Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.295 views

Peran Ibu Mendidik dengan Kasih Sayang, Bukan Penjagal Akibat Kesal

 

Oleh: Desi Wulan Sari

Telah terjadi tragedi penganiayaan seorang Ibu kepada anak kandungnya hingga mengakibatan kematian. Peristiwa naas ini terjadi di sebuah rumah warga Desa Cipalabuh, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Banten. Sang Ibu  merasa kesal hingga menganiaya putrinya (8) yang masih duduk di kelas 1 SD penuh  kegeraman, dengan alasan anaknya sulit menerima pembelajaran saat belajar daring. Sang Ibu LH (26) beserta Ayah kandungnya (IS) telah bekerjasama dalam menghilangkan nyawa putri kandungnya, hingga mengubur jenazahnya dengan paksa (cnnindonesia.com, 15/9/2020).

Suasana duka, geram, marah, kecewa diungkapkan oleh publik. Betapa seorang ibu dengan mudahnya, menghilangkan nyawa manusia tanpa memikirkan akibatnya. Kejadian tersebut membuat para pelaku dikecam dan dihujat oleh masyarakat. Beribu pertanyaan ingin dilontarkan oleh setiap orang.

Mengapa orang tua bisa berbuat hal keji kepada anak kandungnya sendiri?

Perlakuan kekesalan sang ibu ditumpahkan dengan mencubit keras paha anaknya, dipukuli sebanyak lima kali dengan gagang sapu, hingga membuat tubuhnya lemas, bahkan dipaksa untuk berdiri lagi, dan didorong hingga kepalanya membentur lantai. Si anak tidak berdaya membuat tubuhnya tidak bisa berbuat apa-apa. Dalam keadaan masih hidup dan sesak napas, sang putri dibawa jalan dengan motor oleh kedua orang tuanya, dengan alasan mencari udara segar buat sang anak karena khawatir pada kondisinya.

Pada akhirnya, dalam perjalanan sang anak tewas. Dan dalam kepanikannya itu mereka segera mengubur putrinya masih dengan pakaian lengkap di sebuah TPU yang ada di desa tersebut. Seperti dilansir berita nasionalokezone.com, 16 September 2020 yang lalu, insiden ini  ditanggapi oleh Komisioner KPAI, Retno Listyarti bahwa tidak seharusnya orang tua melakukan hal tersebut. Sebab anak adalah tanggung jawab orang tua bukan menjadi beban, perlunya kesabaran mendampingi anak belajar di masa pandemi juga harus ditingkatkan.

Seperti inilah potret buram ketahanan keluarga negeri ini. Terkikisnya peran-peran orang tua terhadap pengasuhan, pendidikan dan pelindung anak-anaknya semakin tidak terkontrol lagi. Terlebih peristiwa ini terjadi di tengah pandemi, ketika hampir seluruh anak didik dipindahkan belajar online di rumah. Satu dan lain hal, dampak dirumahkannya anak-anak menjadi beban baru bagi kaum ibu rumah tangga. Tetap, negara belum juga mampu mengatasi sistem pendidikan yang terbaik. Akibatnya banyak keluarga dan anak-anak menjadi korban kekerasan di dalam rumahnya sendiri.

Para Ibu menghadapi situasi pandemi ini dengan stress dan emosi yang tidak stabil. Karena dianggap beban rumah tangga, sekaligus menjadi pengajar pendidikan menambah ruwetnya tanggung jawab sebagai ibu di rumah. Semestinya peran sejati seorang ibu lebih kepada seorang pendidik dan menonjolkan kasih sayang kepada anak-anaknya, bukan malah menjadi penjagal akibat nafsu dan amarah apalagi gelap mata. Sungguh, setan adalah musuh yang nyata, saat emosi sudah di ubun-ubun, maka godaan untuk berbuat pada batas nalar seorang ibu akan dilakoni, jauh sebelum penyesalan akan datang pada akhirnya..

Lalu siapakah yang patut disalahkan dari kejadian ini? Pandemikah, pendidikan sekolah yang berganti haluan, atukah pemerintah sebagai institusi penyelenggara pendidikan?

Banyak faktor yang mempengaruhi kekerasan pada anak. Namun yang pasti sistemlah yang tengah merusak tatanan masyarakat dan keluarga dari fungsi yang seharusnya. Sistem kapitalisme, sekulerisme dan liberalisme menjadi pemicu degradasi moral, mental dan spiritual bagi setiap individu. Tak ada lagi rasa aman, nyaman dan kasih sayang seorang Ayah dan Ibu kepada anaknya. Berbagai sikap orang tua yang dtunjukkan kepada anaknya tergantung pada kondisi dan situasi orang tua, baik dari kondisi ekonomi, kesehatan mental dan spiritual, dan sosial.

Minimnya pembekalan agama dalam ilmu pengasuhan dan keluarga menjadikan sebuah pernikahan hanya sebuah kebutuhan dan peran orang tua menjadi kebetulan. Padahal seharusnya, menjadi orang tua itu harus betulan (sesungguhnya), yang siap pada konsekwensi sebuah pernikahan.

Dan yang terpenting, support negara harus mampu mengambil alih peran sebagai pemutus mata rantai kekerasan dan penghasil kebijakan tepat, agar peristiwa semacam ini tidak terjadi lagi di masa yang akan datang. Memastikan tidak akan ada lagi korban kekerasan pada anak hingga kehilangan nyawa.

Ibu adalah Pendidik Pertama dan Utama

 Seorang penyair ternama Hafiz Ibrahim mengungkapkan:

Al-Ummu madrasatul ula, iza a’dadtaha a’dadta sya’ban thayyibal a’raq.”

Artinya: Ibu adalah madrasah (Sekolah) pertama bagi anaknya. Jika engkau persiapkan ia dengan baik, maka sama halnya engkau persiapkan bangsa yang baik pokok pangkalnya.

Allah menciptakan perempuan sebagai makhluk yang dikodratkan dalam perantara lahirnya manusia di muka bumi sebagai penerus generasi yang bertakwa. Perempuan diberikan kelebihn sebagai ibu untuk bisa mengandung, melahirkan, memelihara calon generasi umat penerus peradaban gemilang. Perempuan sebagai pendidik paling utama bagi anak. Ibu yang dibekali dengan tsaqafah Islam, akan mengeahui bagaimana cara mendidik anak sesuai dengan yang diajarkan Rasulullah saw. Dengan Ibu yang berkualitas akan membentuk anak yang berkualitas karena didikan dan pengasuhan yang terbaik diberikan darinya.

Inilah beberapa peran ibu dalam mendidik anak:

1. Mendidik anak untuk bertanggung jawab.

2. Mendidik anak mulai dari dalam kandungan.

3. Mendidik sopan santun agar anak memiliki akhlak yang mulia.

4. mendidik iman kepada anaknya.

Itulah mengapa, jika peran dan fungsi ibu dijalankan dengan baik dan benar sesuai syariat, maka tidak akan ada lagi kasus-kasus miris yang melibatkan ibu dan anak di masa yang akan datang. Keburukan sistem kapitalis, sekuleris dan liberalis yang ada sekarang tidak mampu melindungi keluarga muslim atau keluarga mana pun di muka bumi. Hanya sistem Islam yang mampu mewujudkan ketahanan keluarga bertakwa dalam melanjutkan kehidupan Islam. Melalui ibu yang terdidik maka lahirlah anak yang didambakan, sebagai calon pemimpin umat di masa yang akan datang. Wallahu a’lam bishawab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Sungguh prihatin kondisi rumah Ustadz Ahmad Sukarman ini. Rumah tinggal yang difungsikan sebagai markas pengajian ini sangat tidak layak, rapuh dan reyot terancam roboh....

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Latest News
Legalisasi Miras: Apa Kabar Kiyai Ma’ruf Amin?

Legalisasi Miras: Apa Kabar Kiyai Ma’ruf Amin?

Selasa, 02 Mar 2021 07:48

Abdul Mu'ti Minta Pemerintah Dengarkan Aspirasi Masyarakat yang Keberatan dengan Perpres Miras

Abdul Mu'ti Minta Pemerintah Dengarkan Aspirasi Masyarakat yang Keberatan dengan Perpres Miras

Selasa, 02 Mar 2021 07:11

Pilpres 2024, Antara yang Muda dan yang Tua

Pilpres 2024, Antara yang Muda dan yang Tua

Selasa, 02 Mar 2021 06:54

Perpres Produksi Miras, Presiden Jokowi Mikir Apa Tidak Ya?

Perpres Produksi Miras, Presiden Jokowi Mikir Apa Tidak Ya?

Selasa, 02 Mar 2021 06:39

Laporan: 3 Nama Secara Misterius Dihapus Dari Laporan AS Tentang Pembunuhan Khashoggi

Laporan: 3 Nama Secara Misterius Dihapus Dari Laporan AS Tentang Pembunuhan Khashoggi

Senin, 01 Mar 2021 20:35

Badan Amal Turki Akan Bangun Kota Untuk Para Pengungsi Di Azaz Barat Laut Suriah

Badan Amal Turki Akan Bangun Kota Untuk Para Pengungsi Di Azaz Barat Laut Suriah

Senin, 01 Mar 2021 20:01

Taliban Serukan AS Patuhi Perjanjian Damai Yang Ditandatangani Tahun Lalu Di Qatar

Taliban Serukan AS Patuhi Perjanjian Damai Yang Ditandatangani Tahun Lalu Di Qatar

Senin, 01 Mar 2021 17:03

Politik Mabuk Jokowi

Politik Mabuk Jokowi

Senin, 01 Mar 2021 14:54

Forum Jurnalis Muslim Tetapkan Dudy Sya'bani Takdir sebagai Ketum Periode 2021-2024

Forum Jurnalis Muslim Tetapkan Dudy Sya'bani Takdir sebagai Ketum Periode 2021-2024

Senin, 01 Mar 2021 14:28

281 Anak dari 19 Provinsi Ikuti Lomba Tahfidz Nasional yang Diadakan Masjid Astra

281 Anak dari 19 Provinsi Ikuti Lomba Tahfidz Nasional yang Diadakan Masjid Astra

Senin, 01 Mar 2021 13:48

Sebagus Apapun, Dakwah Bisa Gagal Jika Salah Pendekatan

Sebagus Apapun, Dakwah Bisa Gagal Jika Salah Pendekatan

Senin, 01 Mar 2021 12:15

Bisa Jatuh Digoyang Maumere

Bisa Jatuh Digoyang Maumere

Senin, 01 Mar 2021 12:05

Bentrokan Meningkat Di Marib Antara Pasukan Pemerintah Yaman Dan Pemberontak Syi'ah Houtsi

Bentrokan Meningkat Di Marib Antara Pasukan Pemerintah Yaman Dan Pemberontak Syi'ah Houtsi

Ahad, 28 Feb 2021 22:36

10 Demonstran Anti-Kudeta Tewas Oleh Tindakan Keras Pasukan Keamanan di Beberapa Kota Myanmar

10 Demonstran Anti-Kudeta Tewas Oleh Tindakan Keras Pasukan Keamanan di Beberapa Kota Myanmar

Ahad, 28 Feb 2021 21:06

PKS Tolak Perpres Terkait Penanaman Modal untuk Industri Minuman Keras

PKS Tolak Perpres Terkait Penanaman Modal untuk Industri Minuman Keras

Ahad, 28 Feb 2021 18:52

Workshop Jurnalistik Wahdah Islamiyah

Workshop Jurnalistik Wahdah Islamiyah

Ahad, 28 Feb 2021 18:20

Waketum Persis: Minuman Keras adalah Induk Segala Kejahatan

Waketum Persis: Minuman Keras adalah Induk Segala Kejahatan

Ahad, 28 Feb 2021 18:18

Kelompok Ham: Inggris Berisiko Ciptakan 'Guantanamo Baru' Di Suriah

Kelompok Ham: Inggris Berisiko Ciptakan 'Guantanamo Baru' Di Suriah

Ahad, 28 Feb 2021 16:45

Mantan Perdana Menteri Maroko Sebut Musim Semi Arab Belum Berakhir

Mantan Perdana Menteri Maroko Sebut Musim Semi Arab Belum Berakhir

Ahad, 28 Feb 2021 15:48

Buzzer Mendengung Membuat Bising Aceh

Buzzer Mendengung Membuat Bising Aceh

Ahad, 28 Feb 2021 10:52


MUI

Must Read!
X