Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
25.580 views

Jangan Paksakan Anak Belajar Membaca Bila Belum Siap

Oleh: Eva Fauzah, M.Psi., Psikolog

Kemampuan membaca memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan manusia, karena membaca merupakan bekal bagi keberhasilan individu di sekolah dan kehidupan selanjutnya kelak di masyarakat. Allah SWT menunjukkan peran penting membaca dalam Al-Qur'an surat Al-‘Alaq ayat 1-5 :

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”

Kemampuan membaca ternyata tidak muncul begitu saja pada diri seseorang, tetapi harus mengikuti suatu proses yang panjang. Perkembangan membaca digambarkan sebagai berikut:

a. Pada  usia 4-5 tahun anak dilatih untuk memiliki kesiapan belajar membaca.

b. Di usia 5-6 tahun anak mulai menyadari bunyi-bunyi huruf dan belajar mengenali sebagian besar huruf dari alfabet. Selain itu, anak usia ini mampu mengingat cara membaca satu kata hanya dari huruf awal dan akhirnya saja.

c. Pada usia 6-7 tahun, yaitu saat duduk di kelas satu dan dua Sekolah Dasar (SD), anak-anak mulai mengenal bagaimana cara mengeja.

d. Sedangkan pada usia 7-8 tahun, yaitu kelas dua dan tiga Sekolah Dasar, anak-anak secara otomatis mampu membaca kata-kata yang umum, mulai membaca sedikit demi sedikit, baru kemudian mahir membaca dan membaca dengan tidak bersuara. Pada tahap-tahap selanjutnya, barulah individu mempelajari hal-hal baru dari apa yang dibacanya

...anak usia 4-6 tahun seringkali dituntut sudah bisa membaca, padahal menurut perkembangan membaca, anak usia 4-6 tahun masih berada pada tahap persiapan dan tahap awal pengenalan terhadap aktivitas membaca…

Apabila kita lihat proses yang begitu panjang dari perkembangan membaca, kenyataan yang terjadi tidaklah demikian. Praktik pengajaran membaca di Indonesia umumnya tidak mengikuti tahapan proses perkembangan membaca. Contohnya, anak usia 4-6  tahun langsung diajarkan membaca tanpa melalui persiapan dan seringkali dituntut sudah bisa membaca, padahal menurut perkembangan membaca, anak usia 4-6 tahun masih berada pada tahap persiapan dan tahap awal pengenalan terhadap aktivitas membaca.

Kondisi ini terjadi karena ada tuntutan ketika masuk SD anak harus sudah bisa membaca. Akibatnya, orang tua menjadi gelisah kalau anak mereka yang berusia 4-6 tahun belum bisa membaca. Seperti hasil survey yang dilakukan oleh tabloid Nakita (Juli 2006) terhadap para orang tua mengenai kemampuan membaca, menulis dan berhitung anak, diketahui sebanyak 61,5% responden milis Nakita merasa gelisah kalau anak mereka yang berusia 4-6 tahun belum bisa membaca. Padahal mereka tahu bahwa lulusan TK tidak diwajibkan bisa membaca. Tetapi jika anak-anak mereka tidak diajarkan membaca, bisa tidak lulus tes masuk SD favorit. Orang tua pun akhirnya memasukkan anak-anak mereka ke TK yang memberikan pelajaran membaca. Bahkan ada orangtua yang mendaftarkan anak-anak mereka untuk mengikuti les membaca.

Berbagai penelitian telah dilakukan untuk melihat bagaimana efek dari mengajarkan membaca sebelum waktunya. Seorang psikolog di Amerika membandingkan dua kelompok anak. Kelompok pertama merupakan anak-anak yang dimasukkan ke TK-TK akademis, yakni TK yang metode pembelajarannya seperti layaknya di SD, mengajarkan para muridnya berbagai pelajaran termasuk membaca. Sementara kelompok kedua merupakan murid-murid TK-TK biasa, yakni TK yang mengutamakan metode bermain bagi siswanya. Hasilnya, saat duduk di kelas 1 SD, para lulusan TK akademis ternyata tidak memiliki keunggulan akademis jangka pendek, apalagi jangka panjang, jika dibandingkan dengan siswa lulusan TK biasa. Bahkan murid-murid TK akademis terlihat lebih gelisah dan kurang kreatif jika dibandingkan murid-murid TK biasa (http://today.msnbc.msn.com).

Penelitian lain di Finlandia, yang dilakukan oleh Marit Korkman, Sarianna Baron, Pekka Lahti (1999), diketahui bahwa anak yang belajar membaca saat mendapat pendidikan formal di usia 6-7 tahun memiliki prestasi membaca lebih bagus dibanding anak lain yang belajar membaca di usia sebelum 6 tahun. Hal ini diketahui ketika dilakukan tes pada anak-anak tersebut di usia 9 atau 10 tahun (jurnal Developmental Neuropsychology, Vol. 16, 1999).

Penelitian juga dilakukan oleh Progress in International Reading Literacy Study (PIRLS), yaitu studi internasional dalam bidang membaca pada anak-anak di seluruh dunia. Hasil penelitian tersebut dipaparkan oleh Prof Dr Suhardjono dari Pusat Penelitian Pendidikan Depdiknas di Jakarta (Oktober, 2008), bahwa rata-rata anak Indonesia kemampuan membacanya terutama kemampuan memahami bacaan berada pada urutan keempat dari bawah dari 45 negara di dunia. Kemampuan pemahaman bacaan yang lemah bisa dilihat dari kebanyakan anak mengalami kesulitan dalam menjawab soal cerita. Bahkan, karena tidak memahami makna soal yang berupa cerita, anak menjawab tidak sesuai dengan pertanyaan yang diajukan. Penelitian ini khususnya dilakukan pada anak-anak kelas IV Sekolah Dasar / Madrasah Ibtidaiyah di 12 sekolah (http://kompas.com).

Penelitian ini mendukung penelitian sebelumnya di Finlandia bahwa memaksakan anak bisa membaca di usia dini, seperti yang umumnya terjadi di Indonesia hanya terfokus pada membuat anak bisa membaca tapi ketika dilakukan pengukuran beberapa tahun kemudian terhadap kemampuan membacanya, diketahui ternyata anak kurang memiliki pemahaman membaca.

Selain adanya peloncatan pengajaran membaca yang tidak sesuai dengan tahap perkembangan membaca, ternyata cara pengajaran yang dilakukan guru terhadap anak usia 4-6 tahun lebih bersifat instruksional, di mana murid-murid diminta mengikuti guru menyebutkan huruf-huruf,  menghafalkan huruf dari A – Z dan mengikuti guru mengeja, menyebutkan kalimat secara lisan. Demikian seterusnya anak dilatih sampai bisa membaca.  Padahal mengenali huruf, baik huruf besar maupun huruf kecil merupakan tantangan bagi banyak anak, karena beberapa huruf berbeda satu sama lain hanya dari arah penulisannya. Anak-anak seringkali kesulitan membedakan antara M dan W, serta antara b, d, p dan q. Membedakan huruf saja sulit apalagi mengeja.

Cara pengajaran seperti ini bisa membuat anak tidak paham sebenarnya akan arti huruf dan kata, mereka hanya menghafalnya. Selain itu, aktivitas meniru guru menyebutkan kalimat secara lisan ini, bisa membuat anak-anak bosan karena pada usia ini anak-anak lebih suka bermain daripada duduk di dalam kelas. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan seorang ahli, cara pengajaran yang bersifat instruksional seperti ini bisa membuat anak-anak menyimpulkan bahwa membaca merupakan tugas yang membosankan.

…pengajaran membaca juga seringkali disertai target guru karena sebagian besar orang tua menginginkan anak mereka bisa membaca ketika di sekolah TK. Ini berarti, anak diberi "beban" untuk terus mencapai target…

Selain cara pengajaran guru yang bersifat instruksional, pengajaran membaca juga seringkali disertai target, misalnya dalam jangka waktu tertentu, guru harus bisa mencapai target materi tertentu. Target ini ditetapkan oleh guru  karena sebagian besar orang tua menginginkan anak mereka bisa membaca ketika di sekolah TK. Ini berarti, anak diberi "beban" untuk terus mencapai target. Di samping itu, sepertinya guru-guru melupakan bahwa meskipun usia para siswa-siswanya sama tetapi kemampuan setiap anak berbeda-beda. Ada yang sudah siap menangkap materi tertentu dan ada yang belum. Anak-anak yang belum siap menangkap materi bisa menjadi frustasi dan akhirnya bisa membuat ia malas masuk sekolah.

Jika melihat praktik pengajaran yang terjadi di lapangan, tentulah sulit bagi tercapainya kemampuan membaca seorang anak yang sesuai dengan perkembangan membaca. Padahal sesuatu yang dipaksakan, tidak baik juga hasilnya. Ibarat buah, yang matang betul dari pohon rasanya lebih enak daripada buah yang matang karena dikarbit. Anak kita tentu bukan buah yang harus dikarbit, ibu harus memperhatikan betul apakah anak sudah siap dilatih membaca. Karena menurut seorang ahli,  pengajaran membaca dan bentuk stimulasi lainnya tidak akan punya peranan jika anak belum memiliki kematangan/kesiapan untuk dilatih membaca. Bahkan kita harus berhati-hati untuk tidak terlalu memberikan beban kepada anak sebelum anak memiliki kematangan, hal ini penting untuk mencegah terjadinya gangguan membaca.

Apa saja ciri-ciri anak siap dilatih membaca?

1. Anak memiliki ketertarikan terhadap buku dan aktivitas membaca

2. Anak memiliki kemampuan memahami

Ciri anak memiliki kemampuan memahami antara lain: anak mulai memahami kategorisasi objek, sekalipun masih dilihat dari ciri tunggalnya dan anak mampu mengungkapkan inti dari suatu cerita yang telah dibacakan untuknya.

Kemampuan memahami dibutuhkan karena dalam membaca seorang anak  awalnya harus mampu memahami apa itu huruf, apa itu kata dan kalimat. Kemudian, anak harus mampu memahami arti dari apa yang dibacanya.

3. Kesiapan Berbahasa

Kesiapan dari segi bahasa meliputi: anak sudah berbicara jelas dan dapat dimengerti oleh orang lain, mampu membuat kalimat seperti rata-rata anak seusianya yaitu membuat kalimat yang terdiri dari 5 sampai 8 kata, memiliki perbendaharaan kata sesuai dengan rata-rata teman seusianya.

Anak yang memiliki banyak kosa kata dan faham artinya akan lebih mudah dalam belajar membaca, sebab awal dari kemampuan membaca adalah memahami makna dari suatu kata. Misalnya, akan lebih mudah bagi anak untuk belajar bahwa susunan huruf m-a-c-a-n berbunyi macan, bila tahu apa itu macan.

Anak harus sudah berbicara jelas dan dapat dimengerti orang lain karena semirip mungkin struktur bahasa yang digunakan dalam  materi bacaan dengan bahasa yang digunakan sehari-hari oleh anak, semakin mempermudah anak untuk memahami apa yang dibacanya.

4. Anak memiliki koordinasi visual motorik yang baik.

Apakah anak mampu menggunting, melempar dan menangkap bola, mengaitkan tali sepatu, memasang kancing dan menulis. Kemampuan ini harus dimiliki sebelum anak belajar menulis.

5. Kemampuan persepsi

a. Anak mampu membedakan ukuran, bentuk, dan warna.

Ini harus dimiliki anak sebelum dilatih membaca, karena dalam pelajaran membaca anak harus mampu membedakan bentuk-bentuk huruf dan membedakan mana huruf kecil dan huruf besar.

b. Anak mampu mengingat apa yang ia lihat, karena belajar membaca meliputi mengingat huruf.

c. Anak mampu membedakan bunyi dan mengingat bunyi karena membaca meliputi

membedakan bunyi dan mengingat perbedaan bunyi tersebut

...Jika anak tidak memiliki pengetahuan kanan dan kiri, maka anak akan mengalami kesulitan mengenali huruf, ia akan tertukar mengenali b dan d atau p dan q...

6. Anak mampu membedakan kanan dan kiri

Jika anak tidak memiliki pengetahuan kanan dan kiri, maka anak akan mengalami kesulitan mengenali huruf, ia akan tertukar mengenali b dan d atau p dan q. Selain itu anak  bisa terbalik dalam membaca huruf atau kata, dimana seharusnya dimulai dari kiri malah membaca dari kanan. Riset membuktikan bahwa anak-anak usia 4-6 tahun masih sering terbalik dalam membaca huruf atau kata, bahkan sampai usia 7,5 tahun pun anak masih mengalami hal ini.

Jadi, pastikan anak-anak kita memiliki kesiapan untuk dilatih membaca dulu baru kemudian mulai dilatih membaca dan ibu jangan hanya mementingkan anak bisa membaca tapi juga bagaimana membuat anak kita gemar membaca. Karena jika anak kita gemar membaca, ia akan memperoleh pengetahuan yang luas. Tips mengenai bagaimana anak bisa gemar membaca, bisa dilihat di artikel ”5 Tips Jitu Agar Buah Hati Mahir Membaca” yang dimuat di Voa-islam. []

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas???

Di sini tempatnya-Kiosherbalku.com melayani Grosir & Eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan DISKON sd 60%. Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Anak Mujahid Nahimunkar Tasik Lahir Cesar, Butuh Biaya 10 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!!

Anak Mujahid Nahimunkar Tasik Lahir Cesar, Butuh Biaya 10 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!!

Pasca meninggalnya anak kedua, Ummi Keysan kembali diuji Allah Ta'ala. Ia harus harus menjalani persalinan bedah cessar, padahal kondisi ekonominya sedang dalam masa sulit....

Berjuang Hidup-Mati, Balita Hidrosefalus ini Ditinggalkan Kedua Orangtuanya. Ayo Bantu..!!

Berjuang Hidup-Mati, Balita Hidrosefalus ini Ditinggalkan Kedua Orangtuanya. Ayo Bantu..!!

Malang betul nasib Sofia Putri. Ia bertarung nyawa tanpa didampingi orang tua. Setelah operasi bedah kepala dua kali, pengobatan terhenti terbentur biaya, dan kepala terus membesar....

Daffa Rahmatillah Tutup Usia, Infaq Rp 16,7 Juta Disalurkan untuk Melunasi Tagihan Rumah Sakit

Daffa Rahmatillah Tutup Usia, Infaq Rp 16,7 Juta Disalurkan untuk Melunasi Tagihan Rumah Sakit

Daffa meninggal setelah dirawat intensif 13 hari. Semoga Allah membalas para donatur dengan keberkahan, rezeki melimpah, mensucikan jiwa, menolak bencana, dan melapangkan jalan ke surga....

SEDEKAH BARANG: Barang Tak Terpakai, Diinfakkan Jadi Berkah dan Bernilai

SEDEKAH BARANG: Barang Tak Terpakai, Diinfakkan Jadi Berkah dan Bernilai

Barang apapun yang tidak berguna lagi bagi Anda, bisa jadi sangat dibutuhkan dan bermanfaat bagi orang lain. Mari infakkan barang tak terpakai, agar menjadi sangat bernilai dunia akhirat....

Dapatkan Tausiyah Harian & Update Berita Islam, Mari Bergabung dalam Komunitas Info Dakwah

Dapatkan Tausiyah Harian & Update Berita Islam, Mari Bergabung dalam Komunitas Info Dakwah

Komunitas saling berbagi nasihat, ilmu dan update informasi dunia Islam. Semua dibagikan langsung ke HP anggota, 100% Free/Gratis..!!!...

Latest News
Netanyahu Ucapkan Terima Kasih pada Donald Trump Karena telah Dukung Israel

Netanyahu Ucapkan Terima Kasih pada Donald Trump Karena telah Dukung Israel

Selasa, 28 Mar 2017 11:00

AS Bunuh Komandan Senior Pejuang Oposisi dalam Serangan Udara di Idlib

AS Bunuh Komandan Senior Pejuang Oposisi dalam Serangan Udara di Idlib

Selasa, 28 Mar 2017 09:35

Awas! Budaya Hedonis Mewabah di Kalangan Pelajar

Awas! Budaya Hedonis Mewabah di Kalangan Pelajar

Selasa, 28 Mar 2017 08:01

Bersama Dai Islam Kokoh Hingga Penjuru

Bersama Dai Islam Kokoh Hingga Penjuru

Selasa, 28 Mar 2017 06:39

MTT Salurkan Bantuan untuk Pengadaan Air Minum di Masjidil Aqsha

MTT Salurkan Bantuan untuk Pengadaan Air Minum di Masjidil Aqsha

Senin, 27 Mar 2017 22:31

Ahok Dianggap Gunakan Teknik Orde Baru untuk Raih Suara, Ini Dia

Ahok Dianggap Gunakan Teknik Orde Baru untuk Raih Suara, Ini Dia

Senin, 27 Mar 2017 20:07

Ahrar Al-Sham Tembak Jatuh Sebuah Helikopter Tempur Rezim Assad di Latakia

Ahrar Al-Sham Tembak Jatuh Sebuah Helikopter Tempur Rezim Assad di Latakia

Senin, 27 Mar 2017 18:30

Pemuda Muslim Tulang Punggung Penegakan Islam dan Kejayaan Peradaban

Pemuda Muslim Tulang Punggung Penegakan Islam dan Kejayaan Peradaban

Senin, 27 Mar 2017 18:18

500 Lebih Warga Sipil Irak Tewas Akibat Pemboman Koalisi Pimpinan AS di Barat Mosul

500 Lebih Warga Sipil Irak Tewas Akibat Pemboman Koalisi Pimpinan AS di Barat Mosul

Senin, 27 Mar 2017 17:30

Majelis Siyasi HTI Majalengka: Pendidikan Sekuler Bahayakan Generasi Muslim

Majelis Siyasi HTI Majalengka: Pendidikan Sekuler Bahayakan Generasi Muslim

Senin, 27 Mar 2017 17:27

Pisahkan Politik & Agama Dinilai Sikap Sekuler Jokowi yang Ingin Selamatkan Ahok dari Kekalahan

Pisahkan Politik & Agama Dinilai Sikap Sekuler Jokowi yang Ingin Selamatkan Ahok dari Kekalahan

Senin, 27 Mar 2017 17:07

Negara & Agama Dipisah, Jokowi kan Bernasib Sama seperti Soekarno

Negara & Agama Dipisah, Jokowi kan Bernasib Sama seperti Soekarno

Senin, 27 Mar 2017 14:07

Negeri Luth Gaya Baru

Negeri Luth Gaya Baru

Senin, 27 Mar 2017 12:45

Hadirilah! Islamic Education Festival di Bandung 14-16 April 2017 dan Ikuti Perlombaannya

Hadirilah! Islamic Education Festival di Bandung 14-16 April 2017 dan Ikuti Perlombaannya

Senin, 27 Mar 2017 12:41

Inilah 6 Langkah Praktis Melindungi Anak dari Taring Beracun Pedofil

Inilah 6 Langkah Praktis Melindungi Anak dari Taring Beracun Pedofil

Senin, 27 Mar 2017 12:13

Pendaftaran Online Dibuka, Masyarakat Sangat Antusias Hadiri Ceramah Umum Zakir Naik

Pendaftaran Online Dibuka, Masyarakat Sangat Antusias Hadiri Ceramah Umum Zakir Naik

Senin, 27 Mar 2017 11:02

Pertama Lihat Drone, Apa yang Dipikirkan Kakek di Afrika ini?

Pertama Lihat Drone, Apa yang Dipikirkan Kakek di Afrika ini?

Senin, 27 Mar 2017 10:43

Tak Masalah Inul Daratista Dukung Ahok, tapi Ya Mbok Jangan Menghina Ulama

Tak Masalah Inul Daratista Dukung Ahok, tapi Ya Mbok Jangan Menghina Ulama

Senin, 27 Mar 2017 10:35

Polisi Inggris Lakukan Penangkapan Baru Setelah Serangan di London

Polisi Inggris Lakukan Penangkapan Baru Setelah Serangan di London

Senin, 27 Mar 2017 10:30

Gema Pembebasan Komsat UPI Kritisi Sistem Pendidikan Lewat Dialogika

Gema Pembebasan Komsat UPI Kritisi Sistem Pendidikan Lewat Dialogika

Senin, 27 Mar 2017 10:23


Must Read!
X