di masa silam. Pun, meninggalkan budaya Barat yang diimpor jauh dari fitrah manusia.
.
.
Kalau sudah begitu, maukah ibu-ibu kembali ke zaman konde dan kebaya? Saya yakin jawabnya tidak. Jangankan yang berhijab, yang belum berhijabpun enggan berkonde dan berkebaya. Maka, kalau ada yang masih mensucikan konde dan kebaya, semata karena belum tersentuh mabda Islam. Belum paham Islam sebagai sebuah ideologi. Agama yang tak hanya mengatur masalah salat, puasa, zakat dan haji, juga tata cara berpakaian. 
.
.
Keyakinan pada mabda inilah yang menancap kokoh di dada kaum hawa. Mereka begitu militan mempertahankan identitas kemuslimahannya. Telah banyak kita dengar, pejuang-pejuang hijab yang kehilangan pekerjaan, dikucilkan keluarga, ditinggal pasangan hidupnya, hingga mati karenanya.
.
.
Sementara pecinta konde; jangankan memperjuangkan sampai mati, militan mengenakannya pun tidak. Tak ada ceritanya ibu-ibu betah berkonde dan berkebaya dalam keseharian dengan dalih menjaga nilai-nilai luhur bangsa. Menjemur, ke warung, ke tetangga, nganter anak sekolah; mana mau berkonde dan berkebaya. Tetapi yang berhijab, banyak.
.
.
Pasalnya, konde dan kebaya itu memang tak fleksibel. Belum pernah lihat postingan di Instagram, para traveller berkonde dan berkebaya. Perenang berkonde dan berkebaya. Bikers berkonde dan berkebaya. Tapi kalau hijaber, banyak. 
.
.
Sebab, kalau berkonde dan berkebaya berjemur di pinggir pantai; nyebur di kolam renang; atau menghadiri pengajian; pasti dibilang salah kostum. Ini bukan bermaksud membully para pecinta konde dan kebaya. Cuma mengingatkan. Bahwa, sungguh tidak apple to apple membandingkan busana buatan manusia dengan busana syar'i buatan Sang Pencipta. 
.
.
Hijab adalah pakaian takwa. Cocok dikenakan di segala suasana. Musim panas dan musim hujan, tiada beda. Mau di gunung atau di pantai, cocok-cocok saja. Mau pengajian atau kondangan, hijabnya itu juga. Mengenakannya penuh perjuangan. Kalau ada yang mengusik, mereka rela mempertahankan mati-matian. 
.
.
Maka, janganlah berpikiran jumud. Adalah kemunduran jika kita harus menengok ke belakang. Tak perlu mengangkat kembali budaya usang. Tataplah ke depan. Bandul perubahan sedang mengayun ke kanan. Ke arah Islam. Tak lagi bisa ditarik ke belakang. Maka, mari kita belajar Islam. Jangan sampai terlambat. Sebelum azan tak lagi terdengar berkumandang.(*) 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Super Qurban ke Pesantren, Daerah Bencana, Kampung Muallaf dan Dakwah Pedalaman

Super Qurban ke Pesantren, Daerah Bencana, Kampung Muallaf dan Dakwah Pedalaman

Qurban adalah amal shalih yang paling utama, lebih utama daripada jihad. Mari berqurban ke pesantren, penjara, peluarga mujahid, dakwah pedalaman dan rawan pemurtadan. ...

Super QURBAN untuk KORBAN Gempa Lombok. Ayo Bantu..!!!

Super QURBAN untuk KORBAN Gempa Lombok. Ayo Bantu..!!!

Lombok luluhlantak diguncang gempa. Derita mereka duka kita juga. Mari berbagi kebahagiaan dengan berqurban untuk para korban gempa di lombok....

Ustadz Jenius Penghafal Al-Qur'an Bersanad Kecelakaan Terlindas Mobil. Ayo Bantu..!!

Ustadz Jenius Penghafal Al-Qur'an Bersanad Kecelakaan Terlindas Mobil. Ayo Bantu..!!

Ustadz Ahmad Syukri, dai penghafal Al-Qur'an 30 juz yang bersanad tujuh riwayat ini terlindas mobil dan banyak mengalami patah tulang. Dioperasi berulang kali, tagihan melonjak 58 juta rupiah....

Fatkhur Kurniawan Bocah Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi 12,1 Juta Rupiah Sudah Diserahkan

Fatkhur Kurniawan Bocah Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi 12,1 Juta Rupiah Sudah Diserahkan

Setelah bertarung melawan tumor selama 15 bulan, akhirnya Fatkhur menyerah kepada takdir kematian. Semoga para donatur mengganjar infaknya dengan keberkahan, pahala dan surga Firdaus...

Menderita Hernia Sejak Lahir, Anak Yatim ini Butuh Biaya Operasi 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!

Menderita Hernia Sejak Lahir, Anak Yatim ini Butuh Biaya Operasi 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!

Bila kambuh, biji testis santri Rumah Tahfizh Qur?an ini bengkak dan nyeri hebat. Almarhum ayahnya adalah aktivis Nahi Munkar yang gencar memerangi rentenir, kemaksiatan dan pemurtadan. Ayo...

Latest News
Islamic State Nyatakan Bertanggung Jawab Atas Serangan Parade Militer Syi'ah Iran di Ahvaz

Islamic State Nyatakan Bertanggung Jawab Atas Serangan Parade Militer Syi'ah Iran di Ahvaz

Sabtu, 22 Sep 2018 23:35

Israel Beri Bukti ke Moskow Suriah Bertanggung Jawab atas Jatuhnya Pesawat Militer Rusia

Israel Beri Bukti ke Moskow Suriah Bertanggung Jawab atas Jatuhnya Pesawat Militer Rusia

Sabtu, 22 Sep 2018 23:00

11 Anggota IRGC Tewas dalam Serangan Selama di Parade Militer di Ahvaz

11 Anggota IRGC Tewas dalam Serangan Selama di Parade Militer di Ahvaz

Sabtu, 22 Sep 2018 22:39

Untuk Indonesia Beradab, Warga Depok Deklarasikan Dukungan ke Prabowo-Sandi

Untuk Indonesia Beradab, Warga Depok Deklarasikan Dukungan ke Prabowo-Sandi

Sabtu, 22 Sep 2018 20:19

Polisi Desak Batalkan Deklarasi Kebangsaan di Tangsel

Polisi Desak Batalkan Deklarasi Kebangsaan di Tangsel

Sabtu, 22 Sep 2018 20:16

Islam Nusantara: Haruskah?

Islam Nusantara: Haruskah?

Sabtu, 22 Sep 2018 10:08

Tabligh Akbar: Kita Berada di Akhir Zaman

Tabligh Akbar: Kita Berada di Akhir Zaman

Sabtu, 22 Sep 2018 07:38

Saat Muslim Jadi Korban: Pers Dibungkam, Dunia Tak Berdaya

Saat Muslim Jadi Korban: Pers Dibungkam, Dunia Tak Berdaya

Sabtu, 22 Sep 2018 07:16

Persekusi Demi Mempertahankan Posisi

Persekusi Demi Mempertahankan Posisi

Sabtu, 22 Sep 2018 07:12

Pacaran ala Remaja, Keren atau Melenceng?

Pacaran ala Remaja, Keren atau Melenceng?

Sabtu, 22 Sep 2018 00:22

Militer Yaman Kuasai Pangkalan Militer Pemberontak Syi'ah Houtsi di Timur Hodeidah

Militer Yaman Kuasai Pangkalan Militer Pemberontak Syi'ah Houtsi di Timur Hodeidah

Jum'at, 21 Sep 2018 20:45

Turki Tahan 85 Personel Milter Terkait Fetullah Gulen dalam Penggerebegan Terbaru

Turki Tahan 85 Personel Milter Terkait Fetullah Gulen dalam Penggerebegan Terbaru

Jum'at, 21 Sep 2018 20:30

Forjim Latih Jurnalistik Dasar 3000 Dai Parmusi di Jambore Nasional

Forjim Latih Jurnalistik Dasar 3000 Dai Parmusi di Jambore Nasional

Jum'at, 21 Sep 2018 20:26

Anggotanya Ditangkap Soal Video Hoax, FPI Minta Aparat Bersikap Bijak

Anggotanya Ditangkap Soal Video Hoax, FPI Minta Aparat Bersikap Bijak

Jum'at, 21 Sep 2018 20:20

SDF Sebut Pejuang IS yang Mereka Tahan Harus Dibawa Pulang Kembali Oleh Negara Asal Mereka

SDF Sebut Pejuang IS yang Mereka Tahan Harus Dibawa Pulang Kembali Oleh Negara Asal Mereka

Jum'at, 21 Sep 2018 20:15

Rusia Desak Israel Berikan Penjelasan Lebih Lanjut Mengenai Ditembaknya Pesawat Il-20

Rusia Desak Israel Berikan Penjelasan Lebih Lanjut Mengenai Ditembaknya Pesawat Il-20

Jum'at, 21 Sep 2018 20:00

Parlemen Kanada Nyatakan Kejahatan Militer Myanmar Terhadap Rohingya Sebagai Genosida

Parlemen Kanada Nyatakan Kejahatan Militer Myanmar Terhadap Rohingya Sebagai Genosida

Jum'at, 21 Sep 2018 19:39

Di Tanggal Ini, “Serangan” Darat ke 500 Target Siap Dilancarkan Kubu Prabowo-Sandi

Di Tanggal Ini, “Serangan” Darat ke 500 Target Siap Dilancarkan Kubu Prabowo-Sandi

Jum'at, 21 Sep 2018 18:43

Tinggalkan Mengajar 10 Tahun, Ketum Kepemudaan Terima jadi Jubir Prabowo-Sandi

Tinggalkan Mengajar 10 Tahun, Ketum Kepemudaan Terima jadi Jubir Prabowo-Sandi

Jum'at, 21 Sep 2018 17:43

Mantan Anggota DPR: Kalau Disuruh, Saya Milih Khilafah daripada PKI

Mantan Anggota DPR: Kalau Disuruh, Saya Milih Khilafah daripada PKI

Jum'at, 21 Sep 2018 16:43


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X