Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.769 views

Pendemi Menghantam Negeri, KDRT kian Bersemi; Salah Siapa?

 

Oleh: Hana Annisa Afriliani,S.S

Sudah jatuh tertimpa tangga. Begitu kiranya pepatah yang pas untuk kondisi sebagian besar masyarakat di masa pandemi ini. Sudahlah dikepung ancaman penyakit mematikan, rakyat harus menelan pil pahit kehidupan, yakni hilangnya pendapatan akibat adanya PHK besar-besaran.

Kebutuhan hidup yang mendesak, namun tidak diiringi dengan daya beli pada akhirnya mengakibatkan masyarakat terserang stress bahkan depresi. Dan tak sedikit hal tersebut pada akhirnya menjadi pemicu terjadinya Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT).

Sebagaimana diberitakan oleh CNNIndonesia.com (21/04/2020) bahwa selama periode 16 Maret hingga 19 April 2020, Lembaga Bantuan Hukum APIK Jakarta menerima 97 pengaduan kasus kekerasan terhadap perempuan selama wabah virus corona (Covid-19) merebak. Paling banyak kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Koalisi PEKAD (Peduli kelompok Rentan Korban Covid-19) menilai anjuran “di rumah saja” menimbulkan polemik tersendiri kepada perempuan dan anak. Anjuran tersebut menimbulkan kekhawatiran akan masa depan sebagian masyarakat Indonesia, khususnya mereka yang mengalami tekanan ekonomi dan psikis di rumah tangga. (Tempo.co/15-04-2020)

KDRT merupakan salah satu pelampiasan negatif seseorang akibat tekanan psikis yang berat. Pandemi sudah hampir 3 bulan menyelimuti negeri. Korban terus berjatuhan. Roda perekonomian tersendat. Penanganan pandemi oleh penguasa dirasakan sangat lambat. Dan nasib rakyatpun kian di ujung tanduk. Sungguh jelas bahwa pandemi ini telah memukul semua pihak. Bukan hanya kaum perempuan dan anak, tapi juga kaum laki-laki sebagai penanggungjawab keluarga. Betapa tidak, di tengah pandemi ini, para kepala keluarga harus memutar otak agar dapur keluarga tetap mengepul.

Dengan demikian, terjadinya KDRT menjadi hal yang jamak terjadi. Apalagi jika tak ada pondasi keimanan yang kokoh di dalam diri, sehingga depresi mampu mendorong seseorang untuk melakukan tindak kekerasan, bahkan terhadap pasangan atau anak sendiri. Kalau sudah begitu, siapa yang harus disalahkan? Rakyat yang stress karena depresi akibat tekanan hidup akibat pandemi? Ataukah penyebab tekanan hidup itu sendiri yakni penerapan sistem sekular kapitalis?

Jelas sekali bahwa depresi rakyat hanyalah implikasi dari penerapan sistem rusak di negeri ini. Dengan sistem itu pulalah melahirkan para penguasa yang tak mampu menyelesaikan permasalahan rakyat secara hakiki.

Sungguh kapitalisme adalah akar penyebab segala permasalahan  yang membelit rakyat. Bahkan dalam kasus KDRT di masa pandemi ini pun, kapitalisme penyebabnya. Bukan bercokolnya sistem patriarki sebagaimana yang dituduhkan kaum feminis. Maka, solusi atas permasalahan KDRT di negeri ini bukanlah kesetaraan gender, tapi membuang jauh sistem kapitalisme sebagai basis pengaturan urusan rakyat. Sebab kapitalisme telah gagal dalam menyejahterakan rakyat. Betapa tidak, secara asasi sistem kapitalis menjadikan negara hanya berfungsi sebagai regulator, bukan pemelihara urusan rakyat secara langsung. Sementara, segala bentuk pelayanan untuk rakyat diserahkan kepada swasta dan asing.

Pada akhirnya, kapitalisme juga tidak mampu memberi jaminan kesejahteraan kepada rakyatnya di masa pandemi. Jika pun ada bantuan, maka mekanismenya ribet dan berbelit-belit sehingga sangat menyulitkan rakyat.

Alangkah berbeda dengan pengurusan penguasa di dalam sistem Islam. Tercatat dalam sejarah, bahwa Umar Bin Khattab sebagai pemimpin pada masa diterapkan Islam, melakukan pemeliharaan yang maksimal terhadap rakyatnya. Bahkan Umar langsung membantu dengan tangannya sendiri tanpa embel-embel pencitraan.

Ya, sebab Umar memimpin dengan ketakwaan, bukan mengejar materi dari jabatan kepemimpinannya. Begitulah watak kepemimpinan dalam sistem Islam, penuh idealisme lagi amanah. Hal tersebut sejalan dengan visi kepemimpinan dalam sistem Islam yakni sebagai pelaksana hukum syariat di tengah-tengah masyarakat. Oleh karena itu, pemimpin dalam sistem Islam berfungsi sebagai pelayan rakyatnya. Sebab kelak, amanah kepemimpinan tersebut akan dipertanggungjawabkan di hadapan Sang Maha Pencipta.

Maka sistem Islam tak hanya mampu menjaga keutuhan keluarga, namun juga mampu menciptakan kesejahteraan kepada seluruh umat manusia, baik Muslim maupun nonmuslim. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Latest News
Pegawai Kantor Pers Federal Jerman Diduga Jadi Agen Mata-mata Untuk Dinas Intelijen Mesir

Pegawai Kantor Pers Federal Jerman Diduga Jadi Agen Mata-mata Untuk Dinas Intelijen Mesir

Jum'at, 10 Jul 2020 10:45

Indonesia, Ketersediaan Dokter dan Wabah Covid19

Indonesia, Ketersediaan Dokter dan Wabah Covid19

Kamis, 09 Jul 2020 22:13

HRW Minta Bangladesh Pindahkan 300 Lebih Pengungsi Rohingya dari Pulau Bashan Char

HRW Minta Bangladesh Pindahkan 300 Lebih Pengungsi Rohingya dari Pulau Bashan Char

Kamis, 09 Jul 2020 21:30

Satu Batalion Tentara Israel Dikarantina Setelah Ada Anggotanya Terinfeksi Virus Corona

Satu Batalion Tentara Israel Dikarantina Setelah Ada Anggotanya Terinfeksi Virus Corona

Kamis, 09 Jul 2020 21:05

Wacana TNI Dilibatkan untuk Kerukunan Umat Beragama, Bukhori: Menag Kembali Gagal Paham

Wacana TNI Dilibatkan untuk Kerukunan Umat Beragama, Bukhori: Menag Kembali Gagal Paham

Kamis, 09 Jul 2020 20:48

[VIDEO] Komunisme Ajaran Malu-malu

[VIDEO] Komunisme Ajaran Malu-malu

Kamis, 09 Jul 2020 19:44

Yvone Ridlye Berencana Pergi ke Suriah Untuk Upayakan Pembebasan Tauqir Sharif dari Penahanan HTS

Yvone Ridlye Berencana Pergi ke Suriah Untuk Upayakan Pembebasan Tauqir Sharif dari Penahanan HTS

Kamis, 09 Jul 2020 18:15

Pemberontak Syi'ah Houtsi Ancam Targetkan Istana Kerajaan Saudi

Pemberontak Syi'ah Houtsi Ancam Targetkan Istana Kerajaan Saudi

Kamis, 09 Jul 2020 17:00

Anis Matta: Pemerintah Perlu Siapkan Skenario Terburuk terhadap Fundamental Ekonomi

Anis Matta: Pemerintah Perlu Siapkan Skenario Terburuk terhadap Fundamental Ekonomi

Kamis, 09 Jul 2020 16:28

Afghanistan Tidak Akan Bebaskan 600 Tahanan Taliban yang Mereka Anggap 'Terlalu Berbahaya'

Afghanistan Tidak Akan Bebaskan 600 Tahanan Taliban yang Mereka Anggap 'Terlalu Berbahaya'

Kamis, 09 Jul 2020 15:00

Warga Kashmir Takut UU Domisili Baru India Jadikan Wilayah Mereka Palestina Lain

Warga Kashmir Takut UU Domisili Baru India Jadikan Wilayah Mereka Palestina Lain

Kamis, 09 Jul 2020 14:15

Daftar Lengkap Pemenang Indonesia Fundraising Award 2020

Daftar Lengkap Pemenang Indonesia Fundraising Award 2020

Kamis, 09 Jul 2020 12:59

Solusi Islam Mengatasi Quarter Life Crisis

Solusi Islam Mengatasi Quarter Life Crisis

Kamis, 09 Jul 2020 09:26

Cara Hindari Konflik Keuangan Keluarga di Tengah Pandemi

Cara Hindari Konflik Keuangan Keluarga di Tengah Pandemi

Kamis, 09 Jul 2020 08:18

[VIDEO] Haedar Nashir: Umat Islam Miliki Saham Besar Dirikan NKRI dan Pancasila

[VIDEO] Haedar Nashir: Umat Islam Miliki Saham Besar Dirikan NKRI dan Pancasila

Kamis, 09 Jul 2020 07:00

Boikot Produk Pendukung LGBT, Efektifkah?

Boikot Produk Pendukung LGBT, Efektifkah?

Rabu, 08 Jul 2020 23:55

Konsep

Konsep "Tangguh Semeru" di Jawa Timur, Solusi Tatanan Baru ?

Rabu, 08 Jul 2020 23:20

Menjaga Stamina Belajar Mahasiswa

Menjaga Stamina Belajar Mahasiswa

Rabu, 08 Jul 2020 23:06

Trending Bekal untuk Suami, Feminis Sakit Hati Bereaksi

Trending Bekal untuk Suami, Feminis Sakit Hati Bereaksi

Rabu, 08 Jul 2020 22:59

1721 Alumni ITB Dukung Din, RR: Ternyata yang Doyan Jilat Kekuasaan Hanya Minoritas

1721 Alumni ITB Dukung Din, RR: Ternyata yang Doyan Jilat Kekuasaan Hanya Minoritas

Rabu, 08 Jul 2020 21:52


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X