Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
17.796 views

Jangan Paksakan Anak Belajar Membaca Bila Belum Siap

Oleh: Eva Fauzah, M.Psi., Psikolog

Kemampuan membaca memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan manusia, karena membaca merupakan bekal bagi keberhasilan individu di sekolah dan kehidupan selanjutnya kelak di masyarakat. Allah SWT menunjukkan peran penting membaca dalam Al-Qur'an surat Al-‘Alaq ayat 1-5 :

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”

Kemampuan membaca ternyata tidak muncul begitu saja pada diri seseorang, tetapi harus mengikuti suatu proses yang panjang. Perkembangan membaca digambarkan sebagai berikut:

a. Pada  usia 4-5 tahun anak dilatih untuk memiliki kesiapan belajar membaca.

b. Di usia 5-6 tahun anak mulai menyadari bunyi-bunyi huruf dan belajar mengenali sebagian besar huruf dari alfabet. Selain itu, anak usia ini mampu mengingat cara membaca satu kata hanya dari huruf awal dan akhirnya saja.

c. Pada usia 6-7 tahun, yaitu saat duduk di kelas satu dan dua Sekolah Dasar (SD), anak-anak mulai mengenal bagaimana cara mengeja.

d. Sedangkan pada usia 7-8 tahun, yaitu kelas dua dan tiga Sekolah Dasar, anak-anak secara otomatis mampu membaca kata-kata yang umum, mulai membaca sedikit demi sedikit, baru kemudian mahir membaca dan membaca dengan tidak bersuara. Pada tahap-tahap selanjutnya, barulah individu mempelajari hal-hal baru dari apa yang dibacanya

...anak usia 4-6 tahun seringkali dituntut sudah bisa membaca, padahal menurut perkembangan membaca, anak usia 4-6 tahun masih berada pada tahap persiapan dan tahap awal pengenalan terhadap aktivitas membaca…

Apabila kita lihat proses yang begitu panjang dari perkembangan membaca, kenyataan yang terjadi tidaklah demikian. Praktik pengajaran membaca di Indonesia umumnya tidak mengikuti tahapan proses perkembangan membaca. Contohnya, anak usia 4-6  tahun langsung diajarkan membaca tanpa melalui persiapan dan seringkali dituntut sudah bisa membaca, padahal menurut perkembangan membaca, anak usia 4-6 tahun masih berada pada tahap persiapan dan tahap awal pengenalan terhadap aktivitas membaca.

Kondisi ini terjadi karena ada tuntutan ketika masuk SD anak harus sudah bisa membaca. Akibatnya, orang tua menjadi gelisah kalau anak mereka yang berusia 4-6 tahun belum bisa membaca. Seperti hasil survey yang dilakukan oleh tabloid Nakita (Juli 2006) terhadap para orang tua mengenai kemampuan membaca, menulis dan berhitung anak, diketahui sebanyak 61,5% responden milis Nakita merasa gelisah kalau anak mereka yang berusia 4-6 tahun belum bisa membaca. Padahal mereka tahu bahwa lulusan TK tidak diwajibkan bisa membaca. Tetapi jika anak-anak mereka tidak diajarkan membaca, bisa tidak lulus tes masuk SD favorit. Orang tua pun akhirnya memasukkan anak-anak mereka ke TK yang memberikan pelajaran membaca. Bahkan ada orangtua yang mendaftarkan anak-anak mereka untuk mengikuti les membaca.

Berbagai penelitian telah dilakukan untuk melihat bagaimana efek dari mengajarkan membaca sebelum waktunya. Seorang psikolog di Amerika membandingkan dua kelompok anak. Kelompok pertama merupakan anak-anak yang dimasukkan ke TK-TK akademis, yakni TK yang metode pembelajarannya seperti layaknya di SD, mengajarkan para muridnya berbagai pelajaran termasuk membaca. Sementara kelompok kedua merupakan murid-murid TK-TK biasa, yakni TK yang mengutamakan metode bermain bagi siswanya. Hasilnya, saat duduk di kelas 1 SD, para lulusan TK akademis ternyata tidak memiliki keunggulan akademis jangka pendek, apalagi jangka panjang, jika dibandingkan dengan siswa lulusan TK biasa. Bahkan murid-murid TK akademis terlihat lebih gelisah dan kurang kreatif jika dibandingkan murid-murid TK biasa (http://today.msnbc.msn.com).

Penelitian lain di Finlandia, yang dilakukan oleh Marit Korkman, Sarianna Baron, Pekka Lahti (1999), diketahui bahwa anak yang belajar membaca saat mendapat pendidikan formal di usia 6-7 tahun memiliki prestasi membaca lebih bagus dibanding anak lain yang belajar membaca di usia sebelum 6 tahun. Hal ini diketahui ketika dilakukan tes pada anak-anak tersebut di usia 9 atau 10 tahun (jurnal Developmental Neuropsychology, Vol. 16, 1999).

Penelitian juga dilakukan oleh Progress in International Reading Literacy Study (PIRLS), yaitu studi internasional dalam bidang membaca pada anak-anak di seluruh dunia. Hasil penelitian tersebut dipaparkan oleh Prof Dr Suhardjono dari Pusat Penelitian Pendidikan Depdiknas di Jakarta (Oktober, 2008), bahwa rata-rata anak Indonesia kemampuan membacanya terutama kemampuan memahami bacaan berada pada urutan keempat dari bawah dari 45 negara di dunia. Kemampuan pemahaman bacaan yang lemah bisa dilihat dari kebanyakan anak mengalami kesulitan dalam menjawab soal cerita. Bahkan, karena tidak memahami makna soal yang berupa cerita, anak menjawab tidak sesuai dengan pertanyaan yang diajukan. Penelitian ini khususnya dilakukan pada anak-anak kelas IV Sekolah Dasar / Madrasah Ibtidaiyah di 12 sekolah (http://kompas.com).

Penelitian ini mendukung penelitian sebelumnya di Finlandia bahwa memaksakan anak bisa membaca di usia dini, seperti yang umumnya terjadi di Indonesia hanya terfokus pada membuat anak bisa membaca tapi ketika dilakukan pengukuran beberapa tahun kemudian terhadap kemampuan membacanya, diketahui ternyata anak kurang memiliki pemahaman membaca.

Selain adanya peloncatan pengajaran membaca yang tidak sesuai dengan tahap perkembangan membaca, ternyata cara pengajaran yang dilakukan guru terhadap anak usia 4-6 tahun lebih bersifat instruksional, di mana murid-murid diminta mengikuti guru menyebutkan huruf-huruf,  menghafalkan huruf dari A – Z dan mengikuti guru mengeja, menyebutkan kalimat secara lisan. Demikian seterusnya anak dilatih sampai bisa membaca.  Padahal mengenali huruf, baik huruf besar maupun huruf kecil merupakan tantangan bagi banyak anak, karena beberapa huruf berbeda satu sama lain hanya dari arah penulisannya. Anak-anak seringkali kesulitan membedakan antara M dan W, serta antara b, d, p dan q. Membedakan huruf saja sulit apalagi mengeja.

Cara pengajaran seperti ini bisa membuat anak tidak paham sebenarnya akan arti huruf dan kata, mereka hanya menghafalnya. Selain itu, aktivitas meniru guru menyebutkan kalimat secara lisan ini, bisa membuat anak-anak bosan karena pada usia ini anak-anak lebih suka bermain daripada duduk di dalam kelas. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan seorang ahli, cara pengajaran yang bersifat instruksional seperti ini bisa membuat anak-anak menyimpulkan bahwa membaca merupakan tugas yang membosankan.

…pengajaran membaca juga seringkali disertai target guru karena sebagian besar orang tua menginginkan anak mereka bisa membaca ketika di sekolah TK. Ini berarti, anak diberi "beban" untuk terus mencapai target…

Selain cara pengajaran guru yang bersifat instruksional, pengajaran membaca juga seringkali disertai target, misalnya dalam jangka waktu tertentu, guru harus bisa mencapai target materi tertentu. Target ini ditetapkan oleh guru  karena sebagian besar orang tua menginginkan anak mereka bisa membaca ketika di sekolah TK. Ini berarti, anak diberi "beban" untuk terus mencapai target. Di samping itu, sepertinya guru-guru melupakan bahwa meskipun usia para siswa-siswanya sama tetapi kemampuan setiap anak berbeda-beda. Ada yang sudah siap menangkap materi tertentu dan ada yang belum. Anak-anak yang belum siap menangkap materi bisa menjadi frustasi dan akhirnya bisa membuat ia malas masuk sekolah.

Jika melihat praktik pengajaran yang terjadi di lapangan, tentulah sulit bagi tercapainya kemampuan membaca seorang anak yang sesuai dengan perkembangan membaca. Padahal sesuatu yang dipaksakan, tidak baik juga hasilnya. Ibarat buah, yang matang betul dari pohon rasanya lebih enak daripada buah yang matang karena dikarbit. Anak kita tentu bukan buah yang harus dikarbit, ibu harus memperhatikan betul apakah anak sudah siap dilatih membaca. Karena menurut seorang ahli,  pengajaran membaca dan bentuk stimulasi lainnya tidak akan punya peranan jika anak belum memiliki kematangan/kesiapan untuk dilatih membaca. Bahkan kita harus berhati-hati untuk tidak terlalu memberikan beban kepada anak sebelum anak memiliki kematangan, hal ini penting untuk mencegah terjadinya gangguan membaca.

Apa saja ciri-ciri anak siap dilatih membaca?

1. Anak memiliki ketertarikan terhadap buku dan aktivitas membaca

2. Anak memiliki kemampuan memahami

Ciri anak memiliki kemampuan memahami antara lain: anak mulai memahami kategorisasi objek, sekalipun masih dilihat dari ciri tunggalnya dan anak mampu mengungkapkan inti dari suatu cerita yang telah dibacakan untuknya.

Kemampuan memahami dibutuhkan karena dalam membaca seorang anak  awalnya harus mampu memahami apa itu huruf, apa itu kata dan kalimat. Kemudian, anak harus mampu memahami arti dari apa yang dibacanya.

3. Kesiapan Berbahasa

Kesiapan dari segi bahasa meliputi: anak sudah berbicara jelas dan dapat dimengerti oleh orang lain, mampu membuat kalimat seperti rata-rata anak seusianya yaitu membuat kalimat yang terdiri dari 5 sampai 8 kata, memiliki perbendaharaan kata sesuai dengan rata-rata teman seusianya.

Anak yang memiliki banyak kosa kata dan faham artinya akan lebih mudah dalam belajar membaca, sebab awal dari kemampuan membaca adalah memahami makna dari suatu kata. Misalnya, akan lebih mudah bagi anak untuk belajar bahwa susunan huruf m-a-c-a-n berbunyi macan, bila tahu apa itu macan.

Anak harus sudah berbicara jelas dan dapat dimengerti orang lain karena semirip mungkin struktur bahasa yang digunakan dalam  materi bacaan dengan bahasa yang digunakan sehari-hari oleh anak, semakin mempermudah anak untuk memahami apa yang dibacanya.

4. Anak memiliki koordinasi visual motorik yang baik.

Apakah anak mampu menggunting, melempar dan menangkap bola, mengaitkan tali sepatu, memasang kancing dan menulis. Kemampuan ini harus dimiliki sebelum anak belajar menulis.

5. Kemampuan persepsi

a. Anak mampu membedakan ukuran, bentuk, dan warna.

Ini harus dimiliki anak sebelum dilatih membaca, karena dalam pelajaran membaca anak harus mampu membedakan bentuk-bentuk huruf dan membedakan mana huruf kecil dan huruf besar.

b. Anak mampu mengingat apa yang ia lihat, karena belajar membaca meliputi mengingat huruf.

c. Anak mampu membedakan bunyi dan mengingat bunyi karena membaca meliputi

membedakan bunyi dan mengingat perbedaan bunyi tersebut

...Jika anak tidak memiliki pengetahuan kanan dan kiri, maka anak akan mengalami kesulitan mengenali huruf, ia akan tertukar mengenali b dan d atau p dan q...

6. Anak mampu membedakan kanan dan kiri

Jika anak tidak memiliki pengetahuan kanan dan kiri, maka anak akan mengalami kesulitan mengenali huruf, ia akan tertukar mengenali b dan d atau p dan q. Selain itu anak  bisa terbalik dalam membaca huruf atau kata, dimana seharusnya dimulai dari kiri malah membaca dari kanan. Riset membuktikan bahwa anak-anak usia 4-6 tahun masih sering terbalik dalam membaca huruf atau kata, bahkan sampai usia 7,5 tahun pun anak masih mengalami hal ini.

Jadi, pastikan anak-anak kita memiliki kesiapan untuk dilatih membaca dulu baru kemudian mulai dilatih membaca dan ibu jangan hanya mementingkan anak bisa membaca tapi juga bagaimana membuat anak kita gemar membaca. Karena jika anak kita gemar membaca, ia akan memperoleh pengetahuan yang luas. Tips mengenai bagaimana anak bisa gemar membaca, bisa dilihat di artikel ”5 Tips Jitu Agar Buah Hati Mahir Membaca” yang dimuat di Voa-islam. []

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Toko Tas Online TBMR - Diskon Setiap Hari

Jual tas branded murah, tas import, tas wanita dengan harga yang super murah. Tas LV, Prada, Gucci, Hermes, Chanel, Burberry, Chloe, Webe, dll. Grosir dan Eceran.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Infaq Dakwah Center

Kakinya Membusuk Diabetes, Ustadz Mulyadi Tak Bisa Berdakwah Lagi. Ayo Bantu.!!

Kakinya Membusuk Diabetes, Ustadz Mulyadi Tak Bisa Berdakwah Lagi. Ayo Bantu.!!

Ustadz Mulyadi tak bisa bekerja dan berdakwah. Dengan kaki membusuk, ia tinggal di rumah petak yang tak layak huni. Biaya hidup, pengobatan dan pendidikan anak-anak di pesantren terus menumpuk...

Terhimpit Ekonomi dan Musibah Kecelakaan, Muallaf Enny Hutajulu Diincar Kristenisasi. Ayo bantu!!

Terhimpit Ekonomi dan Musibah Kecelakaan, Muallaf Enny Hutajulu Diincar Kristenisasi. Ayo bantu!!

Dalam kondisi terpuruk, sang anak patah tangan dan kaki jadi korban tabrak lari. Saat sulit, gereja menawarkan bantuan asal kembali Kristen. Ia butuh dana 19 juta untuk pengobatan dan modal usaha....

Mujahid di LP Cianjur Operasi Usus Buntu. Ayo Dukung Program Solidaritas Keluarga Mujahidin!!

Mujahid di LP Cianjur Operasi Usus Buntu. Ayo Dukung Program Solidaritas Keluarga Mujahidin!!

Menjalani vonis 3 tahun penjara karena aktivitas jihad, Abu Umar menjalani operasi usus buntu. Istri dan keenam anaknya yang masih sekolah menumpang di rumah kerabatnya. Ayo Bantu!!!...

Setelah Dua Tahun Bertarung Melawan Kanker Ganas, Ummu Fatimah Tutup Usia

Setelah Dua Tahun Bertarung Melawan Kanker Ganas, Ummu Fatimah Tutup Usia

Setelah dua tahun lebih berjuang melawan penyakit kanker ganas, Ummu Fatimah meninggal dengan baik. Ia menghadap Rabbnya usai sedekah, memohon maaf dan ditalqin dua kalimat syahadat....

Bantuan Modal Usaha Muallaf Siska Masyitoh Rp 30 Juta Diserahkan, Semoga Berkah dan Mandiri

Bantuan Modal Usaha Muallaf Siska Masyitoh Rp 30 Juta Diserahkan, Semoga Berkah dan Mandiri

Bantuan modal usaha warung makan untuk muallaf Siska Masyitoh telah diserahkan. Mudah-mudahan bisa hidup mandiri dan menatap masa depan dengan mulia tanpa jadi peminta-minta...

Latest News
Antara Tommy Soeharto, Saut Situmorang, Sitok Srengenge, dan Nek Masiah

Antara Tommy Soeharto, Saut Situmorang, Sitok Srengenge, dan Nek Masiah

Lebih Utama Mana, Membaca Al-Qur'an Sampai Hatam atau Menghafalnya?

Lebih Utama Mana, Membaca Al-Qur'an Sampai Hatam atau Menghafalnya?

Sebut Kondisi Saat Ini Mirip Tahun 1988, Alumni UI Serukan Mahasiswa untuk Bergerak dan Jangan Diam

Sebut Kondisi Saat Ini Mirip Tahun 1988, Alumni UI Serukan Mahasiswa untuk Bergerak dan Jangan Diam

Wartawan Senior ANTV Bongkar Dagelan Operasi Densus 88 Tentang Penangkapan Terduga ISIS di Indonesia

Wartawan Senior ANTV Bongkar Dagelan Operasi Densus 88 Tentang Penangkapan Terduga ISIS di Indonesia

SOHR: Jabhat Al-Nusrah dan Sekutunya Kuasai Sebagian Besar Kota Idlib

SOHR: Jabhat Al-Nusrah dan Sekutunya Kuasai Sebagian Besar Kota Idlib

Serangan Mematikan Al-Shabaab di Hotel Mogadishu Berakhir, 17 Tewas 28 Terluka

Serangan Mematikan Al-Shabaab di Hotel Mogadishu Berakhir, 17 Tewas 28 Terluka

Persiapan Serangan Darat, Arab Saudi dan Mesir Kerahkan Kapal Perang ke Lepas Pantai Yaman

Persiapan Serangan Darat, Arab Saudi dan Mesir Kerahkan Kapal Perang ke Lepas Pantai Yaman

PBB Pindahkan 100 Lebih Staf dari Ibukota Yaman Sana'a

PBB Pindahkan 100 Lebih Staf dari Ibukota Yaman Sana'a

Menlu Turki: AS Tunda Rencana Latih Pejuang Oposisi Sekuler Suriah

Menlu Turki: AS Tunda Rencana Latih Pejuang Oposisi Sekuler Suriah

Elite Dapat Jabatan, Wong Cilik Dapat Kenaikan Harga BBM, Mahasiswa pun Marah

Elite Dapat Jabatan, Wong Cilik Dapat Kenaikan Harga BBM, Mahasiswa pun Marah

DPR Tolak Lakukan Uji Kelayakan untuk Badrodin Haiti sebagai Calon Kapolri

DPR Tolak Lakukan Uji Kelayakan untuk Badrodin Haiti sebagai Calon Kapolri

Mantan Aktivis Mahasiswa Tahun 1970-an: Jokowi Semakin Kacau-balau

Mantan Aktivis Mahasiswa Tahun 1970-an: Jokowi Semakin Kacau-balau

Koalisi Mujahidin Jaisyul Fath Semakin Bergerak Maju di Kota Idlib yang Dikuasai Rezim Assad

Koalisi Mujahidin Jaisyul Fath Semakin Bergerak Maju di Kota Idlib yang Dikuasai Rezim Assad

Berebut Kekuasaan, Sesama Milisi Suriah Pro-Assad Bentrok di Hasakah

Berebut Kekuasaan, Sesama Milisi Suriah Pro-Assad Bentrok di Hasakah

Dubes AS: Iran Berusaha Kacaukan Yaman dengan Dukung Pemberontak

Dubes AS: Iran Berusaha Kacaukan Yaman dengan Dukung Pemberontak

Lebih dari 1500 Mujahidin Kaukasus Berjuang Bersama Daulah Islam (IS) di Irak dan Suriah

Lebih dari 1500 Mujahidin Kaukasus Berjuang Bersama Daulah Islam (IS) di Irak dan Suriah

Kakinya Membusuk Diabetes, Ustadz Mulyadi Tak Bisa Berdakwah Lagi. Ayo Bantu.!!

Kakinya Membusuk Diabetes, Ustadz Mulyadi Tak Bisa Berdakwah Lagi. Ayo Bantu.!!

Mulai Sabtu, Harga Bensin Premium Naik Menjadi Rp 7.300 dan Solar Rp 6.900

Mulai Sabtu, Harga Bensin Premium Naik Menjadi Rp 7.300 dan Solar Rp 6.900

Indonesia Dominasi Pemenang Musabaqah Hafalan Al Qur'an dan Hadis Internasional

Indonesia Dominasi Pemenang Musabaqah Hafalan Al Qur'an dan Hadis Internasional

Pada Akhirnya Perang Akhir Zaman akan Menjadi Tiga Kelompok Kekuatan Dunia

Pada Akhirnya Perang Akhir Zaman akan Menjadi Tiga Kelompok Kekuatan Dunia



Must Read!
X