Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.471 views

Pendidikan Seks, Harusnya Bagaimana?

 

Oleh:

Lailin Nadhifah, Praktisi Parenting Edukasi

 

KEMENTERIAN Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) (SNPHAR 2018). Hasil Survei menunjukkan bahwa 1 dari 17 anak laki-laki dan 1 dari 11 anak perempuan pernah mengalami kekerasan seksual.

Satu dari 2 anak laki-laki dan 3 dari 5 anak perempuan pernah mengalami kekerasan emosional. Selanjutnya, 1 dari 3 anak laki-laki dan 1 dari 5 anak perempuan mengalami kekerasan fisik. Dapat disimpulkan, bahwa 2 dari 3 anak dan remaja perempuan dan laki-laki di Indonesia pernah mengalami kekerasan sepanjang hidupnya.

Hasil SNPHAR 2018 juga menunjukkan anak tidak hanya menjadi korban kekerasan, tapi juga menjadi pelaku kekerasan. Faktanya, 3 dari 4 anak melaporkan bahwa pelaku kekerasan emosional dan kekerasan fisik adalah teman atau sebaya.

Data yang lain menyebutkan bahwa berdasarkan data Lembaga Perlindungan Anak, sejauh ini terdapat 21.689.797 kasus pelanggaran hak terhadap anak, di mana sebanyak 58 persen merupakan kejahatan seksual.

Bahkan, pelaku kekerasan seksual baik kontak ataupun non kontak paling banyak dilaporkan adalah teman atau sebayanya (47%-73%) dan sekitar 12%-29% pacar menjadi pelaku kekerasan seksual.

Sebagian kalangan menegaskan bahwa pendidikan seks sejak dini adalah solusi menekan tingginya data kriminalitas kekerasan seksual. Kalangan ini meyakini bahwa pendidikan seks menjadikan anak memiliki pertahanan untuk berkata tidak terhadap tindak pelecehan.

Mengutip pernyataan Wakil Ketua Komnas HAM Siti Noor Laila, berpendapat pendidikan seks bagi anak penting agar anak mengenal tubuh dan fungsinya. Pendidikan seks juga dinilai penting agar anak tahu mana sentuhan yang wajar dan yang melecehkan.

"Jangan disalahartikan pendidikan seks berarti mengajarkan anak melakukan hubungan seks. Pendidikan seks sangat penting diberikan sejak usia dini," kata Laila saat konferensi pers di Komnas HAM, Jakarta.

Walaupun ada sebagian kalangan lain yang kontra, dengan alasan merasa ‘ngeri’ dengan konten pendidikan seks yang dianggap justru memicu keinginan anak untuk mempraktekkan. Terlebih didukung kemudahan mengakses konten porno diberbagai media dan aplikasi, diibaratkan dengan tutup ketemu mulut botol, pas sekali.Menurut kalangan ini, mencari akar persoalan sehendaknya diutamakan dibanding dengan solusi jangka pendek yang justru membuat persoalan semakin pelik.

Kenyataannya, sejak pendidikan seks ini di gulirkan oleh lembaga lembaga Internasional seperti UNICEF, WHO dalam konferensi Internasional dan berikutnya mewajibkan bagi negara anggota untuk meratifikasi hasil konferensi khususnya keputusan perlunya pendidikan seks yang kemudian memunculkan regulasi berupa kebijakan pemerintah. Namun, angka tindak criminal kekerasan seksual ini justru semakin tinggi. Mengapa?

Memang benar pendidikan seks tidak melulu berbicara tentang hubungan seksual. Selain itu, seharusnya pendidikan seks tidak terpisah dengan keseharian tumbuh kembang anak.

Bahkan, seks edukasi ini harus didukung dengan kebijakan negara, salah satunya kontrol terhadap bertebarannya media media porno berikut aplikasi seperti game misalnya, yang justru mendorong terangsangnya keinginan atau syahwat yang kemudian berujung pada tindak pelecehan bahkan kekerasan seksual.

Bukankah hampir setiap hari berkeliaran berita pelecehan dan kekerasan seksual? Ngerinya, pelaku melakukan kekerasan tersebut,dipicu oleh tontonan porno. Selain itu, beredarnya minuman keras di sekitar lingkungan remaja hal yang juga berkonstribusi terhadap keberanian pelaku melakukan kekerasan seksual.

Tingginya angka kekerasan seksual dari tahun ke tahun seharusnya tidak hanya dibebankan kepada keluarga. Butuh peran optimal dari pemerintah sebagai institusi yang memegang kendali laju kehidupan rakyat. Sekaligus negara adalah pengayom yang mendatangkan kenyamanan kehidupan rakyat agar jauh dari kehidupan yang mengancam keamanan.

Kebijakan yang dibuat oleh negara selayaknya tidak kontra produktif dengan kebijakan pendidikan seks. Diantaranya, mengontrol ketat bahkan menutup media yang memuat konten konten porno, mencabut legalisasi miras, dan kebijakan produktif lainnya.

Untuk keluarga, setidaknya ada 11 langkah pendidikan seks yang diintregasikan  seiring dengan tumbuh kembang anak dan berkesinambungan :

1. Menanamkan rasa malu pada anak

Rasa malu harus ditanamkan kepada anak sejak dini. Jangan biasakan anak-anak, walau masih kecil, bertelanjang di depan orang lain; misalnya ketika keluar kamar mandi, berganti pakaian, dan sebagainya. Dan membiasakan anak untuk selalu menutup auratnya.

2. Menanamkan jiwa maskulinitas pada anak laki-laki dan jiwa feminitas pada anak perempuan.

Berikan pakaian yang sesuai dengan jenis kelamin anak, sehingga mereka terbiasa untuk berprilaku sesuai dengan fitrahnya.

Mereka juga harus diperlakukan sesuai dengan jenis kelaminnya. Ibnu Abbas ra. berkata:

Rasulullah saw. melaknat laki-laki yang berlagak wanita dan wanita yang berlagak meniru laki-laki. (HR al-Bukhari).

3. Memisahkan tempat tidur mereka

Usia antara 7-10 tahun merupakan usia saat anak mengalami perkembangan yang pesat. Anak mulai melakukan eksplorasi ke dunia luar. Anak tidak hanya berpikir tentang dirinya, tetapi juga mengenai sesuatu yang ada di luar dirinya.

Pemisahan tempat tidur merupakan upaya untuk menanamkan kesadaran pada anak tentang eksistensi dirinya. Dengan pemisahan tempat tidur dilakukan terhadap anak dengan saudaranya yang berbeda jenis kelamin, secara langsung ia telah ditumbuhkan kesadarannya tentang eksistensi perbedaan jenis kelamin.

4. Mengenalkan waktu berkunjung (meminta izin dalam 3 waktu)

Tiga ketentuan waktu yang tidak diperbolehkan anak-anak untuk memasuki ruangan (kamar) orang dewasa kecuali meminta izin terlebih dulu adalah: sebelum shalat subuh, tengah hari, dan setelah shalat isya. Dengan pendidikan semacam ini ditanamkan pada anak maka ia akan menjadi anak yang memiliki rasa sopan-santun dan etika yang luhur.

5. Mendidik menjaga kebersihan alat kelamin.

Mengajari anak untuk menjaga kebersihan alat kelamin selain agar bersih dan sehat sekaligus juga mengajari anak tentang najis. Anak juga harus dibiasakan untuk buang air pada tempatnya (toilet training).

Dengan cara ini akan terbentuk pada diri anak sikap hati-hati, mandiri, mencintai kebersihan, mampu menguasai diri, disiplin, dan sikap moral yang memperhatikan tentang etika sopan santun dalam melakukan hajat.

6. Mengenalkan mahram-nya

Tidak semua perempuan berhak dinikahi oleh seorang laki-laki. Siapa saja perempuan yang diharamkan dan yang dihalalkan telah ditentukan oleh syariat Islam. Ketentuan ini harus diberikan pada anak agar ditaati.

Dengan memahami kedudukan perempuan yang menjadi mahram, diupayakan agar anak mampu menjaga pergaulan sehari-harinya dengan selain wanita yang bukan mahram-nya. Inilah salah satu bagian terpenting dikenalkannya kedudukan orang-orang yang haram dinikahi dalam pendidikan seks anak.

7. Mendidik anak agar selalu menjaga pandangan mata

Telah menjadi fitrah bagi setiap manusia untuk tertarik dengan lawan jenisnya. Namun, jika fitrah tersebut dibiarkan bebas lepas tanpa kendali, justru hanya akan merusak kehidupan manusia itu sendiri. Karena itu, jauhkan anak-anak dari gambar, film, atau bacaan yang mengandung unsur pornografi dan pornoaksi.

8. Mendidik anak agar tidak melakukan campur baur antar lawan jenis

Ikhtilât adalah bercampur-baurnya laki-laki dan perempuan bukan mahram tanpa adanya keperluan yang diboleh-kan oleh syariat Islam. Perbuatan semacam ini pada masa sekarang sudah dinggap biasa. Karena itu, jangan biasakan anak diajak ke tempat-tempat yang di dalamnya terjadi percampuran laki-laki dan perempuan secara bebas.

9. Mendidik anak agar tidak pacaran

Dinamakan khalwat jika seorang laki-laki dan wanita bukan mahram-nya berada di suatu tempat, hanya berdua saja. Biasanya mereka memilih tempat yang tersembunyi, yang tidak bisa dilihat oleh orang lain. Anak-anak sejak kecil harus diajari untuk menghindari perbuatan semacam ini. Jika dengan yang berlainan jenis, harus diingatkan untuk tidak ber-khalwat.

10. Mendidik etika berhias

Berhias berarti usaha untuk memperindah atau mempercantik diri agar bisa berpenampilan menawan yang dilakukan secara berlebihan, sehingga menimbulkan godaan bagi lawan jenisnya. Tujuan pendidikan seks dalam kaitannya dengan etika berhias adalah agar berhias tidak untuk perbuatan maksiat.

11. Ihtilâm dan haid

Ihtilâm adalah tanda anak laki-laki sudah mulai memasuki usia balig. Adapun haid dialami oleh anak perempuan. Mengenalkan anak tentang ihtilâm dan haid tidak hanya sekadar untuk bisa memahami anak dari pendekatan fisiologis dan psikologis semata. Jika terjadi ihtilâm dan haid, Islam telah mengatur beberapa ketentuan yang berkaitan dengan masalah tersebut, antara lain kewajiban untuk melakukan mandi.

Demikianlah seharusnya pendidikan seks sejak dini yang terintegrasi dalam pendidikan yang ditanamkan oleh orang tua. Berikut, penjagaan oleh negara, sebab tumbuh kembang anak tidak saja dalam keluarganya, namun juga di lingkungan masyarakat yang diatur oleh tatanan kebijakan negara.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

IDC menerima zakat fitrah Rp 40.000 hingga 51.000 per-jiwa, disalurkan kepada Mustahiq dengan prioritas Muallaf dan Fakir Miskin dari kalangan yatim, aktivis Islam, dan dhuafa terdampak pandemi...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

Alhamdulillah, kini Maria muallaf mahasiswi Universitas Brawijaya bisa bernafas lega. Yayasan IDC menyalurkan amanah dari para donatur, sebesar Rp 66.648.300 untuk membantu beasiswa pendidikan...

Latest News
Delapan Tahun Cerol-SS23000, Solusi Sertifikasi Halal di Masa Pandemi Covid-19

Delapan Tahun Cerol-SS23000, Solusi Sertifikasi Halal di Masa Pandemi Covid-19

Rabu, 27 May 2020 10:35

Peraturan Gubernur Anies, Jangan Harap Bisa Masuk Jakarta Tanpa SIKM

Peraturan Gubernur Anies, Jangan Harap Bisa Masuk Jakarta Tanpa SIKM

Rabu, 27 May 2020 09:45

Habib Bahar dan Said Didu, Dua Ikon Perlawanan Baru

Habib Bahar dan Said Didu, Dua Ikon Perlawanan Baru

Rabu, 27 May 2020 07:32

Umat Islam Menghadapi Bangkitnya PKI

Umat Islam Menghadapi Bangkitnya PKI

Selasa, 26 May 2020 23:32

Kemenangan Lelang M. Nuh di Gelaran Konser Amal Corona Dianulir

Kemenangan Lelang M. Nuh di Gelaran Konser Amal Corona Dianulir

Selasa, 26 May 2020 23:31

Perlukah Hari Kebangkitan Rasional di Tengah Pandemi Covid-19?

Perlukah Hari Kebangkitan Rasional di Tengah Pandemi Covid-19?

Selasa, 26 May 2020 23:27

Cek Arah Kiblat, 27 dan 28 Mei Matahari Melintas di atas Ka'bah

Cek Arah Kiblat, 27 dan 28 Mei Matahari Melintas di atas Ka'bah

Selasa, 26 May 2020 21:57

Presiden Filipina Duterte Tidak Akan Izinkan Siswa Kembali ke Sekolah Sampai Vaksin Corona Ditemukan

Presiden Filipina Duterte Tidak Akan Izinkan Siswa Kembali ke Sekolah Sampai Vaksin Corona Ditemukan

Selasa, 26 May 2020 21:30

PKS: Pemerintah Jangan Buru-buru New Normal

PKS: Pemerintah Jangan Buru-buru New Normal

Selasa, 26 May 2020 20:44

Hacker Gantikan Panggilan Adzan di Beberapa Masjid Turki dengan Lagu Protes Italia

Hacker Gantikan Panggilan Adzan di Beberapa Masjid Turki dengan Lagu Protes Italia

Selasa, 26 May 2020 20:35

Muslim AS dan Kanada Lakukan Shalat Idul Fitri di Dalam Mobil Di Tengah Pembatasan Virus Corona

Muslim AS dan Kanada Lakukan Shalat Idul Fitri di Dalam Mobil Di Tengah Pembatasan Virus Corona

Selasa, 26 May 2020 20:15

Status New Normal dan Posisi Dilematis Presiden

Status New Normal dan Posisi Dilematis Presiden

Selasa, 26 May 2020 19:51

Saudi Akan Mulai Cabut Pembatasan Pencegahan Virus Corona

Saudi Akan Mulai Cabut Pembatasan Pencegahan Virus Corona

Selasa, 26 May 2020 19:44

Taat Protokol Kesehatan, Perwujudan Kesholehan Sosial

Taat Protokol Kesehatan, Perwujudan Kesholehan Sosial

Selasa, 26 May 2020 18:57

Sulit Hidup Berdamai dengan Corona

Sulit Hidup Berdamai dengan Corona

Selasa, 26 May 2020 17:38

Muslim di Italia Ikuti Aturan Pencegahan Virus Corona Saat Rayakan Idul Fitri

Muslim di Italia Ikuti Aturan Pencegahan Virus Corona Saat Rayakan Idul Fitri

Selasa, 26 May 2020 16:56

Update 26 Mei 2020 Infografis Covid-19

Update 26 Mei 2020 Infografis Covid-19

Selasa, 26 May 2020 16:28

Gelar Halal Bihalal di Tengah Corona, IPW Minta Mendagri Tindak Tegas Rektor IPDN

Gelar Halal Bihalal di Tengah Corona, IPW Minta Mendagri Tindak Tegas Rektor IPDN

Selasa, 26 May 2020 15:06

Miris! Di Tengah Corona, Kampus IPDN Gelar Halal Bihalal Undang Penyanyi dari Jakarta

Miris! Di Tengah Corona, Kampus IPDN Gelar Halal Bihalal Undang Penyanyi dari Jakarta

Selasa, 26 May 2020 14:02

Klarifikasi MUI Soal Viral Surat Larangan Rapid Test Covid-19

Klarifikasi MUI Soal Viral Surat Larangan Rapid Test Covid-19

Selasa, 26 May 2020 13:29


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X