Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.700 views

Suami Istri Satu Frekuensi, Bisakah?

Oleh: Yumna Umm Nusaybah*

.
“What big plan do you have for this year?” tanya suami pagi ini.

Pertanyaan suami yang hampir tiap tahun menjadi pertanyaan awal di pagi tahun baru. Mungkin agak telat karena sudah masuk 1 Januari. Tapi ini semacam pertanyaan untuk menyamakan frekuensi. Mengingat kita adalah satu unit. Harus ada saling bertukar pikiran. Tentang prioritas aktivitas di mata syariat. Atau hal mubah yang mungkin harus dikurangi. Juga kebiasaan yang harus diubah.

Menyamakan frekuensi lewat diskusi dengan kepala dingin sangatlah penting. Sebisa mungkin kita jelaskan kepada pasangan kita tentang mimpi, aspirasi, dan rencana kita ke depan. Apakah itu rencana kita sebagai seorang individu (hamba Allah), sebagai sebuah keluarga, atau yang lebih kompleks lagi rencana sebagai bagian dari Ummat Muhammad ﷺ. Rencana karir, finansial keluarga, pendidikan akademis dan non akademis anak-anak, dan topik penting lainnya. Semua perlu dibicarakan, direncanakan dan disosialisasikan.

Layaknya sebuah radio, jika frekuensi tidak pas maka kita tidak akan bisa mendengar pesan dengan jelas. Kita hanya mengira ira. Lambat laun pun kita malas untuk mendengar kelanjutannya. Ada rasa tidak nyaman untuk didengarkan. Sangat tidak menggugah pikiran. Walhasil radio dimatikan!

Dari sekian banyak observasi, aku bisa simpulkan bahwa ada kalanya suami sibuk dengan perkerjaanya, dakwahnya, pertemanannya, bisnisnya dan segala hal yang tidak ada sangkut pautnya dengan sang isteri. Demikian juga sang isteri, mereka disibukkan mendidik anak, mengajari baca tulis, mengaji Quran, antar jemput anak sekolah, mendidik ummat sekaligus juga nge-charge energi dengan bersosialisasi dengan temannya.

Pada akhirnya mereka berada pada frekuensi yang berbeda. Jika ini terus dibiarkan akan ada jarak yang semakin lebar menganga. Pada akhirnya suami dan isteri tidak akan bisa saling mengerti. Isteri merasa tidak dihargai. Suami merasa tidak lagi berarti. Tak heran jika pernikahan yang sudah dibina berpuluh puluh tahun kandas di tengah jalan. Penyebabnya adalah masing masing ada pada frekuensi yang jauh berbeda. Mereka bersama hanya demi anak-anak. Ketika anak anak sudah beranjak dewasa, mereka lebih memilih berpisah karena sudah tidak ada lagi perekat.

Karenanya, penting bagi setiap pasangan untuk sementara waktu menggantung egonya. Mendengar pasangan dengan seksama. Apa yang mereka inginkan. Bagaimana kita bisa saling membantu.

Bagi para isteri, teruslah bersyukur atas kebaikan suami. Sekecil apapun kebaikan itu. Karena rasa syukur itulah yang akan menumbuhkan cinta. Ketika kita mampu mengapresiasi kebaikan suami kita, artinya kita mendahulukan fakta obyektif dan tidak melihatnya lewat kacamata perasaan.

Bukankah baginda telah bersabda,

‎لا ينظرُ اللَّهُ إلى امرأةٍ لا تشكُرُ لزوجِها وَهيَ لا تستَغني عنهُ

“Allah tidak akan melihat kepada wanita yang tidak bersyukur kepada suaminya, dan ia tidak merasa cukup dengan apa yang diberikan suaminya”
(HR. An Nasa’i no. 9086, Al Baihaqi dalam Sunanul Kubra [7/294], dishahihkan Al Albani dalam Shahih At Targhib no. 1944)
.
Di hadis lain juga di jelaskan,Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
.
‎أُرِيتُ النَّارَ فَإِذَا أكْثَرُ أهْلِهَا النِّسَاءُ، يَكْفُرْنَ قيلَ: أيَكْفُرْنَ باللَّهِ؟ قالَ: يَكْفُرْنَ العَشِيرَ، ويَكْفُرْنَ الإحْسَانَ، لو أحْسَنْتَ إلى إحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ، ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شيئًا، قالَتْ: ما رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ

“Diperlihatkan kepadaku neraka, dan aku melihat kebanyakan penduduknya adalah wanita”. Para wanita bertanya: “apakah karena mereka kufur kepada Allah?”. Nabi menjawab: “Karena mereka kufur kepada suami mereka dan kufur kepada kebaikan suami mereka. Jika engkau para suami, berlaku baik kepada istri kalian sepanjang waktu, kemudian sang istri melihat satu keburukan dari dirimu, maka sang istri akan mengatakan: aku tidak pernah melihat kebaikan dari dirimu.”
(HR. Bukhari no. 29, Muslim no. 907)

Bagi para suami, tidaklah masalah mengambil keputusan atas saran sang isteri. Ini bukan berarti suami lemah. Atau menunjukkan bahwa dia tak berpendirian. Kadang, bagi para lelaki, mendengar dan mengambil pandangan isteri adalah sebuah kesulitan. Mengingat mereka adalah qawwam. Merasa selalunya harus benar. Padahal, Rasulullah ﷺ bertanya kepada isterinya tentang sebuah keputusan di beberapa kesempatan. Baginda ﷺ melibatkan Ummu Salamah RA dan meminta pendapat beliau usai perjanjian Hudaybiyah.

Saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menandatangani perjanjian Hudaibiyah, beliau berkata kepada para sahabatnya,

‎قُومُوا فَانْحَرُوا، ثُمَّ احْلِقُوا

“Berdirilah dan sembelihlah hewan kurban kalian. Setelah itu gundulilah kepala kalian.”

Tak ada seorang pun dari mereka yang melaksanakan perintah nabi. Hingga beliau merasa perlu mengulangi perintahnya sampai tiga kali. Walaupun demikian, masih belum ada yang melakukannya. Karena mereka berat dengan putusan Perjanjian Hudaibiyah, dan mereka masih berharap Rasulullah berubah pikiran atau turun wahyu kepada beliau.

Melihat keadaan itu, Nabi pun masuk ke tenda menemui istrinya, Ummu Salamah. Beliau ceritakan keadaan para sahabatnya kepada istrinya. Ummu Salamah merespon curahan hati beliau dengan mengatakan,

‎يا نبي الله أتحبُّ ذلك؟ اخرج ثم لا تكلِّم أحدًا منهم كلمة حتى تنحر بُدْنَك وتدعو حالقك فيحلقك

“Wahai Nabi Allah kalau Anda mau, keluarlah tanpa berbicara dengan seorang pun dari mereka. Kemudian sembelihlah hewan Anda. Panggil tukang cukur Anda, dan cukurlah rambut Anda.”

Nabi pun keluar tanpa berbicara sepatah kata pun kepada mereka hingga beliau melakukan apa yang dianjurkan Ummu Salamah. Beliau sembelih hewannya. memanggil tukang cukurnya dan mencukur rambutnya. Saat melihat beliau melakukan itu, para sahabat pun berdiri dan menyembelih hewan mereka. Sebagian mereka mencukur sebagian yang lain. Mereka sibuk melakukan yang demikian (Ibnu Katsir: as-Sirah an-Nabawiyah, 3/334). (Dikutip dari kisahmuslim.com)

Jika lelaki mulia baginda Rasulullah ﷺ saja, yang jelas-jelas mendapat wahyu dari Sang Maha Pencipta masih mau mendengar, berdiskusi, mencari second opinion dari isterinya, kenapa kita tidak? Ego yang tinggi harus ditundukkan. Memang sulit! Namun akan bisa dilakukan meski harus memaksa diri. Demi misi besar berumah tangga.

Semoga Allah ﷻ menjaga pernikahan kita semua hingga berujung surga. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

*Penulis adalah muslimah yang tinggal di London dengan suami dan kedua putri dan satu putra.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Latest News
Laporan: 2 Orang Terdeteksi Positif Virus Corona Baru di Kota Suci Syi'ah Qom Iran

Laporan: 2 Orang Terdeteksi Positif Virus Corona Baru di Kota Suci Syi'ah Qom Iran

Rabu, 19 Feb 2020 23:00

Hanya dalam Sepekan Rusia telah Luncurkan 120 Serangan Udara ke Aleppo

Hanya dalam Sepekan Rusia telah Luncurkan 120 Serangan Udara ke Aleppo

Rabu, 19 Feb 2020 22:35

Faksi-faksi Palestina Bentuk Komite Nasional untuk Melawan Rencana Perdamaian Trump

Faksi-faksi Palestina Bentuk Komite Nasional untuk Melawan Rencana Perdamaian Trump

Rabu, 19 Feb 2020 22:17

Ketum DMI: Bedakan Amar Ma'ruf Nahi Munkar dengan Radikalisme

Ketum DMI: Bedakan Amar Ma'ruf Nahi Munkar dengan Radikalisme

Rabu, 19 Feb 2020 10:32

Iya Sih, Tapi...

Iya Sih, Tapi...

Rabu, 19 Feb 2020 09:30

Menghadapi Virus Corona

Menghadapi Virus Corona

Rabu, 19 Feb 2020 08:24

Bayar SPP Bisa Pakai GoPay, Natalius Pigai Minta Ombudsman dan KPK Periksa Mendikbud

Bayar SPP Bisa Pakai GoPay, Natalius Pigai Minta Ombudsman dan KPK Periksa Mendikbud

Rabu, 19 Feb 2020 07:39

Legislator: Selesaikan Skandal Jiwaraya Secara Menyeluruh, Jangan Sepotong-Sepotong

Legislator: Selesaikan Skandal Jiwaraya Secara Menyeluruh, Jangan Sepotong-Sepotong

Rabu, 19 Feb 2020 06:54

Muhammadiyah Gelar Anugerah Jurnalistik Fachrodin Award 2020

Muhammadiyah Gelar Anugerah Jurnalistik Fachrodin Award 2020

Rabu, 19 Feb 2020 04:58

Kerudungin Kepala Dulu atau Hati Dulu?

Kerudungin Kepala Dulu atau Hati Dulu?

Rabu, 19 Feb 2020 03:21

Fahira Nilai Omnibus Law Bentuk Frustasi Pemerintah atas Mandeknya Ekonomi

Fahira Nilai Omnibus Law Bentuk Frustasi Pemerintah atas Mandeknya Ekonomi

Rabu, 19 Feb 2020 02:44

Kemuliaan Seorang Ibu

Kemuliaan Seorang Ibu

Rabu, 19 Feb 2020 01:53

PKS Minta Peran Kelembagaan Batan Diperkuat

PKS Minta Peran Kelembagaan Batan Diperkuat

Rabu, 19 Feb 2020 00:53

Tak Dilibatkan Bahas RUU Ciptaker, AJI: Mau Buat UU Apa Konspirasi Kejahatan?

Tak Dilibatkan Bahas RUU Ciptaker, AJI: Mau Buat UU Apa Konspirasi Kejahatan?

Selasa, 18 Feb 2020 23:58

Hadits

Hadits "Tidak Ada Penularan Penyakit", Apa Maksudnya?

Selasa, 18 Feb 2020 23:39

Solusi Islam Cegah Perselingkuhan

Solusi Islam Cegah Perselingkuhan

Selasa, 18 Feb 2020 22:45

Turki Keluarkan Surat Perintah Penangkapan untuk 700 Orang Terkait Fetullah Gulen

Turki Keluarkan Surat Perintah Penangkapan untuk 700 Orang Terkait Fetullah Gulen

Selasa, 18 Feb 2020 21:00

Hampir 1 Juta Orang Mengungsi Sejak Rezim Assad Meluncurkan Ofensif Idlib Bulan Desember

Hampir 1 Juta Orang Mengungsi Sejak Rezim Assad Meluncurkan Ofensif Idlib Bulan Desember

Selasa, 18 Feb 2020 20:30

Pemimpin Oposisi Sudan: Normalisasi dengan Penjajah Israel Adalah Tindakan Penghianatan

Pemimpin Oposisi Sudan: Normalisasi dengan Penjajah Israel Adalah Tindakan Penghianatan

Selasa, 18 Feb 2020 20:01

Sebut Agama Musuh Terbesar Pancasila, Pernyataan Kepala BPIP Menyesatkan

Sebut Agama Musuh Terbesar Pancasila, Pernyataan Kepala BPIP Menyesatkan

Selasa, 18 Feb 2020 18:42


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X