Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.169 views

Materialisme, Tradisi Ubasute, dan Keengganan Merawat Orangtua

 

Oleh: Erwina

Seorang pria menggendong ibunya yang sudah renta. Dia berniat membuang ibunya ke hutan. Sepanjang perjalanan, si ibu mematahkan ranting dari keranjang yang dibawa. Hingga ketika tiba di hutan dan akan berpisah, si ibu meminta anaknya mengikuti ranting yang telah dipatahkan agar bisa sampai ke rumah tanpa tersesat. Petunjuk sang ibu membuat si anak terharu dan memutuskan membawa ibunya pulang kembali.

Kisah di atas barangkali sudah sering kita dengar. Itulah salah satu kisah ubasute. Ubasute merupakan tradisi membuang anggota keluarga yang sudah lanjut usia atau sakit ke tempat terpencil di Jepang. Namun tradisi ini telah dihapus. Sayangnya, akhir-akhir ini gejala yang sama dengan ubasute ditampakkan oleh masyarakat Indonesia. Viral tentang surat pernyataan tiga anak yang menyerahkan ibunya yang sudah lanjut usia ke panti jompo. Termasuk perawatannya ketika sang ibu kelak menemui ajalnya. Benarkah tradisi masa lalu Jepang telah menjangkiti Indonesia?

Konon, tradisi ubasute dilakukan untuk mengurangi jatah makan. Cukup mirip dengan alasan tiga anak yang menyerahkan ibunya ke panti jompo. Dalam surat yang viral itu disebutkan alasannya adalah karena kesibukan ketiga anak tersebut sehingga tidak sempat merawat ibunda mereka.

Entah sibuk apa, yang jelas kondisi ekonomi yang sulit saat ini cukup bisa memaksa orang untuk sibuk bekerja. Alasannya demi mendapat penghasilan yang cukup untuk menghidupi keluarga yang di rumah yang menjadi tanggungannya. Kondisi pandemi makin menyulitkan sisi perekonomian masyarakat. Karenanya dijadikan hal tersebut dalih untuk menyerahkan perawatan orang tua kepada panti jompo.

Memang merawat orang tua membutuhkan waktu, tenaga, dan kesabaran yang luar biasa. Belum lagi jika orang tua tersebut menderita sakit. Juga pikun. Belum lagi jika orang tua tersebut memiliki anak yang banyak. Siapakah dari kesekian anaknya itu yang mau merawatnya? Apakah anak laki-laki atau anak perempuan? Apakah anak sulung, bungsu, atau tengah?

Kebanyakan orang berpendapat lebih pas ikut anak perempuan daripada menantu perempuan. Seorang teman pernah bercerita ketika merawat ayahnya yang sedang sakit. Dia putri satu-satunya, saudara kandung yang lain semuanya laki-laki. Namun ternyata sang ayah lebih nyaman dengan menantu laki-lakinya alias suami teman saya itu. Untungnya si suami tipikal orang yang penyabar. Dengan telaten, dia merawat ayah mertuanya. Jadi faktor kenyamanan dan kecocokan menjadikan orangtua merasa klop ketika dirawat. Namun ada juga orangtua yang tidak memilih. Pasrah dan terserah saja siapapun di antara anak-anaknya yang akan merawatnya kelak di masa tuanya. Bagaimana dengan sang anak?

Merawat orangtua sejatinya bentuk bakti anak pada orangtuanya. Sayangnya cengkeraman materialisme gencar mendera. Perhitungan materilah yang lebih dikedepankan dalam hal ini. Orang yang sudah tua bisa dibilang tidak produktif lagi. Karenanya menjadi pihak yang ditanggung. Masalahnya, siapa yang wajib menanggung? Kiranya logis jika yang menanggung adalah anaknya. Hanya saja jika si anak juga dalam kondisi ekonomi yang tidak baik, maka keberadaan orang tua yang sudah tidak produktif bisa dianggap sebagai beban, juga tidak mendatangkan keuntungan secara materi sedikitpun. Bahkan bisa jadi akan menghabiskan materi yang banyak. Misal karena sakit. Selain itu juga bisa menambah kerepotan, butuh waktu yang memadai, juga kesabaran ekstra.

Lagi-lagi bila mengedepankan aspek kemanfaatan dan untung rugi, jelas tidak ada keuntungan dari sisi materi ketika merawat orangtua yang sudah lanjut usia. Muncullah pemikiran yang lebih manusiawi dengan menitipkan orangtua pada panti jompo. Bukankah untuk tujuan itulah panti jompo ada? Di sana, orangtua lanjut usia ada yang merawat dan tidak terlantar.

Di zaman yang mengagungkan demokrasi dengan segala kebebasannya, pemikiran si anak tidaklah salah. Bisa jadi si anak ini dulu juga dididik dengan pemikiran yang dikuasai materialisme. Misal bagaimana orangtua ketika mendidik anak dan memilihkan sekolah untuk anaknya, mayoritas bertujuan agar kelak bisa mendapatkan pekerjaan yang layak. Sekolah tidak lagi ditujukan untuk menuntut ilmu, tapi mengejar nilai dan ijazah agar mendapat pekerjaan yang pantas. Selanjutnya mendapatkan gaji yang pantas pula dan bisa memenuhi kebutuhan hidup.

Namun viralnya surat penitipan ibu lanjut usia ini ke panti jompo oleh anak-anaknya, mampu menyentuh perasaan warganet. Komentar berdatangan, positif maupun negatif. Tak semua warganet menyetujui sikap ketiga anak tersebut. Berbakti pada orangtua yang utama. Karenanya seharusnya tidak bisa diukur dengan materi semata. Bukankah dulu orangtua ketika merawat anak-anaknya dengan tulus? Bahkan mereka rela berkorban demi anak-anaknya.

Kurang ajar jika si anak enggan merawatnya di hari tuanya. Tapi apalah daya, selama cengkeraman materialisme itu terus bercokol maka kisah-kisah orangtua yang dititipkan ke panti jompo akan terus ada. Jadi bukan ubasute sebenarnya yang menjangkiti, melainkan paham materialisme. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Insya Allah besok Jum’at IDC berbagi Sedekah Jum’at dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an kepada para Santri TPQ Masjid Al-Iman Garut. Mari berburu keberkahan sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur'an....

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah  Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Nurul Hikmah di Tangerang Banten ini terhenti karena terkendala biaya. Diperlukan biaya 30 juta rupiah untuk merampungkan agar ibadah dan syiar Islam makin semarak....

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Ustadz Karita dan Ustadzah Nurjanah totalitas berdakwah memajukan pendidikan agama di Leuwigede Indramayu. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di gubuk dari karung bekas. Ayo Bantu..!!!...

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Latest News
Mengapa Sebutan Teror Inggris Untuk Hamas Kontraproduktif

Mengapa Sebutan Teror Inggris Untuk Hamas Kontraproduktif

Sabtu, 27 Nov 2021 21:33

Inggris Resmi Larang Hamas, Sebut Sebagai 'Kelompok Teroris Islam'

Inggris Resmi Larang Hamas, Sebut Sebagai 'Kelompok Teroris Islam'

Sabtu, 27 Nov 2021 20:22

Muhyidin Junaidi: Moderasi Islam dan Moderasi Beragama itu Tidak Sama

Muhyidin Junaidi: Moderasi Islam dan Moderasi Beragama itu Tidak Sama

Sabtu, 27 Nov 2021 19:54

Terkait Putusan MK soal UU Ciptaker, HNW: Sejak RUU, PKS Mengkritisi dan Menolaknya

Terkait Putusan MK soal UU Ciptaker, HNW: Sejak RUU, PKS Mengkritisi dan Menolaknya

Sabtu, 27 Nov 2021 12:42

Aksi Umat Islam di Solo Minta Pembebasan Tiga Ulama

Aksi Umat Islam di Solo Minta Pembebasan Tiga Ulama

Sabtu, 27 Nov 2021 11:32

MK Minta UU Cipta Kerja Diperbaiki, Fahira Idris: Buka Partisipasi Publik Seluas-luasnya dan Kedepan

MK Minta UU Cipta Kerja Diperbaiki, Fahira Idris: Buka Partisipasi Publik Seluas-luasnya dan Kedepan

Sabtu, 27 Nov 2021 11:27

MK Sebut Pembentukan UU Cipta Kerja Inkonstitusional, Netty: Kenapa Tetap Berlaku?

MK Sebut Pembentukan UU Cipta Kerja Inkonstitusional, Netty: Kenapa Tetap Berlaku?

Sabtu, 27 Nov 2021 10:19

Urgen, Mari Support Dakwah Media Voa Islam

Urgen, Mari Support Dakwah Media Voa Islam

Sabtu, 27 Nov 2021 00:06

Kader Muda MUI Kalimantan Deklarasi Siap Jadi Mujahid Digital

Kader Muda MUI Kalimantan Deklarasi Siap Jadi Mujahid Digital

Jum'at, 26 Nov 2021 22:28

Weleh, Prabowo Bertemu Itay Tagner

Weleh, Prabowo Bertemu Itay Tagner

Jum'at, 26 Nov 2021 21:25

Soal Permendikbud, Politisi: Tujuan Pendidikan Bukan untuk Merusak Moral

Soal Permendikbud, Politisi: Tujuan Pendidikan Bukan untuk Merusak Moral

Jum'at, 26 Nov 2021 17:20

Polisi Uzbekistan Paksa Pria Muslim Untuk Mencukur Jenggot

Polisi Uzbekistan Paksa Pria Muslim Untuk Mencukur Jenggot

Jum'at, 26 Nov 2021 17:15

Aliansi Cerahkan Negeri Kembali Melakukan Aksi Penolakan RUU TPKS di DPR

Aliansi Cerahkan Negeri Kembali Melakukan Aksi Penolakan RUU TPKS di DPR

Jum'at, 26 Nov 2021 16:54

Guru Wahdah Islamiyah Juara 1 Guru Inspiratif Kategori Non ASN

Guru Wahdah Islamiyah Juara 1 Guru Inspiratif Kategori Non ASN

Jum'at, 26 Nov 2021 16:41

Partai Gelora Ajak Semua Pihak Berkolaborasi Berikan Literasi Perubahan Iklim kepada Masyarakat

Partai Gelora Ajak Semua Pihak Berkolaborasi Berikan Literasi Perubahan Iklim kepada Masyarakat

Jum'at, 26 Nov 2021 16:29

Sektor Kesehatan, Industri Menggiurkan Bagi Pejabat?

Sektor Kesehatan, Industri Menggiurkan Bagi Pejabat?

Jum'at, 26 Nov 2021 09:45

Bila Terus Menentang Firman Allah, Apa Jadinya Kita?

Bila Terus Menentang Firman Allah, Apa Jadinya Kita?

Jum'at, 26 Nov 2021 09:08

Malang Berduka, Ustadz Azhar Reza Wafat Dalam Touring Malang-Lombok

Malang Berduka, Ustadz Azhar Reza Wafat Dalam Touring Malang-Lombok

Kamis, 25 Nov 2021 23:45

Bagaimana Perlawanan Bersenjata Palestina Bertahan Di Tepi Barat Utara

Bagaimana Perlawanan Bersenjata Palestina Bertahan Di Tepi Barat Utara

Kamis, 25 Nov 2021 22:53

Songsong 2022, IHATEC Luncurkan Program Pelatihan dan Konsultasi Halal

Songsong 2022, IHATEC Luncurkan Program Pelatihan dan Konsultasi Halal

Kamis, 25 Nov 2021 16:59


MUI

Must Read!
X