Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
27.982 views

Jangan Paksakan Anak Belajar Membaca Bila Belum Siap

Oleh: Eva Fauzah, M.Psi., Psikolog

Kemampuan membaca memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan manusia, karena membaca merupakan bekal bagi keberhasilan individu di sekolah dan kehidupan selanjutnya kelak di masyarakat. Allah SWT menunjukkan peran penting membaca dalam Al-Qur'an surat Al-‘Alaq ayat 1-5 :

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”

Kemampuan membaca ternyata tidak muncul begitu saja pada diri seseorang, tetapi harus mengikuti suatu proses yang panjang. Perkembangan membaca digambarkan sebagai berikut:

a. Pada  usia 4-5 tahun anak dilatih untuk memiliki kesiapan belajar membaca.

b. Di usia 5-6 tahun anak mulai menyadari bunyi-bunyi huruf dan belajar mengenali sebagian besar huruf dari alfabet. Selain itu, anak usia ini mampu mengingat cara membaca satu kata hanya dari huruf awal dan akhirnya saja.

c. Pada usia 6-7 tahun, yaitu saat duduk di kelas satu dan dua Sekolah Dasar (SD), anak-anak mulai mengenal bagaimana cara mengeja.

d. Sedangkan pada usia 7-8 tahun, yaitu kelas dua dan tiga Sekolah Dasar, anak-anak secara otomatis mampu membaca kata-kata yang umum, mulai membaca sedikit demi sedikit, baru kemudian mahir membaca dan membaca dengan tidak bersuara. Pada tahap-tahap selanjutnya, barulah individu mempelajari hal-hal baru dari apa yang dibacanya

...anak usia 4-6 tahun seringkali dituntut sudah bisa membaca, padahal menurut perkembangan membaca, anak usia 4-6 tahun masih berada pada tahap persiapan dan tahap awal pengenalan terhadap aktivitas membaca…

Apabila kita lihat proses yang begitu panjang dari perkembangan membaca, kenyataan yang terjadi tidaklah demikian. Praktik pengajaran membaca di Indonesia umumnya tidak mengikuti tahapan proses perkembangan membaca. Contohnya, anak usia 4-6  tahun langsung diajarkan membaca tanpa melalui persiapan dan seringkali dituntut sudah bisa membaca, padahal menurut perkembangan membaca, anak usia 4-6 tahun masih berada pada tahap persiapan dan tahap awal pengenalan terhadap aktivitas membaca.

Kondisi ini terjadi karena ada tuntutan ketika masuk SD anak harus sudah bisa membaca. Akibatnya, orang tua menjadi gelisah kalau anak mereka yang berusia 4-6 tahun belum bisa membaca. Seperti hasil survey yang dilakukan oleh tabloid Nakita (Juli 2006) terhadap para orang tua mengenai kemampuan membaca, menulis dan berhitung anak, diketahui sebanyak 61,5% responden milis Nakita merasa gelisah kalau anak mereka yang berusia 4-6 tahun belum bisa membaca. Padahal mereka tahu bahwa lulusan TK tidak diwajibkan bisa membaca. Tetapi jika anak-anak mereka tidak diajarkan membaca, bisa tidak lulus tes masuk SD favorit. Orang tua pun akhirnya memasukkan anak-anak mereka ke TK yang memberikan pelajaran membaca. Bahkan ada orangtua yang mendaftarkan anak-anak mereka untuk mengikuti les membaca.

Berbagai penelitian telah dilakukan untuk melihat bagaimana efek dari mengajarkan membaca sebelum waktunya. Seorang psikolog di Amerika membandingkan dua kelompok anak. Kelompok pertama merupakan anak-anak yang dimasukkan ke TK-TK akademis, yakni TK yang metode pembelajarannya seperti layaknya di SD, mengajarkan para muridnya berbagai pelajaran termasuk membaca. Sementara kelompok kedua merupakan murid-murid TK-TK biasa, yakni TK yang mengutamakan metode bermain bagi siswanya. Hasilnya, saat duduk di kelas 1 SD, para lulusan TK akademis ternyata tidak memiliki keunggulan akademis jangka pendek, apalagi jangka panjang, jika dibandingkan dengan siswa lulusan TK biasa. Bahkan murid-murid TK akademis terlihat lebih gelisah dan kurang kreatif jika dibandingkan murid-murid TK biasa (http://today.msnbc.msn.com).

Penelitian lain di Finlandia, yang dilakukan oleh Marit Korkman, Sarianna Baron, Pekka Lahti (1999), diketahui bahwa anak yang belajar membaca saat mendapat pendidikan formal di usia 6-7 tahun memiliki prestasi membaca lebih bagus dibanding anak lain yang belajar membaca di usia sebelum 6 tahun. Hal ini diketahui ketika dilakukan tes pada anak-anak tersebut di usia 9 atau 10 tahun (jurnal Developmental Neuropsychology, Vol. 16, 1999).

Penelitian juga dilakukan oleh Progress in International Reading Literacy Study (PIRLS), yaitu studi internasional dalam bidang membaca pada anak-anak di seluruh dunia. Hasil penelitian tersebut dipaparkan oleh Prof Dr Suhardjono dari Pusat Penelitian Pendidikan Depdiknas di Jakarta (Oktober, 2008), bahwa rata-rata anak Indonesia kemampuan membacanya terutama kemampuan memahami bacaan berada pada urutan keempat dari bawah dari 45 negara di dunia. Kemampuan pemahaman bacaan yang lemah bisa dilihat dari kebanyakan anak mengalami kesulitan dalam menjawab soal cerita. Bahkan, karena tidak memahami makna soal yang berupa cerita, anak menjawab tidak sesuai dengan pertanyaan yang diajukan. Penelitian ini khususnya dilakukan pada anak-anak kelas IV Sekolah Dasar / Madrasah Ibtidaiyah di 12 sekolah (http://kompas.com).

Penelitian ini mendukung penelitian sebelumnya di Finlandia bahwa memaksakan anak bisa membaca di usia dini, seperti yang umumnya terjadi di Indonesia hanya terfokus pada membuat anak bisa membaca tapi ketika dilakukan pengukuran beberapa tahun kemudian terhadap kemampuan membacanya, diketahui ternyata anak kurang memiliki pemahaman membaca.

Selain adanya peloncatan pengajaran membaca yang tidak sesuai dengan tahap perkembangan membaca, ternyata cara pengajaran yang dilakukan guru terhadap anak usia 4-6 tahun lebih bersifat instruksional, di mana murid-murid diminta mengikuti guru menyebutkan huruf-huruf,  menghafalkan huruf dari A – Z dan mengikuti guru mengeja, menyebutkan kalimat secara lisan. Demikian seterusnya anak dilatih sampai bisa membaca.  Padahal mengenali huruf, baik huruf besar maupun huruf kecil merupakan tantangan bagi banyak anak, karena beberapa huruf berbeda satu sama lain hanya dari arah penulisannya. Anak-anak seringkali kesulitan membedakan antara M dan W, serta antara b, d, p dan q. Membedakan huruf saja sulit apalagi mengeja.

Cara pengajaran seperti ini bisa membuat anak tidak paham sebenarnya akan arti huruf dan kata, mereka hanya menghafalnya. Selain itu, aktivitas meniru guru menyebutkan kalimat secara lisan ini, bisa membuat anak-anak bosan karena pada usia ini anak-anak lebih suka bermain daripada duduk di dalam kelas. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan seorang ahli, cara pengajaran yang bersifat instruksional seperti ini bisa membuat anak-anak menyimpulkan bahwa membaca merupakan tugas yang membosankan.

…pengajaran membaca juga seringkali disertai target guru karena sebagian besar orang tua menginginkan anak mereka bisa membaca ketika di sekolah TK. Ini berarti, anak diberi "beban" untuk terus mencapai target…

Selain cara pengajaran guru yang bersifat instruksional, pengajaran membaca juga seringkali disertai target, misalnya dalam jangka waktu tertentu, guru harus bisa mencapai target materi tertentu. Target ini ditetapkan oleh guru  karena sebagian besar orang tua menginginkan anak mereka bisa membaca ketika di sekolah TK. Ini berarti, anak diberi "beban" untuk terus mencapai target. Di samping itu, sepertinya guru-guru melupakan bahwa meskipun usia para siswa-siswanya sama tetapi kemampuan setiap anak berbeda-beda. Ada yang sudah siap menangkap materi tertentu dan ada yang belum. Anak-anak yang belum siap menangkap materi bisa menjadi frustasi dan akhirnya bisa membuat ia malas masuk sekolah.

Jika melihat praktik pengajaran yang terjadi di lapangan, tentulah sulit bagi tercapainya kemampuan membaca seorang anak yang sesuai dengan perkembangan membaca. Padahal sesuatu yang dipaksakan, tidak baik juga hasilnya. Ibarat buah, yang matang betul dari pohon rasanya lebih enak daripada buah yang matang karena dikarbit. Anak kita tentu bukan buah yang harus dikarbit, ibu harus memperhatikan betul apakah anak sudah siap dilatih membaca. Karena menurut seorang ahli,  pengajaran membaca dan bentuk stimulasi lainnya tidak akan punya peranan jika anak belum memiliki kematangan/kesiapan untuk dilatih membaca. Bahkan kita harus berhati-hati untuk tidak terlalu memberikan beban kepada anak sebelum anak memiliki kematangan, hal ini penting untuk mencegah terjadinya gangguan membaca.

Apa saja ciri-ciri anak siap dilatih membaca?

1. Anak memiliki ketertarikan terhadap buku dan aktivitas membaca

2. Anak memiliki kemampuan memahami

Ciri anak memiliki kemampuan memahami antara lain: anak mulai memahami kategorisasi objek, sekalipun masih dilihat dari ciri tunggalnya dan anak mampu mengungkapkan inti dari suatu cerita yang telah dibacakan untuknya.

Kemampuan memahami dibutuhkan karena dalam membaca seorang anak  awalnya harus mampu memahami apa itu huruf, apa itu kata dan kalimat. Kemudian, anak harus mampu memahami arti dari apa yang dibacanya.

3. Kesiapan Berbahasa

Kesiapan dari segi bahasa meliputi: anak sudah berbicara jelas dan dapat dimengerti oleh orang lain, mampu membuat kalimat seperti rata-rata anak seusianya yaitu membuat kalimat yang terdiri dari 5 sampai 8 kata, memiliki perbendaharaan kata sesuai dengan rata-rata teman seusianya.

Anak yang memiliki banyak kosa kata dan faham artinya akan lebih mudah dalam belajar membaca, sebab awal dari kemampuan membaca adalah memahami makna dari suatu kata. Misalnya, akan lebih mudah bagi anak untuk belajar bahwa susunan huruf m-a-c-a-n berbunyi macan, bila tahu apa itu macan.

Anak harus sudah berbicara jelas dan dapat dimengerti orang lain karena semirip mungkin struktur bahasa yang digunakan dalam  materi bacaan dengan bahasa yang digunakan sehari-hari oleh anak, semakin mempermudah anak untuk memahami apa yang dibacanya.

4. Anak memiliki koordinasi visual motorik yang baik.

Apakah anak mampu menggunting, melempar dan menangkap bola, mengaitkan tali sepatu, memasang kancing dan menulis. Kemampuan ini harus dimiliki sebelum anak belajar menulis.

5. Kemampuan persepsi

a. Anak mampu membedakan ukuran, bentuk, dan warna.

Ini harus dimiliki anak sebelum dilatih membaca, karena dalam pelajaran membaca anak harus mampu membedakan bentuk-bentuk huruf dan membedakan mana huruf kecil dan huruf besar.

b. Anak mampu mengingat apa yang ia lihat, karena belajar membaca meliputi mengingat huruf.

c. Anak mampu membedakan bunyi dan mengingat bunyi karena membaca meliputi

membedakan bunyi dan mengingat perbedaan bunyi tersebut

...Jika anak tidak memiliki pengetahuan kanan dan kiri, maka anak akan mengalami kesulitan mengenali huruf, ia akan tertukar mengenali b dan d atau p dan q...

6. Anak mampu membedakan kanan dan kiri

Jika anak tidak memiliki pengetahuan kanan dan kiri, maka anak akan mengalami kesulitan mengenali huruf, ia akan tertukar mengenali b dan d atau p dan q. Selain itu anak  bisa terbalik dalam membaca huruf atau kata, dimana seharusnya dimulai dari kiri malah membaca dari kanan. Riset membuktikan bahwa anak-anak usia 4-6 tahun masih sering terbalik dalam membaca huruf atau kata, bahkan sampai usia 7,5 tahun pun anak masih mengalami hal ini.

Jadi, pastikan anak-anak kita memiliki kesiapan untuk dilatih membaca dulu baru kemudian mulai dilatih membaca dan ibu jangan hanya mementingkan anak bisa membaca tapi juga bagaimana membuat anak kita gemar membaca. Karena jika anak kita gemar membaca, ia akan memperoleh pengetahuan yang luas. Tips mengenai bagaimana anak bisa gemar membaca, bisa dilihat di artikel ”5 Tips Jitu Agar Buah Hati Mahir Membaca” yang dimuat di Voa-islam. []

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Bayi Anak Ustadz Pesantren Qur'an ini Kritis Menderita Toxoplasmosis. Ayo Bantu.!!!

Bayi Anak Ustadz Pesantren Qur'an ini Kritis Menderita Toxoplasmosis. Ayo Bantu.!!!

Sudah 9 hari bayi Tazkia kritis terinfeksi toxoplasma. Sang ayah, Ustadz Yusron pengasuh pesantren Tahfizh Al-Qur'an Sukoharjo terbentur biaya yang sudah mencapai 31 juta rupiah...

Dihantam Truk Tronton, Ustadz Hibatullah Tak Sadarkan Diri 7 Hari. Ayo Bantu.!!!

Dihantam Truk Tronton, Ustadz Hibatullah Tak Sadarkan Diri 7 Hari. Ayo Bantu.!!!

Mujahid Dakwah ini mengalami kecelakaan hebat: rahangnya bergeser harus dioperasi; bibir atas sobek hingga hidung; tulang pinggul retak. Ayo bantu supaya bisa beraktivitas dakwah lagi....

Keluarga Yatim Muallaf Hidup Serba Kekurangan. Ayo Bantu Beasiswa dan Modal Usaha.!!

Keluarga Yatim Muallaf Hidup Serba Kekurangan. Ayo Bantu Beasiswa dan Modal Usaha.!!

Tak berselang lama setelah berikrar masuk Islam bersama seluruh keluarganya, Ganda Korwa wafat meninggalkan istri dan 6 anak yatim. Kondisi mereka sangat mengenaskan....

Bertarung Nyawa Melawan Tumor Ganas, Faizal Drop Out dari Pesantren. Ayo Bantu.!!!

Bertarung Nyawa Melawan Tumor Ganas, Faizal Drop Out dari Pesantren. Ayo Bantu.!!!

Tanpa didampingi ayah-bunda, ia menahan perihnya tumor ganas. Daging tumor dengan luka menganga menutupi separo wajahnya. Studi di Pesantren pun tidak sanggup ditempuhnya sampai tamat....

Lahir Keracunan Ketuban, Bayi Anak Aktivis Islam Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Lahir Keracunan Ketuban, Bayi Anak Aktivis Islam Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Usai persalinan, bayi Ummu Azmi kritis di NICU karena keracunan ketuban saat persalinan. Biaya perawatan cukup mahal, hari pertama saja mencapai 8 juta rupiah. Butuh uluran tangan kaum muslimin....

Latest News
Mesir Buka Penyebrangan Rafah Gaza Selama 3 Hari

Mesir Buka Penyebrangan Rafah Gaza Selama 3 Hari

Sabtu, 18 Nov 2017 23:05

Laporan: Pejabat Saudi Akan Bebaskan Para Tahanan Terkenal Jika Serahkan 70 Persen Kekayaan

Laporan: Pejabat Saudi Akan Bebaskan Para Tahanan Terkenal Jika Serahkan 70 Persen Kekayaan

Sabtu, 18 Nov 2017 22:00

Baghdad Klaim Kehadiran IS Telah Berakhir di Irak

Baghdad Klaim Kehadiran IS Telah Berakhir di Irak

Sabtu, 18 Nov 2017 21:22

Rusia Kembali Veto Resolusi Senjata Kimia Suriah

Rusia Kembali Veto Resolusi Senjata Kimia Suriah

Sabtu, 18 Nov 2017 16:39

Al-Azhar dan Darul Iftaah Batasi Ulama yang Bisa Berfatwa di Televisi

Al-Azhar dan Darul Iftaah Batasi Ulama yang Bisa Berfatwa di Televisi

Sabtu, 18 Nov 2017 16:28

Kanada Desak Myanmar Laksanakan Resolusi PBB untuk Rakhine

Kanada Desak Myanmar Laksanakan Resolusi PBB untuk Rakhine

Sabtu, 18 Nov 2017 16:25

(Video) Jawaban Dubes Saudi Terkait Fatwa Mufti Saudi Hamas Teroris

(Video) Jawaban Dubes Saudi Terkait Fatwa Mufti Saudi Hamas Teroris

Sabtu, 18 Nov 2017 16:12

Diduga Jurnalis MetroTV Terlibat Rekayasa Kecelakaan Setya Novanto, Benarkah?

Diduga Jurnalis MetroTV Terlibat Rekayasa Kecelakaan Setya Novanto, Benarkah?

Sabtu, 18 Nov 2017 10:42

Perjuangan Mahasiswa Tidak Akan Pernah Mati

Perjuangan Mahasiswa Tidak Akan Pernah Mati

Sabtu, 18 Nov 2017 10:41

Apa Hubungannya Kereta Cepat Jakarta-Bandung dengan Meikarta?

Apa Hubungannya Kereta Cepat Jakarta-Bandung dengan Meikarta?

Sabtu, 18 Nov 2017 10:11

Menyoal Penyederhanaan Listrik

Menyoal Penyederhanaan Listrik

Sabtu, 18 Nov 2017 09:33

Keadilan yang Hilang

Keadilan yang Hilang

Sabtu, 18 Nov 2017 08:14

Gejala Adanya Motif Lain dari Infrastruktur, Politisi: Saya Tak Curiga Nasionalismenya Jokowi, tapi

Gejala Adanya Motif Lain dari Infrastruktur, Politisi: Saya Tak Curiga Nasionalismenya Jokowi, tapi

Sabtu, 18 Nov 2017 08:11

Ada Dugaan Motif Lain sehingga Pekerja Asing justru Bekerja di Proyek Infrastruktur

Ada Dugaan Motif Lain sehingga Pekerja Asing justru Bekerja di Proyek Infrastruktur

Jum'at, 17 Nov 2017 22:13

Pengadilan Jerman Izinkan Maskapai Kuwait Airways Tolak Angkut Warga Israel

Pengadilan Jerman Izinkan Maskapai Kuwait Airways Tolak Angkut Warga Israel

Jum'at, 17 Nov 2017 21:00

Menimbang Dua Putusan Pengadilan Buni Yani dengan Ahok

Menimbang Dua Putusan Pengadilan Buni Yani dengan Ahok

Jum'at, 17 Nov 2017 20:30

Israel Luncurkan Aplikasi Smartphone Penghancuran Masjid Al-Aqsa, Menggantinya dengan Kuil Suci

Israel Luncurkan Aplikasi Smartphone Penghancuran Masjid Al-Aqsa, Menggantinya dengan Kuil Suci

Jum'at, 17 Nov 2017 20:17

Biaya Dipertanyakan, Proyek Ini Akhirnya Berpotensi Kuat Terganggu

Biaya Dipertanyakan, Proyek Ini Akhirnya Berpotensi Kuat Terganggu

Jum'at, 17 Nov 2017 20:13

MUI Tolak Aliran Kepercayaan Dicantumkan pada Kolom Agama KTP

MUI Tolak Aliran Kepercayaan Dicantumkan pada Kolom Agama KTP

Jum'at, 17 Nov 2017 19:24

Di Solo Ada Sekitar 11 Ribu Penghayat Aliran Kepercayaan, Pemkot Lakukan Pendataan Ulang

Di Solo Ada Sekitar 11 Ribu Penghayat Aliran Kepercayaan, Pemkot Lakukan Pendataan Ulang

Jum'at, 17 Nov 2017 18:54


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Kamis, 16/11/2017 06:24

Iqra' Bismirabbikal Ladzi Khalaq