Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.727 views

Jadi Ganti Presiden?

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Kapan Umat bergerak? Begitulah "kira-kira" pertanyaan yang ada di benak Abdullah Hehamahuwa, mantan penasehat KPK.  Pertanyaan yang menghentak. mengagetkan! Kalau sedikit dipanjangkan pertanyaannya begini: bagaimana anda mau ganti presiden jika hanya ramai di medsos? Sementara di sepanjang jalan yang ada hanya baliho dan spanduk incumben. Nyaris tak ada baliho Prabowo-Sandi.

Yang penting bukan baliho dan spanduk. Yang dibutuhkan itu ketemu pemilih, dan yakinkan mereka betapa pentingnya ganti presiden. Oh ya? Anda sudah lakukan itu? Berapa banyak orang yang anda sudah temui? Kapan anda temui mereka? Bukankah waktu anda sudah habis di medsos?

Betul juga! Pertarungan pilpres tidak hanya di medsos. Para pemilih tidak semuanya punya Facebook dan ikut gabung di group WA. Para petani padi, jagung, cabai, kedelai, yang sengsara akibat liberalisme impor yang gila-gilaan, mereka tak punya HP. Kalau toh ada, HP-nya juga jadul. Tak ada aplikasi medsosnya. Jadi, teriakan anda tidak akan sampai ke telinga mereka.

Yang sampai ke telinga mereka adalah bagi-bagi sertifikat dan sepeda. Uang seratus ribu rupiah untuk nyanyikan yel-yel dan kampanye. Bingkisan dan amplop yang dilempar dari atas mobil. Mereka juga mendengar 73 triliunan yang akan dibagi-bagikan sebagai dana desa. Lalu dibilang: ini dari si anu! Bukannya itu uang negara? Inilah yang terus menerus diberitakan oleh TV.

Kalau TV, mereka punya. Menonton televisi adalah satu-satunya hiburan setelah lelah mengambil karet di hutan dan memanen sawit milik pabrik-pabrik kapitalis. Para pemilik pabrik bukan tetangga mereka. Bukan warga setempat. Hampir semua kapitalis itu warga keturunan. Dari TV inilah mereka dapat informasi. Satu-satunya referensi mereka. Suara medsos anda gak terdengar di telinga mereka.

Pesan penasehat KPK itu, kalau anda ingin ganti presiden, turun ke masyarakat. Temui mereka di mushalla, masjid, di ladang-ladang, di persawahan, di perkebunan, di pasar-pasar, masuk kampung ke kampung, kasih tahu mereka atas apa yang terjadi di negeri ini. Jujurlah kepada mereka apa yang menimpa bangsa ini. Suarakan kebenaran kepada mereka. Pastikan apa yang anda bilang sampai ke telinga dan bisa diterima oleh otak mereka  yang polos dan lugu. Beritahu mereka bahwa berita TV itu timpang, tak adil, dikendalikan, dan hanya untuk kampanye pihak tertentu.

Gak punya uang! Gak ada logistik! Anda mau berjuang atau cari pekerjaan? Mau ganti presiden kok itung-itungan! Kalau mau ganti, gimana kek caranya. Jangan mengeluh soal logistik dan uang. Lakukan apa yang bisa dilakukan. Kalau yakin benar apa yang anda lakukan, niatkan sedekah untuk perjuangan. Perjuangan untuk siapa? Prabowo? Bukan! Sandi? Bukan! Bodoh kalau anda berjuang untuk seseorang. Pertama, berjuanglah untuk keyakinanmu. Kedua, berjuanglah untuk bangsa dan negeri ini. Jangan mikir Prabowonya. Jangan mikir Sandinya. Mikir bangsa yang kau yakini akan hancur jika tidak ganti presiden. Begitulah kira-kira tafsir dari tulisan cukup panjang yang dibuat mantan penasehat KPK itu.

Memang benar, pertarungan politik riil ada di lapangan. Tempat dimana para pemilih itu tinggal. Di pelosok-pelosok kampung. Bukan hanya di medsos. Tapi juga di TV. Di media mainstream.

Untuk memenangkan pilpres 2019 ini, Prabowo-Sandi mengandalkan mesin politik umat. Sebagaimana di Pilgub DKI, tanpa mesin Umat, berat untuk mengalahkan Ahok yang full back up penguasa dengan logistik berlimpah dan akses kekuasaan.

Di pilpres 2019, umat berhadapan dengan mesin-mesin kekuasaan yang bekerja luar biasa. Mulai dari aturan, aparatur negara, kucuran dana desa yang timingnya disesuaikan dengan masa kampanye, pressure hukum dan seterusnya. Kasat mata, terang-terangan, mudah dibaca dengan logika publik. Belum lagi peran KPU dan Bawaslu yang banyak menuai kritik karena dianggap berat sebelah. Ini tak cukup imbang jika "hanya" dilawan dengan teriakan medsos. Para pendukung Prabowo-Sandi, terutama Umat yang berada di gerbong "2019GantiPresiden" mesti membuktikan kinerjanya yang terukur di lapangan. Tidak cukup dengan berkumpul di alun-alun atau di Monas. Tak cukup juga dengan massa yang datang di masjid dan aula pengajian.

Kalau saja kelompok ini bisa mengkonsolidasikan umat di setiap kelurahan sebagai relawan yang militan dan terukur kinerja politiknya, tentu akan lebih bisa memberikan harapan bagi kemenangan Prabowo-Sandi dari pada sekedar gaduh di medsos.

Berarti medsos tidak perlu? Sangat perlu! Tapi, jauh dari cukup. Sebab, medsos tak menjangkau para pemilih yang ada di pelosok desa yang masih menganggap HP itu barang mewah dan mahal.

Problem yang hingga ini dihadapi oleh para pendukung Prabowo-Sandi adalah keterbatasan logistik. Dan ini hanya bisa diatasi dengan "semangat" ganti presiden. Militansi inilah satu-satunya motivasi bagi mereka yang menginginkan terjadinya suksesi di negeri ini.

Ketika Soekarno bilang: di kamar ini nasib bangsa akan ditentukan, maka Umat saat ini akan bilang: di tangan umat, nasib masa depan bangsa ini akan dipertaruhkan. Bagi umat, jalan dharurat yang harus ditempuh saat ini adalah "ganti presiden". Cara pandang ini seolah sudah menjadi semacam "ideologi temporer" bagi mereka.

Konsolidasi dan kerja mesin politik umat jelang pilpres akan diuji kesungguhannya untuk menjawab satu pertanyaan: 2019 jadi ganti presiden?

 

Jakarta, 13/2/2019

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Latest News
Laporan: Lebih Dari 1 Miliar Siswa Terpengaruh Oleh Penutupan Sekolah Akibat Virus Corona

Laporan: Lebih Dari 1 Miliar Siswa Terpengaruh Oleh Penutupan Sekolah Akibat Virus Corona

Selasa, 04 Aug 2020 20:05

Pejuang Oposisi Suriah Gagalkan Upaya Milisi Rusia yang Akan Menyusup ke Jabal Akrad

Pejuang Oposisi Suriah Gagalkan Upaya Milisi Rusia yang Akan Menyusup ke Jabal Akrad

Selasa, 04 Aug 2020 19:35

Pesawat Kargo Rusia Lakukan Pengiriman Persenjataan Baru ke Pasukan Haftar

Pesawat Kargo Rusia Lakukan Pengiriman Persenjataan Baru ke Pasukan Haftar

Selasa, 04 Aug 2020 19:05

Riset: 70% manusia sakit karena serangan 10 macam Sihir

Riset: 70% manusia sakit karena serangan 10 macam Sihir

Selasa, 04 Aug 2020 15:04

PKS: Demi Freeport, Pemerintah Jangan Langgar UU

PKS: Demi Freeport, Pemerintah Jangan Langgar UU

Selasa, 04 Aug 2020 11:36

Video Training Rizki: Ini Rahasia Milyarder Tarik Rizki, Intip Bocoran Triknya!

Video Training Rizki: Ini Rahasia Milyarder Tarik Rizki, Intip Bocoran Triknya!

Selasa, 04 Aug 2020 11:22

Pemimpin Sejati Itu Memaafkan

Pemimpin Sejati Itu Memaafkan

Selasa, 04 Aug 2020 11:22

Ini 7 Manfaat Minum Air Putih di Pagi Hari

Ini 7 Manfaat Minum Air Putih di Pagi Hari

Selasa, 04 Aug 2020 09:52

Peretas Bisa Bobol Kode Sandi Zoom dalam Sekejap

Peretas Bisa Bobol Kode Sandi Zoom dalam Sekejap

Selasa, 04 Aug 2020 09:50

Angka Pernikahan Dini Melejit saat Pandemi; Akar Masalah dan Solusi

Angka Pernikahan Dini Melejit saat Pandemi; Akar Masalah dan Solusi

Senin, 03 Aug 2020 22:09

Ujicoba Vaksin Asal China, Netty Aher: Pastikan Vaksin Aman

Ujicoba Vaksin Asal China, Netty Aher: Pastikan Vaksin Aman

Senin, 03 Aug 2020 20:31

Cegah Nikah Dini atau Legalkan Seks Bebas?

Cegah Nikah Dini atau Legalkan Seks Bebas?

Senin, 03 Aug 2020 19:59

Investasi Bodong, Berharap Untung Malah Buntung

Investasi Bodong, Berharap Untung Malah Buntung

Senin, 03 Aug 2020 19:49

Setelah 9 Tokoh Oposisi, Kini Lahir Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia

Setelah 9 Tokoh Oposisi, Kini Lahir Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia

Senin, 03 Aug 2020 19:36

Izinkan Aku menjadi Sahabat Jannahmu

Izinkan Aku menjadi Sahabat Jannahmu

Senin, 03 Aug 2020 19:26

Sejumlah Pria Bersenjata Bersenjata Serang Penjara di Jalalabad Afghanistan Timur

Sejumlah Pria Bersenjata Bersenjata Serang Penjara di Jalalabad Afghanistan Timur

Senin, 03 Aug 2020 16:00

Jet-jet Tempur Israel Serang Jalur Gaza

Jet-jet Tempur Israel Serang Jalur Gaza

Senin, 03 Aug 2020 15:15

Kuwait Larang Penerbangan dari 31 Negara Yang Dianggap 'Berisiko Tinggi' Virus Corona

Kuwait Larang Penerbangan dari 31 Negara Yang Dianggap 'Berisiko Tinggi' Virus Corona

Senin, 03 Aug 2020 14:28

Pengangguran 10 Juta! Ikuti Training & Praktek 5 hari di RM Padang Express

Pengangguran 10 Juta! Ikuti Training & Praktek 5 hari di RM Padang Express

Senin, 03 Aug 2020 09:46

Ajaibnya Quranic Quantum Rizki (QQ Rizki), 8 Metode Tarik Rizki Sambil tiduran

Ajaibnya Quranic Quantum Rizki (QQ Rizki), 8 Metode Tarik Rizki Sambil tiduran

Senin, 03 Aug 2020 08:38


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X