Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.704 views

Selamatkan Keluarga dari Virus Liberalisasi

 

Oleh:

Normaliana, S. Pd, Staf Pengajar di MTsN 2 HSU-Amuntai

 

ERA globalisasi yang semakin mewabah saat ini membuat institusi rumah tangga tak lagi sebagai institusi yang terpisah dari dunia luar. Di berbagai pelosok negeri, desa, kota bahkan rumah tangga itu sendiri sudah mulai diserang budaya barat dengan cara yang sangat dahsyat.

Serangan budaya Barat tersebut terus menjalar ke segala aspek kehidupan, mulai dari makanan, minuman, pakaian, budaya, pergaulan dan lain sebagainya telah terjual laris manis tanpa ada batas-batas wilayah yang mampu menghalanginya. Melalui berbagai media massa, kaum ibu dan anak-anak sengaja diarahkan berperilaku konsumtif.

Gaya hidup hedonis dan permisif pun telah begitu akrab dengan kehidupan mereka. Para ibu dan anak-anak benar-benar sudah terpedaya dan terbiasa dengan gaya hidup dan pola pikir yang ditawarkan oleh kaum Kapitalis-Liberal. Serangan budaya kaum Kapitalis-Liberal telah mampu membombardir seluruh ruang kehidupan keluarga, khususnya keluarga muslim. Sehingga pada akhirnya ibu dan anak-anak akan berada dalam cengkeraman liberalisme.

Indonesia sebagai negeri muslim terbesar jelas akan menjadi target utama dari upaya liberalisme tersebut. Lebih jauh lagi penguasan terhadap negeri-negeri muslim tentu saja tidak hanya melalui mekanisme pasar bebas tetapi juga lewat upaya-upaya sosialisasi ide-ide Sekuler-Liberal-Kapitalis. Inilah yang akan menjadi ancaman terbesar yang sedang menghantui umat Islam sekarang.

Bila kita sebagai umat Islam tidak sadar dan kurang waspada menghadapi kenyataan ini, maka tunggu saja suatu saat kehancuran keluarga, bahkan masyarakat. Disadari atau tidak, adanya upaya liberalisasi merupakan salah satu upaya penanaman nilai-nilai kebebasan dalam segala hal yang dipromosikan ke seluruh dunia sat ini.

Penghancuran institusi keluarga akan memperlemah generasi muslim dan merusak perilaku masyarakat. Ini merupakan langkah jitu kaum Barat untuk menjajah umat Islam, termasuk bangsa dan negeri ini. Keberadaan liberalisasi ditengah masyarakat jelas akan memperkokoh hegemoni kaum kafir imperialis yang didukung oleh paar pengikutnya, mulai dari kalangan birokrat, intelektual hingga aktivis-aktivis LSM.

Ada 2 hal yang mereka lakukan dalam rangka menanamkan nilai-nilai liberal ditengah masyarakat. Pertama, mereka membangun dukungan masyarakat terhadap nilai-nilai liberal melalui proses penyadaran secara terus menerus. Upaya ini dilakukan dengan mengadakan pelatihan-pelatihan berbasis liberal, training-training, diskusi-diskusi atau seminar-seminar dan sosialisasi melalui media massa baik cetak maupun elektronik dengan tujuan agar terjadi perubahan dalam level individu.

Kedua, mereka melakukan tranformasi sosial melalui UU seperti pelegalisasian perilaku seks bebas atas nama HAM, kondomisasi, adanya dukungan terhadap retaknya keluarga melalui UU KDRT hingga penghapusan UU yang masih mengandung ajaran Islam. Setelah menyadari gencarnya serangan pemikiran liberal kaum Barat terhadap kaum muslim khususnya di Indonesia, maka umat Islam harus bangkit dan berusaha untuk melawan serangan tersebut. Kebangkitan umat Islam tentu saja berawal dari kebangkitan pemikiran yakni adanya kesadaran bahwa hanya Islamlah satu-satunya kebenaran yang hakiki dan merupakan solusi tuntas untuk seluruh permasalahan yang dihadapi umat.

Dengan demikian, langkah utama yang harus dilakukan melawan arus liberalisasi yang semakin menjadi adalah dengan merombak cara berfikir umat agar tidak teracuni oleh nilai-nilai kebebasan yang membahayakan. Untuk menangkal bahaya liberalisasi yang dilancarkan oleh musuh-musuh Islam, maka kaum muslim harus berupaya melakukan hal yang sama yaitu: Pertama, menguatkan kerja sama elemen masyarakat lebih terarah, terus-menerus memberantas upaya liberalisme baik di lingkungan keluarga, masyarakat maupun negara.

Kedua, menyerukan kepada tokoh-tokoh masyarakat, ulama untuk bersama-sama menjelaskan kepada umat tentang kerusakan dan bahaya-bahaya ide liberalisasi. Ketiga, membangkitkan semangat memperjuangkan syariah dan khilafah karena hanya dengan khilafahlah kehancuran dan kehinaan umat Islam akan bisa diselamatkan dari tekanan dan ancaman musuh-musuh Islam. Jadi sudah menjadi kewajiban bagi kita sebagai umat Islam untuk menyelamatkan keluarga, masyarakat dan negeri ini dari bahaya liberalisasi yang setiap saat akan selalu hadir dan menyerang kita dari berbagai sisi. Naudzubillahi mindzalik.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Kondisi Mushalla Khoirussalam Sambong ini semrawut karena pembangunan berhenti terkendala dana. Dibutuhkan dana 15 juta rupiah untuk menuntaskan mushalla hingga layak dan nyaman. ...

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia  Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Yatim berprestasi ini putus sekolah. Impian pendidikan pesantren untuk mewujudkan cita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an dan guru agama Islam terkubur oleh kendala biaya....

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Latest News
Semasa Muda, Syekh Ali Jaber Sempat Bela Klub Sepakbola Terkenal di NTB

Semasa Muda, Syekh Ali Jaber Sempat Bela Klub Sepakbola Terkenal di NTB

Sabtu, 16 Jan 2021 07:51

Pak Taufan Damanik, Komnas HAM Itu Bukan Organisasi Selebriti

Pak Taufan Damanik, Komnas HAM Itu Bukan Organisasi Selebriti

Sabtu, 16 Jan 2021 07:37

Pesan Syeikh Ali Jaber kepada Putranya: Jaga Shalat dan Ibu!

Pesan Syeikh Ali Jaber kepada Putranya: Jaga Shalat dan Ibu!

Sabtu, 16 Jan 2021 06:27

PP Muhammadiyah Sampaikan Duka Wafatnya Syekh Ali Jaber

PP Muhammadiyah Sampaikan Duka Wafatnya Syekh Ali Jaber

Sabtu, 16 Jan 2021 02:14

Memilih Pemimpin

Memilih Pemimpin

Jum'at, 15 Jan 2021 21:15

Pemerintah Yaman Sebut Serangan Mematikan Di Bandara Aden Dilakukan Kelompok Teroris Syi'ah Houtsi

Pemerintah Yaman Sebut Serangan Mematikan Di Bandara Aden Dilakukan Kelompok Teroris Syi'ah Houtsi

Jum'at, 15 Jan 2021 19:45

Cina Kemungkinan Lakukan Genosida Terhadap Umat Muslim di Xinjiang

Cina Kemungkinan Lakukan Genosida Terhadap Umat Muslim di Xinjiang

Jum'at, 15 Jan 2021 16:56

Doa Kapten Persib Bandung untuk Syekh Ali Jaber

Doa Kapten Persib Bandung untuk Syekh Ali Jaber

Jum'at, 15 Jan 2021 12:59

Meksiko Berencana Buka 200 Bioskop di Saudi

Meksiko Berencana Buka 200 Bioskop di Saudi

Jum'at, 15 Jan 2021 11:35

Legislator MInta Pemerintah Cabut Ancaman Denda bagi yang Tidak Mau Divaksin

Legislator MInta Pemerintah Cabut Ancaman Denda bagi yang Tidak Mau Divaksin

Jum'at, 15 Jan 2021 11:10

Cegah Penyelewengan, DPR dan BPK Perlu Koordinasi Awasi APBN untuk Penanganan Covid-19

Cegah Penyelewengan, DPR dan BPK Perlu Koordinasi Awasi APBN untuk Penanganan Covid-19

Jum'at, 15 Jan 2021 10:59

MUI Imbau Umat Islam Shalat Gaib untuk Syekh Ali Jaber

MUI Imbau Umat Islam Shalat Gaib untuk Syekh Ali Jaber

Jum'at, 15 Jan 2021 10:47

WhatsApp: Percakapan Tetap Dilindungi Enkripsi

WhatsApp: Percakapan Tetap Dilindungi Enkripsi

Jum'at, 15 Jan 2021 00:16

Ketua KPU Arief Budiman Dipecat

Ketua KPU Arief Budiman Dipecat

Jum'at, 15 Jan 2021 00:10

Unduhan WhatsApp Menyusut Buntut Pengumuman Kebijakan Privasi Baru

Unduhan WhatsApp Menyusut Buntut Pengumuman Kebijakan Privasi Baru

Kamis, 14 Jan 2021 21:05

Pemberonak Syi'ah Houtsi Bantai 20 Petani di Taiz Yaman

Pemberonak Syi'ah Houtsi Bantai 20 Petani di Taiz Yaman

Kamis, 14 Jan 2021 20:45

Ngenes, Kematian Nakes Tertinggi se-Asia?

Ngenes, Kematian Nakes Tertinggi se-Asia?

Kamis, 14 Jan 2021 18:54

Ketua STAI PTDII: Syekh Ali Jaber Inspirasi Program Tahfiz

Ketua STAI PTDII: Syekh Ali Jaber Inspirasi Program Tahfiz

Kamis, 14 Jan 2021 16:21

Orang Meninggal dengan Izin Allah, Apa Maksudnya?

Orang Meninggal dengan Izin Allah, Apa Maksudnya?

Kamis, 14 Jan 2021 14:45

Meski Sempat Jadi WN Arab Saudi, MUI Sebut Syekh Ali Jaber Cinta Indonesia Sepenuh Hati

Meski Sempat Jadi WN Arab Saudi, MUI Sebut Syekh Ali Jaber Cinta Indonesia Sepenuh Hati

Kamis, 14 Jan 2021 14:36


MUI

Must Read!
X