Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
43.022 views

PDIP, Siapapun Presidennya Tidak Akan Pernah Bisa Memperbaiki Indonesia

JAKARTA (voa-islam.com) - Mega, Jokowi, dan PDIP menggunakan jargon : ‘INDONESIA HEBAT’. Apakah Mega, Jokowi, dan PDIP akan dapat menjadikan Indonesia ‘HEBAT’? Inilah pertanyaan yang sangat penting.

Karena jargon yang dipilih oleh Mega, Jokowi dan PDIP itu, nantinya hanya akan menjadi ungkapan klise. Kalau tidak dapat mewujudkan dalam kehidupan nyata.

Apakah Mega, Jokowi dan PDIP memiliki obsesi menjadikan Indonesia sebagai negara dan bangsa yang ‘HEBAT’ di tengah-tengah persaingan global di masa depan? Apakah Mega, Jokowi, dan PDIP memahami arti yang diucapkan atau jargon yang dicetuskan itu, ingin menjadikan Indonesia sebagai negara dan bangsa ‘HEBAT’?

Dengan apa Mega, Jokowi, dan PDIP menjadikan negara dan bangsa Indonesia menjadi ‘HEBAT’? Tidak mudah seperti diucapkan dalam kata-kata. Ini memerlukan prototipe manusia yang sangat luar biasa. Mega, Jokowi, dan PDIP harus mengubah dirinya secara mendasar, sehingga menjadi manusia tauladan. Rakyat dan bangsa ini membutuhkan langkah besar.

Jokowi telah melontarkan gagasan tentang ‘REVOLUSI MENTAL’. Tetapi, masih bersifat wacana, dan belum jelas, apa substansi dari gagasan ‘REVOLUSI MENTAL’ itu.

Masalahnya, Mega sudah pernah berkuasa, dan tidak berhasil melakukan perubahan yang mendasar bagi kehidupan rakyat bangsa Indonesia. Mega tidak dapat memberi tauladan dalam berpolitik dan memimpin.

Tentu yang paling pokok dan dibutuhkan Mega, Jokowi, dan para kader PDIP harus menjadi tauladan. Menjadi tauladan dalam segala bidang. Terutama terkait dengan moralitas para elite, kader, dan seluruh eksponen PDIP. Dapatkah?

Dalam masalah korupsi PDIP justru menurut catatan KPK Watch, justeru PDIP menjadi partai yang paling korup. Dengan jumlah kadernya atau tokohnya yang terlibat korupsi mencapai 113 orang, sejaka tahun 2002-2013.

Ini mengindasikan PDIP tidak dapat menjadi pelopor perbaikan bagi kehidupan yang bersih, dan bertujuan menciptakan pemerintahan yang bersih ‘good governance’. Belum lagi kader-kader PDIP di daerah-daerah yang menjadi tersangka korupsi, seperti gubernur, bupati, walikota, dan anggota DPRD.

Sikap Mega dan PDIP, selama berkuasa tidak nampak, sebagai partai yang selalu menyatakan sebagai partainya ‘wong cilik’, membela petani, buruh yang tertindas,  justeru Mega dan PDIP menunjukkan keberpihakan terhadap para konglomerat.

Bahkan, Mega memberikan pengampunan kepada konglomerat hitam, yang mengemplang dana BLBI Rp 650 triliun, saat berulang tahun di Bali. Mega memanjakan para konglomerat hitam. Bagaimana Mega bisa dikatakan sebagai pembela ‘wong cilik’?

Di sisi lain, Mega saat berkuasa, menjual asset negara yang sangat strategis kepada fihak asing. Seperti, Indosat kepada Singapura hanya dengan harga Rp 5 triliun. Mega juga menjual BCA yang assetnya Rp 60 triliun dijual kepada Michael Hartono, pemilik rokok Djarum, hanya dengan harga Rp 5 triliun. Sungguh sangat luar biasa. Mega juga menjual gas tangguh kepada Cina, dan dengan harga yang murah, dan Indonesia dirugikan bertriliun-triliun. Sementara itu, kehidupan rakyat semakin sengsara.

Di era Mega pula, lahir kebijakan di bidang perburuhan, yaitu undang perburuhan yang sangat penting bagi kehidupan buruh, dan yang dikenal yaitu ‘outsourching’. Di mana ini sangat merugikan bagi buruh, dan tanpa adanya jaminan masa depan bagi mereka. Undang-undang perburuhan yang sangat merugiian itu, lahir saat menteri tenaga kerjanya, Jacob Nuwamewa. Sungguh ironi.

Tentu, sekarang kontrovesi tentang pilihan Mega terhadap JK yang menjadi calon wakil presidn Jokowi. Menurut pendiri PDIP, Sabam Sirait, menyatakan bahwa Jusuf Kalla (JK) ditunjuk untuk menjadi bakal Cawapres mendampingi bakal Capres Joko Widodo (Jokowi), karena bersedia membayar “mahar politik” sebesar 10 T (sepuluh trilyun rupiah).

Pernyataan Sabam Sirait tentang “mahar politk” 10 T ini, berawal ketika JK dipastikan dan disepekati dan dideklarasikan oleh semua partai mitra koalisi Poros PDIP sebagai bakal Cawapres pendamping Jokowi. Selama ini publik dan rakyat selalu mendengarkan apa yang diucapkan oleh Jokowi, tidak ada ‘deal’ apapun bagi para pendukung Jokowi dan PDIP, yang ikut dalam barisan koalisi.

Seperti diungkapkan oleh Mahfud MD, bahwa apa yang diungkapkan oleh Jokowi, tentang tidak adanya ‘deal’ apapun, baik menyangkut uang atau jabatan di pemerintahan. Tetapi, menurut Mahfud, semuanya itu hanyalah bohong belaka. Karena, menurut Mahfud justru terjadi transaksi yang luar biasa. Jadi tidak ada yang disebut ‘makan siang gratis’. Kalau tidak uang , pasti diiming-imingi jabatan dalam kabinet.

Jadi dengan politik yang penuh transaksional itu, bagaimana Mega dan Jokowi akan membangun negara yang bersih alias good governance? Apalagi, kalau apa yang dikatakan oleh tokoh PDIP Sabam Sirait itu benar, bahwa JK memberkan mahar Rp 10 T, itu merupakan gambaran yang sangat kelam bagi masa depan Indonesia. Karena dengan memulai proses politik dengan cara transaksional, hanya akan menciptakan pemerintahan yang korup.

Apalagi, kalau dihitung koalisi PDIP yang didukung Nasdem, PKB, dan Hanura, serta PKPI, yang mengusung Jokowi apa bisa memerintah dengan efektif , menghadapi Gerindra yang didukung oleh PPP, PKS, PAN,Golkar, dan ditambah dengan Demokrat menjadi oposisi di parlemen.

Lima tahun ke depan jika Jokowi-JK memerintah akan menghadapi kesulitan dalam mengambil kebijakan. Karena di dukung parlemen yang lemah. Jokowi akan menghadapi oposisi. Sehingga, pemerintahan tidak pernah efektif. Lima tahun ke depan akan penuh ketidakpastian. Wallahu’alam.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Otoritas Palestina Tangguhkan Kerjasama Keamanan Dengan Israel Menyusul Pembantaian Di Kamp Jenin

Otoritas Palestina Tangguhkan Kerjasama Keamanan Dengan Israel Menyusul Pembantaian Di Kamp Jenin

Jum'at, 27 Jan 2023 11:17

Pasukan Khusus AS Tewaskan Komandan Senior Islamic State Dan 10 Rekannya Di Somalia

Pasukan Khusus AS Tewaskan Komandan Senior Islamic State Dan 10 Rekannya Di Somalia

Jum'at, 27 Jan 2023 10:36

Mujahid: Imarah Islam Afghanistan Tidak Akan Runtuh Karena Krisis Ekonomi Dan Kemanusiaan

Mujahid: Imarah Islam Afghanistan Tidak Akan Runtuh Karena Krisis Ekonomi Dan Kemanusiaan

Kamis, 26 Jan 2023 16:16

Polisi India Tangkap Mahasiswa Saat Pemutaran Film Dokumenter BBC 'India, The Modi Question'

Polisi India Tangkap Mahasiswa Saat Pemutaran Film Dokumenter BBC 'India, The Modi Question'

Kamis, 26 Jan 2023 15:16

Al-Azhar Serukan Dunia Islam Boikot Produk Swedia Dan Belanda Karena Penodaan Al-Qur'an

Al-Azhar Serukan Dunia Islam Boikot Produk Swedia Dan Belanda Karena Penodaan Al-Qur'an

Kamis, 26 Jan 2023 14:15

Mantan Menlu AS Mike Pompeo Klaim Berhasil Gagalkan Perang Nuklir India Dan Pakistan Pada 2019

Mantan Menlu AS Mike Pompeo Klaim Berhasil Gagalkan Perang Nuklir India Dan Pakistan Pada 2019

Kamis, 26 Jan 2023 13:34

AS Putuskan Akan Kirim 31 Tank Canggih M1 Abrams Ke Ukraina

AS Putuskan Akan Kirim 31 Tank Canggih M1 Abrams Ke Ukraina

Kamis, 26 Jan 2023 12:35

Training Ilmu EROSI, Cara Anda hadapi Masalah Dengan Tersenyum

Training Ilmu EROSI, Cara Anda hadapi Masalah Dengan Tersenyum

Kamis, 26 Jan 2023 11:37

Saling Anggap Adik-Kakak, Laki dan Wanita Bukan Mahram Boleh Chattingan?

Saling Anggap Adik-Kakak, Laki dan Wanita Bukan Mahram Boleh Chattingan?

Kamis, 26 Jan 2023 11:37

CAIR Desak Pemerintah AS Hentikan Penggunaan Daftar Pantauan 'Teroris'

CAIR Desak Pemerintah AS Hentikan Penggunaan Daftar Pantauan 'Teroris'

Kamis, 26 Jan 2023 11:06

8 Keunikan Pesantren Darul Munir, Modern dan Ramah Santri

8 Keunikan Pesantren Darul Munir, Modern dan Ramah Santri

Kamis, 26 Jan 2023 10:13

Mengapa Modi Tidak Ingin Warga India Tonton Film Dokumenter BBC Tentang Kerusuhan Gujarat??

Mengapa Modi Tidak Ingin Warga India Tonton Film Dokumenter BBC Tentang Kerusuhan Gujarat??

Rabu, 25 Jan 2023 22:05

Presiden Somalia Sebut Iran Ikut Campur Di Negaranya, Terapkan 'Agenda Subersif' Lewat Upaya Bantuan

Presiden Somalia Sebut Iran Ikut Campur Di Negaranya, Terapkan 'Agenda Subersif' Lewat Upaya Bantuan

Rabu, 25 Jan 2023 18:30

Puasa Khusus di Bulan Rajab; Boleh?

Puasa Khusus di Bulan Rajab; Boleh?

Rabu, 25 Jan 2023 15:05

Pakistan Naikan Hukuman Bagi Para Penghina Istri Nabi Dan Sahabat Hingga 10 Tahun Penjara

Pakistan Naikan Hukuman Bagi Para Penghina Istri Nabi Dan Sahabat Hingga 10 Tahun Penjara

Rabu, 25 Jan 2023 15:00

Prancis Pulangkan 15 Wanita Dan 32 Anak-anak Dari Kamp Tahanan Jihadis Di Suriah

Prancis Pulangkan 15 Wanita Dan 32 Anak-anak Dari Kamp Tahanan Jihadis Di Suriah

Rabu, 25 Jan 2023 13:59

Fintech Halal Yang Didukung Aramco Luncurkan Cabang Bank Fisik Di London

Fintech Halal Yang Didukung Aramco Luncurkan Cabang Bank Fisik Di London

Rabu, 25 Jan 2023 09:38

Tahukah Anda, Marah 10 Menit Tubuh Depresi Selama 16 Jam. Ini Solusinya

Tahukah Anda, Marah 10 Menit Tubuh Depresi Selama 16 Jam. Ini Solusinya

Rabu, 25 Jan 2023 09:26

Mahasiswa India Putar Film Dokumenter Tentang Modi Meski Dilarang Pemerintah

Mahasiswa India Putar Film Dokumenter Tentang Modi Meski Dilarang Pemerintah

Selasa, 24 Jan 2023 13:52

Erdogan Ke Swedia: Jangan Harap Dukungan Turki Untuk Keanggotaan NATO Setelah Protes Stockholm

Erdogan Ke Swedia: Jangan Harap Dukungan Turki Untuk Keanggotaan NATO Setelah Protes Stockholm

Selasa, 24 Jan 2023 12:05


MUI

Must Read!
X