Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
18.153 views

Golput Di mana-mana Pemenang Pemilukada, Jokowi Tak Laku

Jakarta (voa-islam.com) Di mana-mana yang menjadi pemenang pemilukada  adalah Golput. Rakyat sudah "nek" dengan calon pemimpin daerah dan pemilu.

Rakyat semakin cerdas. Tak lagi bisa ditipu dengan janji-janji "gombal" para tukang tipu yang menggunakan kedok "pemimpin".

Mereka yang mengaku paling  bersih ternyata paling "doyan". "Doyan" duwit dan perempuan. Rakyat hanya dijadikan tangga alias keset, tetapi sesudah berkuasa tak pernah memperhatikan kehidupan rakyat, dan rakyat tak pernah  menjadi lebih baik.

Pemimpin partai politik hanya terdiri dari para  pemuja syahwat. Tak aneh sekarang  politik terus gonjing-ganjing. Akibat para pucuk pimpinan partai digelandang KPK, akibat dugaan korupsi.

Maka, sikap rakyat terhadap pemilukada itu, nampak di Jakarta, Jawa Barat, dan di Sumatera, sangat kritis. Banyak rakyat yang memilih Golput, dibandingkan  menggunakan hak pilih mereka.

Di DKI Jakarta Golput mencapai 40 persen, di Jawa Barat Golput 37 persen, dan bahkan di Sumatera Utara jumlah Golput sampai 50 persen. Ini merupakan cerminan rakyat tidak memiliki kepercayaan terhadap yang namanya : pemimpin dan partai politik.

Maka, PDIP, walaupun sudah menyorongkan manusia paling populer di jagad raya ini, dan didukung media kristen seperti Kompas, tetapi tak laku dijual dan mendongkrak suara calon seperti "Oneng" di Jawa Barat dan "Effendi Simbolon" di Sumut. Jokowi tak dapat memenangkan dua tokoh PDIP. Jokowi sudah tak laku dijual oleh PDIP.

Manusia yang paling super menurut media kristen dan sekuler itu, sejatinya hanyalah tokoh yang diskenariokan sebagai tokoh nasional di tahun 2014. Lalu, di uji coba di DKI, Jabar dan Sumut. Ternyata Jokowi biasa-biasa saja. Tak bisa menyulap "Oneng" dan "Effendi Simbolon" menjadi pemenang.

Kenyataannya, meski telah menghadirkan Jokowi sebagai juru kampanye, namun pasangan Cagub PDIP kembali gagal, setelah sebelumnya pasangan Cagub Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki juga gagal di Pemilukada Jawa Barat.

Menururt pengamat politik, Karel Susetyo kalau Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sebagai brand image politik itu memang kuat yakni baju kotak-kotak dan ide perubahan yang melekat pada dirinya.

Akan tetapi, brand itu tidak bisa di copy paste begitu saja, dan sudah tidak laku lagi. Karena, terbukti selama 100 hari memerintah di DKI, Jokowi menjadi seperti orang "bingung dan linglung", dan tak tahu melangkah. Jokowi hanya dibesarkan oleh media massa belaka.

"Brand bisa hidup karena ruh dan semangat Jokowi. Jadi, ini faktanya gagal Jokowi efek sebelumnya pasangan Rieke-Teten juga kalah di Pilkada Jabar," kata Karel, kepada wartawan di Jakarta, Kamis (7/3/2013).

Karel mengatakan, meski baju kotak-kotak masih dijadikan ikon oleh Cagub-cagub yang diusung PDIP, baik dalam Pemilukada Jawa Barat, dam Sumatera Utara, namun hal itu tidak bisa mengulang kesuksesan dalam Pemilukada DKI Jakarta.

"Tapi itu tidak ada ruhnya, baju mah siapa aja juga bisa pakai tapi kan ruhnya berbeda," sindirnya.

Karel menyinggung, masyarakat pun kemungkinan sudah mengetahui bagaimana Effendi Simbolon itu terkenal orang yang berpenampilan elit.

"Nah tiba-tiba saja mau tampil merakyat ya, ga bisa itu aneh lah. Karena image-image yang terbangun mau perubahan ga bisa masuk, jadi utamanya itu brand dan ruh yang dibangun," jelas peneliti dari POINT Indonesia.

Memang, sebagai kader ya wajar saja kalau Jokowi menjalankan tugas partai tapi pengaruhnya juga tidak terlalu banyak.

"Udahlah Jokowi efek itu tidak terbukti pasca Pemilukada di Jakarta, yang menang setelah Pemilukada Jakarta itu hanya di Kalimantan Barat (Kalbar), tapi itu juga bukan karena Jokowi efek. Kandidat tidak pakai kotak-kotak namun berhubung incumbent dan cara kerjanya sama dengan Jokowi, hanya saja dia tidak diekspose saja. Kalau Jokowi kan over ekspose karena di Jakarta," tegasnya lagi.

Jadi Jokowi itu hanyalah dibesar-besarkan media kristen dan sekuler yang sekarang ini merajut sebuah rekayasa, agar Jokowi nanti dapat tampil di tahun 2014, dan menjadi iko sebagai pembaharu, sekaligus tokoh perubahan.

Isu perubahan itu yang selalu diusung oleh media kristen dan sekuler. Tujuannya hanya satu menghapus kekuatan Islam politik dari panggung politik Indonesia.Dengan menggunakan peluru : Jokowi. Wallahu'alam.

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
LSM: Raksasa Media Sosial Sensor Konten Pro-Palestina Ratusan Kali

LSM: Raksasa Media Sosial Sensor Konten Pro-Palestina Ratusan Kali

Selasa, 05 Jul 2022 17:30

Milad ke-14, Ini Capaian AQL Islamic Center

Milad ke-14, Ini Capaian AQL Islamic Center

Selasa, 05 Jul 2022 11:50

Menatap Idul Qurban dengan Taqwa

Menatap Idul Qurban dengan Taqwa

Senin, 04 Jul 2022 22:44

Pasukan Pemerintah Yaman Bersiap Lancarkan Operasi Militer Terhadap Al-Qaidah Di Selatan

Pasukan Pemerintah Yaman Bersiap Lancarkan Operasi Militer Terhadap Al-Qaidah Di Selatan

Senin, 04 Jul 2022 22:35

Pasukan Keamanan Saudi Lakukan Parade Di Mekah Dalam Persiapan Untuk Pengamanan Haji

Pasukan Keamanan Saudi Lakukan Parade Di Mekah Dalam Persiapan Untuk Pengamanan Haji

Senin, 04 Jul 2022 22:05

Effendi Simbolon Omong Besar

Effendi Simbolon Omong Besar

Senin, 04 Jul 2022 19:36

Jokowi Akan Menjadi Sekjen PBB?

Jokowi Akan Menjadi Sekjen PBB?

Senin, 04 Jul 2022 16:10

Potensi Diskriminasi dibalik RUU Kesejahteraan Ibu dan Anak (KIA)

Potensi Diskriminasi dibalik RUU Kesejahteraan Ibu dan Anak (KIA)

Senin, 04 Jul 2022 15:52

Miras Holywings di Negeri Muslim Mayoritas

Miras Holywings di Negeri Muslim Mayoritas

Senin, 04 Jul 2022 15:39

Jumlah Warga Jerman Yang Keluar Dari Dinas Militer Meningkat 2 Kali Lipat Karena Perang Rusia-Ukrain

Jumlah Warga Jerman Yang Keluar Dari Dinas Militer Meningkat 2 Kali Lipat Karena Perang Rusia-Ukrain

Senin, 04 Jul 2022 15:32

IHATEC dan Lembaga Riset Jepang Jalin Kerjasama Strategis di Bidang Halal

IHATEC dan Lembaga Riset Jepang Jalin Kerjasama Strategis di Bidang Halal

Senin, 04 Jul 2022 14:35

Bermitra dengan BPJPH, IHATEC Siap Dukung Tercipta SDM Bidang Halal

Bermitra dengan BPJPH, IHATEC Siap Dukung Tercipta SDM Bidang Halal

Senin, 04 Jul 2022 14:24

DPRD: Kasus Holywings Jadi Momentum Evaluasi Perda Miras di Kota Bekasi

DPRD: Kasus Holywings Jadi Momentum Evaluasi Perda Miras di Kota Bekasi

Ahad, 03 Jul 2022 22:07

Anis Byarwati Dinobatkan sebagai Bunda UMKM

Anis Byarwati Dinobatkan sebagai Bunda UMKM

Ahad, 03 Jul 2022 22:02

Laporan: FBI Sewa Vila Di Istanbul Untuk Tersangka Islamic State Sebelum Beri Tahu Otoritas Turki

Laporan: FBI Sewa Vila Di Istanbul Untuk Tersangka Islamic State Sebelum Beri Tahu Otoritas Turki

Ahad, 03 Jul 2022 21:05

Demonstrasi Anti-Militer Berlanjut Di Sudan Untuk Menuntut Pemerintahan Sipil

Demonstrasi Anti-Militer Berlanjut Di Sudan Untuk Menuntut Pemerintahan Sipil

Ahad, 03 Jul 2022 20:45

Otoritas Palestina Serahkan Peluru Yang Menewaskan Jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh Ke AS

Otoritas Palestina Serahkan Peluru Yang Menewaskan Jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh Ke AS

Ahad, 03 Jul 2022 20:13


MUI

Must Read!
X