Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.235 views

Kemaksiatan Merajalela, Awas Kemarau Mengancam Jakarta

Sudah hampir dua minggu pompa air di rumah menyala lebih lama dari sebelumnya. Segera kami panggilakan tukang servis pompa air di sekitaran Condet ke rumah untuk memeriksanya. Ternyata tidak ada kerusakan, dan si juru ahli hanya menyarankan agar menghemat penggunaan air dari sekarang karena musim kemarau telah tiba. Penasaran mendengar berita buruk tersebut, kami mencoba menginterogasi tetangga-tetangga kami di kawasan Sawo Manila Pejaten, Jakarta Selatan. Beruntunglah keluhan pompa air di rumah juga dirasakan warga sekitar.

Fenomena di atas mengingatkan kami pada tahun millennium, dimana negeri ini dilanda panas kemarau yang membuat petani putus asa dan sebagian masyarakat harus membeli air setiap harinya. Meski saat itu kran di rumah kami masih mengucurkan rintihan air kecil, namun bila dikalkulasi secara pengeluaran biaya warga sekitar yang membeli air sanksinya sama, alias sama-sama dipaksa menambah struk kebutuhan rumah tangga. Hal itu disebabkan karena listrik yang menghidupkan pompa air berjam-jam setiap harinya, sehingga kami dituntut melunasi tagihan listrik yang membengkak. Kenyataan ini sebenarnya dirasa tidak adil jika pemerintah mewajibkan pungutan Pajak Bumi Bangunan(PBB) setiap tahun, sementara air yang terkandung di dalam bumi dipersulit oleh monopoli Perusahaan Listrik Negara(PLN).

Sejak Oktober 2010, pusat BMG terlihat kikuk memprediksi cuaca ekstrim yang bakal menimpa Jakarta. Adakalanya hujan deras, namun resapan air tidak sempurna diakibatkan lapisan aspal dan jutaan beton yang menancap ibukota. Tak khayal jika curah hujan melarikan diri ke sungai-laut tanpa sempat menghampiri kantong air di bawah rumah-rumah penduduk. Mungkin esok hujan, tapi hanya sekedar penghilang debu. Minggu ini mungkin hujan beruntun, tapi hanya kolam kobokan di ruas-ruas pemukiman kota.

Sekarang warga di kawasan Pejaten mulai khawatir jika bencana kemarau di tahun 1999 akan terulang. Gejalanya sudah dirasakan, mulai dari jet pompa yang memakan listrik berlebih dan menyusutnya dorongan air yang mengucuri drum induk di rumah. Yang kami cemaskan adalah kami tidak lagi memiliki lapangan bola, yang dahulu biasa kami gunakan untuk sholat berjamaah meminta diturunkannya hujan. Itupun permohonan kami tidak terkabul, mengingat faktor kemaksiatan yang masih menggurita di lingkungan kami.

Tetapi ini benar-benar berbeda ketika pada saat yang bersamaan(1999) saya diminta ayah menemani pergi melawat ke Solo, atas meninggalnya pakde Slamet Siswoyo di kediamannya Tipes, Surakarta. Dua hari setelah meninggalnya almarhum, saya diajak bibi Sumaryati mengikuti sholat berjamaah meminta diturunkannya hujan yang di imami oleh Kyai Abu Bakar Baasyir, di lapangan Pringgolayan. Siang itu jamaah begitu khusyu’ menjalani sholat hingga ada beberapa orang yang menangis ketakutan. Kyia Abu Bakar Baasyir juga melinagkan air matanya saat berdoa, seraya menghimbau jamaah yang hadir agar benar-benar bertaubat dan mengingkari segala bentuk kemungkaran(baik maksiat kecil dan maksiat besar). Sayapun merinding mendengar ketulusan doa sang imam yang begitu takut akan ancaman Allah. Subhanallah.. tepat malam harinya hujan lebat mengguyur kota Solo yang membuat kami ternyenyak dalam tidur.

Mungkin orang-orang di luar sana menganggap keajaiban di atas hanya kebetulan saja, tapi di tahun-tahun sebelumnya warga di bilangan Cemani-Grogol Surakarta gemar melakukan ibadah itu di kala kemarau hadir ditengah-tengah mereka. Dan tentunya dibarengi aktivitas memerangi kemaksiatan, yang pada hakikatnya kemaksiatan menghalangi terkabulnya suatu doa.

Mudah-mudahan Kyai Abu Bakar Baasyir tetap istiqomah di dalam lapas dan tetap setia mendoakan keselamatan umat Islam di Indonesia. Kami mewakili umat Islam awam di Indonesia sebenarnya sudah tahu akan keculasan picik yang dituduhkan Kyai Abu Bakar Baasyir yang senantiasa di garis lurus. Kami merindukan beliau seperti halnya kami menyayangi eyang kami sendiri. Semoga para pemimpin negeri yang sedang berpura-pura Islam segera sadar menghentikan sifat rakusnya membudak-dirikan kepentingan asing, yang tidak lain hanya menguntungkan Negara lain dibalik kerugian fatal rakyatnya sendiri. Sebelum akhirnya kemarau membuat Allah gerah mengkipaskan jabatannya dengan petaka yang tidak disangka-sangka. Maha benar Allah yang mengkehendaki kesengsaraan rakyat Indonesia di tangan orang-orang zalim.


Johan Pranata,
mahasiswa Trisakti/Ekonomi Perbankan

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Suara Pembaca lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

IDC menerima zakat fitrah Rp 40.000 hingga 51.000 per-jiwa, disalurkan kepada Mustahiq dengan prioritas Muallaf dan Fakir Miskin dari kalangan yatim, aktivis Islam, dan dhuafa terdampak pandemi...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

Alhamdulillah, kini Maria muallaf mahasiswi Universitas Brawijaya bisa bernafas lega. Yayasan IDC menyalurkan amanah dari para donatur, sebesar Rp 66.648.300 untuk membantu beasiswa pendidikan...

Latest News
Update 26 Mei 2020 Infografis Covid-19

Update 26 Mei 2020 Infografis Covid-19

Selasa, 26 May 2020 16:28

Gelar Halal Bihalal di Tengah Corona, IPW Minta Mendagri Tindak Tegas Rektor IPDN

Gelar Halal Bihalal di Tengah Corona, IPW Minta Mendagri Tindak Tegas Rektor IPDN

Selasa, 26 May 2020 15:06

Miris! Di Tengah Corona, Kampus IPDN Gelar Halal Bihalal Undang Penyanyi dari Jakarta

Miris! Di Tengah Corona, Kampus IPDN Gelar Halal Bihalal Undang Penyanyi dari Jakarta

Selasa, 26 May 2020 14:02

Klarifikasi MUI Soal Viral Surat Larangan Rapid Test Covid-19

Klarifikasi MUI Soal Viral Surat Larangan Rapid Test Covid-19

Selasa, 26 May 2020 13:29

PKS: Kado Pedih Lebaran, Enam ABK Indonesia Tewas di Kapal China

PKS: Kado Pedih Lebaran, Enam ABK Indonesia Tewas di Kapal China

Selasa, 26 May 2020 12:23

Berjuang, Berdoa, dan Bertawakal  Melawan Covid-19

Berjuang, Berdoa, dan Bertawakal Melawan Covid-19

Selasa, 26 May 2020 10:45

Heran Habib Bahar Digunduli, Politisi Gerindra Akan Cecar Menkumham Yasonna

Heran Habib Bahar Digunduli, Politisi Gerindra Akan Cecar Menkumham Yasonna

Selasa, 26 May 2020 09:46

Cegah Gelombang Kedua Penularan Covid-19, Anies Baswedan Perketat Pintu Masuk ke Jakarta

Cegah Gelombang Kedua Penularan Covid-19, Anies Baswedan Perketat Pintu Masuk ke Jakarta

Selasa, 26 May 2020 08:57

Aa Gym Terkena Hoaks

Aa Gym Terkena Hoaks

Selasa, 26 May 2020 07:43

Jurus Gubernur Anies Cegah Gelombang Kedua Corona di Jakarta

Jurus Gubernur Anies Cegah Gelombang Kedua Corona di Jakarta

Selasa, 26 May 2020 06:52

150 TKA China di Jember Dipulangkan ke Negaranya

150 TKA China di Jember Dipulangkan ke Negaranya

Selasa, 26 May 2020 05:46

Pendemi Menghantam Negeri, KDRT kian Bersemi; Salah Siapa?

Pendemi Menghantam Negeri, KDRT kian Bersemi; Salah Siapa?

Senin, 25 May 2020 23:05

Lebaran Seru #diRumahAja

Lebaran Seru #diRumahAja

Senin, 25 May 2020 22:30

Tentara Pakistan Peringatkan India Terkait Status Wilayah Sengketa Kashmir

Tentara Pakistan Peringatkan India Terkait Status Wilayah Sengketa Kashmir

Senin, 25 May 2020 21:35

Pria Bersenjata Serang dan Bakar Markas Milisi Syi'ah Dukungan Iran di Maysan Irak

Pria Bersenjata Serang dan Bakar Markas Milisi Syi'ah Dukungan Iran di Maysan Irak

Senin, 25 May 2020 21:15

Pemerkosaan Hak Asasi Habib Bahar bin Smith

Pemerkosaan Hak Asasi Habib Bahar bin Smith

Senin, 25 May 2020 21:14

Jepang Akhiri Keadaan Darurat Virus Corona di Seluruh Wilayah

Jepang Akhiri Keadaan Darurat Virus Corona di Seluruh Wilayah

Senin, 25 May 2020 20:45

Kemenhub Perketat Larangan Arus Balik ke Jakarta

Kemenhub Perketat Larangan Arus Balik ke Jakarta

Senin, 25 May 2020 20:36

Pemerintah Dianggap Gak Konsisten, Rakyat Marah

Pemerintah Dianggap Gak Konsisten, Rakyat Marah

Senin, 25 May 2020 20:18

Pemerintah Afghanistan Bebaskan Sekitar 100 Tahanan Taliban Menyusul Gencatan Senjata Idul Fitri

Pemerintah Afghanistan Bebaskan Sekitar 100 Tahanan Taliban Menyusul Gencatan Senjata Idul Fitri

Senin, 25 May 2020 20:15


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X