Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
19.356 views

Janganlah Terlalu Banyak Berharap Kepada Jokowi

JAKARTA (voa-islam.com) - Siapapun tak akan pernah bisa terpuaskan oleh sebuah kekuasaan. Siapapun  tak akan pernah bisa terbahagiakan oleh sebuah kekuasaan. Siapapun tak akan pernah bisa mendapatkan keadilan hakiki oleh sebuah kekuasaan. Apalagi dengan sistem 'la diniyah' (sekuler).

Siapapun tak pernah akan pernah bisa mewujudkan mimpi-mimpi dengan berhimpun dalam sebuah kekuasaan. Karena kekuasaan itu, hanyalah topeng bagi orang-orang yang memang haus dengan kekuasaan. Tak ada kekuasan yang benar-benar dengan tulus mengabdi kepada rakyat.

Setiap kali lahir pemimpin baru atau presiden baru, selalu rakyat berharap dengan penuh harap, bisa mendapatkan kepuasan, kebahagiaan, keadilan, dan terwujud mimpi-mimpi mereka. Tapi semuanya tak pernah bisa didapatkan oleh rakyat, dan hanya bisa berharap dan bermimpi.

Rakyat, kebanyakan sering terbuai oleh mimpi  dan  ilusi, dan memang mimpi dan ilusi, itu selalu diciptakan, tujuannya memberi harapan. Harapan bagi mereka yang masih suka berharap. Hanya semuanya berakhir dengan kekecawaan. Terkadang tragis.

Selamanya akan berakhir dengan kekecewaan, frustasi, kehancuran, serta malaptetaka. Bila seseorang atau rakyat hidupnya digantungkan hanya kepada satu orang. Satu orang dianggap memiliki kelebihan, kehebatan, dan kemampuan yang terkadang tidak logis. Orang-orang atau rakyat, juga terkadang menjadi tidak rasional. Inilah yang melahirkan ledakan kekecewaan yang hebat.

Rakyat tidak pernah salah. Terkadang terlalu menaruh harapan dan kepercayaan kepada seseorang. Bisa pemimpin atau presiden. Harapan dan kepercayaan itu, memang sengaja diciptakan oleh mereka, yang mempunyai kepentingan. Dengan segala cara. Termasuk memanipulasi tentang sejarah pemimpin atau presiden itu. Kemudian, rakyat meyakini tentang sebuah kebohongan tentang kehidupan dan sejarah pemimpin atau presiden itu.

Tak pernah ada yang jujur dan terus terang cerita tentang calon pemimpin atau presiden yang harus diterima oleh rakyat. Selalu diberikan pembenaran dengan berbagai cara. Semua disosialisasi melalui media. Media menjadi faktor penentu tentang sejarah seorang pemimpin atau presiden.

Sebuah pameo yang mengatakan, bila kebohongan dan kebusuhkan itu, secara terus-menerus dicekokan, dijejalkan dengan menggunakan opini secara permanen, akhirnya bisa merubah keyakinan orang-orang atau rakyat yang belum pernah percaya.

Tidak banyak pemimpin yang benar-benar jujur, dan ‘genuine’ (asli) memiliki kepribadian yang jujur, dan dapat dipercaya, serta memiliki empati kepada rakyat.

Sekarang berlangsung pesta-pora menyambut pelantikan Jokowi-JK sebagai pemimpin baru Indonesia. Luar biasa. Kampanye dan opini yang dibangun oleh media menjelang pelantikan Jokowi-JK, sampai sesudahnya, termasuk kemeriahan yang diciptakan terus berlangsung.

Semuanya tujuan hanya satu memberi penggambaran kepada rakyat, bahwa Jokowi benar-benar pemimpin rakyat dan dipilih oleh rakyat.

Kemeriahan pelantikan Jokowi-JK itu, belum pernah ada dalam sejarah pelantikan presiden di Indonesia. Baru pertama kalinya, pelantikan Jokowi-JK, dikampanyekan secara massive oleh berbagai media massa, dan penggambaran tentang karakter dan pribadi Jokowi. Inilah bentuk kampanye dan membangun kepercayaan bagi orang-orang dan rakyat.

Siapapun pemimpin dan presiden, terutama di Indonesia, secara empirik belum ada yang benar-benar dapat memberi kepuasan,  kebahagiaan, dan keadilan. Sepanjang sejarah Indonesia. Soekarno, Soeharto, BJ.Habibie Abdurrahman Wahid, Megawati, dan SBY.

Semuanya hanyalah membuat rakyat kecewa. Kekuasaan mereka berakhir dengan nista. Bahkan hanya melahirkan bencana.

Mula-mula, setiap kali lahir pemimpin baru, orang-orang dan rakyat, selalu disuguhi dengan cerita-cerita yang baik dan hebat tentang sang ‘pemimpin’. Kisah yang begitu menakjubkan tentang pribadinya, kejujurannya, kemampuannya, dan kesungguhnya sebagai pemimpin.

Tapi, faktanya hanya sedikit, bahkan tak ada pemimpin di Indonesia yang mewariskan kehidupan yang lebih baik. Tidak ada kemajuan. Dari waktu ke waktu.

Masih ingat tentang Soekarno? Begitu dipuja-puja. Sebagai pahlawan. Pembebas. Soekarno sebagai ‘hero’. Semuanya hanyalah berakhir dengan nista. Tak ada yang bisa dikenang dengan manis.

Ketika ingat Soekarno hanya akan ingat hidup sangat susah. Makan susah. Bahkan rakyat banyak yang terkena busung lapar, dan makan tiwul. Tentu, peristiwa yang paling diingat di era Soekarno, pembrontakan PKI, yang menewaskan ratusan ribu rakyat, dan mungkin lebih satu juta.

Soeharto berkuasa tiga puluh tahun. Apa yang diwariskan oleh Soeharto? Kecuali utang yang menggunung. Asset negara dikuasai oleh konglomerat Cina, yang menjadi piaraan Soeharto. Sekarang rakyat dan bangsa Indonesia seperti ‘yatim  piatu’ yang sangat miskin, dan tidak memiliki apa-apa lagi. Semuanya menjadi miliki asing dan cina.

Pengganti Soeharto lebih lemah lagi, orang-orang seperti Megawti, Abdurrahman Wahid, dan SBY, tak meninggalkan apapun yang bisa menjadi kebanggaan. Barangkali hanya sedikit selingan lahirnya pemimpin Indonesia, yang bisa dibanggakan, mungkin BJ. Habibie. Bisa menyelamatkan ekonomi Indonsia, ketika krisis, dan kemudian ditumbangkan.

Sekarang, rakyat berharap dan menggantungkan nasib mereka kepada Jokowi. Jokowi sudah dicitrakan oleh media-media pendukung mereka, sebagai tokoh yang jujur, sederhana dan merakyat.

Sehingga, rakyat menjadi percaya dan meyakini, Jokowi itu tokoh yang jujur, sederhana, dan merakyat. Bahkan, Majalah Time membuat Jokowi sebagai ‘cover’ majalah itu dengan title, “A New Hope”.  Benarkah Jokowi akan menjadi harapan baru bagi rakyat dan bangsa Indonesia?

Waktu dan sejarah yang akan membutkikanya. Jokowi benar-benar akan di uji oleh waktu dan sejarah. Apakah dia seorang yang jujur, sederhana, dan merakyat? Terlebih lagi bisa memuaskan, membahagiakan, dan memberikan keadilan kepada rakyat. Bukan hanya janji. Rakyat terlalu sering menerima janji. Semuanya tak pernah ada yang bisa membuktikan janjinya.

Terkadang apa yang diinginkan oleh rakyat tidak bisa terwujud. Sebaliknya, terkadang apa yang dibenci oleh rakyat  justru didapatkan.

Kita jangan terlalu berharap kepada manusia. Karena hakekatnya manusia itu makhluk lemah. Bersikaplah biasa saja terhadap Jokowi. Jokowi tidak perlu ditempatkan sebagai manusia super. Tidak perlu disambut dengan berlebihan. Nanti pasti akan kecewa. Wallahu’alam.  

mashadi1211@gmail.com

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

Alhamdulillah, kini Maria muallaf mahasiswi Universitas Brawijaya bisa bernafas lega. Yayasan IDC menyalurkan amanah dari para donatur, sebesar Rp 66.648.300 untuk membantu beasiswa pendidikan...

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Sudah 13 tahun mushalla ini menjadi sentral dakwah di kampung Gunung Sri, Tasikmalaya. Namun mushalla ini belum memiliki alat pengeras suara. Diperlukan dana 5 juta rupiah. Ayo Bantu....

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Latest News
Komisi I DPR Dorong Pemerintah Gratiskan Internet Selama Wabah Covid-19

Komisi I DPR Dorong Pemerintah Gratiskan Internet Selama Wabah Covid-19

Jum'at, 03 Apr 2020 08:49

Covid-19 Makin Menggila, Negara Kehilangan Arah?

Covid-19 Makin Menggila, Negara Kehilangan Arah?

Jum'at, 03 Apr 2020 08:23

Ribuan Napi Dibebaskan di Tengah Wabah Corona, Warganet: Ustaz Abu Bakar Baasyir Paling Layak

Ribuan Napi Dibebaskan di Tengah Wabah Corona, Warganet: Ustaz Abu Bakar Baasyir Paling Layak

Jum'at, 03 Apr 2020 07:51

Memutus Mata Rantai Corona

Memutus Mata Rantai Corona

Jum'at, 03 Apr 2020 07:09

Pembatasan Sosial Skala Besar dan Darurat Sipil, Tepatkah?

Pembatasan Sosial Skala Besar dan Darurat Sipil, Tepatkah?

Jum'at, 03 Apr 2020 06:31

WMI Edukasi Para Driver Ojol untuk Cegah Covid19

WMI Edukasi Para Driver Ojol untuk Cegah Covid19

Jum'at, 03 Apr 2020 06:21

Hadapi Covid-19, Muhammadiyah Siapkan 60 Psikolog

Hadapi Covid-19, Muhammadiyah Siapkan 60 Psikolog

Jum'at, 03 Apr 2020 06:18

Wabah Corona dan Abainya Penguasa Kapitalis

Wabah Corona dan Abainya Penguasa Kapitalis

Kamis, 02 Apr 2020 23:59

Lockdown, Kebijakan Setengah Hati Para Penguasa Negeri?

Lockdown, Kebijakan Setengah Hati Para Penguasa Negeri?

Kamis, 02 Apr 2020 23:50

Inilah 5 Tips Meningkatkan Imun Tubuh Pencegah Corona

Inilah 5 Tips Meningkatkan Imun Tubuh Pencegah Corona

Kamis, 02 Apr 2020 23:28

Pendaftaran Program Beasiswa Santri 2020 Dibuka, Kemenag Siapkan Kader Ulama

Pendaftaran Program Beasiswa Santri 2020 Dibuka, Kemenag Siapkan Kader Ulama

Kamis, 02 Apr 2020 23:27

Mendiskusikan Skenario Makro Ekonomi Indonesia

Mendiskusikan Skenario Makro Ekonomi Indonesia

Kamis, 02 Apr 2020 23:00

Anies Alokasikan Dana Rp 3 T untuk Penanganan Virus Corona hingga Mei

Anies Alokasikan Dana Rp 3 T untuk Penanganan Virus Corona hingga Mei

Kamis, 02 Apr 2020 22:26

Menimbang Keefektifan Opsi PSBB

Menimbang Keefektifan Opsi PSBB

Kamis, 02 Apr 2020 22:19

Mudik, Saat Pandemi Ancam Nyawa Keluarga

Mudik, Saat Pandemi Ancam Nyawa Keluarga

Kamis, 02 Apr 2020 22:17

Saudi Berlakukan Jam Malam 24 Jam Setiap Hari di Mekah dan Madinah

Saudi Berlakukan Jam Malam 24 Jam Setiap Hari di Mekah dan Madinah

Kamis, 02 Apr 2020 21:45

AS 'Rampas' 60 Juta Masker Medis yang Ditunjukan Untuk Prancis dari Landasan di Cina

AS 'Rampas' 60 Juta Masker Medis yang Ditunjukan Untuk Prancis dari Landasan di Cina

Kamis, 02 Apr 2020 21:15

Cegah Covid-19, SAR Ditpolairud Polda Aceh Semprot Disinfektan di SMA Negeri 15 Adidarma

Cegah Covid-19, SAR Ditpolairud Polda Aceh Semprot Disinfektan di SMA Negeri 15 Adidarma

Kamis, 02 Apr 2020 20:59

Satgas WITC Kendari Salurkan Paket Logistik di 5 Kecamatan

Satgas WITC Kendari Salurkan Paket Logistik di 5 Kecamatan

Kamis, 02 Apr 2020 20:48

Kritisi Perppu Penanganan Covid-19, Bukhori: Pemerintah Jangan Aji Mumpung di Tengah Pandemi

Kritisi Perppu Penanganan Covid-19, Bukhori: Pemerintah Jangan Aji Mumpung di Tengah Pandemi

Kamis, 02 Apr 2020 20:38


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X