Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.764 views

Musiumkan Konde Kartini!

                                  Oleh: Asri Supatmiati
                                           *Jurnalis


Aku Jawa. Indonesia. Islam. Waktu lahir diazani. Tahu konde, pastinya. Plus kemben atau kebaya. Waktu kecil berkali-kali mengenakannya. Moment Kartinian, atau pas menari dari pentas ke pentas. Aslinya, aku tak paham filosofi konde dan kebaya. Tak pernah juga ditanamkan, baik oleh guru maupun orangtua. Jadi aku tak pernah cinta mati padanya. Setengah mati pun tidak.
.
.
Di mataku, konde dan kebaya hanya tradisi Jawa. Kostum di moment-moment tertentu saja. Seperti pernikahan, karnaval atau hajatan lainnya. Kalau tak terpaksa, ogah juga mengenakannya. Repot. 
.
.
Dalam keseharian, kulihat ibu tak berkonde. Kalau menggelung rambut sendiri, iya. Berkebaya, kadang-kadang. Waktu itu, dakwah Islam belum membahana di kampung halaman. Jadi tak pernah tahu, apakah hal itu melanggar syariat atau tidak.
.
.
Seiring usia, dakwah mendatangiku. Menyampaikan pesan tentang pakaian muslimah. Satu persatu teman-temanku mulai hijrah. Aku pun merindukan saat titik balik itu tiba. Kutinggalkan panggung 17 Agustusan. Kuabaikan pentas-pentas hajatan. Kutanggalkan konde dan kebaya. Seiring berubahnya pemahaman. Dari tak tahu, menjadi tahu. Dari diam, mencari tahu. 
.
.
Begitulah yang dilakukan Kartini di masa lalu. Yang semula tak mengenal Islam, lalu meminta agar Kiai Darat menerjemahkan Alquran. Dari semula mengagumi budaya Barat, berubah mengritiknya sebagai “tak layak disebut peradaban”. Dari semula menentang poligami, hingga dia sendiri menjadi istri keempat seorang bupati.
.
.
Konon, kumpulan surat Habis Gelap Terbitlah Terang karyanya, dikutip dari ayat suci 'minadzulumati ilannur.' Sayang, usianya tak panjang. Belum sempat berhijrah kafah, ajal keburu memanggilnya. Sungguh, andai Kartini khatam mengaji, boleh jadi dia akan memusiumkan konde dan kebayanya. Berganti gamis dan kerudung penutup kepala.
.
.
Jadi, ibu-ibu berkonde dan berkebaya, karena belum mengenal Islam kafah. Belum marak pengajian-pengajian seperti sekarang. Sementara, pada saat bersamaan, budaya Barat masuk menggusur budaya Nusantara. Era keemasan konde dan kebaya pun meredup. Gaun, rok mini, tank top, dan celana jeans datang menggantikan kemben dan kebaya. 
.
.
Pakaian ala Barat itu, tentu saja tidak sejalan dengan budaya bangsa kita. Tapi, toh tidak pernah dipermasalahkan. Tidak pernah dibanding-bandingkan. Tak ada yang mendebatkan, apakah rok mini lebih mulia daripada kebaya? Tak ada yang mendemo ketika jarit tergantikan budaya impor jeans ketat. Perempuan Indonesia begitu saja mengenakannya. Juga, karena belum mengenal Islam.
.
.
Namun, tampaknya, era busana buka-bukaan ala wanita Eropa inipun telah uzur masanya. Sebentar lagi lengser masa keemasannya. Perempuan akhirnya sadar, tak nyaman memperlihatkan auratnya. Risih. Busana Barat juga tak membebaskan wanita dalam makna sebenarnya. Bikin repot, malah. Tiap moment, tiap acara, harus ganti busana. 
.
.
Maka, rok mini, tank top dan celana jeanspun perlahan mulai ditinggalkan karena tak memuaskan fitrah manusia. Bergantilah dengan busana menutup aurat. Ini bukan semata-mata budaya baru buatan manusia. Tapi karena telah sampainya dakwah Islam pada kaum wanita. Dakwah yang menghunjamkan keimanan. 
.
.
Ibu-ibu milenial zaman now, sudah sampai ke gerbang istana Islam. Istana yang dibangun dengan syariat-Nya. Meninggalkan keraton kesukuan yang didirikan di atas budaya buatan manusia di masa silam. Pun, meninggalkan budaya Barat yang diimpor jauh dari fitrah manusia.
.
.
Kalau sudah begitu, maukah ibu-ibu kembali ke zaman konde dan kebaya? Saya yakin jawabnya tidak. Jangankan yang berhijab, yang belum berhijabpun enggan berkonde dan berkebaya. Maka, kalau ada yang masih mensucikan konde dan kebaya, semata karena belum tersentuh mabda Islam. Belum paham Islam sebagai sebuah ideologi. Agama yang tak hanya mengatur masalah salat, puasa, zakat dan haji, juga tata cara berpakaian. 
.
.
Keyakinan pada mabda inilah yang menancap kokoh di dada kaum hawa. Mereka begitu militan mempertahankan identitas kemuslimahannya. Telah banyak kita dengar, pejuang-pejuang hijab yang kehilangan pekerjaan, dikucilkan keluarga, ditinggal pasangan hidupnya, hingga mati karenanya.
.
.
Sementara pecinta konde; jangankan memperjuangkan sampai mati, militan mengenakannya pun tidak. Tak ada ceritanya ibu-ibu betah berkonde dan berkebaya dalam keseharian dengan dalih menjaga nilai-nilai luhur bangsa. Menjemur, ke warung, ke tetangga, nganter anak sekolah; mana mau berkonde dan berkebaya. Tetapi yang berhijab, banyak.
.
.
Pasalnya, konde dan kebaya itu memang tak fleksibel. Belum pernah lihat postingan di Instagram, para traveller berkonde dan berkebaya. Perenang berkonde dan berkebaya. Bikers berkonde dan berkebaya. Tapi kalau hijaber, banyak. 
.
.
Sebab, kalau berkonde dan berkebaya berjemur di pinggir pantai; nyebur di kolam renang; atau menghadiri pengajian; pasti dibilang salah kostum. Ini bukan bermaksud membully para pecinta konde dan kebaya. Cuma mengingatkan. Bahwa, sungguh tidak apple to apple membandingkan busana buatan manusia dengan busana syar'i buatan Sang Pencipta. 
.
.
Hijab adalah pakaian takwa. Cocok dikenakan di segala suasana. Musim panas dan musim hujan, tiada beda. Mau di gunung atau di pantai, cocok-cocok saja. Mau pengajian atau kondangan, hijabnya itu juga. Mengenakannya penuh perjuangan. Kalau ada yang mengusik, mereka rela mempertahankan mati-matian. 
.
.
Maka, janganlah berpikiran jumud. Adalah kemunduran jika kita harus menengok ke belakang. Tak perlu mengangkat kembali budaya usang. Tataplah ke depan. Bandul perubahan sedang mengayun ke kanan. Ke arah Islam. Tak lagi bisa ditarik ke belakang. Maka, mari kita belajar Islam. Jangan sampai terlambat. Sebelum azan tak lagi terdengar berkumandang.(*) 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Musibah dahsyat menimpa Ustadzah Juwariah. Terlindas truk kontainer, ia kritis tak sadarkan diri: tulang panggul remuk, tulang pubis patah, engsel tulang panggul bergeser (dislokasi), engkel...

Latest News
Muslim Prancis Gugat Facebook dan YouTube Terkait Siaran Langung Pembantaian di Christchurch

Muslim Prancis Gugat Facebook dan YouTube Terkait Siaran Langung Pembantaian di Christchurch

Selasa, 26 Mar 2019 22:12

Suasana yang Tak Biasa Dihadapi Fahri saat Sambut Prabowo

Suasana yang Tak Biasa Dihadapi Fahri saat Sambut Prabowo

Selasa, 26 Mar 2019 20:23

Video Teknologi (2): Cara Ruqyah Terbaru Dengan Cahaya Bermuatan Al Quran, Temuan Driver Gojek

Video Teknologi (2): Cara Ruqyah Terbaru Dengan Cahaya Bermuatan Al Quran, Temuan Driver Gojek

Selasa, 26 Mar 2019 19:32

Akan Rasakan Kekalahan bukan Berarti ingin Ajak Menteri Kampanye

Akan Rasakan Kekalahan bukan Berarti ingin Ajak Menteri Kampanye

Selasa, 26 Mar 2019 19:23

Serangan Rezim Assad ke Sekolah di Idlib Tewaskan 2 Anak

Serangan Rezim Assad ke Sekolah di Idlib Tewaskan 2 Anak

Selasa, 26 Mar 2019 19:21

Israel Terus Bombardir Gaza Meski Ada Gencatan Senjata

Israel Terus Bombardir Gaza Meski Ada Gencatan Senjata

Selasa, 26 Mar 2019 19:08

Anies: Tarif MRT Jangan Dipolitisasi buat Pilpres

Anies: Tarif MRT Jangan Dipolitisasi buat Pilpres

Selasa, 26 Mar 2019 18:46

Gamer di India Serukan Boikot PUBG karena Jadikan Kabah Sebagai Target Sasaran

Gamer di India Serukan Boikot PUBG karena Jadikan Kabah Sebagai Target Sasaran

Selasa, 26 Mar 2019 18:39

Pernyataan KPU Basa-basi, Politisi Serukan Undang Carter Centre

Pernyataan KPU Basa-basi, Politisi Serukan Undang Carter Centre

Selasa, 26 Mar 2019 18:23

Prabowo lebih Dulu Dikenal daripada Jokowi

Prabowo lebih Dulu Dikenal daripada Jokowi

Selasa, 26 Mar 2019 17:23

Di Utara Jakarta Sandi Bicara Semangat Betawi dan Perubahan

Di Utara Jakarta Sandi Bicara Semangat Betawi dan Perubahan

Selasa, 26 Mar 2019 16:23

Video Teknologi (1): 7 Manfaat Terapi Cahaya Al Quran, Temuan Asli Indonesia

Video Teknologi (1): 7 Manfaat Terapi Cahaya Al Quran, Temuan Asli Indonesia

Selasa, 26 Mar 2019 13:01

Jendral AS: Pasukan Amerika Siap Mati Membela Israel Jika Diminta

Jendral AS: Pasukan Amerika Siap Mati Membela Israel Jika Diminta

Selasa, 26 Mar 2019 11:35

Bagus, Polisi Mulai Netral

Bagus, Polisi Mulai Netral

Selasa, 26 Mar 2019 10:41

Bergabung dalam Kampanye 'Hello Brother', Mesut Ozil Serukan Persatuan Melawan Teror

Bergabung dalam Kampanye 'Hello Brother', Mesut Ozil Serukan Persatuan Melawan Teror

Selasa, 26 Mar 2019 10:30

7 Warga Palestina Terluka dalam Serangan Udara Terbaru Israel di Gaza

7 Warga Palestina Terluka dalam Serangan Udara Terbaru Israel di Gaza

Selasa, 26 Mar 2019 08:35

Klaim MRT Jokowi: Perlawanan Diam Anies Baswedan

Klaim MRT Jokowi: Perlawanan Diam Anies Baswedan

Selasa, 26 Mar 2019 07:05

Benang Merah Teror Keji Selandia Baru dan Industri Islamophobia Global

Benang Merah Teror Keji Selandia Baru dan Industri Islamophobia Global

Selasa, 26 Mar 2019 02:45

Serangan Udara AS di Kunduz Tewaskan 13 Warga Sipil Afghanistan, Sebagian Besar Anak-anak

Serangan Udara AS di Kunduz Tewaskan 13 Warga Sipil Afghanistan, Sebagian Besar Anak-anak

Senin, 25 Mar 2019 21:15

Gaza Diambang Perang, Israel Kerahkan 2 Brigade Infanteri dan Unit Lapis Baja ke Perbatasan

Gaza Diambang Perang, Israel Kerahkan 2 Brigade Infanteri dan Unit Lapis Baja ke Perbatasan

Senin, 25 Mar 2019 21:00


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X